Senin, 26 Desember 2016

IDB Uji Coba Gir Trail Merk Roz, Apakah Kuat?

Gir di motor trail jelas mempunyai fungsi yang sangat vital, karena ini menjadi piranti mekanis yang menggerakan roda. Di pasaran ada banyak gir (sprocket) untuk moto trail, mulai dari buatan lokal hingga barang import yang harganya selangit.

Pemakai motor trail build up kebanyakan lebih memilih memakai gir buatan luar negeri seperti merk Renthal, Pro Taper, Superprox atau produk ori bawaan pabrik. Soal harga, memang gir impor tersebut dibandrol tinggi, rata-rata harganya diatas Rp 800 ribu untuk gir belakang saja. Jadi kalau mau ganti gir belakang, depan dan rantainya, siapkan anggaran sekitar Rp 2 juta bro.

Saat ini IDB sedang mencoba gir belakang merk Roz yang pusatnya di Batam, Indonesia. Gir buatan Roz itu mirip produk Superprox. Bedanya di harga, jika gir Superprox dijual diatas Rp 1 juta, untuk gir merk Roz dilego seharga Rp 750.000 saja.

Gir belakang Roz tersebut dijicoba IDB di motor KTM 350. Nah bagaimana kualitasnya? Apakah sama dengan gir branded dari luar?

Untuk mengetahui kualitasnya tentu saja harus diuji coba langsung di jalur offroad. Kalau motor hanya didiamkan di garasi, tentu saja gir-nya akan awet hehehe.

Gir belakang Roz di KTM 350 milik IDB itu dipasang pada bulan Desember 2016, sehingga IDB belum bisa melaporkan hasil uji cobanya. Butuh waktu cukup lama untuk membuktikan ketangguhan gir Roz ini. Jadi sabar dulu, jika sudah IDB pakai selama beberapa bulan baru akan ketahuan bagaimana kualitas gir merk Roz ini.Yang jelas soal harga, gir Roz lebih menjanjikan karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan gir impor. (IDB).

Rabu, 21 Desember 2016

Jurus Anti Getar di Motor Trail 2 Tak

Motor trail 2 tak seperti misalnya KTM 250/300 EXC atau Husqvarna TE 300 memang mengasyikan. Powernya dahsyat namun dengan bobot motor yang ringan. Sangat istimewa untuk melibas jalur offroad single track. Tak heran jika sebagian besar pembalap top enduro ekstrim dunia itu memakai motor 2 tak.

IDB selama bertahun-tahun juga bermesraan dengan KTM 2 tak untuk menikmati jalur offroad. Jadi soal motor 2 tak, IDB gak asing lagi deh.

Dibalik tenaganya yang dahsyat, motor trail 2 tak juga menyimpan kelemahan. Rata-rata getaran motor lebih terasa dibandingkan dengan motor 4 tak. Jika tidak terbiasa memakai motor enduro 2 tak, bisa-bisa tangan terasa pegal usai offroad seharian.

Tapi jangan kuatir, ada jurus jitu untuk mengurangi getaran motor 2 tak. Tidak perlu berguru ke padepokan silat untuk mengatasi ini bro, tapi cukup pasang anti getar di stang motor.

Ada banyak merk untuk anti getar yang bisa dipasang di stang motor, salah satunya adalah produk FASST Anti vibration insert. IDB sudah mencobanya di KTM 300 XCW. Hasilnya, lumayan bisa mengurangi getaran motor, sehingga mengurangi rasa capek waktu offroad. Pundak dan lengan tidak lagi terasa pegal dihajar getaran stang motor.

Cara pasang FASST Anti Vibration Insert juga mudah bro, tidak perlu mekanik khusus. Cukup dimasukan ke dalam stang motor. Stang juga masih bisa dipasangi handguard. (IDB)

Senin, 05 Desember 2016

Mantap, AHM Akhirnya Positif Akan Jualan Motor Trail 150 cc Pesaing KLX 150

Honda CRF 150F
Kabar tentang Astra Honda Motor (AHM) akan jualan motor tipe trail di Indonesia sudah berhembus  kencang lama, sejak beberapa tahun yang lalu. Sebagian penggemar trail honda juga sudah “pasrah” karena AHM tidak kunjung mengeluarkan motor trail-nya. Akhirnya mereka lari ke geng hijau, nebus Kawasaki KLX 150 yang harganya naik terus.

Tapi jangan pasrah dan galau dulu bro, karena sepertinya AHM semakin serius untuk jual motor trail di tanah air. Bahkan sesuai harapan IDB, motor trail yang akan dijual itu mengusung mesin 150 cc, sehingga harganya akan terjangkau. Di pasaran trail Honda ini akan jadi pesaing tangguh KLX 150.

Di bawah ini berita dari motorplus tentang AHM akan luncurkan motor trail 150 cc;

Awalnya PT Astra Honda Motor akan meluncurkan trail dalam kapasitas 250 cc. Kapasitas mesin seperempat liter itu memanfaatkan mesin CBR250 1 silinder. Tapi, rupanya setelah dihitung ulang dan hasil meeting terakhir sekitar Juni atau  Juli lalu, diputuskan jadi menggunakan mesin 150 cc.

Margono Tanuwijaya, Direktur Marketing PT AHM pernah bilang, mesin akan menggunakan flatform yang sudah ada. Misalnya menggunakan mesin 150 cc dari Honda Sonic. Tapi, secara cost tetap lebih tinggi. Paling simpel menggunakan mesin Honda Verza 150.

Dari perhitungan juga masuk akal. Mesin Verza menggunakan pendingin udara alias tanpa radiator. Secara cost produksi lebih murah. Secara aplikasi di lapangan juga lebih simpel. Dipakai off road atau adventure tidak rewel dan tidak takut kebentur batu atau krikil.

Perhitungan secara market juga masuk akal. Lawannya cuma Kawasaki KLX150 yang mesih menggunakan mesin pendingin udara alais pakai sirip. Harganya akan bisa dipangkas jauh dibanding mesin pendingin air.

Mesin Verza juga sudah terbukti di adventure. Seperti Ocin Mulyanto dari Indramayu, menggunakan mesin Honda Verza untuk motor adventure. Menurut Pak Ocin, mesin ini torsinya besar. Pas untuk main adnventure. Dibanding mesin Tiger, dapur pacu Verza lebih ringan dan bertenaga di trek tanah.

Secara modifikasi juga mesin Verza lebih mudah. Gampang dioprek dan tidak mudah bocor seperti mesin pendingin air.

Namun kabar tidak sedapnya, katanya kepala silinder mesin Verza banyak dibuat di Cina. Atau memang hanya kemiripan saja. Tapi, lebih enak bagi yang suka oprek-oprek. Banyak tersedia head murah jika mau dipasangi klep lebar.  Mantap dah.

Sumber: motorplus-online.com

Kamis, 01 Desember 2016

Tips Memilih Oli 2T untuk Motor Trail 2 Tak (bagian 2)

Sebelum membaca lebih lanjut artikel ini, agar tidak bingung, silahkan baca dulu artikel bagian pertamanya di link berikut ini: http://www.indonesiandirtbike.com/2016/11/tips-memilih-oli-2t-untuk-motor-trail-2.html

IDB dengan KTM 200 XC yang pakai oli 2T harga murah
Jadi sebelum membeli  oli 2T untuk motor trail yang mengusung mesin 2 tak, itu lihat dulu kode JASO yang tertera di kemasan oli. Gunakan minimal JASO FC, karena ini sudah cukup bagus dan IDB sudah membuktikannya bertahun-tahun. Lebih dari 10 tahun IDB memakai oli JASO FC yaitu Shell Advance VSX dan Castrol Active 2T untuk motor KTM  2 tak.

Tentunya jika mau memakai oli 2T JASO FD itu akan lebih baik dibandingkan JSO FC. Namun harganya tentu saja lebih mahal. Pilihan yang logis adalah, kalau memakai oli 2T dengan spesisfikasi JASIO FC saja performa motor sudah bagus dan tidak masalah, kenapa kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk oli 2T yang harga mahal?

Beda ceritanya kalau bro itu memakai motornya untuk balap, tentunya butuh oli yang super, sehingga menjadi keharusan memakai oli yang kualitas lebih bagus. Tetapi kalau hanya untuk offroad seminggu sekali atau bakan sebulan sekali dan kita juga belum mampu membetot maksimal gas motor, IDB merasa pakai oli 2T JASO FC yang dijual tidak sampai Rp 35.000 per botol itu sudah lebih dari cukup.

IDB sudah membuktikan lebih dari 10 tahun pakai oli 2T Shell Advance VSX dan Castrol Active 2T yang harganya tidak lebih dari Rp 35.000 di motor KTM (KTM 150 XC, KTM 200 EXC, KTM 200 XC, KTM 250 XCW, dan KTM 300 XCW) yang baik-baik saja motornya. Soal performa motor  juga masih istimewa.

Berikut di bawah ini contoh oli 2T berdasarkan bahan dasarnya dan spesifikasi JASO.

Mineral
  • Shell Advance SX JASO FB
  • AGIP 2T JASO FB
  • Castrol GO! 2T JASO FB
  • Total 2T Special API TC JASO FB
Semi Sintetis
  • Castrol Activ 2T Low Smoke JASO FC
  • Shell Advance VSX JASO FC
  • AGIP City 2T JASO FC
  • AGIP 2T F1 Semi Synthetic JASO FC
  • ELF IndoOil CX800 2T Smokeless Perfumed Semi Synt JASO FC
  • ELF 2T Moto Sport SP Semi Synthetic JASO FC
  • Eneos 2T City Semi Synt JASO FC
  • Fuchs Comp-2 Injector JASO FC
  • Gulf Power Trac 2T JASO FC
  • Idemitsu Racing 2T Semi Synthetic JASO FC
  • Idemitsu Extreme Semi Synthetic JASO FC
  • Kawasaki Genuine Oil 2T Semi Sinthetic JASO FC
  • Motul 510 Technosynthese JASO FD
  • Nixol 2TRX Semi Synthetic JASO FC
  • Total 2T Grandprix API TC
  • Total 2T Racing API TC
  • Valvoline 2T API TC
Sintetis
  • Castrol Power 1 JASO FD
  • AGIP 2T Speed Full Synthetic JASO FC
  • Bardahl 2T Synthetic JASO FC
  • Gasoli 2T Super Sporty G1000 API TC
  • Motul 710 100% Synthese JASO FD
  • Motul 800 Offroad Factory Line Ester 100% Synthese
  • Petronas Sprinta 2T 5000 100% Synthetic JASO FC
  • RedMax ProBlend 2 Cycle Engine Oil JASO FD
  • Repsol 2T Syntetico API TC JASO FC
  • STP 2T Low Smoke Perfumed Synt JASO FC
  • TOP 1 2T Synthetic Low Smoke
  • Total 2T Hi-Perf Full Synthetic JASO FD
  • Vistra 2T 500 Full Synthetic JASO FC
Sintetis - Racing
  • Motorex Cross Power 2T JASO FD
  • Maxima Castor 927
  • Castrol A747 Castor
  • Castrol TTS 2T Full Synthetic Racing
  • Motul 800 Road Racing Factory Line Double Ester 100% Synthese
  • Silkolene 2T PRO2Electrosyntec 100% Synthetic Ester
  • Silkolene 2T Comp Plus Electrosyntec Sythentic Ester JASO FD
  • Shell Racing X 2T
Artikel terkait: http://www.indonesiandirtbike.com/2011/10/campuran-oli-motor-trail-enduro-2-tak.html

Senin, 28 November 2016

Tips Memilih Oli 2T untuk Motor Trail 2 Tak

KTM 200 jadi motor enduro favorit di tahun 2000-an
Kalau untuk harian motor 2 tak itu sudah tidak diproduksi lagi, namun beda dengan motor trail enduro dan motocross yang terus mengeluarkan motor trail 2 tak. Di sebagian besar kejuaraan enduro ekstrim kelas dunia itu juga masih didominasi motor 2 tak keluaran pabrik Eropa seperti KTM, Husqvarna, dan Beta.

Pabrikan Jepang juga memberikan kejutan ketika tahun 2016 Yamaha meluncurkan motor enduro 2 tak yaitu YZ250X. Tipe ini di kelasnya akan bertarung dengan KTM 250 XC yang dikenal mempunyai tenaga ganas.

Keluarnya YZ250X Ini menunjukan pabrikan Jepang khususnya Yamaha semakin serius menggarap pasar offroad motor trail. Mereka melihat bahwa penggemar motor trail 2 tak masih banyak dan terbukti sangat kompetitif di kompetisi enduro. Tidak ada yang meragukan kedahsyatan motor enduro 2 tak di dunia kompetisi hard enduro.

Pada awal tahun 2000-an motor enduro build up di tanah air dikuasai KTM 200 EXC. Sementara untuk motor lokal ada Suzuki TS125 yang hingga sekarang masih melumpur di berbagai acara offroad.

Kemudian diatas tahun 2007, motor trail 2 tak sempat meredup, dihajar munculnya motor-motor enduro 4 tak yang semakin bertenaga dan ringat bobotnya. Penunggang KTM 200 EXC beralih ke motor 4 tak seperti KTM 250 EXCF, 350 EXCF dan 450 EXCF. Dari kubu Jepang juga hadir Honda CRF 250X dan Yamaha WR250F.

Ketika banyak offroader di tanah air ramai-ramai ganti tunggangannya dengan motor 4 tak, IDB tetap setia menyimpan motor trail enduro 2 tak, KTM 300 dan KTM 250.

Kini minat motor trail 2 tak di Indonesia semakin naik lagi. Ini efek dari banyak penghobby yang “melek” internet dan melihat fakta di kejuaraan hard enduro dunia itu ternyata masih dikuasai motor 2 tak. Lihat saja dominasi Graham Jarvis dengan Husaberg/Husqvarna 300 (2 tak) atau Cody Webb dengan KTM 300 di berbagai kejuaraan enduro. Taddy Blazusiak juga sempat malang melintang menjadi raja di kejuaraan Endurocross dengan KTM 300 EXC, sebelum dia beralih ke KTM 350 (4 tak).

Seiring dengan semakin tingginya penunggang motor trail 2 tak di Indonesia, ini juga berefek dengan semakin tingginya kebutuhan akan oli 2 tak yang sering disebut oli samping. Sebutan oli samping karena dulu motor 2 tak seperti TS 125 atau RX King itu oli campurnya diletakan di samping rangka motor.

Lihat kode JASO di kemasannya
Seringkali rider motor trail 2 tak kebingungan ketika harus membeli oli 2T untuk campuran bensin motornya. Di pasar ada banyak pilihan, mulai merek branded seperti Maximma, Motorex, dan Motul, hingga merek ‘umum’ yang juga dipakai di motor harian seperti produk Pertamina, Shell, Castrol, Top One dan lain-lain.

Banyak yang berfikir bahwa oli 2T yang mahal itu pasti lebih bagus dibandingkan dengan harga yang lebih murah. Belum tentu bro, karena faktor mahal itu bukan sekedar soal kualitas tetapi juga soal asal negara produksi. Kalau oli-nya masih impor tentu saja harganya akan lebih mahal dibandingkan ketika sudah diproduksi di Indonesia.

Untuk memilih oli 2T jangan hanya berpatokan kepada oli impor yang mahal, tetapi berpatokan kepada standar spesifikasi, bahan dasar oli dan kebutuhan motornya.
Standar spesifikasi oli itu ditentukan oleh JASO, API, dan ISO. 

JASO (Japanesse Automobile Sandard Organization) itu standar yang digunakan negara Jepang untuk spesiikasi oli baik 4T maupun 2T. Sedangkan API (American Petrolium institute) itu standari dari Amerika dan ISO (International Standards Organization) itu untuk Eropa.

Tingkatan JASO itu antara lain:
  • JASO FA = sudah tidak diproduksi lagi
  • JASO FB = kualitas diatas JASO FA
  • JASO FC = kualitas diatas JASO FB
  • JASO FD = kualitas diatas JASO FC
Di setiap kemasan botol oli itu wajib dan pasti tertulis spefisikasi JASO-nya. Rekomendasi IDB, oli yang dibeli itu minimal JASO FC. Bisa saja pakai oli JASO FB, tetapi kualitasnya lebih rendah sehingga penumpukan kerak di piston akan lebih tebal.

JASO FB itu biasanya bahan dasar olinya adalah mineral, sedangkan JASO FC itu semi sintetis. Spesiikasi oli yang tinggi adalah JASO FD karena bahan dasarnya sudah sintetis.

Nah oli 2T apa saja yang masuk kategori JASO FB, FC dan FD yang beredar di Indonesia? Tunggu dulu di artikel IDB berikutnya bro dan sist, harap bersabar. (IDB).

Minggu, 20 November 2016

Hati-Hati Sepatu Off Road yang Mahal Kalau Tidak Pakai Malah Bisa Rusak

Punya sepatu offroad alias sepatu cross yang mahal jangan disimpan aja bro, nanti malah bisa hancur kayak bubur. Lho kog bisa? Ini pengalaman IDB yang pernah menyimpan sepatu offroad yang masih baru, maksud hati sebagai sepatu cadangan jika sepatu utama sudah rusak. Tapi setelah setahun disimpan dalam kardusnya, ketika dibuka sepatunya sudah hancur lebur.

Ini hancur betulan, karena bagian plastik dan karet ketika dipegang langsung hancur seperti roti. Yang tersisa hanya sol dan pengait sepatu.

Ternyata kejadian ini juga menimpa admin IDB yang lain yang menyimpan Sepatu merek Scott yang harganya waktu beli hampir Rp 4 jutaan, ternyata kemudian rusak. Rusaknya bukan karena sering dipakai, justru belum pernah dipakai sama sekali dan disimpan rapi di rak sepatu.

Sepatu alpinestar Tech 3 milik IDB yang mulai rusak ,
padahal tidak pernah dipakai offroad
Pengalaman buruk IDB itu jadi pembelajaran bahwa sepatu offroad, meskipun harganya mahal itu tetap punya usia. Yah kayak manusia dong, ada usianya hehehe. Betul bro, biasanya sepatu offroad itu akan mulai rusak begitu menginjak usia diatas 2 tahun pemakaian.

Jadi untuk bro dan sist yang baru beli sepatu offroad, meskipun itu harganya mahal, jangan sayang untuk memakainya. Jangan disimpan saja di lemari, karena takut kotor. Namanya juga sepatu, kalau dipakai pasti kotor, apalagi sepatu offroad.

Kalau sepatu rusak karena sering dipakai itu masih wajar, dan masih ada "kepuasaan" karena kita telah memakainya. Tapi kalau sepatu jarang dipakai kemudian rusak, khan hati jadi "gelo" alias kecewa. Makanya yang sering offroad dengan sepatu kesayangan anda, jangan dipajang saja! (IDB).

Kamis, 17 November 2016

Uji Coba Sepatu Cross Harga Dibawah Rp 2 juta: Thor Blitz

Ada banyak pilihan sepatu cross untuk offroad motor trail yang beredar di tanah air. Mulai sepatu lokal dengan harga Rp 300 ribuan hingga sepatu impor dengan harga diatas Rp 5 juta. Sepatu yang laris manis di pasaran itu biasanya yang harga dibawah Rp 2 jutaan, karena terjangkau untuk smeua lapisan.

IDB melakukan beberapa uji coba sepau cross yang harganya dibandrol dibawah Rp 2 jutaan, Kenapa bukan sepatu mahal yang diatas Rp 3 juta? Jawabannya ada dua bro. Pertama, sepatu mahal itu hanya bisa dibeli oleh yang punya kantong tebal, bukan sepatu “sejuta umat”. Kedua, sepatu yang mahal biasanya punya kualitas yang memang lebih bagus (meskipun belum tentu pas untuk dipakai di medan offroad lho, karena ada yang dirancang hanya untuk di sirkuit motocros, bukan untuk offroad).

Setelah melakukan uji coba sepatu Oneal tipe Rider, kini IDB mencoba sepatu Thor tipe Blitz yang dijual seharga Rp 1,7 juta. Pertama dipakai memang agak kaku, seperti juga sepatu cros lainnya. Tetapi ketika dipakai riding, langsung terasa nyaman, cepat menyatu dengan kaki.

Thor Blitz ternyata enak sekali dipakai offroad, tidak membuat kaki kaku. Ketika dipakai untuk jalan kaki juga lumayan nyaman. Lebih nyaman dibandingkan Oneal tipe Rider.

Jika punya anggaran dana kurang dari Rp 2 juta dan ingin beli sepatu cross yang branded, coba beli Thor Blitz. Sepatunya nyaman dan lumayan awet. IDB pernah memakai Thor blitz selama 3 tahun dan kondisi sepatunya masih layak pakai selama 3 tahun itu. Selamat mencoba. (IDB).

Rabu, 16 November 2016

AHM Beri Sinyal Tertarik Jualan Trail 150cc di Tanah Air

Kabar tentang Astra Honda Motor (AHM) akan jualan motor trail di Indonesia sudah gencar beredar sejak beberapa tahun terahir ini, namun belum ada wujudnya. Tapi sinyal AHM tertarik untuk jualan motor trail itu sepertinya semakin kuat bro dan sist. Paling tidak itu tercermin dari pernyataan dari Direktur Pemasarn PT AHM seperti yang disampaikan ke Liputan6.com.
Menariknya justru yang mungkin dijual di tanah air itu adalah trail Honda yang mengusung mesin kapasitas 150cc. Bisa jadi ini adalah CRF150F, tipe yang akan menjadi pesaing berat bagi Kawasaki KLX 150.
Honda CRF150F 
IDB sendiri tidaklah asing dengan motor trail Honda. Selama bertahun-tahun IDB merasakan nyamannya CRF150F di medan offroad. Motornya tahan banting, perawatan mudan dan murah, Selain itu jika sama-sama standar, CRF 150F ini lebih kencang dan stabil lho dibandingkan KLX 150.
Di bawah ini berita dari Liputan6.com tentang AHM juga tertarik jualan motor trail di anah air yang diunggah tanggal 13 November 2016;
 Liputan6.com, Legian - Honda saat ini menjadi penguasa pasar sepeda motor di Indonesia. Di segmen skutik, posisi pabrikan berlambang sayap mengepak itu tidak tergoyahkan. Sedangkan di segmen sport, Honda mulai menggeser Yamaha.

Satu-satunya kelas yang saat ini belum digarap Honda adalah trail. Meski volumenya tidak sebesar model lainnya, segmen ini dinilai memiliki potensi yang cukup besar.
Hingga kini Kawasaki leluasa bermain di kelas ini. Viar yang di atas kertas masih berada di bawah pabrikan Jepang, tentu bukan lawan sepadan bagi KLX cs.


Honda CRF150F tangguh dan stabil di jalur offroad
Marketing Director PT Astra Honda Motor Koji Sugita mengakui, penting bagi pihaknya untuk memiliki model trail. "Cuma kami tidak bisa sebutkan apa modelnya, kapan hadir. Tapi yang pasti kami harus punya karena kami melihat orang-orang begitu menikmati motor ini," jelasnya di sela acara test ride Honda CBR250RR di Bali.

Sugita mengisahkan, dirinya pada suatu waktu pernah ikut main trail. Di sana ia melihat, dengan motor trail orang bisa bersenang-senang. "

Saya lihat banyak masyarakat yang modifikasi motornya menjadi model trail. Contohnya seperti MegaPro. Mereka hanya ingin bersenang-senang," katanya.

Jikapun nantinya Honda ikut bermain di kelas ini, mesin 150 cc akan diprioritaskan ketimbang 250 cc. "Menurut saya mesin 150 cc cukup. Untuk off road ringan tidak perlu tenaga yang sangat besar. Selain itu harga juga bisa menjadi salah satu pertimbangan," tutup Sugita.

Kamis, 10 November 2016

Tampang Motor Enduro Gas Gas Versi 2017, Merah Garang

Gas Gas, pabirkan motor asal Spanyol sepertinya tidak patah semangat untuk bangkit dengan mengeluarkan motor enduro, meskipun beberapa tahun yang lalu sempat terpuruk. Dalam acara EICMA Motor Show di Milan, Gas Gas mengenalkan motor enduronya yang baru EC 250/300 dua tak.

Motor ini memakai frame dan mesin baru yang diklaim jauh lebih istimewa dibandingkan versi sebelumnya. Suspensi depan dan belakang pakai KYB, sementara knalpot standarnya sudah pakai FMF Powercore di bagian silencer-nya.

Dengan frame dan mesin baru itu bobot Gas Gas menjadi semakin ringan. Diklaim bobotnya sekitar 105 kg saja. Wow ringan sekali ini untuk motor 250/300 cc.

Sebenarnya Gas Gas pernah mencoba peruntungannya dengan membuka deler di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Sayangnya Gas Gas belum mampu menembus ketatnya belantara persaingan motor enduro di tanah air yang kelas premium masih dikuasai KTM dan Husqvarna.

Harga Gas Gas yang pada waktu itu dijual cukup tinggi, membuat kurang diminati oleh maniak trail tanah air. Beda strateginya ketika pertama kali Husqvarna masuk Indonesia itu harganya dibawah KTM dan Husaberg, sehingga motor trail Husky menjadi laris manis sebagai pilihan altenatif selain KTM dan Husaberg.

Semoga Gas Gas 2017 dijual lagi di Indonesia tapi dengan harga yang lebih bersahabat. Harga harus dibawah KTM atau Husqvarna, sehingga menjadi pilihan bagi penggemar trail yang mau 'naik kelas' dari trail lokal ke build up. (IDB).

Senin, 07 November 2016

Honda Luncurkan Trail Adventure 250 cc

Pabrikan Honda akhirnya meluncurkan motor trail tipe adventure rally dengan kapasitas mesin 250 cc. Motor yang diberi nama CRF250L Rally tahun 2017 ini mengambil basis mesin yang sama dengan CRF 250L yang juga dijual di Indonesia oleh importir umum.

Karena ini tipe adventure rally, tentunya CRF250L Rally dilengkapi dengan tangki bensin yang lebih besar dibandingkan standar CRF250L. Tipe rally juga dilengkapi dengan wind shield yang melindungi rider dari terpaan angin ketika asyik menunggangi motor dengan ciri warna merah ini.

CRF250L Rally ini dikeluarkan setelah CRF450 Rally diluncurkan terlebih dahulu yang dirancang untuk melibas ganasnya gurun di rally Dakar. Jika CRF 450 Rally mengambil basis mesin enduro dari CRF 450X, untuk CRF250L Rally itu memakai basis motor dual purpose CRF250L.

Andai saja CRF250 Rally itu mengambil basis dari motor enduro seperti CRF 250X, tentunya akan mengasyikan. IDB yang juga pernah mencoba CRF250L merasa power CRF250L kurang mumpuni untuk melibas jalur offroad. Memang motor ini bukan spek enduro untuk offroad, lebih untuk berpetualang dengan naik motor. Honda CRF 250L itu kompetitor dari Kawasaki KLX 250S.

Apakah CRF 250L Rally juga akan dijual di Indonesia oleh AHM? Semoga AHM tidak jualan CRF250L Rally ini, karena IDB yakin motor ini tidak akan terlalu laku.

Kalau IDB justru berharap jika AHM berniat jualan motor trail itu yang dijual adalah CRF250X dan CRF 230F. Kalau CRF 250L, meskipun itu tipe rally bukanlah motor yang ideal untuk melibas jalur offroad di tanah air. Motornya berat bro, dengan power yang tidak istimewa. (IDB).

Minggu, 30 Oktober 2016

Viar Luncurkan Dua Motor Trail dengan Harga Miring

Tanpa hingar bingar prosesi launching, PT. Triangle motor sebagai agen pemegang merek Viar Motor Indonesia merilis all new Viar Cross X 200ES dan new Viar Cross X 250ES. Kehadiran keduanya menunjukan keseriusan Viar dalam menggarap segmen sepeda motor off road Tanah Air.

"Kebutuhan sepeda motor sekarang telah menjadi bagian dari gaya hidup yang sekaligus mempertegas identitas pemiliknya untuk mengekspersikan gayanya yang menyukai olahraga ekstrim, sehingga kami percaya kehadiran dua model baru Viar Cross series bisa menjadi pelengkap gaya hidup para offroader," terang Marketing Communication TM Frengky Osmond dalam keterangan resminya, Kamis (27/10/2016).

All new Viar Cross X 200ES yang merupakan sepeda motor dual purpose kini memiliki fitur yang lebih lengkap dibanding pendahulunya. Motor ini telah dilengkapi panel indikator digital, busa pelindung stang untuk meminimalisir terjadinya cidera ketika terjadi benturan
Selain itu, lampu depannya menganut desain diamond cut guna memberikan penerangan maksimal kala berkendara di malam hari. "Sebagai kendaran multi guna, all new Viar Cross X 200ES sudah dilengkapi dengan kelayakan legalitas ketika dikendarai di jalan umum seperti spion, lampu sein hingga panel indikator multi fungsi," Frengky menambahkan.

Sama dengan model terdahulu, suspensi depan all new Viar Cross X 200ES mengadopsi model upside down dan monoshock unitrack system di belakang. Sistem pengereman depan dan belakang pun sudah cakram. Sementara roda depan menggunakan ukuran 80/100-21 dan belakang 100/100-18.

Motor berbanderol Rp 28,5 Juta On the Road Jakarta ini diperkuat mesin 4-Tak SOHC 200cc berpendingin udara yang dikawinkan dengan transmisi manual lima percepatan. Jantung mekanis tersebut sanggup menyeburkan tenaga 17,4 Tk pada 8.500 rpm dengan torsi puncak 15 Nm pada 7.000 rpm.

Viar Cross X250ES

Selain mendapat sentuhan baru pada grafis, model anyar ini juga mengalami penyempurnaan pada komponen steering stem dan lengan ayun yang diracik menggunakan material alumunium berkualitas dengan teknologi CNC sehingga menjadi lebih presisi, kuat dan ringan.

"Perubahan komponen secara keseluruhan ini bisa mengurangangi bobot New Viar Cross X 250ES sebesar 6 kg dari semula 126 kg sekarang menjadi hanya 120 kg," ujar Frengky.

Sektor dapur pacu tak berubah. New Viar Cross X250ES tetap menggunakan mesin 4-Tak silinder tunggal berkapasitas 250 cc berkekuatan 25,4 Tk pada putaran 9.000 rpm.

Meski mengalami sejumlah penyegaran, 
trail terbaru yang khusus untuk trek off road ini tidak mengalami kenaikan harga alias banderol tetap Rp 34,63 juta Off the Road Jakarta. Harga ini jauh lebih terjangkau dibanding dengan motor sejenis keluaran pabrikan Jepang apalagi Austria.

Sekadar informasi, model anyar ini melengkapi lini produk trail Viar yakni Viar Cross X 70 Mini Trail, Viar Cross X 100 Mini Trail, Viar Cross X 150SF, Viar Cross X 150, dan Viar Cross X 200GT.

Sumber: liputan6.com

Senin, 24 Oktober 2016

Sekilas Performa Sherco 300 SE-R di Jalur Offroad

Pabrikan motor Eropa masih setia mengeluarkan motor trail 2 tak yang terkenal mumpuni di ajang hard enduro kelas dunia. KTM, Husqvarna, Sherco dan Beta adalah contoh pabrikan asal Eropa yang terus upgrade motor trail 2 tak-nya.

Jepang juga tidak mau kalah dengan Eropa. Yamaha mengeluarkan YZ250X, motor trail 2 tak yang mengambil basis dari YZ 250. Artinya apa? Berarti peminat motor trail 2 tak masih tinggi bro dan ini juga terbukti menjadi senjata yang istimewa untuk menaklukan jalur ekstrim di even-event enduro.

IDB banyak mendapat pertanyaan dari pembaca tentang performa Sherco 300. Beruntung sahabat IDB yaitu Rudy Poa mau berbagi sedikit cerita tentang pengalaman dia dalam menunggangi Sherco 300 dalam event Festival Teluk Tomini baru-baru ini. Berikut sekilas pengalaman Rudy Poa dengan Sherco 300 SE-R;

Sedikit ulasan saya tentang motor ini. 300 SE-R adalah motor 2 tak 300cc keluaran Sherco. Motor ini memang bukan powerhouse seperti KTM 300 EXC, tapi di jalur extreme seperti hari ini power delivery Sherco 300 2tak yang lembut dan smooth sangatlah cocok.

Sherco 300 SE-R memiliki curva power yang lebih rata di tenaga bawah tanpa lonjakan atau HIT yang meledak-ledak seperti KTM 300EXC, sehingga tidak terlalu menguras tenaga di jalur single track dan tanjakan extreme.

Power motor ini lebih mudah dikendalikan dibandingkan dengan KTM 300EXC, mungkin lebih cocok tenaganya jika dibandingkan dengan KTM 250 EXC. Hal berbeda jika di open track, akselerasi Sherco 300 SE-R tidaklah secepat KTM 300 EXC.

Motor ini juga memiliki suspensi depan WP Open Cartridge yg lebih nyaman dibandingkan WP 4CS yang digunakan KTM hingga tahun 2016. Seperti model Sherco lainnya yang pernah saya coba, handling motor ini gesit terutama di tikungan. 

Kesimpulannya, dibandingkan dengan KTM 2tak, motor ini mempunyai karakter berbeda yang mempunyai keuntungan di beberapa situasi. Sebaliknya ada kekurangan di segi power pada saat diperlukan. Hari ini memang hari yang menyenangkan dengan Sherco 300 SE-R. (IDB).

Selasa, 18 Oktober 2016

IDB Jadi Media Partner untuk Indonesian Six Days Enduro (I6DE) 2017

IDB mendukung event keren bertajuk Indonesian Six Days Enduro (I6DE) 2017 yang akan diadakan tanggal 21 Agustus – 26 Agustus 2017 di Sulawesi. Even yang digarap oleh Enduro Totale itu dipersembahkan untuk penghobby offroad dengan motor trail yang berniat menikmati jalur offroad, bukan sekedar mencari hadiah.
Uniknya dalam I6DE ini panitia tidak akan memasang tanda penunjuk arah jalur, namun peserta akan dibekali titik koordinatnya sehingga peserta wajib membawa GPS. Tentunya soal jalur akan disurvey terlebih dahulu oleh panitia, peserta tinggal gass poll mengikuti petunjuk yang ada di GPS.
Erickson Andi Lolo dari Enduro Totale mengatakan, “dalam I6DE 2017 itu biaya akomodasi kita hilangkan, jadi registrasi cuma Rp 4 juta saja. Kita akan berikan point hotel atau base camp di MAP GPS peserta”
Berikut di bawah ini informasi tentang I6DE 2017 yang diberikan oleh Erickson Andi Lolo:

I6DE ( INDONESIAN SIX DAYS ENDURO ) 2017
Lokasi :
Sulsel dan Sulbar, dengan start finish di Tana Toraja

Biaya Pendaftaran:
 Rp 4 juta, dengan fasilitas merchandise ekslusif berupa jersey, t-shirt dan piagam.

Spesifikasi kendaraan:
  • Motor berbasis trail asli, bukan rakitan atau modifikasi
  • Kapasitas mesin minimal 125 cc (2 tak) atau 150 cc (4 tak)
  • Lingkar roda belakang 18 dan depan 21, wajib pakai stoper
  • Wajib ada lampu yang menyala terang
  • Ada handguard
  • Ada engine guard
  • Ada tensioner rantai
  • Membawa tool kits standar
  • Membawa tali (strap)
 Perlengkapan wajib peserta:
  • Helm motocross
  • Goggle
  • Body protector
  • Elbow protector
  • Sarung tangan
  • Pelindung lutut
  • Sepatu enduro
  • Camel bag
  • Lunch box/kotak nasi
  • GPS
  • Alat mandi, alat tidur dan alat masak
  • Tool kits
  • Alat dokumentasi
  • Alat komunikasi
  • Uang dan KTP
 Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Erick di Hp/WA: 081282602040 atau PIN BBM: 56BD13D2. (IDB)

Senin, 10 Oktober 2016

Pembalap Asing Kuasai Kejuaraan FIM Asia Supermoto di Malang

Kejuaraan FIM Supermoto Asia seri kedua yang digelar di stadion Kanjuruhan Malang (9/10/2016) menjadi milik pembalap asing di barisan terdepan. Pembalap-pembalap Malaysia dan New Zealand tidak terbendung kecepatannya oleh pembalap Indonesia. Richard Dibben dari New Zewland akhirnya menjadi sang jawara di lomba supermoto yang dipadati penonton itu.
Meskipun batal melintasi jalur offroad karena hujan yang terus mengguyur, lomba supermoto ini memberikan suguhan  menarik karena banyaknya rider asing yang berlaga. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan animo penonton untuk tetap berdiri di sepanjang lintasan menyaksikan aksi sang pembalap.
Dalam balap selama 20 menit plus 2 lap itu pembalap asal Malaysia langsung melesat di barisan terdepan, disusul pembalap dari New Zeland. Pertarungan menarik terjadi antara pembalap Malaysia Mohammad Al Amirul dan Muhammad Habibullah melawan pembalap New Zealand Richard Dibbend. 

Saling salip menyalip dengan jarak yang sangat dekat terjadi antara pembalap Malaysia dan New Zealand. Baru di lap-lap terakhir Richard Dibbend dengan sempurna melesat menyalip pembalap Malaysia.
Aksi wheelie pembakap new zealand di sesi pemanasan
Sementara pembalap Indonesia seperti Pedro Wuner, Andre Sondakh, Diva Ismayana dan Arjun Wicaksana tercecer di barisan belakang. Bahkan Arjun sempat di-over lap oleh pembalap Malaysia.
Tiga rider asal negeri Jiran, Mohammad Al-Amirul, Muhammad Habibullah, dan Khairi Zakaria, sukses menguasai tiga besar klasemen sementara Supermoto Asian Class, usai tampil meyakinkan dalam final race yang berlangsung hari Minggu.

Dalam gelaran Asia Supermoto, para rider asal Malaysia memang selalu tampil memukau. Hal ini tak lepas dari seringnya digelar kejuaraan supermoto di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir ini. Sementara IDB melihat motor supermoto di Indonesia masih sebatas untuk life style saja, bukan untuk kompetisi.
Klasemen FIM Asia Supermoto Championship Seri 2 Malang untuk kategori Asian Class:
  1. Mohammad Al Amirul/Malaysia : 47 poin
  2. Muhammad Habibullah/Malaysia : 47 poin
  3. Khairi Zakaria/Malaysia : 40 poin
  4. Pedro Wuner/Indonesia : 33 poin
  5. Diva Ismayana/Indonesia : 32 poin
  6. Eric Chia/Singapura : 30 poin
  7. Nattapat Suksawatthana/Thailand : 28 poin
  8. Takashi Sasaki/Jepang : 25 poin
  9. Fahmi Ahmad Fauzi/ Indonesia : 24 poin
  10. Andre Sondakh/Indonesia : 22 poin
  11. Arjun Wicaksana/Indonesia : 21 poin
  12. Tsang Wai Kei/Hongkong : 14 poin
  13. Hasroy Osman/Singapura : 12 poin
  14. Tommy Salim/ Indonesia : 9 poin
  15. Park Jongho/Korea Selatan : 8 poin
  16. Lin Chin Pei/Taiwan : 7 poin
 
Setelah kabupaten Malang, FIM Asia Supermoto Championship 2016 akan berlanjut ke seri ketiga di Pampanga, Filipina, 12-13 November 2016 mendatang. Sedangkan seri terakhir dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 17-18 Desember 2016. (IDB)

Minggu, 09 Oktober 2016

Jalur Off Road Tidak Jadi Dilintasi di Kejuaraan FIM Asia Supermoto Malang

Kejuaraan supermoto tingkat Asia seri ke-2 yang digelar di Stadiun Kanjuruhan Malang pada hari Minggu (9/10/2016) terasa kurang lengkap karena sirkuit off road yang sudah disiapkan terpaksa tidak dipakai. Pasalnya hujan yang mengguyur Malang bebeapa hari ini membuat lintasan menjadi licin untuk ban supermoto. Terlihat dalam uji coba banyak pembalap yang tumbang karena licinnya jalur.

Lomba supermoto itu biasanya menggabungkan track 70% aspal dan 30 % tanah alias off road. Panitia FIM Asia Supermoto seri 2 sebetulnya sudah menyiapkan sirkuit offroad-nya dengan apik, sayang cuaca yang kurang bersahabat membuat tidak ada sesi offroad.

Seandainya sesi offroad itu tetap ada, sepertinya balapan akan berjalan lebih menarik. IDB melihat ada banyak pembalap motocross tanah air yang berlaga di kejuaraan supermoto ini, seperti Andre Sondakh, Arjun Wicaksana dan Farudila Adam. Tentunya pembalap motocros ini akan lebih mumpuni ketika melibas jalur offroad. (IDB)


Sesi uji coba jalur offroad banyak yang tumbang
Jalur jadi licin karena diguyur hujan


Rabu, 05 Oktober 2016

Motor Listrik Ini Siap Berlaga di Kejuaraan Motocross Profesional

Sejak lama beberapa pabrikan merancang motor listrik tipe trail, tetapi belum ada yang benar-benar menggunakan motor listrik untuk berlaga dalam kejuaraan motocros profesional. Pembalap Josh Hill akan menjdi rider pertama yang menjajal motor listrik Alta Motors Redshift MX dalam kejuaraan motocros bertajuk Red Bull Straight Rhythm pada tanggal 22 Oktober 2016 di California, USA.

Wow ini terobosan baru, motor listrik berlaga dalam kejuaraan motocros. Bagaimana ya performanya? Apakah mampu menandingi motor konvensional yang masih minum bahan bakar minyak? Ataukah ini menjadi motor masa depan yang akan berlaga di kejuaraan motocros di masa mendatang?

Semuanya akan terjawab pada waktunya. Sebelum kita berteka-teki seperti apa performa motornya, kita lihat dulu tampangnya di bawah ini.



Senin, 03 Oktober 2016

Ini Dia Tampang Sangar Yamaha WR450F Rally

Yamaha yang biasanya tampil dengan warna biru putih kini tampil lebih sangar untuk motor tipe rally yang berbasis WR450F. Kini WR450F rally tampil dengan warna hitam dan abu-abu, wow kelihatan gahar banget.

WR450F hitam ini akan berlaga di rally terganas di dunia yaitu Dakar dan juga Marroco. Meski dari sektor mesin relatif sama spek-nya dengan motor sebelumnya tetapi warna hitam ini menjadi semangat baru dari Yamaha untuk berlaga di ajang rally yang selama ini banyak didominasi motor KTM.

Tetapi ambisi Yamaha untuk ‘menghajar’ KTM di kejuaraan rallly dunia juga tidaklah mudah, karena Honda juga sangat berambisi mematahkan dominasi KTM. Honda dengan CRF450X rally juga menyiapkan motornya dengan serius. Terbukti di Rally China baru-baru ini Honda dengan joki Joan Barreda menjadi sang jawara rally di gurun Gobi itu.

Ini dia tampang Yamaha WR450F rally yang siap berlaga di kejuaraan rally dunia;


Kamis, 29 September 2016

Suspensi Motor Trail Build Up Kog Keras Ya?

Seorang teman yang baru menebus motor enduro KTM 250 XCF mengeluh karena suspensi motornya kog terasa keras pada waktu dipakai offroad. Dia yang sebelumnya pakai Kawasaki KLX 150 bilang, “aduh saya pakai KTM ini badan terasa capek sekali karena sok terasa keras, tapi kalau soal tenaga memang mantap, buka gas dikit udah ngacir”.

Teman yang lain yang baru beli Yamaha YZ250FX juga mengeluhkan kalau suspensinya terasa keras, beda dengan motor dia sebelumnya yaitu KLX 250. “Saya sampai bingung dan merasa bodoh mengendalikan motor YZ ini karena suspensinya keras sekali”, keluhnya sambil wajah penuh keringat ketika offroad dengan YZ250FX.

IDB juga beberapa kali terima email dari pembaca yang curhat soal suspensi motor trail build up yang keras. Katanya bikin cepat capek kalau dipakai melibas jalur offroad.

Apakah  berarti motor trail build up itu jelek kualitas suspensinya? Kog lebih enak motor lokal seperti KLX 150 atau Suzuki TS 125?

Jangan buru-buru mengambil kesimpulan bro, nanti bisa-bisa insnyur dari Jepang yang buat YZ dan insinyur bule dari Austria yang bikin KTM akan ngambek karena dituding tidak becus bikin trail yang nyaman hehehe.

Kenapa Suspensinya Keras?

Semua motor enduro atau motocros (di Indonesia sering disebut SE – special engine) yang build up itu suspensinya akan terasa lebih keras dibandingkan dengan motor trail lokal seperti TS 125 atau KLX 150. Motor seperti misalnya KTM 250 EXC atau Yamaha YZ250FX itu dirancang dari pabrikannya untuk kompetisi enduro. Untuk rider yang bukan pemula.

Suspensi yang lebih keras akan membuat motor lebh stabil ketika dibuat belok dengan kecepatan tinggi, aman untuk jumping dan nyaman untuk speed offroad.

Jika suspensinya lembut itu motor akan tidak stabil untuk kecepatan tinggi. Atau jika untuk jumping alias loncat melibas gundukan tinggi itu suspensi akan “jeduk” atau mentok. Ini akan bahaya, karena motor bisa oleng, bahkan terjungkal.

Tapi kenapa suspensi trail seperti KLX 150 itu kog empuk? Karena ini adalah motor untuk kelas pemula, untuk yang baru main motor trail. Di USA atau Eropa, KLX 150 ini adalah motor untuk anak-anak yang ingin belajar motor trail. KLX 150 itu juga bukan motor kompetisi enduro, jadi suspensi dibuat lebih empuk.

KTM 250 EXC tahun 1999, motor enduro pertama milik IDB
Gejala “stress” memakai motor enduro yang suspensi keras itu juga dialami kog oleh IDB ketika IDB meminang KTM 250 EXC tahun 1999 dan Kawasaki KX25OF pada tahun 2005. Suspensinya terasa keras sekali jika dibandingkan dengan TS 125, tunggangan IDB sebelumnya. Kemudian tahun 2008 IDB beli motor enduo KTM 200 XC, dan hasilnya sama bro, suspensinya juga keras. Tidak seempuk TS 125.

Setelah proses adaptasi cukup lama dan belajar riding postion yang benar, ternyata suspensi motor enduro atau SE itu justru lebih nyaman ketika dipakai dengan speed offroad. Semakin kencang anda betot gasnya, akan semakin nyaman suspensi itu. Tentunya tidak asal betot gas, harus dipupuk dulu kemampuan ridingnya dengan benar. Kalau skill belum mumpuni, malah bisa-bisa celaka, terjungkal mencium tanah.

Jadi motor enduro atau SE itu memang suspensinya dirancang lebih keras dibandingkan dengan motor trail pemula seperti KLX 150. Solsusinya ada tiga, yaitu seting ulang suspensi sesuai dengan berat tubuh dan yang kedua belajar tehnik riding offroad yang benar. Ketiga, terus perbanyak jam terbang di jalur offroad.

Sssttttt, ada solusi keempat kata admin IDB yang lain, “jika sudah berulang kali mencoba motor build up dan masih juga belum bisa mengendalikan motornya, lebih baik djual saja, berarti belum siap naik kelas bro hehehe”.  (IDB)

Senin, 26 September 2016

Variasi MX, Toko Online Aksesoris Motor Trail Terpercaya dengan Harga Bersahabat

Untuk bro and sist yang sedang bingung mencari aksesoris motor trail termasuk perlengkapan untuk pengendaranya, tidak perlu galau lagi. Langsung saja belanja di Variasi MX, toko online terpercaya yang juga berulang kali admin IDB telah belanja di tempat ini.

Variasi MX yang berdiri pada tahun 2005 itu mengembangkan secara serius bisnisnya secara online pada tahun 2007. Berbekal dengan tagline Variasi MX , Online Motoshop No. 1 di Indonesia, toko ini berusaha memenuhi kebutuhan para offroader, kroser, pembalap, hobby, enduro, dan adventure roda 2 yang semakin banyak peminatnya di tanah air.

Variasi MX adalah toko online motocross pertama dan terbesar di Indonesia yang mempunyai kategori produk paling lengkap dari mulai pakaian dan perlengkapan motocross, sepatu berbagai merk, cover body (plastic body kits), lampu enduro, handguard, dan lain-lain.

Asyiknya lagi Variasi MX sering diskon besar-besaran. Contohnya, sepatu Alipiinestar Tech 8 RS yang harga aslinya Rp 5, 8 juta, disunat menjadi hanya Rp 3,4 jutaan. Lampu enduro merek UFO tipe Montana, dari harga Rp 850.000,dipotong menjadi Rp 400.000. Murah khan?

Variasi MX bisa dihubungi di 022-6631410, Hp 0812 2436 9199, website: http://www.variasimx.com/. Selamat berbelanja! (IDB).

Kamis, 22 September 2016

Review Sepatu Oneal Rider, Harga Terjangkau Tapi...

Sepatu adalah salah satu perlengkapan riding yang wajib dipakai oleh offroader motor trail. Tanpa sepatu yang mumpuni, bisa berakibat fatal jika jatuh atau terkena batu atau akar pohon ketika melibas jalur offroad. Bahkan bisa mengakibatkan kaki cacat loh. Makanya kalau offroad wajib pakai sepatu ya bro and sis.

Saat ini ada beragam sepatu untuk offroad yang dijual di Indonesia, baik lokal maupun impor. Salah satu merek sepatu yang lagi digandrungi oleh penyemplak motor trail di tanah air adalah merek Oneal. Harganya yang relatif terjangkau, menjadikan Oneal sebagai pilihan pertama untuk rider yang ingin memiliki sepatu impor.

IDB telah mencoba Sepatu Oneal tipe Rider untuk dipakai di jalur offroad. Harganya relatif terjangkau, yaitu Rp 1,5 juta. Sebelumnya IDB belum pernah memakai merk Oneal, namun karena ada beberapa permintaan agar IDB mencoba sepatu ini, akhirnya kami membeli juga Oneal tipe Rider.

Soal tampang, Oneal Rider boleh dibanggakan. Cukup keren lah. IDB mencoba memasukan kaki ke dalam sepatu, juga cukup nyaman.

Tapi ketika dicoba untuk dipakai jalan, terasa di bagian mata kaki sakit. Ketika dibuat jongkok, kaki juga terasa sakit. Bagian plastik (guard) di sisi luar sepatu itu menekan mata kaki, sehingga mengganggu ketika dipakai untuk jalan.

Ketika dicoba untuk riding alias naik motor trail dengan Oneal Rider, sepatu lumayan enak untuk oper gigi perseneleng dan juga mengerem. Sepatu cukup nyaman untuk riding.
Hanya saja jika untuk jalan, sepatu ini tidak nyaman. Mungkin ada yang nyeletuk, “loh khan sepatu cros memang tidak untuk jalan-jalan?”

Betul memang tidak untuk jalan-jalan bro, tetapi kalau kita offroad khan tidak mungkin terus menerus berada di atas motor. Pasti akan sering turun dari motor untuk istirahat atau mungkin menikmati pemandangan alam. Apalagi jika melewati jalur licin, bisa jadi kita akan sering turun dari motor untuk membantu kawan yang sedang kesulitan melewati jalur licin itu.

Kalau misalnya IDB punya anggaran di bawah Rp 2 juta dan diberi pilihan untuk meminang sepatu offroad, sepertinya Oneal Rider bukan menjadi pilihan IDB. Alternatifnya IDB akan lebih memilih Thor tipe Blitz atau Oneal tipe Element. (IDB).