Jumat, 31 Maret 2017

Motor Trail Terinspirasi dari T-Rex

Garang, kayak monster purba yang siap menerkam

Mugen tak hanya membuat motor listrik untuk balapan Isle of Man TT Zero challenge class dengan Mugen Shinden Roku. Tim balap dari Jepang ini pun membawa sesuatu yang berbeda.

Mugen baru saja memperkenalkan motor trail bertenaga listrik, namanya Mugen E.REX. Desainnya mencerminkan kemampuannya untuk melahap segala medan.

Tertulis dalam siaran persnya, Mugen mengambil gambar konseptual dari dinosaurus yang kuat yaitu T-Rex. Mugen mengambil inspirasi desain dari T-Rex untuk motor offroad bertenaga listrik ini.

Prototipe Mugen E.REX pertama kali dikenalkan di ajang Tokyo Motorcycle Show akhir pekan kemarin.

Sementara itu, Mugen dan Honda akan melanjutkan kerja sama untuk mengeksplorasi potensi masa depan. Keduanya melihat motor trail bertenaga listrik merupakan salah satu kebutuhan masa depan.

Sumber: oto.detik.com

Minggu, 05 Maret 2017

Catatan IDB dalam IOX Celebes (Bagian 2): Dihadang Puluhan Pohon Tumbang

Hari kedua kami start dari base camp Paralayang di Matantimali. Setelah melintasi jalan perkampungan, kami langsung masuk single track penuh lubang.  Gerimis rintik rintik semakin menambah peluh kami.

Panjang jalur hari kedua menuju Lariang sejauh 121 km. Briefing pagi yang disampaikan ketua official Teddy Wibowo menyatakan perjalanan ini bisa ditempuh dalam 5 jam. Dengan catatan rider selalu gaspoll di perjalanan.

"Mana bisa gaspoll kalau kita main bawa beban logistik dan BBM, " kata Hasan Henal.

karena motor ngambek, terpaksa ditinggal di hutan
Memang bukan perkara mudah offroad sambil bawa beban. Butuh keseimbangan dan kekuatan fisik lebih bro. Setelah beberapa jam offroad, motor Hasan ternyata ngambek. Tim berusaha memperbaiki ternyata masalah ada di bagian kelistrikan. CDI nya rusak! Kami diam sesaat sebelum akhirnya memutuskan motor ditinggal saja di jalur.

Ternyata keputusan kami tepat. Baru jalan 20 menit kami dihadang pohon tumbang di jalur. Tidak bisa dibayangkan jika bawa motor dalam kondisi mesin mati disini. Saat itu langit semakin gelap. Kami terus melaju perlahan sambil berboncengan. Ada sekitar 20 kali kami temui pohon tumbang. Kami baru keluar dari jalur 'neraka' ini jam 12 malam.

Melewati puluhan pohon yang tumbang
Kami terus bergerak hingga akhirnya menemukan perkampungan. Maksud hati ingin istirahat dan isi perut namun tak ada tanda tanda kehidupan di situ. Info GPS jalur yang masih harus kami tempuh sekitar 60 km lagi.

 "Kita harus terus jalan karena kalau diem malah kedinginan, " kata Hasan.

Setelah melewati perkampungan dan perkebunan sawit, akhirnya kami ketemu kampung lagi. Namanya kampung Pakawa. Ada satu rumah yang sudah dibuka pintunya. Saat itu memang sudah shubuh.

Kami disambut dengan baik. Dibikinkan kopi, disiapkan makanan, dan dipersilahkan istirahat. Setelah tidur sejenak,  kami langsung pamit melanjutkan perjalanan. Kami juga diantar tuan rumah keluar area perkebunan menuju jalan poros. Selang beberapa lama, telpon berdering. Ternyata dari official yang sedang bergerak mencari kami. Setelah ketemu official akhirnya kami on road ke basecamp 2 dan tiba jam 10 pagi. (IDB/ARZ)