Senin, 26 Desember 2016

IDB Uji Coba Gir Trail Merk Roz, Apakah Kuat?

Gir di motor trail jelas mempunyai fungsi yang sangat vital, karena ini menjadi piranti mekanis yang menggerakan roda. Di pasaran ada banyak gir (sprocket) untuk moto trail, mulai dari buatan lokal hingga barang import yang harganya selangit.

Pemakai motor trail build up kebanyakan lebih memilih memakai gir buatan luar negeri seperti merk Renthal, Pro Taper, Superprox atau produk ori bawaan pabrik. Soal harga, memang gir impor tersebut dibandrol tinggi, rata-rata harganya diatas Rp 800 ribu untuk gir belakang saja. Jadi kalau mau ganti gir belakang, depan dan rantainya, siapkan anggaran sekitar Rp 2 juta bro.

Saat ini IDB sedang mencoba gir belakang merk Roz yang pusatnya di Batam, Indonesia. Gir buatan Roz itu mirip produk Superprox. Bedanya di harga, jika gir Superprox dijual diatas Rp 1 juta, untuk gir merk Roz dilego seharga Rp 750.000 saja.

Gir belakang Roz tersebut dijicoba IDB di motor KTM 350. Nah bagaimana kualitasnya? Apakah sama dengan gir branded dari luar?

Untuk mengetahui kualitasnya tentu saja harus diuji coba langsung di jalur offroad. Kalau motor hanya didiamkan di garasi, tentu saja gir-nya akan awet hehehe.

Gir belakang Roz di KTM 350 milik IDB itu dipasang pada bulan Desember 2016, sehingga IDB belum bisa melaporkan hasil uji cobanya. Butuh waktu cukup lama untuk membuktikan ketangguhan gir Roz ini. Jadi sabar dulu, jika sudah IDB pakai selama beberapa bulan baru akan ketahuan bagaimana kualitas gir merk Roz ini.Yang jelas soal harga, gir Roz lebih menjanjikan karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan gir impor. (IDB).

Rabu, 21 Desember 2016

Jurus Anti Getar di Motor Trail 2 Tak

Motor trail 2 tak seperti misalnya KTM 250/300 EXC atau Husqvarna TE 300 memang mengasyikan. Powernya dahsyat namun dengan bobot motor yang ringan. Sangat istimewa untuk melibas jalur offroad single track. Tak heran jika sebagian besar pembalap top enduro ekstrim dunia itu memakai motor 2 tak.

IDB selama bertahun-tahun juga bermesraan dengan KTM 2 tak untuk menikmati jalur offroad. Jadi soal motor 2 tak, IDB gak asing lagi deh.

Dibalik tenaganya yang dahsyat, motor trail 2 tak juga menyimpan kelemahan. Rata-rata getaran motor lebih terasa dibandingkan dengan motor 4 tak. Jika tidak terbiasa memakai motor enduro 2 tak, bisa-bisa tangan terasa pegal usai offroad seharian.

Tapi jangan kuatir, ada jurus jitu untuk mengurangi getaran motor 2 tak. Tidak perlu berguru ke padepokan silat untuk mengatasi ini bro, tapi cukup pasang anti getar di stang motor.

Ada banyak merk untuk anti getar yang bisa dipasang di stang motor, salah satunya adalah produk FASST Anti vibration insert. IDB sudah mencobanya di KTM 300 XCW. Hasilnya, lumayan bisa mengurangi getaran motor, sehingga mengurangi rasa capek waktu offroad. Pundak dan lengan tidak lagi terasa pegal dihajar getaran stang motor.

Cara pasang FASST Anti Vibration Insert juga mudah bro, tidak perlu mekanik khusus. Cukup dimasukan ke dalam stang motor. Stang juga masih bisa dipasangi handguard. (IDB)

Senin, 05 Desember 2016

Mantap, AHM Akhirnya Positif Akan Jualan Motor Trail 150 cc Pesaing KLX 150

Honda CRF 150F
Kabar tentang Astra Honda Motor (AHM) akan jualan motor tipe trail di Indonesia sudah berhembus  kencang lama, sejak beberapa tahun yang lalu. Sebagian penggemar trail honda juga sudah “pasrah” karena AHM tidak kunjung mengeluarkan motor trail-nya. Akhirnya mereka lari ke geng hijau, nebus Kawasaki KLX 150 yang harganya naik terus.

Tapi jangan pasrah dan galau dulu bro, karena sepertinya AHM semakin serius untuk jual motor trail di tanah air. Bahkan sesuai harapan IDB, motor trail yang akan dijual itu mengusung mesin 150 cc, sehingga harganya akan terjangkau. Di pasaran trail Honda ini akan jadi pesaing tangguh KLX 150.

Di bawah ini berita dari motorplus tentang AHM akan luncurkan motor trail 150 cc;

Awalnya PT Astra Honda Motor akan meluncurkan trail dalam kapasitas 250 cc. Kapasitas mesin seperempat liter itu memanfaatkan mesin CBR250 1 silinder. Tapi, rupanya setelah dihitung ulang dan hasil meeting terakhir sekitar Juni atau  Juli lalu, diputuskan jadi menggunakan mesin 150 cc.

Margono Tanuwijaya, Direktur Marketing PT AHM pernah bilang, mesin akan menggunakan flatform yang sudah ada. Misalnya menggunakan mesin 150 cc dari Honda Sonic. Tapi, secara cost tetap lebih tinggi. Paling simpel menggunakan mesin Honda Verza 150.

Dari perhitungan juga masuk akal. Mesin Verza menggunakan pendingin udara alias tanpa radiator. Secara cost produksi lebih murah. Secara aplikasi di lapangan juga lebih simpel. Dipakai off road atau adventure tidak rewel dan tidak takut kebentur batu atau krikil.

Perhitungan secara market juga masuk akal. Lawannya cuma Kawasaki KLX150 yang mesih menggunakan mesin pendingin udara alais pakai sirip. Harganya akan bisa dipangkas jauh dibanding mesin pendingin air.

Mesin Verza juga sudah terbukti di adventure. Seperti Ocin Mulyanto dari Indramayu, menggunakan mesin Honda Verza untuk motor adventure. Menurut Pak Ocin, mesin ini torsinya besar. Pas untuk main adnventure. Dibanding mesin Tiger, dapur pacu Verza lebih ringan dan bertenaga di trek tanah.

Secara modifikasi juga mesin Verza lebih mudah. Gampang dioprek dan tidak mudah bocor seperti mesin pendingin air.

Namun kabar tidak sedapnya, katanya kepala silinder mesin Verza banyak dibuat di Cina. Atau memang hanya kemiripan saja. Tapi, lebih enak bagi yang suka oprek-oprek. Banyak tersedia head murah jika mau dipasangi klep lebar.  Mantap dah.

Sumber: motorplus-online.com

Kamis, 01 Desember 2016

Tips Memilih Oli 2T untuk Motor Trail 2 Tak (bagian 2)

Sebelum membaca lebih lanjut artikel ini, agar tidak bingung, silahkan baca dulu artikel bagian pertamanya di link berikut ini: http://www.indonesiandirtbike.com/2016/11/tips-memilih-oli-2t-untuk-motor-trail-2.html

IDB dengan KTM 200 XC yang pakai oli 2T harga murah
Jadi sebelum membeli  oli 2T untuk motor trail yang mengusung mesin 2 tak, itu lihat dulu kode JASO yang tertera di kemasan oli. Gunakan minimal JASO FC, karena ini sudah cukup bagus dan IDB sudah membuktikannya bertahun-tahun. Lebih dari 10 tahun IDB memakai oli JASO FC yaitu Shell Advance VSX dan Castrol Active 2T untuk motor KTM  2 tak.

Tentunya jika mau memakai oli 2T JASO FD itu akan lebih baik dibandingkan JSO FC. Namun harganya tentu saja lebih mahal. Pilihan yang logis adalah, kalau memakai oli 2T dengan spesisfikasi JASIO FC saja performa motor sudah bagus dan tidak masalah, kenapa kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk oli 2T yang harga mahal?

Beda ceritanya kalau bro itu memakai motornya untuk balap, tentunya butuh oli yang super, sehingga menjadi keharusan memakai oli yang kualitas lebih bagus. Tetapi kalau hanya untuk offroad seminggu sekali atau bakan sebulan sekali dan kita juga belum mampu membetot maksimal gas motor, IDB merasa pakai oli 2T JASO FC yang dijual tidak sampai Rp 35.000 per botol itu sudah lebih dari cukup.

IDB sudah membuktikan lebih dari 10 tahun pakai oli 2T Shell Advance VSX dan Castrol Active 2T yang harganya tidak lebih dari Rp 35.000 di motor KTM (KTM 150 XC, KTM 200 EXC, KTM 200 XC, KTM 250 XCW, dan KTM 300 XCW) yang baik-baik saja motornya. Soal performa motor  juga masih istimewa.

Berikut di bawah ini contoh oli 2T berdasarkan bahan dasarnya dan spesifikasi JASO.

Mineral
  • Shell Advance SX JASO FB
  • AGIP 2T JASO FB
  • Castrol GO! 2T JASO FB
  • Total 2T Special API TC JASO FB
Semi Sintetis
  • Castrol Activ 2T Low Smoke JASO FC
  • Shell Advance VSX JASO FC
  • AGIP City 2T JASO FC
  • AGIP 2T F1 Semi Synthetic JASO FC
  • ELF IndoOil CX800 2T Smokeless Perfumed Semi Synt JASO FC
  • ELF 2T Moto Sport SP Semi Synthetic JASO FC
  • Eneos 2T City Semi Synt JASO FC
  • Fuchs Comp-2 Injector JASO FC
  • Gulf Power Trac 2T JASO FC
  • Idemitsu Racing 2T Semi Synthetic JASO FC
  • Idemitsu Extreme Semi Synthetic JASO FC
  • Kawasaki Genuine Oil 2T Semi Sinthetic JASO FC
  • Motul 510 Technosynthese JASO FD
  • Nixol 2TRX Semi Synthetic JASO FC
  • Total 2T Grandprix API TC
  • Total 2T Racing API TC
  • Valvoline 2T API TC
Sintetis
  • Castrol Power 1 JASO FD
  • AGIP 2T Speed Full Synthetic JASO FC
  • Bardahl 2T Synthetic JASO FC
  • Gasoli 2T Super Sporty G1000 API TC
  • Motul 710 100% Synthese JASO FD
  • Motul 800 Offroad Factory Line Ester 100% Synthese
  • Petronas Sprinta 2T 5000 100% Synthetic JASO FC
  • RedMax ProBlend 2 Cycle Engine Oil JASO FD
  • Repsol 2T Syntetico API TC JASO FC
  • STP 2T Low Smoke Perfumed Synt JASO FC
  • TOP 1 2T Synthetic Low Smoke
  • Total 2T Hi-Perf Full Synthetic JASO FD
  • Vistra 2T 500 Full Synthetic JASO FC
Sintetis - Racing
  • Motorex Cross Power 2T JASO FD
  • Maxima Castor 927
  • Castrol A747 Castor
  • Castrol TTS 2T Full Synthetic Racing
  • Motul 800 Road Racing Factory Line Double Ester 100% Synthese
  • Silkolene 2T PRO2Electrosyntec 100% Synthetic Ester
  • Silkolene 2T Comp Plus Electrosyntec Sythentic Ester JASO FD
  • Shell Racing X 2T
Artikel terkait: http://www.indonesiandirtbike.com/2011/10/campuran-oli-motor-trail-enduro-2-tak.html