Minggu, 30 Oktober 2016

Viar Luncurkan Dua Motor Trail dengan Harga Miring

Tanpa hingar bingar prosesi launching, PT. Triangle motor sebagai agen pemegang merek Viar Motor Indonesia merilis all new Viar Cross X 200ES dan new Viar Cross X 250ES. Kehadiran keduanya menunjukan keseriusan Viar dalam menggarap segmen sepeda motor off road Tanah Air.

"Kebutuhan sepeda motor sekarang telah menjadi bagian dari gaya hidup yang sekaligus mempertegas identitas pemiliknya untuk mengekspersikan gayanya yang menyukai olahraga ekstrim, sehingga kami percaya kehadiran dua model baru Viar Cross series bisa menjadi pelengkap gaya hidup para offroader," terang Marketing Communication TM Frengky Osmond dalam keterangan resminya, Kamis (27/10/2016).

All new Viar Cross X 200ES yang merupakan sepeda motor dual purpose kini memiliki fitur yang lebih lengkap dibanding pendahulunya. Motor ini telah dilengkapi panel indikator digital, busa pelindung stang untuk meminimalisir terjadinya cidera ketika terjadi benturan
Selain itu, lampu depannya menganut desain diamond cut guna memberikan penerangan maksimal kala berkendara di malam hari. "Sebagai kendaran multi guna, all new Viar Cross X 200ES sudah dilengkapi dengan kelayakan legalitas ketika dikendarai di jalan umum seperti spion, lampu sein hingga panel indikator multi fungsi," Frengky menambahkan.

Sama dengan model terdahulu, suspensi depan all new Viar Cross X 200ES mengadopsi model upside down dan monoshock unitrack system di belakang. Sistem pengereman depan dan belakang pun sudah cakram. Sementara roda depan menggunakan ukuran 80/100-21 dan belakang 100/100-18.

Motor berbanderol Rp 28,5 Juta On the Road Jakarta ini diperkuat mesin 4-Tak SOHC 200cc berpendingin udara yang dikawinkan dengan transmisi manual lima percepatan. Jantung mekanis tersebut sanggup menyeburkan tenaga 17,4 Tk pada 8.500 rpm dengan torsi puncak 15 Nm pada 7.000 rpm.

Viar Cross X250ES

Selain mendapat sentuhan baru pada grafis, model anyar ini juga mengalami penyempurnaan pada komponen steering stem dan lengan ayun yang diracik menggunakan material alumunium berkualitas dengan teknologi CNC sehingga menjadi lebih presisi, kuat dan ringan.

"Perubahan komponen secara keseluruhan ini bisa mengurangangi bobot New Viar Cross X 250ES sebesar 6 kg dari semula 126 kg sekarang menjadi hanya 120 kg," ujar Frengky.

Sektor dapur pacu tak berubah. New Viar Cross X250ES tetap menggunakan mesin 4-Tak silinder tunggal berkapasitas 250 cc berkekuatan 25,4 Tk pada putaran 9.000 rpm.

Meski mengalami sejumlah penyegaran, 
trail terbaru yang khusus untuk trek off road ini tidak mengalami kenaikan harga alias banderol tetap Rp 34,63 juta Off the Road Jakarta. Harga ini jauh lebih terjangkau dibanding dengan motor sejenis keluaran pabrikan Jepang apalagi Austria.

Sekadar informasi, model anyar ini melengkapi lini produk trail Viar yakni Viar Cross X 70 Mini Trail, Viar Cross X 100 Mini Trail, Viar Cross X 150SF, Viar Cross X 150, dan Viar Cross X 200GT.

Sumber: liputan6.com

Senin, 24 Oktober 2016

Sekilas Performa Sherco 300 SE-R di Jalur Offroad

Pabrikan motor Eropa masih setia mengeluarkan motor trail 2 tak yang terkenal mumpuni di ajang hard enduro kelas dunia. KTM, Husqvarna, Sherco dan Beta adalah contoh pabrikan asal Eropa yang terus upgrade motor trail 2 tak-nya.

Jepang juga tidak mau kalah dengan Eropa. Yamaha mengeluarkan YZ250X, motor trail 2 tak yang mengambil basis dari YZ 250. Artinya apa? Berarti peminat motor trail 2 tak masih tinggi bro dan ini juga terbukti menjadi senjata yang istimewa untuk menaklukan jalur ekstrim di even-event enduro.

IDB banyak mendapat pertanyaan dari pembaca tentang performa Sherco 300. Beruntung sahabat IDB yaitu Rudy Poa mau berbagi sedikit cerita tentang pengalaman dia dalam menunggangi Sherco 300 dalam event Festival Teluk Tomini baru-baru ini. Berikut sekilas pengalaman Rudy Poa dengan Sherco 300 SE-R;

Sedikit ulasan saya tentang motor ini. 300 SE-R adalah motor 2 tak 300cc keluaran Sherco. Motor ini memang bukan powerhouse seperti KTM 300 EXC, tapi di jalur extreme seperti hari ini power delivery Sherco 300 2tak yang lembut dan smooth sangatlah cocok.

Sherco 300 SE-R memiliki curva power yang lebih rata di tenaga bawah tanpa lonjakan atau HIT yang meledak-ledak seperti KTM 300EXC, sehingga tidak terlalu menguras tenaga di jalur single track dan tanjakan extreme.

Power motor ini lebih mudah dikendalikan dibandingkan dengan KTM 300EXC, mungkin lebih cocok tenaganya jika dibandingkan dengan KTM 250 EXC. Hal berbeda jika di open track, akselerasi Sherco 300 SE-R tidaklah secepat KTM 300 EXC.

Motor ini juga memiliki suspensi depan WP Open Cartridge yg lebih nyaman dibandingkan WP 4CS yang digunakan KTM hingga tahun 2016. Seperti model Sherco lainnya yang pernah saya coba, handling motor ini gesit terutama di tikungan. 

Kesimpulannya, dibandingkan dengan KTM 2tak, motor ini mempunyai karakter berbeda yang mempunyai keuntungan di beberapa situasi. Sebaliknya ada kekurangan di segi power pada saat diperlukan. Hari ini memang hari yang menyenangkan dengan Sherco 300 SE-R. (IDB).

Selasa, 18 Oktober 2016

IDB Jadi Media Partner untuk Indonesian Six Days Enduro (I6DE) 2017

IDB mendukung event keren bertajuk Indonesian Six Days Enduro (I6DE) 2017 yang akan diadakan tanggal 21 Agustus – 26 Agustus 2017 di Sulawesi. Even yang digarap oleh Enduro Totale itu dipersembahkan untuk penghobby offroad dengan motor trail yang berniat menikmati jalur offroad, bukan sekedar mencari hadiah.
Uniknya dalam I6DE ini panitia tidak akan memasang tanda penunjuk arah jalur, namun peserta akan dibekali titik koordinatnya sehingga peserta wajib membawa GPS. Tentunya soal jalur akan disurvey terlebih dahulu oleh panitia, peserta tinggal gass poll mengikuti petunjuk yang ada di GPS.
Erickson Andi Lolo dari Enduro Totale mengatakan, “dalam I6DE 2017 itu biaya akomodasi kita hilangkan, jadi registrasi cuma Rp 4 juta saja. Kita akan berikan point hotel atau base camp di MAP GPS peserta”
Berikut di bawah ini informasi tentang I6DE 2017 yang diberikan oleh Erickson Andi Lolo:

I6DE ( INDONESIAN SIX DAYS ENDURO ) 2017
Lokasi :
Sulsel dan Sulbar, dengan start finish di Tana Toraja

Biaya Pendaftaran:
 Rp 4 juta, dengan fasilitas merchandise ekslusif berupa jersey, t-shirt dan piagam.

Spesifikasi kendaraan:
  • Motor berbasis trail asli, bukan rakitan atau modifikasi
  • Kapasitas mesin minimal 125 cc (2 tak) atau 150 cc (4 tak)
  • Lingkar roda belakang 18 dan depan 21, wajib pakai stoper
  • Wajib ada lampu yang menyala terang
  • Ada handguard
  • Ada engine guard
  • Ada tensioner rantai
  • Membawa tool kits standar
  • Membawa tali (strap)
 Perlengkapan wajib peserta:
  • Helm motocross
  • Goggle
  • Body protector
  • Elbow protector
  • Sarung tangan
  • Pelindung lutut
  • Sepatu enduro
  • Camel bag
  • Lunch box/kotak nasi
  • GPS
  • Alat mandi, alat tidur dan alat masak
  • Tool kits
  • Alat dokumentasi
  • Alat komunikasi
  • Uang dan KTP
 Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Erick di Hp/WA: 081282602040 atau PIN BBM: 56BD13D2. (IDB)

Senin, 10 Oktober 2016

Pembalap Asing Kuasai Kejuaraan FIM Asia Supermoto di Malang

Kejuaraan FIM Supermoto Asia seri kedua yang digelar di stadion Kanjuruhan Malang (9/10/2016) menjadi milik pembalap asing di barisan terdepan. Pembalap-pembalap Malaysia dan New Zealand tidak terbendung kecepatannya oleh pembalap Indonesia. Richard Dibben dari New Zewland akhirnya menjadi sang jawara di lomba supermoto yang dipadati penonton itu.
Meskipun batal melintasi jalur offroad karena hujan yang terus mengguyur, lomba supermoto ini memberikan suguhan  menarik karena banyaknya rider asing yang berlaga. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan animo penonton untuk tetap berdiri di sepanjang lintasan menyaksikan aksi sang pembalap.
Dalam balap selama 20 menit plus 2 lap itu pembalap asal Malaysia langsung melesat di barisan terdepan, disusul pembalap dari New Zeland. Pertarungan menarik terjadi antara pembalap Malaysia Mohammad Al Amirul dan Muhammad Habibullah melawan pembalap New Zealand Richard Dibbend. 

Saling salip menyalip dengan jarak yang sangat dekat terjadi antara pembalap Malaysia dan New Zealand. Baru di lap-lap terakhir Richard Dibbend dengan sempurna melesat menyalip pembalap Malaysia.
Aksi wheelie pembakap new zealand di sesi pemanasan
Sementara pembalap Indonesia seperti Pedro Wuner, Andre Sondakh, Diva Ismayana dan Arjun Wicaksana tercecer di barisan belakang. Bahkan Arjun sempat di-over lap oleh pembalap Malaysia.
Tiga rider asal negeri Jiran, Mohammad Al-Amirul, Muhammad Habibullah, dan Khairi Zakaria, sukses menguasai tiga besar klasemen sementara Supermoto Asian Class, usai tampil meyakinkan dalam final race yang berlangsung hari Minggu.

Dalam gelaran Asia Supermoto, para rider asal Malaysia memang selalu tampil memukau. Hal ini tak lepas dari seringnya digelar kejuaraan supermoto di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir ini. Sementara IDB melihat motor supermoto di Indonesia masih sebatas untuk life style saja, bukan untuk kompetisi.
Klasemen FIM Asia Supermoto Championship Seri 2 Malang untuk kategori Asian Class:
  1. Mohammad Al Amirul/Malaysia : 47 poin
  2. Muhammad Habibullah/Malaysia : 47 poin
  3. Khairi Zakaria/Malaysia : 40 poin
  4. Pedro Wuner/Indonesia : 33 poin
  5. Diva Ismayana/Indonesia : 32 poin
  6. Eric Chia/Singapura : 30 poin
  7. Nattapat Suksawatthana/Thailand : 28 poin
  8. Takashi Sasaki/Jepang : 25 poin
  9. Fahmi Ahmad Fauzi/ Indonesia : 24 poin
  10. Andre Sondakh/Indonesia : 22 poin
  11. Arjun Wicaksana/Indonesia : 21 poin
  12. Tsang Wai Kei/Hongkong : 14 poin
  13. Hasroy Osman/Singapura : 12 poin
  14. Tommy Salim/ Indonesia : 9 poin
  15. Park Jongho/Korea Selatan : 8 poin
  16. Lin Chin Pei/Taiwan : 7 poin
 
Setelah kabupaten Malang, FIM Asia Supermoto Championship 2016 akan berlanjut ke seri ketiga di Pampanga, Filipina, 12-13 November 2016 mendatang. Sedangkan seri terakhir dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 17-18 Desember 2016. (IDB)

Minggu, 09 Oktober 2016

Jalur Off Road Tidak Jadi Dilintasi di Kejuaraan FIM Asia Supermoto Malang

Kejuaraan supermoto tingkat Asia seri ke-2 yang digelar di Stadiun Kanjuruhan Malang pada hari Minggu (9/10/2016) terasa kurang lengkap karena sirkuit off road yang sudah disiapkan terpaksa tidak dipakai. Pasalnya hujan yang mengguyur Malang bebeapa hari ini membuat lintasan menjadi licin untuk ban supermoto. Terlihat dalam uji coba banyak pembalap yang tumbang karena licinnya jalur.

Lomba supermoto itu biasanya menggabungkan track 70% aspal dan 30 % tanah alias off road. Panitia FIM Asia Supermoto seri 2 sebetulnya sudah menyiapkan sirkuit offroad-nya dengan apik, sayang cuaca yang kurang bersahabat membuat tidak ada sesi offroad.

Seandainya sesi offroad itu tetap ada, sepertinya balapan akan berjalan lebih menarik. IDB melihat ada banyak pembalap motocross tanah air yang berlaga di kejuaraan supermoto ini, seperti Andre Sondakh, Arjun Wicaksana dan Farudila Adam. Tentunya pembalap motocros ini akan lebih mumpuni ketika melibas jalur offroad. (IDB)


Sesi uji coba jalur offroad banyak yang tumbang
Jalur jadi licin karena diguyur hujan


Rabu, 05 Oktober 2016

Motor Listrik Ini Siap Berlaga di Kejuaraan Motocross Profesional

Sejak lama beberapa pabrikan merancang motor listrik tipe trail, tetapi belum ada yang benar-benar menggunakan motor listrik untuk berlaga dalam kejuaraan motocros profesional. Pembalap Josh Hill akan menjdi rider pertama yang menjajal motor listrik Alta Motors Redshift MX dalam kejuaraan motocros bertajuk Red Bull Straight Rhythm pada tanggal 22 Oktober 2016 di California, USA.

Wow ini terobosan baru, motor listrik berlaga dalam kejuaraan motocros. Bagaimana ya performanya? Apakah mampu menandingi motor konvensional yang masih minum bahan bakar minyak? Ataukah ini menjadi motor masa depan yang akan berlaga di kejuaraan motocros di masa mendatang?

Semuanya akan terjawab pada waktunya. Sebelum kita berteka-teki seperti apa performa motornya, kita lihat dulu tampangnya di bawah ini.



Senin, 03 Oktober 2016

Ini Dia Tampang Sangar Yamaha WR450F Rally

Yamaha yang biasanya tampil dengan warna biru putih kini tampil lebih sangar untuk motor tipe rally yang berbasis WR450F. Kini WR450F rally tampil dengan warna hitam dan abu-abu, wow kelihatan gahar banget.

WR450F hitam ini akan berlaga di rally terganas di dunia yaitu Dakar dan juga Marroco. Meski dari sektor mesin relatif sama spek-nya dengan motor sebelumnya tetapi warna hitam ini menjadi semangat baru dari Yamaha untuk berlaga di ajang rally yang selama ini banyak didominasi motor KTM.

Tetapi ambisi Yamaha untuk ‘menghajar’ KTM di kejuaraan rallly dunia juga tidaklah mudah, karena Honda juga sangat berambisi mematahkan dominasi KTM. Honda dengan CRF450X rally juga menyiapkan motornya dengan serius. Terbukti di Rally China baru-baru ini Honda dengan joki Joan Barreda menjadi sang jawara rally di gurun Gobi itu.

Ini dia tampang Yamaha WR450F rally yang siap berlaga di kejuaraan rally dunia;