Senin, 27 November 2017

Test IDB Performa Honda CRF150L di Jalur Offroad (bagian kedua)


Agar memahami secara utuh hasil uji coba IDB tentang performa Honda CRF150L di jalur offroad, silahkan baca dulu bagian pertama di link berikut: Test offroad bagian pertama

Jika di bagian pertama IDB menguji soal performa suspensi dan handling yang mendapat predikat bagus, Di segmen kedua ini IDB akan mengulas soal performa mesinnya. Ketika uji di jalanan raya dalam kondisi motor standar pabrikan, IDB merasa kecewa dengan performa mesin CRF150L ini. Cek uji di jalanan raya: Test CRF150L di jalanan raya

Sebelum dibawa ke jalur offroad, tentu saja CRF150L mengalami beberapa modifikasi kecil, seperti sektor knalpot, ban dan gir depan yang dikecilkan satu mata. Namun soal mesin, CRF150L yang dipakai IDB dalam uji coba masih dalam kondisi standar.
Mesin masih standar pabrikan
Ketika gir depan diganti ukuran 14 (sebelumnya ukuran 15) dan knalpot diganti merk 3Two (triple two) custom, tenaga motor memang sedikit beda, Tarikan awal CRF150L terasa sedikit lebih nendang dan nafasnya lebih panjang.

Revew bagian kedua ini IDB sajikan dalam bentuk model pertanyaan dan jawaban. Pertanyaan itu adalah pertanaan yang sering diajukan ke IDB terkait performa CRF150L di jalur off road.

Apakah CRF150L ini bobotnya lebih berat dari KLX 150BF?

Ya, kalau itu sekedar dilihat dari data pabrikan soal berat, karena berat CRF150L itu adalah 122 kg, yang artinya lebih berat 4 kg dibandingkan KLX150BF yang beratnya 118 kg. Tetapi dalam offroad motor itu kita tidak hanya bicara soal berat motor secara teoritis, tetapi harus juga menjadi satu paket dengan power, handling dan suspensi.

Memang secara teoritis CRF150L ini lebih berat sedikit, tetapi ketika keenam riders IDB mengujinya langsung di jalur offroad sebenarnya, kesan berat itu menjadi hilang. Suspensi yang nyaman dan handling yang nurut, membuat CRF150L terasa lebih ringan dibandingkan KLX150BF ketika dipakai offroad. CRF150L lincah dipakai meliuk-liuk, menikung dan melibas jalur offroad.

Bagaimana perfoma mesin CRF 150L di jalur offroad?

Performa mesinnya tidaklah istimewa, IDB memberi nilai rata-rata 4,8. Karakter mesinnya smooth, tidak menghentak-hentak. Kurang lebih performa mesin standar CRF150L ini samalah dengan KLX 150BF. Kalau sekedar dipakai di jalur offroad ringan yang tidak ada tanjakan ekstrim maka CRF150L juga akan bisa melaluinya tanpa hambatan.

Dengan spek offroad CRF150L IDB di jalur offroad dengan trek pasir yang lurus dan sedikit bergelombang, trail warna merah ini  mampu melaju dengan stabil dengan kecepatan 85 km/jam. Sementara top speed di jalanan aspal yang datar dengan gir depan yang lebih kecil itu CRF150L masih mampu jalan 105 km/jam.

Dipakai di jalur berlumpur dan licin, motor juga bisa melaluinya meski lebih banyak pakai gigi 1 dan 2. Karakter mesinnya yang smooth malah membuat ban belakang tidak spin waktu dibetot di jalur yang licin.

Apakah CRF150L lebih kencang dibanding KLX 150BF?

Tidak, kurang lebih samalah. Hanya saja ada keunikan di mesin CRF150L yang berbasis sama dengan Verza ini yaitu ketika sudah memasuki gigi 5 (gigi tertinggi) dan gas motor sudah mentok itu laju motor terasa semakin kencang, semakin kencang, namun secara perlahan.

Di jalur offroad yang lurus yang agak lebar IDB mencoba beradu dengan beberapa KLX150 yang juga spek offroad. Motor berimbang powernya, namun sedikit demi sedikit CRF150L bisa menyalip KLX150 itu dengan perlahan, Menyalipnya tidak kencang lho.

Kalau soal tenaga bawahnya, sebagian riders mengatakan lebih galak sedikit KLX 150L atau KLX150S. Namun soal tenaga atasnya, sepertinya CRF150L unggul sedikit.

Apakah CRF150L mumpuni untuk grasstrack?

Ya, namun setelah diupgrade soal power mesin. Untuk suspensi dan handling itu CRF150L sudah mantap untuk grasstrack.

Bagaimana ketahanan mesin CRF150L?

Untuk menguji ketahanan mesin tentunya idealnya akan butuh waktu lama, tidak bisa sebentar. Namun dalam uji coba CRF150L di jalur offrroad ini keenam riders menghajarnya dengan dahsyat, semuanya gas pol bro. Kurang lebih nonstop 3 jam CRF150L ini dihajar di jalur offroad dengan cara membawanya yang kencang, sampai mentok gas motor.

IDB juga mengujinya di jalur licin yang motor tidak bisa lari kencang. Selain licin, jalurnya juga ngeril, sehingga motor tidak bisa dipacu kencang.

Sejauh uji coba IDB, mesin CRF150L itu tangguh, tidak ada masalah dan juga tidak ada kasus over heat. Apalagi motor Honda yang dipakai harian di tanah air itu dikenal akan daya tahannya yang mumpuni. Semoga CRF150L juga mempunyai ketahanan yang kuat seperti motor harian Honda yang sudah beredar.

Bagaimana sektor pengereman di jalur off road?

CRF150L dilengkapi dengan rem disc brake baik depan maupun belakang dengan model piringan bergelombang. Disc brake merk Nissin ini mampu mengerem dengan baik ketika motor dipacu di jalur offroad. IDB memberi nilai rata-rata 7,5 untuk sektor pengereman, yang artinya baik.

Bagaimana kesimpulan performa CRF150L untuk offroad?

Honda CRF150L dengan harga Rp 32, 9 juta on the road untuk kota Malang itu bisa menjadi pilihan penghobby offroad motor, selain KLX 150. Dengan tampang keren, suspensi nyaman dan handling mantap, CRF150L akan jadi tunggangan yang nyaman di jalur offroad. Hanya sektor mesin masih terbilang lemot untuk ukuran motor offroad.

Namun IDB melihat ada banyak potensi dari mesin CRF 150L yang bisa diupgrade sehingga lebih mumpuni untuk offroad. IDB juga yakin tidak sampai 3 bulan sejak peluncuran CRF150L itu di pasaran sudah akan dibanjiri beragam produk after market untuk meningkatkan performa CRF150L.

Tentunya akan lebih mantap lagi jika AHM juga mengeluarkan produk resminya untuk upgrade power CRF150L, karena sebenarnya Honda secara global punya banyak motor trail yang memang spek offroad seperti CRF150F, CRF150R atau CRF230F.

BN, salah satu rider yang melakukan uji coba mengatakan, “untuk karakter riding saya yang masuk level sedang, CRF150L ini sangat memuaskan, saya sangat cocok dengan motornya terutama suspensi dan handlingnya yang nyaman, sehingga tidak cepat membuat capek”

“Kelemahan CRF 150L hanya pada sektor power mesin yang melow untuk ukuran motor offroad, etapi saya kira ini bisa diupgrade dengan biaya yang tidak terlalu mahal,” tambah DW yang biasa betot gas Husaberg TE 250 dan YZ250FX.
Tabel penilaian 6 rider IDB dalam uji coba CRF150L
Paling tidak sekarang konsumen sudah punya 2 pilihan jika mau menebus motor trail seharga Rp 30 jutaan, pilihannya adalah KLX 150BF dan CRF150L. PIlihannya tentu saja tergantung anda. (IDB)

Video terkait CRF150L: