Jumat, 28 April 2017

Test ride IDB: Perfoma Honda CRF250 Rally (bagian 2)

Sebelum membaca lebih lanjut review Honda CRF 250 Rally bagian kedua ini, perlu dulu baca bagian pertamanya di: http://www.indonesiandirtbike.com/2017/04/test-ride-idb-perfoma-honda-crf250-rally.html

Test ride CRF 250RL juga dilakukan di jalur light offroad
Tampang CRF 250 Rally yang tinggi besar, awalnya membuat tester IDB yang mempunyai tinggi 173 cm agak ragu ketika menaikinya. Apalagi bobot motor yang diklaim seberat 155 kg itu membuat IDB membayangkan kegitu beratnya motor ini.

Namun kesan berat itu hilang ketika IDB mulai membuka gas. Motor melaju dengan halus dan mulus. Ketika IDB mencoba manuver dengan meliuk-liukan motor dan menikung sambil miring, motor nurut, tanpa ada gejala mau jatuh.

Ternyata CRF 250 Rally ini ketika dikendarai kesan beratnya menjadi hilang bro, motor terasa ringan. Bahkan perasaan IDB ketika melaju, CRF 250 Rally terasa lebih ringan dibandingkan Kawasaki KLX 250. Padahal secara teori, bobot KLX 250 itu lebih ringan 19 kg dibandingkan CRF 250 Rally.

Karena ternyata motor tidak terasa berat ketika dikendarai, IDB semakin berani membetot gas. Tarikan motor ini terasa halus tetapi kencang sekali di jalanan. Meski motor masih baru, IDB mencoba buka gas lebih dalam dan di gigi 4 bisa tembus 110 km/jam. Masuk gigi 5, bisa menggapai angka 115 km/jam dengan mudah. Padahal CRF 250 rally dilengkapi dengan gigi 6 percepatan, jadi kebayang khan motor berdarah adventure ini ternyata bisa kencang.

Jangan bayangkan tenaga CRF 250 Rally ini meledak-ledak kayak motor trail enduro atau cros. Karakter mesinnya smooth. Untuk tenaga bawahnya, IDB merasa KLX 250 itu lebih bertenaga. Tetapi tenaga tengah dan atas (top speed) itu CRF 250 Rally lebih baik dibandingkan KLX 250.

Jok CRF 250 Rally lebih lebar dibandingkan KLX 250, jadi terasa lebih nyaman untuk riding jarak jauh. Ketika IDB mencoba berboncenganpun yang dibonceng merasa lebih nyaman dibandingkan ketika dibonceng dengan KLX 250.

Kopling dan sektor pengereman bekerja cukup bagus. Tarikan tuas kopling tidak terasa berat. Rem depan dan belakang yang sudah memakai disc brake boleh dibilang lumayan meredam laju motor, meskipun tidak bisa dibilang istimewa.

Performa Suspensi

Suspensi CRF 250 Rally terbilang istimewa, terasa empuk untuk melibas jalan keriting. Suspensinya lebih empuk dibandingkan KLX 250 atau Yamaha WR250R. Ketika dihajar lewat jalan macadam berbatu, suspensi CRF 250 Rally mampu meredamnya dengan baik.

Suspensi nyaman untuk melibas jalan berbatu
Namun suspensi yang empuk ini menjadi kurang nyaman jika dipakai di jalur offroad dengan kecepatan tinggi. Motor akan terasa oleng jika dibuat menikung dengan kecepatan tinggi.

Honda CRF 250 Rally memang tidak dirancang untuk hard offroad, tetapi untuk touring adventure. Tetapi dipakai untuk light offroad juga masih terasa  nyaman.

“Suspensi CRF 250 Rally ini benar-benar nyaman khas Honda, jadinya pingin riding terus,” kata Gendut, mekanik spesial trail ketika mencoba motor ini.

Rangka dan suspensi CRF 250 Rally yang pas membuat handling motor menjadi enak. Motor nurut untuk dibuat menikung, rebah dan dibetot di jalanan semi offroad.

Upgrade CRF 250 Rally Agar Lebih Gahar

IDB merasa CRF 250 Rally standar pabrikan itu gigi percepatannya terlalu panjang-panjang, kurang kuat tarikannya. Di jalur pegunungan yang meliuk-liuk dan pendek, membuat hampir mustahil bisa membetot motor hingga gigi 6.

Dengan gir standar untuk melibas jalur semi offroad yang menanjak dan sempit itu lebih banyak pakai gigi 1 dan 2. Jadi motor terasa kurang bertenaga.

Knalpot FMF mendongkrak performa motor
IDB pun mengganti gir belakang standar yang berukuran 40 T dengan gir lebih besar ukuran 45 T. Gir pengganti memakai merek Daytona. Karena gir diperbesar ukurannya, otomatis rantai juga perlu diganti dengan ukuran yang lebih panjang. IDB memilih rantai merek TK Japan, karena selain harganya lebih murah dibandingkan merek RK atau Renthal, tetapi kekuatannya juga sudah teruji.

Selain mengganti gird dan rantai, IDB juga mencopot knalpot standar CRF 250 Rally dan menggantinya dengan merk FMF yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya di dunia offroad. IDB memilih FMF tipe Q4 karena suaranya tidak terlalu menggelegar, tetapi performanya mantap.

Meskipun CRF 250 Rally sudah dilengkapi dengan handguard dari pabrik, IDB tidak pede dengan handguard model terbuka yang terbuat dari plastik itu. IDB menggantinya denga handguard Fastway yang terkenal kuat di dunia offroad.

Setelah diupgrade, semakin mumpuni untuk adventure
Bagaimana performa motor setelah diupgrade? Wow beda banget, motor lebih bertenaga dan tarikannya lebih nendang. Di tanjakan panjang menuju Gunung Kawi, IDB bisa membetot gas CRF 250 Rally dengan kecepatan rata-rata 110 km/jam. Tenaganya ngisi terus, tanpa ada gejala ngedrop.

Yang menarik, ketika CRF 250 Rally ini diganti dengan knalpot racing FMF itu tidak ada gejala suara nembak ketika gas motor ditutup. Beda dengan KLX 250 yang selalu ada gejala suara knalpot yang nembak jika knalpotnya diganti dengan tipe racing.

Secara umum, IDB menilai performa Honda CRF 250 Rally ini mantap. Dengan harga Rp 63 juta plus surat resmi, IDB menilai harganya itu relatif murah jika dibandingkan dengan performanya yang cukup mantap.

Proyek IDB berikutnya adalah ingin upgrade CRF 250 Rally untuk menjadi spek full offroad yang siap melahap medan offroad berat. Bagaimana ya hasilnya? Pantau terus saja blog IDB ini. (IDB/email: indodirtbike@gmail.com)

Rabu, 19 April 2017

Ayo Berpetualang ke Timur Dalam I6DE Flores 2017

Event enduro kelas nasional dengan tajuk Indonesian Six Days Enduro (I6DE) kembali akan digelar oleh Enduro Total Indonesia. Di penghujung tahun 2017 ini ISDE akan digelar di Indonesia bagian timur, tepatnya di Flores. Pulau Slores adalah sebuah tempat yang akan memuaskan dahaga para petualang karena keindahan alam dan keunikan budayanya.

Dalam I6DE Flores 2017 ini, IDB turut menjadi media partner-nya. Berikut ini info tentang ISDE Flores 2017 yang disampaikan oleh bro Erickson ke IDB:

I6DE ( INDONESIAN SIX DAYS ENDURO ) 2017

LOKASI :
MAUMERE - LABUAN BAJO

TANGGAL PELAKSANAAN :
 20 - 25 NOVEMBER  2017

PENDAFTARAN :
Rp 8 JUTA

FASILITAS MELIPUTI :
  • AKOMODASI SELAMA 6 HARI ( MAKAN DAN TIDUR )
  • SERVICE CAR
  • MERCHANDISE XLUSIVE (JERSEY , T SHIRT + PIAGAM )
Note : biaya pendaftaran tidak dapat di kembalikan atau di alihkan !!!

BATAS AHIR PENDAFTARAN
30 APRIL 2017 (PESERTA DI BATASI 70 RIDER)

WARNING :
PERJALANAN INI MENGUNAKAN SISTEM GPS (TIDAK ADA PENANDAAN JALUR)

REK BCA
ERICKSON T ANDI LOLO : 6030786961
REK MANDIRI
ERICKSON ANDI LOLO :
1280004954746


PERLENGKAPAN STANDART WAJIB :
 
1. HELM FULL FACE 
2. GOGGLE  /  PELINDUNG MATA 
3. BODY PROTECT /  PELIDUNG BADAN 
4. ELBOW PROTECT / PELINDUNG SIKU
5. ENDURO PANTS / CELANA ENDURO
6. GLOVE / SARUNG TANGAN 
7. KNEE PROTECT /  PELIDUNG LUTUT
8. BOOTS ENDURO /  SEPATU ENDURO
9. CAMEL BAG / KANTONG AIR MINUM 
10. DAY PACK / TAS PUNGGUNG 
11. LUNCH BOX / KOTAK NASI / MAKANAN KECIL
12.GPS /  ALAT NAVIGASI 
13. MEDICAL KIT / P3K /  OBAT OBATAN  PRIBADI 
14. ALAT MANDI , TIDUR  N ALAT MASAK 
15. TOLS KIT DAN PARTS / KUNCI KUNCI STANDART DAN SPARE PARTS SEUAI KEBUTUHAN ANDA 
16. ALAT DOKUMENTASI / KAMERA / CAM 
17. ALAT KOMUNIKASI 
18. UANG DAN ID CARD / KTP / SIM  
 
KENDARAAN :
MOTOR HARUS BERBASIS TRIL BUKAN RAKITAN ATAU MODIFIKASI DENGAN KAPASITAS ESIN MINIMAL 125 cc (2T) ATAU 150 CC (4T)
 
KELISTRIKAN :
LAMPU WAJIB  MENYALA DAN TERANG 
 
PENGAMAN  :
  • PELINDUNG TANGAN ( HAND GUARD )
  • PELINDUNG TANGAN ( HAND GUARD )
  • PELINDUNG MESIN  (  ENGINE GUARD )
  • PELINDUNG MESIN  (  ENGINE GUARD )
  • TENSIONER RANTAI
  • TENSIONER RANTAI


NAVIGASI : 
Harap peserta sudah mempunyai GPS pribadi dan mengetahui cara pemakaiannya agar tidak hilang orientasi ketika melakukan perjalanan mengingat perjalanan ini akan ditempuh dengan waktu & jarak yang panjang juga area yg luas (PENYELENGARA TIDAK AKAN MEMASANG TANDA DI JALUR JADI HARAP SUDAH MEMBAWA GPS PRIBADI. SAAT TEHNICKAL MEETING UTK DIISI PETA JALUR)
 
RECOVERY : 
Peserta wajib mengetahui cara evakuasi motor ( membetulkan mesin & electrikal sederhana ) dalam situasi yang tidak diinginkan dan mempersiapkan alat recovery :# strap ( tali )
# tools kit standart
# parts
# alat komunikasi
# medical kit ( P3K )# camping gear (peralatan berkemah )
# makanan & minuman 
 
SURVIVAL :
Hal ini harus di pelajari apabila terjadi hal yg tidak di inginkan misalnya terjadi kecelakaan atau kendaraan rusak di tengah hutan , hal yang  wajib dilakukan:
  • Jangan panik
  • Pelajari masalah anda
  • Mempersiapkan alat  RECOVERY
  • Melakukan tindakan  RECOVERY
  • Meminta bantuan jika tidak bisa diatasi

NOTE :  HARAP TIDAK KELUAR DARI LINTASAN ANDA AGAR  MUDAH DI EVAKUASI KETIKA TEAM SWEEPER MENUJU LOKASI ANDA ( NO HP RESCUE TERTERA DI STICKER ID YANG TERTEMPEL DI KENDARAAN ANDA )
 
ATURAN UMUM  DALAM PERJALANAN : 
# DILARANG MERUSAK LINGKUNGAN, 
# DILARANG MERUSAK TANAMAN PENDUDUK  
# DILARANG MEMBUAT LINTASAN BARU 
# DILARANG MENINGGALKAN SAMPAH DI LINTASAN   
# DILARANG MENGENDARAI KENDARAAN SECARA AROGAN DI JALAN RAYA MAUPUN PERKAMPUNGAN PENDUDUK

INFO:
ERICK
HP  WA N LINE : 081282602040, PIN : D7F02CB6

Rabu, 12 April 2017

Test ride IDB Perfoma Honda CRF250 Rally

Body CRF 250 rally terlihat gambot
Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya Astra Honda Motor (AHM) mengeluarkan motor trail-nya CRF250 Rally. Meskipun IDB awalnya berharap tipe yang keluar adalah tipe motor trail enduro tulen seperti CRF 250X atau setidaknya tipe dual pupose CRF250L, namun keluarnya CRF 250 Rally ini patut disambut baik.

Kenapa perlu disambut baik? Karena AHM menjual motor trail yang terinspirasi dari CRF 450 rally yang dibesut di ajang reli terganas di dunia Reli Dakar ini dijual dengan harga yang relatif terjangkau. AHM menjualnya dengan harga Rp 63 juta on the road alias lengkap dengan surat-surat STNK dan BPKB. Harga ini sama dengan harga Kawasaki KLX 250S yang sudah duuan beredar di tanah air.

Dari sudut genre, CRF250 Rally ini masuk dalam kategori dual purpose. Ingat motor ini bukan tipe motor yang siap diajar di medan offroad, bukan bro. Ini motor yang dirancang untuk touring adventure, menjelajahi alam dengan jalan on road 70% dan kira-kira 30% offroad.

Jadi kalau membeli CRF 250 Rally ini tujuannya dipakai di medan full offroad, mending jangan beli. Nanti akan menyesal, karena memang CRF 250 Rally tidak dirancang untuk hard offroad. Kalau sekedar light offroad, menyusuri jalan-jalan di pegunungan yang jalannya batu makadam, tanah lebar atau pasir, bolehlah memakai CRF 250 Rally ini.

CRF 250 Rally Bukan pesaing Versys X 250

Banyak media yang menganggap CRF 250 Rally ini akan jadi pesaing Kawasaki Versys X 250 yang dilego dengan harga Rp 62 jutaan. Menurut IDB CRF 250 Rlly tidak dalam satu kelas dengan Versys X 250, meskipun dua-duanya diklaim untuk touring adventure.

Basik CRF 250 Rally adalah CRF 250L yang memang motor dual purpose. CRF 250L itu sekelas dengan Kawasaki KLX 250S dan Yamaha WR250R. Bedanya dnegan CRF250L, untuk versi rally itu body lebih gambot, jarak ayun suspensi lebih panjang, kapasitas tengki bensin lebih besar dan model lampu depan yang berbeda.

Karena dasarnya adalah motor dual purpose, maka CRF250 Rally memakai lingkar roda depan 21 dan belakang ukuran 18. Ini ciri khas motor trail bro. Sementara Versys X 250 itu memakai lingkar roda depan 19 dan belakang 17.

Posisi knalpot CRF 250 Rally juga persis disamping jok, posisinya tinggi seperti kebanyakan motor trail. Jadi untuk melibas genangan air akan lebih aman.

Suspensi CRF 250 Rally juga memakai spek suspensi motor trail, jadi lebih nyaman dan aman untuk melibas jalur offroad ringan.

IDB melihat bahwa seaindainya “baju” ala rally yang disematkan di CRF 250 Rally itu dicopot maka CRF 250 Rally lebih tepatnya berada dalam satu kelas dengan KLX 250S dan WR250R, bukan sekelas dengan Versys X 250.

Kesan Pertama CRF 250 rally, Terlihat Gagah

IDB mempunyai pengalaman menaiki beberapa motor trail tipe dual purpose seperti Kawasaki KLX 250S, Yamaha WR250R dan Honda CRF250L. Motor dual purpose kebanyakan tidak diracang dengan power mesin yang meledak-ledak, tapi cenderung smooth dan nyaman. Bobot motornya juga lebih berat dibandingkan dengan motor trail tipe enduro seperi misalnya KTM 250 EXCF, Yamaha WR250F atau Honda CRF250X.

Pertama kali IDB melihat secara langsung fisik CRF250 Rally, IDB sempat kaget karena ternyata motornya jauh lebih keren dbandingkan yang tampak di foto atau video yang beredar duluan. CRF 250 Rally terlihat gagah dan besar, mirip sekali dengan CRF 450 Rally yang digunakan di Reli Dakar.

Warnanya yang merah menyala dengan grafis biru dan putih, membuat CRF 250 Rally terlihat segar dan keren sekali. Secara fisik, CRF 250 Rally lebih keren dan terkesan mewah dibandingkan Kawasaki KLX 250.

spidometer terbaca dengan jelas
Pengarapan bodi dan rangka CRF 250 Raly terlihat bagus dan rapi. Spidometernya juga terbaca dengan jelas karena posisinya menjorok ke depan. Spidometernya sudah digital dan berisikan informasi tentang kecepatan, isi bensin, RPM dan jam.

Rangka warna hitam yang dikombinasikan dengan pelk alloy warna hitam membuat tampang CRF 250 Rally semakin garang. Apalagi lampu depannya seperti mata elang yang melotot.

Sayangnya stang masih terbuat dari besi dan bukan tipe fat bar. Stang kelihaan kurus dibandingkan dengan bodinya yang kekar. Stang sudah dilengkapi dengan handguard plastik warna hitam. Handguard terlihat menyatu dengan tampang motor.

Ketika menaiki CRF 250 Rally, IDB merasa tinggi motor ini lebih tinggi dibandingkan dengan CRF 250L. IDB dengan tinggi 173 cm harus sedikit jinjit ketika menaiki motor berbobot 155 kg. Wuih berat juga ya bobot motornya? Makanya CRF 250 Rally ini akan kurang tepat jika dipaksa main offroad berat bro.

Kalau untuk ukuran motor enduro yan dipakai untuk offroad, memang bobot motor 155 kg itu terbilang berat. tetapi kalau dibandingkan dengan motor turing, maka bobot CRF 250 rally ini terbilang ringan.

Menghidupkan CRF 250 Rally cukup dengan pencet tombol electric starer, “jreng”. Suaranya halus sekali. Ketika gigi perseneleng dimasukan juga terasa halus, tidak ada hentakan. IDB pun mulai membuka gas dengan perlahan, dan motornyapun melaju dengan smooth.

Eittt maaf bro dan sist, sementara cukup segini dulu laporan test ride bagian pertama CRF 250 Rally. Di bagian kedua nanti IDB akan ulas bagaimana performa motor adventure honda ini ketika dajak bermain di jalur sebenarnya, bukan hanya di aspal perkotaan. Sabar ya. (IDB).