Senin, 31 Juli 2017

BBKSDA Jabar akan Cari Crosser Pelindas Batu Jutaan Tahun di Ciletuh

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar menyesalkan aksi pengendara motocross yang melindas batuan batik atau punggung naga di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi. BBKSDA Jabar menerjunkan personelnya untuk mengecek lokasi dan mencari crosser yang fotonya viral di media sosial (medsos).

"Kami telah menugaskan Tim Pulbaket dari Personel Resort Wilayah VIII SM Cikepuh dan CA Cibanteng untuk melakukan pengecekan kebenaran lokasi dan sekaligus mencari pelakunya," kata Kepala BBKSDA Jawa Barat Sustyo Iriyono via telepon, Senin (31/7/2017).

Sustyo menjelaskan pengecekan diperlukan untuk menentukan sikap ke depannya mengenai perbuatan tidak terpuji crosser tersebut. "Ini sebagai landasan kami untuk mengambil langkah-langkah tindak lanjut secara proporsional," ucapnya.

Menurut Sustyo timnya tengah bekerja untuk mengecek dan mengumpulkan informasi. Dia berjanji bakal menyampaikan informasi terbaru. 

"Apabila hasil pengecekan kebenaran lokasi berada di dalam kawasan dan dapat diketemukan pelakunya, segera kami lakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menugaskan PPNS Balai Besar KSDA Jawa Barat. Nantinya bila diperlukan, kami libatkan pula PPNS dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum-Jawa Bali dan Nusra, Ditjen Penegakan Hukum LHK," tutur Sustyo.

Baca juga: Pesona Batu Jutaan Tahun di Geopark Ciletuh yang Dilindas Crosser

Aksi crosser ini juga membuat geram netizen. Kawasan Geopark Ciletuh saat ini tengah dinilai UNESCO untuk menjadi salah satu world heritage. Di mana Geopark Ciletuh menjadi satu-satunya lokasi geopark dari Indonesia tahun ini, setelah sebelumnya Geopark Rinjani tersisih. (bbn/err)

Sumber: news.detik.com

Senin, 24 Juli 2017

Offroad Diantara Kabut Lereng Arjuna

IDB bersama 3 orang sahabat melakukan offroad ke lereng Gunung Arjun di awal Juli 2017. Meski telah memasuki bulan kemarau, ternyata jalur di gunung ini masih licin karena semalaman diguyur hujan deras. Jalur yang licin itu tidak mengurangi semngat 4 orang yang menunggangi KTM 300 XCW, Husqvarna Fe 250, KTM 250 XC dan Kawasaki KLX 150 untuk betot gas.

Dari pagi hingga sore, jalur offroad diselimuti kabut tebal. Di beberapa titik pandangan hanya berjarak 5 meter. Mencium segarnya tanah Arjuna juga beberapa kali dialami penggila offroad motor trail ini, karena licinnya jalur single track. Ini dia beberapa fotonya:

Jalur menuju Gunung Arjuna

Selasa, 18 Juli 2017

Setelah Ganti Ban, Rem Jadi Blong? Ini Solusinya

Pernahkan mengalami kasus ketika habis ganti ban kog tiba-tiba rem menjadi tidak pakem bahkan blong? Orang sering menyebutan itu remnya masuk angin. Wah ternyata yang bisa masuk angin bukan hanya rider-nya, tapi juga rem.

Rem yang tidak pakem tentunya bahaya bro, bisa-bisa nyungsep di jalur offroad. Tapi ada tips untuk mencegah rem jadi blong setelah habis ganti ban. Tips itu diberikan oleh Mr. Gendut, mekanik spesialis motor trail dan moge yang bermarkas di Junrejo, Batu, Jawa timur.

“Kasus rem blong setelah ganti ban itu terjadi karena pada waktu madang kembali ban baru itu kampas rem direnggangan dengan obeng agar piringan cakram rem bisa masuk,” kata Gendut.

Solusinya menurut Gendut yang memang tidak kurus itu, sebelum merenggangkan kampas rem, itu bagian piston rem disemprot terlebih dahulu dengan cairan WD40 atau Chain lube. Ini untuk mencegah ‘masuk angin” rem. Nah silahkan dicoba tips dari Mr Gendut itu. (IDB)