Selasa, 21 November 2017

Test IDB Performa Honda CRF 150L dalam Kondisi Standar, Hasilnya Diluar Perkiraan


Ketika Astra Honda Motor (AHM) mengeluarkan produk motor trailnya CRF150L, IDB menyambut baik dan langsung membelinya. Setelah bertahun-tahun segmen motor trail 150 cc di tanah air hanya dikuasai Kawasaki KLX 150, tentunya kehadiran CRF150L disambut gembira rakyat penggemar motor garuk tanah.

AHM mengkalim CRF150L ini adalah motor dua alam, sehingga mengusung konsep on-off sport, yang artinya diharapkan motor ini mumpuni di jalur on road dan juga offroad.

Soal tampang, memang IDB melihat CRF150L ini keren sekali. Aura motor tipe cross seri CRF terasa kuat di CRF 150L ini Ketika pertama kali melihatnya, IDB langsung jatuh cinta. Tanpa ba bi bu lagi, IDB inden CRF 150L ini.

Cek video IDB tentang CRF 150L ini: Honda CRF 150L


Review IDB ini mungkin akan berbeda dengan media lain, karena IDB menilainya dari sudut pengguna motor trail, dari sudut penghobby berat dunia offoad motor. Seperti biasa, penilaian IDB soal performa CRF150L ini tentunya akan obyektif dan independen.

Tapi sebelum mereview total performa CRF150L di jalur offroad, IDB akan membeberkan performa motor warna merah ini ketika dipakai di jalanan raya. Honda CRF 150L yang dipakai IDB di jalanan raya ini masih daam kondisi standar, tanpa ada modifikasi sama sekali. Jadi fresh dari deler langsung dicoba menelusuri jalanan aspal sepanjang 18 km.

Rider IDB yang melakukan test di jalanan yang 90% berupa tanjakan ini ada dua orang dengan 'dimensi' tubuh yang berbeda. Rider pertama tinggi badan 160 cm dengan berat tubuh 54 kg, sedangkan rider kedua dengan tinggi 173 cm dengan berat 85 kg.

Melihat gencarnya promo CRF 150L dan tampangnya yang miirp motor tipe cross ini tentunya IDB berharap bahwa performanya akan diatas KLX 150. Meskipun bobot CRF150L ini terbilang berat untuk ukuran motor trail yaitu 122 kg, namun karena diklaim motor ini mampu menyemburkan tenaga hingga 12,91 PS yang artinya lebih bertenaga dibandingkan KLX 150, membuat IDB penuh antusias menunggangi motor baru ini.

Pertama kali naik CRF 150L kaki rider yang tinggi 160 cm akan jinjit, kalau yang tinggi 173 cm sih nyaman saja. IDB merasa stang CRF 150L ini terlalu rendah posisinya, apalagi jika dipakai riding dengan gaya berdiri, badan terasa terlalu membungkuk.

Untuk menyalakan CRF 150L cukup dengan memencet tombol electric stater, langsung bunyi 'jrengg' dengan suara halus. Suara yang keluar dari knalpot perasaan IDB malah lebih halus dibandingkan dengan Honda Verza yang mengusung basis mesin sama dengan CRF 150L ini.

Tenaga yang dikeluarkan CRF 150L ini sangat smooth, tidak menyentak. Padahal jika melihat gigi gir belakang sudah cukup besar yaitu 49T seharusnya motor lebih nendang. Setelah dicek ternyata gigi gir depan itu ukuran 15T, pantasan kurang nendang. Coba pakai ukuran 13T atau 14T mungkin hasilnya akan berbeda.

IDB langsung membuka gas perlahan bersama rider lain yang memakai KLX 150 tahun 2017. Motor melaju dengan enak dan halus, tidak ada tenaga yang menghentak-hentak.

Di jalanan aspal suspensinya bekerja dengan baik dan stabil. Handling CRF 150L ini juga cukup enak, lebih enak dibandingkan KLX 150. Dengan suspensi USD berdiameter 37 mm, CRF 150L ini juga enak untuk dipakai menikung.

Ban IRC standar bawaan pabrik juga enak dipakai di jalanan aspal. Dengan diameter velg depan ukuran 21 dan belakang 18, membuat CRF 150L tampak jangkung namun masih enak dipakai di jalanan raya.

Tapi soal tenaga motor, ahhh sama saja dengan KLX 150, tidaklah istimewa. Di jalanan tanjakan, CRF 150L juga tidak mampu melaluinya dengan cepat, harus berulang kali oper gigi ke yang lebih rendah.

Bahkan di tanjakan yang panjang, IDB yang memakai CRF 150L keteteran mengejar KLX 150 yang ngacir di depan. Sampai gas mentok, tidak juga CRF ini mampu mendekati KLX 150.

Uppss, tapi memang spek KLX 150 yang dipakai itu bukan standar lho, tapi sudah diupgade banyak mulai sektor karburator, knalpot, kampas kopling, gas kontan dan lain-lain. Jadi pantas saja jika CRF 150L yang dalam kondisi standar ini kepayahan mengejar KLX 150.

Untuk performa di jalanan raya, IDB tidak mendapatkan kesan yang istimewa dari CRF 150L ini. Peformanya biasa saja, kurang lebih sama dengan KLX 150. Jadi kalau membeli CRF150L dengan ekspetasi akan medapatkan tenaga motor yang gahar ala motor enduro tulen, pasti akan kecewa.

Jika dbandingkan dengan CRF150F keluaran Brasil, CRF 150L ini akan terasa lemot tenaganya. Honda CRF150F yang biasa dipakai IDB itu masih pakai karburator, tetapi soal tenaga jauh diatas CRF150L versi Indonesia ini.

Meskipun perfoma CRF 150L di jalanan aspal dalam kondisi standar tidak bisa dibilang istimewa, namun ini positif untuk konsumen karena sekarang punya alternatif lain jika ingin membeli trail 150 cc selain KLX 150 dengan harga Rp 30 jutaan.

Karena performa CRF150L dalam kondisi standar tidaklah memuaskan, IDB semakin penasaran untuk upgrade motor ini dengan spek offroad, Apakah perfomanya di jalur offroad akan ganas dan melampui kompetitornya KLX 150? Tunggu review IDB selanjutnya. (IDB).