Rabu, 07 September 2016

Uji Coba IDB Performa Yamaha YZ250FX 2016 di Jalur Offroad

Ketika Yamaha meluncurkan motor enduro YZ250FX di tahun 2015, ini menguncang dunia offroad karena Yamaha satu-satunya pabrikan Jepang yang serius meluncurkan motor enduro yang kompetitif untuk menandingi kedigdayaan motor enduro Eropa seperti KTM atau Husqvarna.

Pabrikan Jepang lain seperti Honda, Kawasaki dan Suzuki memang juga punya motor enduro namun sayangnya selama-lama bertahun-tahun mereka tidak memperbaharui secara signifikan motornya. Beda dengan Yamaha yang mengeluarkan YZ250FX dan juga YZ450FX yang benar-benar motor enduro baru.

YZ250FX sudah masuk ke Indonesia akhir tahun 2014 lewat importir umum. Tetapi harganya waktu itu masih relatif tinggi, sekitar Rp 120 juta. Dengan harga segitu, sulit bersaing dengan KTM yang sudah mengakar di hati penggemar motor trail premium di tanah air.

Kemudian tahun 2016 muncul Yamaha CBU Off Road Indonesia (YCOI) yang menawarkan berbagai tipe motor offroad Yamaha dengan harga yang jauh lebih murah. YZ250FX tahun 2016 ‘hanya’ dijual seharga Rp 91 juta. Wow jadi menarik!

Beruntung IDB berkesempatan mencoba performa YZ250FX di jalur offroad. Kalau uji cobanya di jalur aspal sih itu percuma bro, karena YZ250FX itu dilahirkan khan untuk melibas jalur offroad. Bukan untuk mejeng di depan mall.

YZ250FX itu diklaim merupakan motor tipe cross YZ250F yang dikonversi menjadi motor enduro kompetisi. Perbedaan utamanya adalah, YZ250FX mempunyai suspensi yang disetting lebih soft untuk enduro, ring ban belakang 18, electric starter, ada standart samping (kickstands) dan transmisi 6 speed.

YZ250FX sudah pakai injeksi, namun ECU diseting lebih smooth dibandingkan YZ250F. Karena motor ini hanya dipakai di jalur offroad dan dirancang untuk enduro terbatas (tidak di jalanan raya) maka YZ250FX tidak dilengkapi dengan lampu penerangan. Tetapi bila masuk kasih lampu, tinggal belikan lampu enduro misalnya keluaran UFO atau Acerbis.

Pertama kali naik YZ250FX tahun 2016, rider IDB yang mempunyai tinggi badan lebih dari 170 cm, merasa posisi stang itu terlalu rendah, sehingga ketika riding dengan berdiri itu badan terlalu membungkuk. Akibatnya kurang nyaman jika dipakai untuk riding sambil berdiri ketika melibas jalur offroad. Tapi masalah ini bisa diatasi dengan menambah riser stang, no problem.
Power mesin mumpuni melibas jalur offroad
Begitu gas motor dibuka, motor melesat dengan nyaman, namun masih mudah dikendalikan. Jika dibandingkan dengan YZ250F tahun 2015 yang pernah juga dicoba oleh IDB, karakter mesin YZ250FX ini memang tidak segalak YZ250F. Tetapi bukan berarti lemah, hanya lebih smooth. Kalau mau agresif, tinggal tarik sedikit tuas kopling maka YZ250FX akan melesat dengan cepat.

Wow untuk soal power mesin YZ250FX tidak kalah dengan KTM 250 XCF atau KTM 250 EXCF. Tetapi memang KTM terasa lebih agresif dibandingkan dengan YZ250FX ini. Tetapi perbedaan itu hanya bisa dirasakan oleh rider yang terbiasa memakai motor trail build up selama betahun-tahun alias bukan pemula.

Dari Dyno test yang dilakukan beberapa majalah motor di USA, disebutkan memang power mesin KTM 250 XCF itu lebih galak dibandingkan YZ250FX. Tenaga kuda (horsepower) YZ250FX sekitar 35 Hp, sedangkan KTM 250 XCF sekitar 40 Hp. Jadi beda 5 Hp bro.

Gigi pertama YZ250FX menurut IDB terlalu pendek, hampir tidak berfungsi untuk jalur offroad. Biasanya IDB itu menggunakan gigi 1 hanya untuk start, tetapi langsung segera dimasukan ke gigi 2 untuk menghajar jalur offroad. Begitu masuk gigi 3 dan 4, disinilah mulai terasa istemewanya YZ250FX. Powernya ngisi terus bro, sampai gigi 6.

Suara knalpot YZ250FX untuk ukuran motor tipe cross country boleh dibilang tidaklah terlalu keras. Suaranya masih ramah di telinga. IDB selalu suka dengan motor yang suara knalpotnya tidak terlalu keras menggelegar tetapi performanya gahar. Soalnya suara knalpot yang menggelegar itu belum tentu performa motor juga semakin gahar, bisa-bisa sebenarnya drop.

Sektor pengereman juga mampu meredam dengan baik laju motor, pakem bro, Bahkan harus hati-hati dengan rem depan yang justru IDB merasa sangat pakem. Kalau terlalu dalam menarik tuas rem depan bisa-bisa motor berhenti mendadak dan terjungkal.

Kinerja Suspensi di Jalur Offroad

Suspensi YZ250FX  istimewa untuk melibas jalur offroad, mulai dari tanah, pasir, berbatu ataupun single track. Suspensi depan (fork) yang memakai KYB SSS sangat nyaman untuk melibas jalur keriting, bahkan IDB merasa lebih nyaman dibandingkan fork tipe 4CS yang dipakai di KTM tahun 2015.

Tetapi soal kestabilan di jalur speed offroad, IDB merasa KTM 250 XCF lebih unggul dibandingkan dengan YZ 250FX. Untuk IDB yang terbiasa pakai motor tipe cross country dan motocross, fork YZ250FX itu malah terasa sedikit lembut (soft). Mungkin ini yang menyebabkan kurang stabil di kecepatan tinggi.

Tetapi untuk pemula, malah dianggap fork YZ250FX itu terlalu keras ketika untuk menaklukan jalur offroad terutama jalur berbatu dan single track. Ini karena dia terbiasa pakai motor Kawasaki KLX 250s yang memang suspensinya itu lebih lembut soalnya itu motor tipe dual purpose.

Motor tipe cross country seperti YZ250FX itu dirancang untuk offroad yang agresif. Semakin kencang anda bawa motornya (tentunya juga harus dengan skill yang mumpuni) itu suspensi motor akan bekerja dengan lebih baik.

Jadi suspensi YZ250FX tidak bisa dibandingkan dengan motor tipe yang peruntukannya berbeda seperti KLX 250, apalagi dengan KLX 150. Jelas ini beda kelas bro.

Untuk suspensi belakang, IDB merasa nyaman. Dengan seting kompresi dan rebon yang pas, suspensi belakang akan siap melibas jalur offroad apapun.

Kelemahan:
  • YZ250FX belum dilengkapi dengan handguard dan pelindung mesin
  • Bagian kelistrikan dibiarkan terbuka tanpa penutup
  • Dudukan/pangkon untuk stang tidak kuat, begitu jatuh tidak terlalu keras sudah bengkok

Entah kenapa bagian kelistrikan ini dibiarkan terbuka oleh pabrikan Yamaha
Kelebihan:
  • Harga motor jauh lebih murah dibandingkan kompetitor
  • Power yang mumpungi untuk melibas jalur offroad
  • Electric starter
Kesimpulan

Yamaha YZ250FX tahun 2016 motor yang istimewa untuk offroad. Dengan harga sekitar Rp 91 juta (terpaut lebih dari Rp 30 juta dengan kompetitor seperti KTM/Husqvarna), YZ250FX bisa menjadi pilihan bagi offroader yang mau “naik kelas” dari motor trail seperti KLX series untuk mencoba motor build up.

Suspensi memang harus diseting ulang untuk disesuaikan dengan bobot badan rider, sehingga motor akan lebih stabil untuk melibas medan offroad. Tetapi semua motor sebetulnya sektor suspensi memang harus diseting untuk disesuaikan dengan rider-nya. (IDB)