Selasa, 31 Januari 2017

Ini Dia Persiapan Kontributor IDB Dalam Ofroad Terpanjang, IOX Ultimate Celebes 2017

Event offroad roda dua Indonesia Offroad eXpedition (IOX) bakal berlangsung bulan ini.  Salah satu event offroad terpanjang di tanah air ini akan berlangsung di Sulawesi melintasi Palu – Makassar pada tanggal 25 Februari – hingga 11 Maret 2017.

Event bertajuk Ultimate Celebes 2017 ini bakal melintasi beragam track sepanjang Palu - Makassar dan selama perjalanan hanya bermalam di jalur atau basecamp yang ditentukan.

Peserta 'hajinya' offroader di event berslogan "URUS DIRIMU" ini ada sekitar 50 rider termasuk official yang berasal dari seantero nusantara. Tidak sembarang orang yang bisa bergabung di event bergengsi ini.

Selain siap secara fisik dan mental, peserta yang baru gabung merupakan hasil rekomendasi peserta IOX tahun-tahun sebelumnya. Wow jadi memang istimewa bro event offroad ini.

ARZ, kontributor IDB dengan WR 250-nya
ARZ misalnya, merupakan salah satu peserta baru yang direkomendasi langsung master track IOX Sovan Dradjat. Pria kelahiran Surabaya ini bakal menggunakan motor Husqvarna WR250 yang dimodif vintage.

ARZ tidak sendirian, dia bersama tiga orang  ‘gangnya’ yang dua diantaranya memakai motor trail dimodif ala motor jadul, yaitu Hasan Henal dengan Husqvarna TE 250 dan Momoke yang menunggangi KTM 125. Satu lagi adalah Gus Zidnie yang mengandalkan motor kesayangannya Husqvarna FE 350.

IDB berhasil membujuk ARZ yang mantan wartawan surat kabar nasional ini untuk menjadi kontributor IDB selama IOX berlangsung. Terima kasih untuk ARZ.

"Saya coba tulis sesuai kemampuan saya karena sudah lama ngga nulis nih," kata ARZ.

Persiapan Petualangan Ekstrim

Beberapa persiapan telah dilakukan ARZ yang tinggal di Sidoarjo ini. Baik persiapan selama perjalanan untuk riding maupun tunggangan kesayangannya. 

"Saya pasang lampu LED sebagai lampu utama,  rak belakang untuk tas, pasang GPS, charger handphone,  dan penggantian parts lainnya yg agak aus, " katanya.

Hasan Henal, sobat ARZ dengan Husqvarna TE 250
Perlengkapan GPS ini mutlak dimiliki peserta IOX, karena tidak ada tanda penujuk arah di jalur, seperti event trail yang umum. Peta jalur akan diberikan oleh panitia, dan GPS itulah jadi senjata utamanya. Jadi kalau salah baca peta, ya bisa nyasar ke rimba belantara. Hii serem.

Sementara untuk perlengkapan selama riding, ARZ bakal menggunakan jersey yang sudah diberikan panitia, celana panjang bahan goretex, sepatu goretex, matras, tenda, hammock, dan sleeping bag.

"Yang berat ninggal keluarga dan kerjaan mas," katanya sembari tersenyum ramah.

Menurut master track IOX Sovan Dradjat, event ini merupakan 'Akademi Adventure' bagi pecinta offroad roda dua. Event ini merupakan penggemblengan individu, ujian mental, sekaligus media untuk dekat dengan alam.

Event IOX ini bukan hanya membutuhkan ketahanan fisik saja. Harus ada kekuatan tekad, mental yang kuat, dan emosi yang stabil.

Pastinya akan seru, makanya terus pantau blog IDB untuk mengetahui perjalanan peserta IOX 2017 ini. Laporan perkembangannya langsung dari lapangan, dari jalur offroad bro. (IDB/ARZ)

Berikut ini jalur yang bakal dilalui peserta IOX Ultimate Celebes 2017.

Track 1 : palu - matantimali 116 km
Track 2 : matantimali - lariang 121 km
Track 3 : lariang - patu lana 177 km
Track 4 : patu lana - kalumpang 161 km
Track 5 : kalumpang - kariago 58 km
Trabk 6 : kariago - seko 41 km
Track 7 : seko - lolai 100+
Track 8 : lolai - rantepao 14 km (REST DAY)
Track 9 : rantepao - baraka (enrekang) 100+
Track 10 : enrekang - bila (sidrap) 100-
Track 11 : bila - leja (soppeng) 100-
Track 12 : leja - bengo (bone) 100-
Track 13 : bengo - malino 100-
Track 14 : malino - maros 100-
Track 15 : maros - makasar 100-


Senin, 30 Januari 2017

Menerka Harga Honda CRF250 Series

Honda CRF250 Series dipastikan menjalani debutnya di pasar nasional pada Jumat, 3 Februari 2017. Setidaknya ada dua model yang akan hadirkan, kemungkinan besar adalah CRF250 L dan CRF250 Rally.

Jika itu benar adanya, CRF250 L akan berhadapan dengan model offroad tulen, seperti Kawasaki KLX250 dan Yamaha WR250. Sementara CRF250 Rally menjadi penantang Kawasaki Versys-X 250 yang bergenre adventure.

Honda CRF250 Series yang bakal dipasarkan nanti didatangkan secara utuh dari Thailand. Namun ada beberapa penyesuaian yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen Tanah Air."Ya ada beberapa penyesuaian. Pokoknya modelnya keren sob," ujar sumber terpercaya yang tidak ingin disebutkan identitasnya kepada Liputan6.com, Senin (31/7/2017).

Di kelas trail 250 cc, harga KLX 250 dipatok Rp 62,9 juta. Sementara Versys-X 250 antara Rp 62,2 - 73 jutaan. Sedangkan Yamaha WR250 paling mahal dengan banderol mencapai Rp 90 jutaan.

Lalu berapa harga CRF250 Series? "Harga belum final, tapi mudah-mudahan gak sampai segitu (harga Yamaha WR250)," katanya.

Berdasarkan informasi yang kami himpun dari berbagai sumber, beberapa dealer Honda di wilayah Jawa Tengah telah membuka keran inden dengan tanda jadi Rp 5 juta. Sementara banderolnya berada di kisaran 70-80 juta.

Sumber: otomotif.liputan6.com/

Senin, 23 Januari 2017

Pergantian Oli Mesin Motor Trail Berdasarkan Jam, Apa Maksudnya?

Oli mesin menjadi komponen yan gsangat vital dala semua kendaraan bermotor, apalagi motor trail yang sering digeber habis di jalur offroad. Telat ganti oli akan menyebabkan performa motor menurun, bahkan kerusakan parah yang memaksa kita untuk menguras isi dompet.

Biar tidak terkuras dompetnya akibat telat ganti oli mesin, jangan lupa untuk menggantinya secara rutin dengan oli kualitas baik. Kalau di motor harian patokan pergantian oli mesin itu pakai kilometer alias seberapa jauh motor tersebut dipakai, misalnya di Honda CB150R itu pergantian oli mesin disarankan setiap 4000 km.

Tapi bagaimana dengan motor trail build up yang tidak dilengkapi dengan odometer yang mencatat kilometer pemakaiannya? Biasanya motor trail enduro atau cross itu memakai patokan jam pemakaian (hour), bukan kilometer. Berapa jam pemakaian oli mesin harus diganti?

Kebanyakan untuk motor trail enduro build up itu memakai patokan setiap 10 jam pemakaian mesin itu oli mesin itu harus diganti. Persoalannya tidak semua motor dilengkapi dengan indikator jam pemakaian ini. Jadi 1 jam pemakaian itu setara dengan berapa kilometer ya?

Sebagai contoh di KTM 350, 1 jam pemakaian itu kira-kira menghabisikan 7 liter bensin. Jika 1 liter bensin di motor itu mampu menempuh katakanlah 20 km, maka 1 jam pemakaian itu setara dengan jarak tempuh 140 km (7 X 20).

Nah jika oli mesin harus diganti setiap 10 jam sekali, maka itu setara dengan oli mesin perlu diganti setelah menempuh 1400 km (10 X 140 = 1400).

Tentunya setiap motor akan berbeda waktu yang diperlukan untuk pergantian oli mesin. Tetapi maksimum hendaknya setiap 10 jam pemakaian itu oli mesin harus diganti, jika tidak ingin motor trail kesayangan anda rusak. (IDB)

Senin, 16 Januari 2017

KTM Kuasai Reli Terdahysat Awal Tahun ini, Dakar dan Africa Eco Race

Kedigdayaan pasukan KTM belum tergoyahkan di ajang reli kelas dunia. Awal tahun 2017 ini pecinta reli disuguhi dua balap reli terganas di muka bumi ini yaitu Reli Dakar dan Africa Eco Race. Jika Reli Dakar melintas di tiga negara yaitu Paraguay, Argentina, dan Bolivia, sedangkan Africa Eco Race sesuai dengan namanya tentunya diadakan d benua Afrika.

Meskipun diadakan diwaktu yang bersamaan, kedua rali ini membuahkan hasil yang sama untuk para jawaranya. Sama dalam hal motor yang dipakai oleh pereli yang beralaga di reli dengan jarak ribuan kilometer itu. Pembalap yang menunggangi motor KTM  menjadi raja di kedua reli itu.

Pencapaian KTM di rali Dakar ini benar-benar mengagumkan. Selama 16 tahun, tim KTM bercokol di posisi teratas Reli Dakar. Di tahun 2017 ini sebenarnya dominasi pasukan KTM sempat digoyang oleh tim Honda lewat rider Joan Barreda yang naik CRF 450 rally. Sayang, Barreda kena hukuman pengurangan catatan waktu karena dianggap melanggar ketentuan mengisi BBM.

Selamat untuk jawara Reli Dakar dan Africa Eco Race 2017, ini dia daftar jawaranya:

Jawara (3 besar) Reli Dakar 2017:
  1. Sam Sunderland, KTM
  2. Matthias Walkner, KTM
  3. Gerrad Farres, KTM
Jawara (3 besar) Africa Eco Race 2017:
  1. Gev Sella, KTM
  2. Pal Anders Ullevalseter, KTM
  3. Martin Benko, KTM


Kamis, 12 Januari 2017

Ahh kog Honda Jualan CRF250L, Harusnya Trail Spek Offroad Dong

Honda CRF250L Rally
Motor trail keluaran Honda semakin mendekati kenyataan akan segera beredar di tanah air, seperti diberitakan oleh Otomotifnet.com pada tanggal 12 Januari 2017. Sayangnya disebut-sebut motor trail akan dipasarkan itu adalah tipe CRF 250L Rally.

Awalnya IDB berharap yang akan keluar adalah tipe enduro murni yaitu CRF 250X atau tipe offroad untuk pemula yaitu CRF 150F dan CRF 230F. Tapi ternyata kemungkinan besar yang keluar malah CRF 250L yang “senada” dengan Kawasaki KLX 250 dan Yamaha WR250R. Ini motor tipe dual purpose yang performanya tidak mumpuni untuk offroad, kalau untuk touring adventure sih memang menyenangkan.

Sementara versi rally-nya itu kalau hanya mengusung mesin 250 cc itu juga akan nanggung, tidak powerful. Di pasaran Indonesia, CRF 25OL Rally akan bertarung dengan Kawasaki Versys 250.

Sebagai media untuk penggemar berat offroad motor trail, tentu saja IDB berharap motor trail yang dijual oleh AHM itu benar-benar motor trail yang spek untuk offroad. IDB sudah mencoba dan juga punya motor tipe dual purpose seperti KLX 250, CRF250L dan Yamaha WR250R. Dan hasilnya kalau untuk offroad, benar-benar offroad lho, bukan di jalanan aspal, ketiga motor itu tidaklah istimewa. Mending pakai Kawasaki KLX 150 kalau untuk offroad.

Pupus sudah harapan IDB agar AHM mengeluarkan motor tipe trail yang benar-benar mumpuni melibas jalur offroad seperti CRF230F, CRF150F atau kelas lebih tingginya yaitu CRF 250X.  Tapi masih ada harapan, karena kabarnya AHM akan mengeluarkan juga trail 150 cc dengan basis mesin Versa. Hemm kita tunggu saja, semoga tidak PHP alias pemberi harapan palsu.

Ini berita di Otomotifnet.com:

Honda dikabarkan akan segera memasarkan CRF250 Rally untuk pasar Indonesia. Seperti dibocorkan oleh satu sumber dari dealer Big Wing, infonya akan resmi dijual sekitar Maret-April 2017. Lalu berapa harganya?

“Infonya akan dibanderol sekitar Rp 62-67 juta,” ujarnya sembari berbisik untuk jangan ditulis namanya. Wah harganya sangat menarik ya! “Bahkan kalau berminat sudah bisa inden dari sekarang,” imbuhnya. Wuih segera deh ke dealer kalau berminat.

Honda CRF250 Rally pertama diperkenalkan di EICMA Milan 2016 ini berbasis dari CRF250L. Bedanya punya tampang yang lebih rally, seperti besutan Rally Dakar. Terlihat bentuk lampu dan windshield mungilnya, lalu pelindung mesin yang membuat terlihat begitu tangguh. Apalagi dibalut warna khas Honda Racing, merah-putih-biru.
Versi Rally dibikin lebih tinggi dari CRF250L, dengan menggunakan upside down 43 mm dan monosok berjarak main lebih panjang. Kedua roda menggunakan ukuran 21 inci di depan dan 18 inci di belakang. Dan tentu saja dibalut ban dengan kembangan kasar khas trail, depan pakai 3.00-21 dan belakang 120/80-18.

Pembeda lain dengan CRF250L ada pada kapasitas tangki, di CRF250 Rally diperbesar jadi 10,1 liter, sehingga jarak tempuh makin jauh, cocok deh buat adventure jarak jauh.  

Mesin CRF250 Rally berbasis Honda CBR250R, satu silinder 4 langkah DOHC 4 klep berpendingin cairan. Punya tenaga maksimal 24,4 dk/8.500 rpm dan torsi 22,6 Nm/6.750 rpm. penyaluran tenaga ke roda lewat transmisi 6 speed.  

Minggu, 01 Januari 2017

Serunya Offroad Akhir Tahun ke Tirtoyudo

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap penghujung tahun tim CHEELA selalu melakukan offroad full day. Menutup tahun 2016 IDB bersama tim CHEELA memutuskan untuk offroad ke Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang dikenal dengan jalur penuh dengan seribu gundukan tanah.

Tepat pukul 10.00 wib empat orang yang menunggangi kuda besi KTM 350 SXF, KTM 250 SXF, KTM 250 XC dan Husqvarna TE 250 berangkat meninggalkan Desa Pandasari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tim memacu kendaraan dengan lambat, maklum ini melewati perkampungan, jadi tidak perlu sok gaya dengan blayer-blayer knalpot, khan mengganggu warga kalau seperti itu.

Tidak sampai lima menit, tim sudah memasuki jalur offroad sempit. RK dengan KTM 350 SXF-nya langsung buka gas, diikuti sahabat-sahabatnya. Jalur yang sepi, membuat tim bisa melakukan pemanasan dengan membuka gas lumayan kencang. Empat motor trail Eropa itupun menari-menari di jalur sempit.

Tak lama kemudian tim memasuki perkampungan lagi. RK memberi aba-aba agar tim memperlambat laju motornya, agar tidak mengganggu warga desa. Beberapa anak kecil melambaikan tangannya dan bersorak kegirangan melihat kedatangan kami. Mereka teriak, “horee motor cros, om tolilet om...”. Lho kog motor trail ada tolilet....

Setelah melewati Kampung Jajang, tim masuk lagi jalur offroad yang agak lebar, sekitar 2 meteran. Di jalur menurun itu tim memacu motornya dengan kencang. YD dengan KTM 250 XC yang masih trauma di jalanan menurun berada di bagian paling buncit.

Kurang dari lima belas menit, setelah melewati Desa Wonokerto, tim belok arah kanan memasuki jalur lintasan truck pengangkut pasir. Jalanan agak naik dan penuh dengan gundukan tanah. Tipe tanah yang berpasir membuat jalur ini tidaklah licin meskipun habis diguyur hujan. Tim-pun memacu motornya dengan kencang, menikmati asyiknya jalur berpasir.

Istirahat sejenak, sambil ngumpulkan energi 
Setelah betot gas di jalur pasir sepanjang sekitar 3 km, tim memutuskan untuk istirahat. Tarik nafas dulu, maklum semua rider di tim CHEELA ini semua usianya diatas 40 tahun, kecuali AR yang masih 30 tahunan. AR yang naik KTM 250 SXF bilang, “wah ini tua-tua keladi, membawa motornya kayak anak usia 20 tahunan”.

Puas istirahat dan merokok untuk yang ‘ahli hisap’, tim melanjutkan perjalanan. Jalanan masih full offroad, sehingga bisa buka gas lumayan dalam. Mumpung jalur sepi, sehingga tim bisa puas menikmati asyiknya jalur ofroad di pagi yang cerah itu.

Kurang dari 30 menit, tim sudah memasuki wilayah Kecamatan Wajak. Kali ini jalanan berupa tanah berbatu alias makadam. Tim memperlambat laju motor, ini menjaga agar ban motor tidak cepat rusak dihajar batu.

Usai melintasi jalan makadam sepanjang sekitar 1 km, tim kembali memasuki jalur tanah. Jalurnya single track, penuh gundukan kecil, berlubang dan meliuk-liuk. Jalur yang seru ini melintasi perladangan dan hutan mahoni.

Ketika jam menunjukan di angka 12.00, tim memutuskan untuk istirahat sejenak di Desa Bambang, Kecamatan Wajak. Tim berisitrahat di sebuah warung langganan sekaligus mengisi bensin. Asyiknya di warung ini, mereka juga jualan bensin Pertamax Turbo. Jadi selain mengisi perut rider, kuda besinya juga nenggak pertamax turbo.

Sejam kemudian tim melanjutkan perjalanan offroad menuju arah Kecamatan Tirtoyudo. Jalur berupa jalan makadam yang sepi. Tak lama kemudian, tim belok kiri di jalanan menurun melintasi jembatan menyeberangi sungai kecil. Kali ini jalurnya sempit dan meliuk-liuk di sela-sela pohon pinus. Tim membetot gas lumayan dalam di jalur ini.

Di pertigaan di tengah perladangan, tim berhenti sejenak. Lho tapi kog jumlah tim hanya dua orang, hanya RK dan DW. Setelah ditunggu 10 menit, DW memutuskan balik arah untuk menjemput YD dan AR. Sementara RK menunggu sekaligus mendinginkan badan yang mulai kepanasan dan penuh dengan peluh.

Agak lama RK menunggu tim yang lain, sekitar 15 menit. Ternyata AR terjungkal di sebuah tikungan jalanan makadam. Handguard di motor AR itu tampak terlepas. RK bilang, “makanya kalau beli handguard itu beli handguard yang bagus, jangan handguard palsu yang mudah patah, karena fungsi handguard itu bukan sekedar untuk gaya-gayaan ”.

Tim kemudian melanjutkan perjalanan melintasi jalur offroad di tengah ladang itu. Jalurnya kelihatan mudah, tapi lumayan menguras energi karena penuh dengan lubang yang tidak terduga.

Setelah melewati jalur offroad di tengah ladang, tim mulai memasuki jalur offroad lebar di tengah hutan pinus di Desa Sumberputih. Jalannya cukup lebar, sekitar 3 meteran, dan penuh gundukan tanah yang lumayan tinggi.

Karena jalur tampak sepi, tim lagsung betot gas dengan keras. Empat orang itupun tampak terbang melibas gundukan tanah yang jumlahnya tidak terhitung. 
Baru saja roda motor mendarat di tanah, di depan sudah ada gundukan tanah lagi. Mau gak mau, motorpun terbang lagi. Benar-benar seru.

Sekitar pukul 14.30 tim merapat di Desa Tamansatriyan. Di desa ini wajah YD terlihat menghitam, ini tanda-tanda YD sudah kecapekan. Benar dugaan RK, ternyata kepala YD pusing. Untung ada warung yang jual obat sakit kepala. Dan untung lagi ada penjual bakso, sehingga YD-pun menyantap bakso dengan beringas, dan setelah itu pusingnya lenyap. Nah ini pusing karena capek atau kelaparan bro hehehe.

Puas istirahat, tim melanjutkan perjalanan arah Desa Tamansari yang ada situs purbakalanya. Karena lama tidak lewat jalur ini, tim sempat tersesat sedikit, tetapi setalah tanya ke seorang petani, tim bisa kembali ke jalur yang benar.

Jalur kali ini jalur sempit, tidak lebih dari satu meter lebarnya dan sebelah kanan jurang menganga. Meksi di jalur sempit, tim memacu motornya lumayan kencang. Mumung jalurnya lagi sepi.

RK yang ada di barisan depan membuka gas KTM-nya dengan kencang, diikuti YD, DW dan AR. Tiba-tiba di depan terlihat ada percabangan  jalan, RK-pun mengerem motornya mendadak. Tiba-tiba terdengar suara, “gedubrakkk!”.

Terjungkal karena mengerem mendadak
Ternyata karena mengerem mendadak, YD dan DW saling bermesraan di jalur tanah. Mereka terjungkal bersama. Untungnya baik rider maupun motor tidak ada masalah, sehingga offroadpun kembali berlanjut.

Setelah sukses melewati jalur sempit yang meliuk-liuk, tim memasuki jalur yang agak lebar di tengah perkebunan. Meski lebar, di jalur ini harus berhati-hati karena kadang ada batu dan lubang tanah yang tidak terlihat jelas.
Sekitar pukul 16.00 wib tim memasuki Desa Tamansari, Kecamatan Tirtoyudo. Kami berhenti sejenak sambil ngobrol dengan petani sahabat kami.

“Waduh pak, saya sudah nyerah, gak sanggup lagi deh untuk lanjut offroad. Ini tangan sudah gemetar dan kalau diteruskan bisa muntah saya”, kata AR dengan wajah penuh keringat.

DW dan RK tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan AR. “Ok deh kita akhiri offroad hari ini dan kembali ke Desa Pandansari, tapi tetap beberapa jalur akan melewati jalur offroad, tidak mungkin melewati jaalanan aspal”, kata RK.
Akhirnya tim memutuskan untuk menyudahi offroad akhir tahun yang menyenangkan itu. Tim-pun kembali ke titik awal keberangkatan, tetap lewat jalur offroad namun dipilih jalur yang lebih singkat. Menjelang mahrib, tim istirahat sejenak di sebuah masjid, sekaligus lapor kepada Sang Pencipta yang telah memberi kesenangan kepada kami di hari itu. (IDB).