Kamis, 21 September 2017

KLX 150 yang Baru Lebih Loyo Dibanding Model Lama? Ini Solusinya

IDB sudah beberapa kali beli Kawasaki KLX 150 yang semuanya dibeli dalam kondisi gress dari delaer. KLX 10 pertama ditebus tahun 2008, ketika KLX baru keluar di Indonesia. Berikutnya IDB membeli lagi KLX 150  pada tahun 2013 dan 2017.

Soal harga, KLX 150 terus naik, walaupun tanpa ada perubahan signifikan dari sudut performa motor. Harga terbaru KLX 150 pelk ring 16/19 itu sudah tembus Rp 31 juta. Harga yang sebetulnya relatif mahal untuk sebuah motor trail yang tidak ada peningkatan performa, kecuali hanya ganti baju dan lampu saja.

Tapi IDB merasa kog yang versi 2017 atau yang terbaru tenaganya lebih loyo ya dibandingkan keluaran tahun 2008 atau 2013? Ataukah hanya perasaan IDB saja? Atau bro dan sist juga merasakan hal yang sama?

Karena IDB tidak punya alat ukur untuk mengukur tenaga motor, IDB memang hanya menggunakan perasaan dan pengalaman saja. Terasa sekali jika KLX 150 versi 2017 ini tenaganya lebih loyo.

Untungnya ada obat kuat untuk mendongkrak tenaga KLX 150 itu. Mekanik langganan IDB, Mr. Gendut menyarankannya untuk mengganti noke as dengan noken as KLX yang versi lama.

KLX 150 yang masih gress itupun langsung dibongkar oleh IDB dan diganti dengan noken as yang lama. Bentuknya sih sama persis, tetapi mungkin materialnya yang beda.

Tetapi yang jelas begitu noken as-nya diganti dengan versi lama itu tenaga motornya jauh lebih nendang. Gejala loyo sudah berkurang.

Untuk menambah kegarangan KLX 150 milik IDB ini, knalpot standar dicopot dan diganti dengan knalpot full system produk Daytona Japan. Hasilnya, tenaga motor langsung terdongkrak, tidak loyo lagi bro. Itulah obat kuat pendongkrak KLX 150 agar tidak loyo lagi. (IDB)