Minggu, 26 November 2017

Test IDB Performa Honda CRF150L di Jalur Offroad (bagian pertama)


Sebagai off roader motor sejati, sejak awal ketika IDB menebus Honda CRF150L itu memang digadang-gadang untuk dipakai off road, tidak untuk on road. IDB sama sekali tidak berfikiran CRF 150L akan diubah jadi supermoto alias sumo atau jadi sumi (supermini).

Review IDB pun akan difokuskan pada perfoma CRF150L di jalur offroad. Seperti diketahui jalur tanah kelas 150 cc sementara ini dikuasai oleh Kawasaki KLX 150. Berbagai produk after market untuk meningkatkan kemampuan KLX 150 di medan off road-pun sudah banyak pilihannya. Meskipun justru sayangnya sepertinya kualitas motor standar KLX 150 tidak ada peningkatan sama kali, malah ada kecenderungan terasa lemot.

Sebelum membaca lebih lanjut tentang performa CRf150L di jalur offroad, perlu dibaca dulu performanya di jalanan aspal di link berikut: Perfoma CRF150L di jalanan raya

Agar lebih mumpuni ketika dihajar medan offroad, beberapa bagian CRF150L IDB diganti dengan spek off road. Bagian yang diganti adalah knalpot, gir depan dengan ukuran lebih kecil, ban luar, dan stang. Untuk piranti keamanan ditambahkan handguard.
Diupgrade dengan spek offroad budget dibawah Rp 2,5 juta
Untuk uji coba tahap pertama, IDB sengaja upgrade spek off road CRF150L dengan anggaran minim, di bawah Rp 2,5 juta. Untuk sektor knalpot, IDB memilih produk dari 3Two (baca: triple two) custom, gir depan ukuran 14T punyanya Honda Mega Pro dan stang model twin wall keluaran Expediton.

Sedangkan ban belakang memakai Corsa, karena ada banyak fans IDB menanyakan kualitas ban ini (sabar nanti aka ada review khusus tentang ban ini). Untuk ban depan ditancapkan IRC tipe iX 5 motocross.
Motor dilengkapi dengan handguard Zeta
Satu-satunya aksesoris yang relatif mahal yang menempel di CRF150L milik IDB adalah handguard Zeta. Namun handguard ini tidak masuk dihitung dalam anggaran modifikasi karena IDB sudah punya stok handguard yang berkualitas ini, jadi IDB tidak perlu membeli lagi.

Metode Penilaian

Agar review CRF150L ini obyektif, IDB mengajak 6 orang riders dari tim CHEELA untuk terlibat dalam uji coba. Kemampuan offroad rider mulai dari sedang hingga expert. Berat dan tinggi badan rider juga bervariasi, dengan berat mulai 50 kg hingga 85 kg.

Semua riders yang ikut uji coba bukan orang yang pertama kali naik motor trail, semuanya sudah minimum 3 tahun mainan motor trail. Jadi soal feeling dan pengalaman ofroad dengan motor trail semua rider sudah cukup kenyang.
Rider yang melakukan uji coba bersama tim CHEELA
Orang yang belum pernah naik motor trail, yang mungkin awalnya naik skutik atau motor modifikasi begitu naik CRF150L tentunya feeeling-nya akan berbeda deegan rider yang sudah terbiasa naik motor trail. Disinilah yang menyebabkan review IDB bisa jadi akan berbeda dengan media lain, karena keenam rider yang melakukan uji coba adalah benar-benar penghhoby offroad motor trail.

Berikut ini profil singkat riders yang uji coba CRF150L di jalur offroad:
  • WW, tinggi 160 cm, motor sebelumnya KLX 150S dan KTM 200 EXC
  • BN, tinggi 167 cm, motor sebelumnya CRF150F dan KTM 200 XC
  • RK, tinggi 173 cm, motor sebelumnya CRF250R dan CRF 250 Rally
  • DW, tinggi 160 cm, motor sebelumnya KLX 150 BF dan Yamaha YZ250FX
  • MH, tinggi 170 cm, motor sebelumnya KLX 150L
  • YD, tinggi 160 cm, motor sebelumnya KTM 250 SX dan KLX 150BF
Melihat profil riders itu semuanya pernah punya KLX 150 yang jadi pesaing CRF150L, jadi tentunya hasilnya akan lebih menarik karena punya pembanding yang berimbang.

Review IDB ini difokuskan pada lima item, yaitu suspensi depan, suspensi belakang, handling, sektor pengereman dan tenaga mesin untuk melibas jalur offroad. Skala penilaian adalah berupa angka 1 – 10, dengan 1-3 itu artinya jelek sekali, 4-5 itu jelek, 6 berarti cukup, 7 itu baik, 8 sangat baik, 9 istimewa dan angka 10 artinya sangat istimewa.

Pemberian nilai oleh masing-masing riders itu dilakukan secara tertutup, jadi masing-masing rider awalnya tidak tahu berapa nilai yang diberikannya.

Hasil penilaian masing-masin rider itu akan ditotal dan kemudian dirata-rata, sehingga akan ketemu angka yang obyektif.

Ini Dia Performanya di Jalur Off Road

Ekspetasi IDB terhadap CRF150L di jalur offroad memang tinggi, minimal diatas KLX 150. Apalagi IDB selama bertahun-tahun memakai CRF150F versi Brasil yang handal sekali di jalur offroad. Angan-angan IDB adalah performa CRF150L itu sebanding dengan CRF150F.

Suspensi depan CRF150L sudah memakai USD ukuran 37 mm merek showa, sebuah merk suspensi yang terpercaya. Sedangkan suspensi belakang model monoshock tanpa tabung gas. Sayangnya suspensinya tidak bisa diseting untuk rebound dan dumpingnya.

Suspensi CRF150L ini bekerja dengan bagus di jalur offroad. Suspensi depannya mampu meredam jalan offroad dengan baik. Bahkan untuk jumping setinggi 4 meter juga masih mumpuni. Ini di luar dugaan, suspensi depannya perfomarnya bagus sekali, bahkan riders memberinya nilai rata-ata 8,3.

Saksikan video waktu IDB uji coba jumping 4 meter dengan CRF 150L ini: CRF150L jumping 4 meter

Untuk menghajar jalur berbatu, gelombang dan cerukan tanah, suspensi depan atau disebut fork, CRF150L ini benar-benar mumpuni. Suspensi depan sangat stabil bro. Thanks Honda untuk suspensi depan yang mantap!

Suspensi belakang juga terasa enak untuk melibas medan off road, meskipun waktu dipakai jumping setinggi 4 meter itu ada sedikit mental. Tetapi memang seharusnya CRF150L itu tidak dipakai untuk jumping setinggi itu, karena jumping setinggi itu hanya untuk motocross.

Riders memberikan nilai rata-rata 7,8 untuk performa suspensi belakang CRF150L. Bahkan BN yang sebelumnya naik Honda CRF150F itu memberikan angka 9 untuk suspensi belakang.

CRF150L bukanlah motor untuk kompetisi motocross, ini adalah motor untuk fun offroad. Jadi dengan suspensi standar pabrikan seperti itu, IDB memberikan acungan jempol untuk Honda yang menyematkan suspensi mantap di CRF150L.

Handling di jalur offroad

Dengan suspensi yang  bagus yang dikombinasikan dengan rangka yang pas membuat handling CRF 150L ini sangat baik. Semua rider memberikan angka yang tinggi soal handling ini yaitu rata-rata 8,3.

Motor enak sekali untuk rebah, menikung tajam dan sliding. Ketika gas dibetot di jalur bergelombang, motor juga bisa dikendalikan dengan baik. IDB benar-benar puas soal handling CRF150L ini.

“Wow handling CRF150L ini benar-benar mantap, sangat stabil untuk ukuran motor seharga Rp 30 jutaan ini, memuaskan”, kata DW yang sudah kenyang main offroad motor.

Untuk sektor suspensi dan handling, CRF150L mendapatkan angka tinggi dengan kategori sangat baik karena nilai rata-ratanya di atas 8. Ini membuat IDB tersenyum puas.

Bagaimana dengan performa mesin dan pengereman CRF150L ketika dihajar di jalur offroad? Tunggu artikelnya berikutnya di bagian kedua. (IDB)

Video terkait: Video Spek CRF150L