Minggu, 15 Oktober 2017

Meluncur Jelang Akhir Tahun, CRF150 Dibanderol Rp 30 Jutaan


PT Astra Honda Motor (AHM) selaku agen pemegang merek motor Honda di Indonesia siap meluncurkan motor trail bermesin 150 cc. Honda CRF150 meluncur jelang akhir tahun ini.

"Undangannya sebentar lagi, ditunggu saja," ujar Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya kepada wartawan, di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Meski belum dapat membeberkan kapan tepatnya produk yang bermain di segmen motor trail itu meluncur, konsumen sudah dapat memesannya di diler-diler motor Honda di Indonesia. Soal harga, Thomas membocorkan kisarannya.

"Harga kita masih range, mudah-mudahan range-nya di Rp 30-Rp 35 juta," kata Thomas.

Konsumen yang kepincut dan memesan CRF150 ini, akan mendapatkan unit motor tidak lama setelah peluncuran.

"Akhir tahun Insya Allah pengiriman ke konsumen akan dilakukan," tambahnya. (khi/rgr)

Sumber: https://oto.detik.com

Senin, 25 September 2017

DP Planet Motor, Toko Aksesoris Motor Trail Terlengkap di Malang Raya

Penggemar motor trail di Malang Raya tidak perlu bingung jika mencari aksesoris motor trail, karena ada DP Planet Motor yang ada di Kota Batu. Toko yang berada di Jalan Patimura ini boleh dibilang saat ini adalah toko aksesoris trail terlengkap yang ada di Malang Raya.

DP Planet Motor yang berdiri sejak tahun 2002 itu selain menjual aksesoris motor trail, juga menjual riding gear untuk rider, seperti jersey, celana, sarung tangan, helm dan body protector. Merek yang dijual sangat beragam, mulai merek lokal hingga impor. Jadi harganya juga bervariasi, tergantung kualitas dan jenis barangnya.

Untuk aksesoris motor trail, DP Planet Motor menawarkan beragam barang. mulai dari body plastik trail, pelk, ban, hand guard, rantai, lampu dan lain-lain. Semuanya ada, baik produk lokal maupun impor.

Selain aksesoris motor trail, DP Planet Motor juga menjual motor trail baru ataupun bekas. Pada waktu IDB berkunjung ke DP Planet Motor pada awal September 2017, IDB melihat ada motor Sherco 450 dan KTM 350 yang dijual. Kalau mini trail, ada banyak dijual di DP Planet Motor ini.

Yang mau belanja di DP Planet Motor yang buka setiap hari Senin hingga Sabtu itu silahkan langsung kontak 081233330202. IDB sudah beberapa kali belanja di DP Planet Motor ini, jadi bisa dipercaya bro. (IDB)

Minggu, 24 September 2017

Pengalaman IDB Belanja Part Trail di Kwet Roz Motor Batam

Lapak online yang menawarkan parts motor trail baik lokal maupun impor semakin berjubel di tanah air. Mulai dari yang terbuka soal harga, hingga yang lebih suka membuka harga lewat PM atau inbox.

Padahal menurut IDB akan lebih efesien jika penjual itu terbuka saja soal harga, namanya jualan khan lebih mantap jika harga dimunculkan. Jadi pembeli juga bisa 'mengukur' kantong sebelum nebus barang itu. Toh rezeki itu sudah ada masing-masing, betul gak bro?

IDB sudah banyak belanja online ke berbagai lapak dan secara berkala IDB mempublikasikan di blognya daftar toko trail terpercaya berdasarkan pengalaman IDB. Maksudnya berdasarkan pengalaman itu adalah IDB benar-benar pernah beli langsung ke toko tersebut, jadi bukan sekedar berdasarkan  promosi tokonya karena iklan.

Salah satu toko yang menyediakan aneka  parts trail yang IDB percaya adalah Kwet Roz Motor yang bermarkas di Batam. Awalnya dulu IDB sempat ragu, apakah betul ada toko di Batam yang menyediakan beragam parts motor trail build up seperti KTM. Ternyata setelah 3 kali membeli di Kwet Roz Motor, IDB pada suatu kesimpulan bahwa toko ini benar-benar bisa dipercaya.

Pelayanan Kwet Roz Motor juga cepat dan menghargai konsumen. Contohnya, pada tanggal 17 September 2017 IDB menanyakan via WA apakah ada gir set dan kampas kopling untuk KTM 300? Tidak sampai 15 menit sudah ada jawaban dari Kwet Roz berikut informasi harganya. IDB pun langsung mentransfer biaya pembelian tersebut ke rekening Kwet Roz Motor pada malam harinya.

Tiga hari kemudian, tanggal 20 September 2017, IDB sudah menerima paket dari Kwet Roz Motor dengan selamat. Wah cepat sekali pelayanannya.

Kwet Roz Motor menyediakan beragam part motor trail, baik untuk Kawasaki KLX series, KTM, Husqvarna dan juga motor SE lainnya. Soal harga boleh dibilang sangat kompetitif. Produk-produk andalan yang dijual Kwet Roz antara lain gir, EBC (kampas kopling dan rem), Scoyco, tromol, pelk dan lain-lain.

Uutuk yang mau belanja di Kwet Roz Motor silahkan kontak di 08126113018, Ini bukan iklan atau promosi, karena IDB selalu melakukan review motor trail, produk dan toko berdasarkan pengalaman dan dari sudut pandang konsumen. (IDB)


Kamis, 21 September 2017

KLX 150 yang Baru Lebih Loyo Dibanding Model Lama? Ini Solusinya

IDB sudah beberapa kali beli Kawasaki KLX 150 yang semuanya dibeli dalam kondisi gress dari delaer. KLX 10 pertama ditebus tahun 2008, ketika KLX baru keluar di Indonesia. Berikutnya IDB membeli lagi KLX 150  pada tahun 2013 dan 2017.

Soal harga, KLX 150 terus naik, walaupun tanpa ada perubahan signifikan dari sudut performa motor. Harga terbaru KLX 150 pelk ring 16/19 itu sudah tembus Rp 31 juta. Harga yang sebetulnya relatif mahal untuk sebuah motor trail yang tidak ada peningkatan performa, kecuali hanya ganti baju dan lampu saja.

Tapi IDB merasa kog yang versi 2017 atau yang terbaru tenaganya lebih loyo ya dibandingkan keluaran tahun 2008 atau 2013? Ataukah hanya perasaan IDB saja? Atau bro dan sist juga merasakan hal yang sama?

Karena IDB tidak punya alat ukur untuk mengukur tenaga motor, IDB memang hanya menggunakan perasaan dan pengalaman saja. Terasa sekali jika KLX 150 versi 2017 ini tenaganya lebih loyo.

Untungnya ada obat kuat untuk mendongkrak tenaga KLX 150 itu. Mekanik langganan IDB, Mr. Gendut menyarankannya untuk mengganti noke as dengan noken as KLX yang versi lama.

KLX 150 yang masih gress itupun langsung dibongkar oleh IDB dan diganti dengan noken as yang lama. Bentuknya sih sama persis, tetapi mungkin materialnya yang beda.

Tetapi yang jelas begitu noken as-nya diganti dengan versi lama itu tenaga motornya jauh lebih nendang. Gejala loyo sudah berkurang.

Untuk menambah kegarangan KLX 150 milik IDB ini, knalpot standar dicopot dan diganti dengan knalpot full system produk Daytona Japan. Hasilnya, tenaga motor langsung terdongkrak, tidak loyo lagi bro. Itulah obat kuat pendongkrak KLX 150 agar tidak loyo lagi. (IDB)

Jumat, 11 Agustus 2017

"Kode Keras" Kehadiran Motor Trail 150 Cc Honda


Sosok sepeda motor trail berdimensi kecil muncul di booth Honda dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Dia berdampingan dengan CRF450 Rally, tunggangan para jagoan Dakar Rally, terpajang di dek atas.

Inikah tanda awal hadirnya sepeda motor trail ber-cc kecil, aliasCRF150 untuk pasar Indonesia? Sangat mungkin, dan memang kabar ini sudah lama bergulir, meski pada akhirnya pihak PT Astra Honda Motor (AHM) terus mengelak jika dimintai keterangan.

Ketika diamati detail, sepeda motor trail kecil itu sepertinya menggunakan mesin berkapasitas 150 cc, dilihat dari dimensi mesin dan bodi. Suspensi menggunakan tipe upside-down. Sayang, tak bisa didekati, karena seolah motor ini sengaja ”dijauhkan” dari jangkauan.

KompasOtomotif pun mendapat sedikit pencerahan dari sumber yang tak mau disebutkan identitasnya, bahwa ini memang sudah menjadi kebiasaan AHM, memberikan petunjuk-petunjuk jika sepeda motor sedang disiapkan untuk meluncur.

”Sepeda motor itu modifikasi, bukan dari (produksi) AHM. Tapi tahu sendiri kan, AHM sering ngasih petunjuk kalau mau meluncurkan produk baru. Tidak lama lagi (peluncurannya) mudah-mudahan,” ujar sumber kepada KompasOtomotif, (10/8/2017).

Beberapa kali AHM memang memberi tanda dan sering mengetes pasar di pameran otomotif. Seperti ketika Sonic lawas dipajang di Jakarta Fair beberapa tahun lalu sebagai tanda kemunculan New Sonic 150R kemudian.

Jika ditelaah lebih dalam, satu-satunya pasar yang belum AHM kuasai adalah trail yang sekarang masih milik ”geng hijau” Kawasaki. Segmen sport yang dulu kuat digenggam Yamaha, kini sudah direbut paksa. Bebek dan skutik? Jangan ditanya, Honda rajanya.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Senin, 31 Juli 2017

BBKSDA Jabar akan Cari Crosser Pelindas Batu Jutaan Tahun di Ciletuh

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar menyesalkan aksi pengendara motocross yang melindas batuan batik atau punggung naga di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi. BBKSDA Jabar menerjunkan personelnya untuk mengecek lokasi dan mencari crosser yang fotonya viral di media sosial (medsos).

"Kami telah menugaskan Tim Pulbaket dari Personel Resort Wilayah VIII SM Cikepuh dan CA Cibanteng untuk melakukan pengecekan kebenaran lokasi dan sekaligus mencari pelakunya," kata Kepala BBKSDA Jawa Barat Sustyo Iriyono via telepon, Senin (31/7/2017).

Sustyo menjelaskan pengecekan diperlukan untuk menentukan sikap ke depannya mengenai perbuatan tidak terpuji crosser tersebut. "Ini sebagai landasan kami untuk mengambil langkah-langkah tindak lanjut secara proporsional," ucapnya.

Menurut Sustyo timnya tengah bekerja untuk mengecek dan mengumpulkan informasi. Dia berjanji bakal menyampaikan informasi terbaru. 

"Apabila hasil pengecekan kebenaran lokasi berada di dalam kawasan dan dapat diketemukan pelakunya, segera kami lakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menugaskan PPNS Balai Besar KSDA Jawa Barat. Nantinya bila diperlukan, kami libatkan pula PPNS dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum-Jawa Bali dan Nusra, Ditjen Penegakan Hukum LHK," tutur Sustyo.

Baca juga: Pesona Batu Jutaan Tahun di Geopark Ciletuh yang Dilindas Crosser

Aksi crosser ini juga membuat geram netizen. Kawasan Geopark Ciletuh saat ini tengah dinilai UNESCO untuk menjadi salah satu world heritage. Di mana Geopark Ciletuh menjadi satu-satunya lokasi geopark dari Indonesia tahun ini, setelah sebelumnya Geopark Rinjani tersisih. (bbn/err)

Sumber: news.detik.com

Senin, 24 Juli 2017

Offroad Diantara Kabut Lereng Arjuna

IDB bersama 3 orang sahabat melakukan offroad ke lereng Gunung Arjun di awal Juli 2017. Meski telah memasuki bulan kemarau, ternyata jalur di gunung ini masih licin karena semalaman diguyur hujan deras. Jalur yang licin itu tidak mengurangi semngat 4 orang yang menunggangi KTM 300 XCW, Husqvarna Fe 250, KTM 250 XC dan Kawasaki KLX 150 untuk betot gas.

Dari pagi hingga sore, jalur offroad diselimuti kabut tebal. Di beberapa titik pandangan hanya berjarak 5 meter. Mencium segarnya tanah Arjuna juga beberapa kali dialami penggila offroad motor trail ini, karena licinnya jalur single track. Ini dia beberapa fotonya:

Jalur menuju Gunung Arjuna

Selasa, 18 Juli 2017

Setelah Ganti Ban, Rem Jadi Blong? Ini Solusinya

Pernahkan mengalami kasus ketika habis ganti ban kog tiba-tiba rem menjadi tidak pakem bahkan blong? Orang sering menyebutan itu remnya masuk angin. Wah ternyata yang bisa masuk angin bukan hanya rider-nya, tapi juga rem.

Rem yang tidak pakem tentunya bahaya bro, bisa-bisa nyungsep di jalur offroad. Tapi ada tips untuk mencegah rem jadi blong setelah habis ganti ban. Tips itu diberikan oleh Mr. Gendut, mekanik spesialis motor trail dan moge yang bermarkas di Junrejo, Batu, Jawa timur.

“Kasus rem blong setelah ganti ban itu terjadi karena pada waktu madang kembali ban baru itu kampas rem direnggangan dengan obeng agar piringan cakram rem bisa masuk,” kata Gendut.

Solusinya menurut Gendut yang memang tidak kurus itu, sebelum merenggangkan kampas rem, itu bagian piston rem disemprot terlebih dahulu dengan cairan WD40 atau Chain lube. Ini untuk mencegah ‘masuk angin” rem. Nah silahkan dicoba tips dari Mr Gendut itu. (IDB)

Kamis, 15 Juni 2017

Ini Dia Tampang Yamaha WR250F dan WR450F Replika EnduroGP

Yamaha meluncurkan motor enduro WR250F dan WR450F replika kenjuaraan dunia EnduroGP. Kedua motor ini terinspirasi dari tunggangan pembalap Yamaha di ajang EnduroGP yaitu Loic Larrieu dan Jamie McCanney,

Kedua motor dari pabrikan sudah dilengkapi dengan silencer knalpot racing akrapovic, handguard acerbis dan grafis tim Yamaha. juga ada upgrade di sektor ECU Mapping-nya, jadi motor lebih gahar tenaganya.

Beda dengan tipe standar, tipe replika EnduroGP ini dirancang untuk digunakan dalam kejuaraan enduro di sirkuit terbatas. Jadi tidak untuk jalanan raya bro. (IDB)


Kamis, 08 Juni 2017

Kawasaki KLX dan D-Tracker Kini Tambah Segar

Konsentrasi PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) terhadap line up sepeda motor penggaruk tanah dibuktikan dengan penyegaran model. KLX Series dan D-Tracker mendapatkan warna dan grafis baru untuk model 2017.

Seluruh tipe KLX Series dan D-Tracker baru itu mulai dipajang memanfaatkan ajang Jakarta Fair 2017, di Ji Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, 8 Juni–16 Juli. Seperti biasa, merek ”geng hijau” ini menempati area outdoor bersama merek-merek motor lainnya.

KLX150 tipe standar hadir dengan grafis yang lebih sporty dengan warna hijau dan hitam, Model ini dipatok Rp 28,8 juta. Lalu ada KLX 150 BF dengan ukuran pelek lebih besar, punya warna hijau dan hitam, banderol Rp 32,4 juta.

Lalu, deretan ini dilengkapi KLX 150 BF SE dengan warna biru dan hijau, harga Rp  34,1 juta. Sementara tipe terbaru dari seri ini, yakni KLX 150 BF SE Xtreme, hadir dengan warna biru dan oranye, harga Rp 34,5 juta.

Sementara itu, sepeda motor trail perkotaan, D-Tracker juga mengalami pembaruan. Model standar hadir dengan grafis baru warna hijau dan hitam, harga Rp 31,4 juta. Ada juga D-Tracker SE dengan warna cerah, merah dan putih, banderol Rp 32,9 juta.

D-tracker SE putih sedikit unik, karena ditambah dengan sentuhan aksen warna biru. Seluruh tipe tersebut akan melengkapi line-up Kawasaki di Jakarta Fair 2017 yang memamerkan seluruh lini, mulai dari tipe Ninja Family, Z Series, Versys Series, KLX Series, hingga Big Bike.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Sabtu, 03 Juni 2017

Rencana Peluncuran Trail Suzuki Diundur, KLX 150 Masih Melengang Sendirian

Tampang Suzuki DR 200
Penggemar motor trail yang mengidamkan trail Suzuki setelah era TS 125 disuntik mati, sepertinya harus lebih lama menahan rindu. Karena Suzuki Indonesia masih belum akan mengeluarkan motor trailnya tahun ini. Sementara mereka masih konsentrasi dengan motor soprt baru mereka yaitu GSX series.

Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Dept Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada Kompas mengatakan, "kami tertarik dengan motor trail itu, tapi saat ini kami masih pada tahap mempelajari. Semoga saja bisa direalisasikan dengan mulus, tapi yang pasti tidak tahun ini,” 

Dengan demikian Kawasaki masih bisa bernafas lega, karena pesaing KLX 150 masih belum ada. Apalagi Honda yang juga berencana mengeluarkan motor trail CRF 150 juga masih belum ada gaungnya lagi. 

Jadi Kawasaki masih melenggang sendirian menikmati kue motor trail 150 cc di tanah air, meskipun ada Viar dan Gazgas yang berbasis motor buatan Cina yang juga jualan motor trail. Tapi mereka bukanlah lawan KLX dalam hal jualan motor trail. Akan jadi beda ceritanya jika Suzuki atau Honda yang ikut jualan trail 150-200 cc, tentunya segmen KLX akan tergerus.

Suzuki sebenarnya sudah memasarkan 2.000 unit trail ke Indonesia, yakni DR 200S. Namun, trail ini dipasok khusus untuk kebutuhan operasional Kepolisian Republik Indonesia dan tidak dijual secara bebas.

Melihat produk global Suzuki, sepertinya jika PT SIS jualan trail di Indonesia itu mereka akan jualan DR series Atau mungkinkah membuat produk trail sendiri, misalnya memakai rangka TS 125, tetapi mesin 4 tak? Kita tunggu saja kiprah Suzuki dalam mainan motor trail di tanah air. (IDB)

Rabu, 31 Mei 2017

Husqvarna Juga Luncurkan Motor Enduro 2 Tak Ful Injeksi, Jadi Lebih Irit

Husqvarna TE300i ful injeksi 2018
Mengikuti jejak KTM, pabrikan motor Husqvarna juga meluncurkan motor enduro 2 tak ful injeksi untuk tipe TE 250 dan TE 300 versi 2018. Untuk menandai kalau motor dua tak-nya mengusung tehnologi injeksi, kode motornya kini ditambahi huruf "i", sehingga menjadi TE250i dan TE 300i.

Husqvarna yang kini satu grup dengan KTM dan digadang-gadang sebagai motor kelas premium itu akan semakin dahsyat dengan tehnologi injeksi di motor 2 tak. Motor akan tetap bertenaga namun konsumsi bahan bakarnya akan jauh lebih irit. Dan juga yang tak kalah pentngnya, emisinya akan semakin rendah, sehingga tentu saja akan lebih ramah lingkungan.

Husqvarna bersama KTM selama ini menjadi 'raja' di berbagai kompetisi enduro kelas dunia. Graham Jarvis yang naik Husqvarna TE300 juga langganan naik podium di ajang hard enduro. Bukan hanya di kelas enduro, motor KTM dan Husqvarna dalam beberapa tahun ini juga mulai menggoyang dominasi motor Jepang di event kejuaraan motorcross. Terbukti Ryan Dungey dengan KTM 450 SXF menjadi jawara supercross 2017.

Dua pabrikan motor Eropa yaitu KTM dan Husqvarna sudah meluncurkan tehnologi baru untuk motor 2 tak-nya. Akankah ini juga akan diikuti oleh pabrikan Jepang seperti Suzuki, Yamaha atau Kawasaki? Kita tunggu saja. (IDB).

Pentagon Buat Sepeda Motor Trail “Hybrid”


Setelah merek asal Perancis Furion Motorcycle mengumumkan sepeda motor hybrid, kali ini kabar serupa datang dari Amerika. Namun, bukan dari pabrikan otomotif roda dua, tapi Departemen Pertahanan (Pentagon).

Mengutip Autoevolution, Rabu (31/5/2017) Pentagon saat ini sedang mengerjakan sepeda motor untuk pasukan khusus yang disebutSilentHawk. Menurut pengembangnya Logos Technologies, purwa rupaSilentHawk adalah jenis sepeda motor hybrid-electric, yang dirancang untuk penyusupan taktis.

Sederhananya, pasukan khusus Amerika membutuhkan kendaraan diam (tanpa suara) kecil yang mampu membawa dua orang, serta peralatan di medan perang atau tempur, untuk mengejutkan, menangkap atau membunuh orang jahat.

SilentHawk, berukuran kecil dan ramping, membuatnya cocok untuk hutan belantara, jalur gunung yang sempit atau lanskap berbatu. Motor tersebut menggunakan powertrain hybrid bersama dengan baterai lithium-ion 5,8 kWh. 

Mesin pembakaran bisa diberi asupan dari bensin standar sampai propana, AVGAS (Aviation Gasoline), bahkan bahan bakar jet.

Dengan cara ini, motor bisa berlari hingga 170 mil tanpa pengisian bahan bakar, termasuk dua jam dalam mode listrik dengan sekali pengecasan. Sepeda motor spesial ini juga bisa mencapai kecepatan tertinggi 80 mph, dengan berat 350 pound.

"Karena mereka sepeda motor dan relatif kecil, kami bisa memasukkan beberapa unit di belakang helikopter V-22, di mana mereka bisa diturunkan di suatu tempat," ujar Doug Rombough, VP Business Development Logos Technologies.

"Satu-satunya suara yang akan dihasilkan oleh sepeda motor tersebut ketika melaju adalah suara gesekan ban dengan permukaan jalan, dan rantai motor," tutur Rombough.

Fitur menarik lainnya dari motor ini adalah sistem all-wheel-drive, untuk mendapatkan traksi yang lebih baik di medan yang kasar. Namun, para pengembang belum memberi lampu hijau untuk masuk jalur produksi, karena masih ada beberapa hal yang akan dikembangkan lagi, membuatnya lebih sempurna.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Selasa, 23 Mei 2017

Honda CRF250R Versi 2018 Pakai Electric Stater?

Menghidupkan motor trail dengan mengengkol alias kick stater sepertinya perlahan mulai ditinggalkan. Pabrikan motor Eropa seperti KTM dan Husqvarna untuk motor tipe trailnya yang 250 cc keatas, termasuk tipe cross sudah pakai electric stater. Tinggal pencet tombol saja, motor langsung nyala "jreng".

Zaman dulu motor tipe cross seperti "haram" memakai electric stater dengan alasan akan membuat motor lebih berat dan performanya kurang sip. Tapi seiring dengan kemajuan tehnologi, anggapan itu ditepis, Terbukti motor tipe cros KTM dan Husqvarna yang pakai electric stater itu sangat mumpuni, buktinya Ryan Dungey yang naik KTM 450 SXF menjadi jawara supercross empat kali.

Trend motor tipe ross pakai electric stater sepertinya akan merembet ke pabrikan Jepang. Dalam foto yang beradar di dunia maya, terlihat Honda CRF 250R tidak ada kick staternya. Kalau tidak ada kick staternya pasti itu pakai electric stater, gak mungkin khan pakai tenaga dorong manusia.

Bisa jadi CRF250R yang tampak dalam foto di atas itu adalah versi CRF250R tahun 2018. Kita tunggu saja kabar baik dari Honda. IDB berharap memang benar Honda akan meluncurkan motor tipe cross-nya yang dilengkapi dengan electric stater, sehingga akan lebih nyaman ketika dipakai untuk offroad atau main enduro, Semoga demikian. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com).

 Photo : Zeta_DRC_Japan


Rabu, 17 Mei 2017

KTM Luncurkan Motor Enduro 2 Tak Injeksi, Tidak Perlu Lagi Mencampur Oli Secara Manual


KTM dari Austria terus menguatkan jati dirinya sebagai ‘raja’ motor offroad, bukan saja karena banyak mendominasi berbagai kejuaraan enduro kelas dunia, tapi juga soal inovasinya. Kini KTM meluncurkan motor enduro 2 tak 250 dan 300 cc yang mengusung tehnologi injeksi yang dikenal dengan nama TPI (Transfer Port Injection).

Disematkannya tehnologi full injeksi di motor KTM enduro 2 tak ini merupakan sebuah revolusi dan diklaim pertama kalinya di dunia. Dengan tehnologi baru ini, kini oli samping sudah ada tempat sendiri, tidak perlu dicampur secara manual ke tengko bensin. Tentunya konsumsi bensin akan jauh lebih irit, tapi powernya tidak akan berkurang bro.

Tehnologi full injeksi itu akan sudah ada di KTM 250 dan 300 EXC versi 2018. Ini menunjukan komitmen tinggi KTM untuk terus memproduksi motor 2 tak yang lebih ramah lingkungan, tanpa mengurangi performanya di jalur offroad.

Keuntungan motor KTM dengan tehnologi full injeksi TPI ini antara lain:
  • Lebih irit bensin
  • Tidak memerlukan jetting untuk ketinggian tempat yang berbeda
  • Mengurangi emisi (lebih ramah lingkungan)
  • Lebih smooth yang akan lebih nyaman di jalur offroad
  • Mengurangi penguapan bensin
  • Tidak perlu lagi mencampur oli dan bensin secara manual
  • Tidak ada lagi istilah bensin ‘ngelotor’ atau banjir


Selasa, 16 Mei 2017

Offroad Seru: Tupai Santai – Panderman – Coban Rondo – Gunung Mujur

Usai baksos di SDN 3 Kucur, tim CHEELA merapat ke cafe Tupai Santai yang ada di depan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC). Sambil menunggu GW yang menambal ban YZ250FX-nya, kami menyantap makanan ringan tradisional yang disajikan di Tupai Santai. Ada tempe menjes dan pisang goreng, hemm nikmat sekali.

Ketika jam menunjukan pukul 11.30 wib, kami perlahan meninggalkan Tupai Santai. Delapan orang itu memacu tungangannya dengan perlahan. Tidak sampai 3 menit melewati jalur aspal berlubang, di hadapan tim sudah tersuguhkan jalur tanah yang agak naik. Tim mulai membetot gas agak dalam, meskpun belum gas pol.

Tidak sampai menghabisikan bensin 1 liter, tim dihadang jalur offroad single track yang menanjak di sela-sela pohon pinus. Jalur terlihat penuh cerukan dalam dan ngeril. Meskipun tanah hari itu kering, tidaklah mudah untuk melewati jalur di tengah hutan pinus itu.

AR menjadi rider kedua yang berhasil sampai puncak
RK yang berada di barisan depan langsung buka gas KTM 300 XCW-nya. Meskipun sempat masuk ke dalam ceruk, namun RK lumayan mulus melewati jalur itu hingga puncak.

Nasib berbeda dialami sobat-sobat RK. DW yang naik Yamaha YZ250FX ban belakangnya tergelincir ke dalam lubang, yang membuat motornya meraung-raung berusaha naik, namun tidaklah mudah.

Terjebaknya motor DW ke dalam ceruk, membuat AR menyalipnya dan berusaha keras menaklukan jalur itu dengan KTM 300 XC. AR menjadi rider kedua yang berhasil sampai puncak.

Jalur offroad di kaki Gumuk ini memang pendek, tetapi karena penuh ceruk dalam dan sempit jalurnya, butuh lumayan extra tenaga untuk melampuinya. Terbukti lebih dari 40 menit kedelapan orang tim CHEELA tersebut untuk semuanya lolos sampai puncak.

Motor JN yang terguling setelah penuh perjuangan menuju puncak
Bahkan JN yang baru pertama kalinya offroad bersama tim CHEELA harus tergeletak bersama motornya begitu sampai di puncak. Wajah hitam dan keringatnya yang membanjir tidak bisa menutupi fakta kalau dia kelelahan.

Diperasnya tenaga di jalur pinus itu, membuat tim memutuskan istirahat di bawah naungan rimbunnya pepohonan. DW sambil meringis, bilang, “aduh mas tolong pijit pundak saya, sepertinya keseleo waktu ngangkat motor tadi”.

RK dengan baik hati memijat pundak sobatnya itu. Sementara yang lain menyantap bekal makan siang, karena jam di HP sudah menunjukan pukul 12.30 lebih.


Setelah setengah jam istirahat, kami memutuskan untuk lanjut perjalanan. Sayangnya DW dan RZ tidak bisa lanjut. DW tidak memungkinkan melanjutkan offroad karena tangannya cidera, sedangkan RZ harus kembali ke Kota Pasuruan sebelum sore karena istrinya sedang hamil tua.

Tinggallah enam orang yang melanjutkan offroad di hari yang cerah itu. Setelah menunjukan jalan aspal arah kota Malang ke DW dan RZ, tim langsung masuk jalur offroad lagi arah Gunung Panderman, Batu.
Sayangnya di jalur menuju Panderman ini, lagi-lagi tim kehilangan satu orang lagi. JN sepertinya tidak sanggup mengikuti irama offroad tim CHEELA, sehingga dia memutuskan diri untuk balik arah. Apalagi menurut JN itu motor Husqvarna TE 250nya kurang sehat.

Jalur ke Gunung Panderman ini full single track. Di beberapa titik, jalur masih basah dan agak licin, maklum tajuk begitu rapat sehingga sinar matahari tidak menembus sebagian tanah yang ada.

Apalagi ketika melewati jalur air yang sempit dan menanjak, butuh konsentrasi tinggi agar bisa melewatinya. Di jalur ini GW dengan Yamaha YZ250FX-nya terlihat susah payah untuk menaklukan jalur basah. Motornya meraung-raung, namun ban hanya berputar di tempat.
Motor GW dan TG terpaksa harus didorong dan ditarik untuk lolos jalur ini
Bahkan ketika RK berusaha menjadi joki penggantipun, motor tetap ngambek tidak mau naik. Akhirnya motorpun terpaksa didorong ramai-ramai. Nasib sama juga dialami motor TG yang maunya juga didorong. Ini motor manja namanya hehehehe.

Sementara pasukan motor 2T tidak ada halangan berarti melibas jalur air itu. YD dengan KTM 250 XC dan AR yang naik KTM 300 XC berhasil lolos melewati jalur ini tanpa bantuan aksi dorong-mendorong.

Lolos jalur air, tim masih harus melewati jalur single track di tengah hutan pinus. Beberapa jalur masih agak licin, sehingga kami harus waspada.

Sekitar pukul 15.30 tim sampai di kampung Seruk, kampung yang berada persis di kaki Gunung Panderman. Kami istirahat sejenak untuk memberi kesempatan kepada anggota tim yang hendak sholat ashar.

Waktu istirahat, YD sebetulnya sudah minta agar offroad disudahi dan kembali ke kota Malang lewat jalan aspal. Namun setelah dirayu sobat-sobatnya, akhirnya YD mau juga melanjutkan offroad ke arah Coban Rondo.
YD berhasil dirayu untuk lanjut pulang lewat jalur offroad
Jalur dari Panderman ke Coban Rondo itu full offroad dan single track. Jalurnya meliuk-liuk dan terkadang harus menyisiri jalur sempit di atas jurang.

Jika memacu motor dengan kecepatan tinggi, jalur offroad menuju Coban Rondo ini lumayan menguras energi. GW dan TG sudah mengeluh kalau tangannya sudah seperti lumpuh ketika mengendalikan motor. AR juga sempat terjungkal mencium tanah di jalur ini.
Jam 4 sore lebih tim akhirnya tiba di Coban Rondo. Setelah mengisi bensin di toko yang ada di dekat patung sapi, tim langsung betot gas lagi menuju arah Gunung Mujur yang ada di lereng Gunung Arjuna.

Karena sudah sore, tim memutuskan jalur ke arah Gunung Mujur dipilih yang tidal full offroad, apalagi sebagian anggota tim sudah tampak kecapekan. Tim memilih jalur santai yang melewati perkebunan apel.

Ketika suara adzan mahrib berkumandang, tim telah melewati peternakan ayam Wonokoyo yang ada di dekat Gunung Mujur. Tim memutuskan menyudahi offroad hari itu. Kami memacu motor dengan pelan melewati perkampungan menuju kota Malang, dengan perasaan puas. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com).

Senin, 15 Mei 2017

Baksos Ala CHEELA untuk Anak-Anak Desa di Jalur Offroad

Minggu pagi yang cerah di pertengahan bulan Mei 2017 membawa rombongan kecil tim CHEELA merapat ke arah SDN 3 Kucur di Kecamatan Dau Malang. Delapan orang dengan pakaian tempur untuk offroad itu menunggangi kuda besi KTM 300 XCW, KTM 300 XC, KTM 250 XC, Yamaha YZ250FX, Husqvarna TE 250 dan Kawasaki KLX 150.

Begitu tim sampai di gerbang sekolah yang berada di kaki Pegunungan Kawi itu pecahlah sorak gembira dari anak-anak yang telah menunggu sejak pagi. Anak-anak desa yang sebagian tidak beralas kaki itu berhamburan menyambut kedatangan kami. Anak-anak itu dengan ceria berebut menyalami kami.

Kedatangan tim CHEELA disambut meriah 
Sambutan yang begitu meriah itu diluar dugaan tim CHEELA. Anggota tim CHEELA yang ikut tak kuasa menunjukan raut muka terharu dengan sambutan tulus itu.

Ya di hari yang cerah itu tim CHEELA dengan didukung oleh IDB dan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) melakukan aksi bakti sosial atau yang biasa dikenal dengan nama baksos. Baksos yang dilakukan tim CHEELA tidaklah muluk-muluk, kami hanya ingin berbagi kebahagiaan.

CHEELA mengandeng P-WEC (www.p-wec.org) karena sekolah itu merupakan sekolah dampingan P-WEC. Selama bertahun-tahun tim P-WEC membantu dengan menyediakan guru bantu dan mendidik anak-anak desa itu untuk peduli lingkungan. Jadi P-WEC tahu banyak tentang sekolah itu, termasuk apa yang dibutuhkan oleh anak-anak.

Yang membuat hati terenyuh, ternyata sebagian besar anak-anak desa itu tidak punya kaos kaki yang layak pakai. Rata-rata mereka hanya punya satu pasang kaos kaki yang dpakai selama seminggu atau bahkan lebih. Kebayangkan gimana baunya?

Jadi kemudian tim CHEELA kami memutuskan untuk membantu kaos kaki dan buku tulis yang memang dibutuhkan oleh mereka. Awalnya hanya satu kelas yang akan kami bantu, tetapi kemudian dengan dukungan P-WEC kami bisa membantu untuk semua murid termasuk guru-gurunya.

Sengaja kami memilih SD Kucur itu karena SD ini meskipun berada di Kabupaten Malang di tanah Jawa, namun lokasinya berada di ujung desa yang berada di Kaki Pegunungan Kawi. Sebelah sekolah ini adalah jalur ofroad yang sering tim CHEELA lalui. Kami memilih sekolah desa yang dekat jalur offroad yang sering kami lewati.

Kepala sekolah SDN 3 Kucur dalam sambutan menyatakan kegembiraannya dengan bantuan CHEELA dan P-WEC ini. “Kami berharap komunitas trail ini memberi petunjuk ke anak-anak tentang mengendarai motor yang benar karena mereka hidup di desa terpencil yang mengharuskan mereka untuk bisa naik motor meskipun usianya belum mencukupi,” kata pak kepala sekolah.

“Semoga komunitas ini juga sedikit bisa memberi hiburan kepada anak-anak,” tambah pak kepala sekolah yang ramah itu.

Permintaan kepala sekolah diamini oleh tim CHEELA. RK, sang kepala suku tim CHEELA meminta DW untuk melakukan atraksi diatas motor trail sekaligus memberikan pengarahan kepada anak-anak tentang keamanan dalam berkendara.

DW-pun dengan sumringah naik motor trail yang baru dibelinya, YZ250FX. Setelah putar-putar sejenak di halam sekolah yang masih tanah itu, DW melakukan aksi wheelie atau mengangkat roda depan motor.

“Horeeee!” anak-anak pun beteriak dengan gembira sambil bertepuk tangan riuh.

Tepukan tangan anak-anak itu semakin membuat DW menggila dengan aksinya. Beberapa kali DW melakukan adegan wheeiie dan sliding. Setiap aksi DW itu selalu mendapat aplaus meriah dari anak-anak.

Ketika DW menyudahi atraksinya, anak-anak berteriak, “lagi lagi lagi!”


Itulah secuil kebahagian yang coba kami bagi dengan anak-anak desa. Tidak muluk-muluk memang, tidak juga berupa event motor yang melibatkan ribuan orang. Kami hanya mencoba berbuat kecil yang semoga itu membawa kebahagiaan kepada anak-anak, meskipun mungkin hanya sehari.

“Hidup hanya sekali, buatlah berarti,” kata RK yang memang dikenal dengan aktivitas sosialnya selama puluhan tahun. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Selasa, 09 Mei 2017

Honda CRF 450R Versi 2018 Kini Pakai Electric Stater


Motor tipe MX alias kompetisi cross yang dilengkapi dengan electric stater kini bertambah jumlahnya. Honda CRF 450R versi tahun 2018 kini juga dilengkapi dengan electric stater, tidak lagi pakai kick stater. Tentu ini akan semakin mempermudah rider untuk menghidupkan motor, apalagi ketika motor habis terguling dalam kompetisi.

Era motor cros yang pakai electric stater sepertinya akan menjadi trend di masa mendatang. Sebelumnya KTM dan Husqvarna yang mendahuli memakai electric stater. Kini disusul Honda, bukan tidak mungkin Kawasaki, Yamaha dan Suzuki juga akan menyusul.

Dulu motor tipe cross sepertinya "haram" pakai electric stater karena diklaim akan membuat motor menjadi lebih berat. Tapi seiring dengan kemajuan tehnologi, penambahan electric stater tidak selalu membuat motor menjadi lebih berat.

IDB memprediksi dalam 5 tahun kedepan semua motor tipe cross (kalau tipe enduro itu sudah pasti) akan dilengkapi dengan electric stater. Konsumen semakin "manja" dan ingin yang lebih enak. Kalau bisa menghidupkan moto dengan sekali 'pencet' kenapa harus keluar energi lebih dengan 'mengengkol', kira-kira begitu pemikiran kebanyakan konsumen. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Jumat, 28 April 2017

Test ride IDB: Perfoma Honda CRF250 Rally (bagian 2)

Sebelum membaca lebih lanjut review Honda CRF 250 Rally bagian kedua ini, perlu dulu baca bagian pertamanya di: http://www.indonesiandirtbike.com/2017/04/test-ride-idb-perfoma-honda-crf250-rally.html

Test ride CRF 250RL juga dilakukan di jalur light offroad
Tampang CRF 250 Rally yang tinggi besar, awalnya membuat tester IDB yang mempunyai tinggi 173 cm agak ragu ketika menaikinya. Apalagi bobot motor yang diklaim seberat 155 kg itu membuat IDB membayangkan kegitu beratnya motor ini.

Namun kesan berat itu hilang ketika IDB mulai membuka gas. Motor melaju dengan halus dan mulus. Ketika IDB mencoba manuver dengan meliuk-liukan motor dan menikung sambil miring, motor nurut, tanpa ada gejala mau jatuh.

Ternyata CRF 250 Rally ini ketika dikendarai kesan beratnya menjadi hilang bro, motor terasa ringan. Bahkan perasaan IDB ketika melaju, CRF 250 Rally terasa lebih ringan dibandingkan Kawasaki KLX 250. Padahal secara teori, bobot KLX 250 itu lebih ringan 19 kg dibandingkan CRF 250 Rally.

Karena ternyata motor tidak terasa berat ketika dikendarai, IDB semakin berani membetot gas. Tarikan motor ini terasa halus tetapi kencang sekali di jalanan. Meski motor masih baru, IDB mencoba buka gas lebih dalam dan di gigi 4 bisa tembus 110 km/jam. Masuk gigi 5, bisa menggapai angka 115 km/jam dengan mudah. Padahal CRF 250 rally dilengkapi dengan gigi 6 percepatan, jadi kebayang khan motor berdarah adventure ini ternyata bisa kencang.

Jangan bayangkan tenaga CRF 250 Rally ini meledak-ledak kayak motor trail enduro atau cros. Karakter mesinnya smooth. Untuk tenaga bawahnya, IDB merasa KLX 250 itu lebih bertenaga. Tetapi tenaga tengah dan atas (top speed) itu CRF 250 Rally lebih baik dibandingkan KLX 250.

Jok CRF 250 Rally lebih lebar dibandingkan KLX 250, jadi terasa lebih nyaman untuk riding jarak jauh. Ketika IDB mencoba berboncenganpun yang dibonceng merasa lebih nyaman dibandingkan ketika dibonceng dengan KLX 250.

Kopling dan sektor pengereman bekerja cukup bagus. Tarikan tuas kopling tidak terasa berat. Rem depan dan belakang yang sudah memakai disc brake boleh dibilang lumayan meredam laju motor, meskipun tidak bisa dibilang istimewa.

Performa Suspensi

Suspensi CRF 250 Rally terbilang istimewa, terasa empuk untuk melibas jalan keriting. Suspensinya lebih empuk dibandingkan KLX 250 atau Yamaha WR250R. Ketika dihajar lewat jalan macadam berbatu, suspensi CRF 250 Rally mampu meredamnya dengan baik.

Suspensi nyaman untuk melibas jalan berbatu
Namun suspensi yang empuk ini menjadi kurang nyaman jika dipakai di jalur offroad dengan kecepatan tinggi. Motor akan terasa oleng jika dibuat menikung dengan kecepatan tinggi.

Honda CRF 250 Rally memang tidak dirancang untuk hard offroad, tetapi untuk touring adventure. Tetapi dipakai untuk light offroad juga masih terasa  nyaman.

“Suspensi CRF 250 Rally ini benar-benar nyaman khas Honda, jadinya pingin riding terus,” kata Gendut, mekanik spesial trail ketika mencoba motor ini.

Rangka dan suspensi CRF 250 Rally yang pas membuat handling motor menjadi enak. Motor nurut untuk dibuat menikung, rebah dan dibetot di jalanan semi offroad.

Upgrade CRF 250 Rally Agar Lebih Gahar

IDB merasa CRF 250 Rally standar pabrikan itu gigi percepatannya terlalu panjang-panjang, kurang kuat tarikannya. Di jalur pegunungan yang meliuk-liuk dan pendek, membuat hampir mustahil bisa membetot motor hingga gigi 6.

Dengan gir standar untuk melibas jalur semi offroad yang menanjak dan sempit itu lebih banyak pakai gigi 1 dan 2. Jadi motor terasa kurang bertenaga.

Knalpot FMF mendongkrak performa motor
IDB pun mengganti gir belakang standar yang berukuran 40 T dengan gir lebih besar ukuran 45 T. Gir pengganti memakai merek Daytona. Karena gir diperbesar ukurannya, otomatis rantai juga perlu diganti dengan ukuran yang lebih panjang. IDB memilih rantai merek TK Japan, karena selain harganya lebih murah dibandingkan merek RK atau Renthal, tetapi kekuatannya juga sudah teruji.

Selain mengganti gird dan rantai, IDB juga mencopot knalpot standar CRF 250 Rally dan menggantinya dengan merk FMF yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya di dunia offroad. IDB memilih FMF tipe Q4 karena suaranya tidak terlalu menggelegar, tetapi performanya mantap.

Meskipun CRF 250 Rally sudah dilengkapi dengan handguard dari pabrik, IDB tidak pede dengan handguard model terbuka yang terbuat dari plastik itu. IDB menggantinya denga handguard Fastway yang terkenal kuat di dunia offroad.

Setelah diupgrade, semakin mumpuni untuk adventure
Bagaimana performa motor setelah diupgrade? Wow beda banget, motor lebih bertenaga dan tarikannya lebih nendang. Di tanjakan panjang menuju Gunung Kawi, IDB bisa membetot gas CRF 250 Rally dengan kecepatan rata-rata 110 km/jam. Tenaganya ngisi terus, tanpa ada gejala ngedrop.

Yang menarik, ketika CRF 250 Rally ini diganti dengan knalpot racing FMF itu tidak ada gejala suara nembak ketika gas motor ditutup. Beda dengan KLX 250 yang selalu ada gejala suara knalpot yang nembak jika knalpotnya diganti dengan tipe racing.

Secara umum, IDB menilai performa Honda CRF 250 Rally ini mantap. Dengan harga Rp 63 juta plus surat resmi, IDB menilai harganya itu relatif murah jika dibandingkan dengan performanya yang cukup mantap.

Proyek IDB berikutnya adalah ingin upgrade CRF 250 Rally untuk menjadi spek full offroad yang siap melahap medan offroad berat. Bagaimana ya hasilnya? Pantau terus saja blog IDB ini. (IDB/email: indodirtbike@gmail.com)