Minggu, 31 Mei 2015

Adi Setiawan Jawara IEC Coban Talun Kelas E1

Pembalap enduro dari tim Pro Speed Gudang Garam merajai kejuaraan Indonesia Enduro Championship (IEC) 2015 seri pertama di Coban Talun, Batu yang diadakan tanggal 30-31 Mei 2015. Posisi pertama dan kedua untuk kelas motor build up pro E1 disabet pembalap Gudang Garam yaitu Adi Setiawan (Adis) di posisi teratas dan Savona Oky di posisi kedua.

Sejak start, Adis yang memakai motor KTM melesat meninggalkan lawan-lawannya. Jarak dengan posisi dua semakin menjauh ketika berjalan 1 lap dari 3 lap yang dipertandingkan. Tepat pukul 17.10 wib Adis memasukin gerbang finish yang disambut gegap gempita oleh tim Pro Speed Gudang Garam.

Berikut daftar juara E1 berdasarkan pemantauan IDB sampai pukul 17.15 wib. Hasil resminya masih menunggu dari panitia IEC.

1. Adi Setiawan (Adis), tim Pro Speed Gudang Garam
2. Savona Oky, tim Pro Speed Gudang Garam
3. Agi Agasi, tim Husqvarna
4. Sigit Bayu, Sherco

Tunggu daftar lengkap para juara IEC seri pertama Coban Talun yang akan dipublikasikan segera oleh IDB.

Jumat, 29 Mei 2015

Bocoran Jalur IEC Coban Talun Batu

Indonesia Enduro Championship (IEC) 2015 yang seri pembuka akan diadakan di Coban Talun, Batu sepertinya akan lebih seru dan menegangkan. Hajatan yang diadakan oleh Merah Putih Project ini menyuguhkan jalur yang akan menguras kemampuan dan tenaga rider untuk menaklukannya. Ini juga akan jadi suguhan menarik bagi penonton yang haus akan olahraga motor trail yang menarik untuk ditonton.

IDB melakukan penelusuran jalur IEC Coban Talun pada hari Jumat (29/5). Dari penelusuran ini IDB sudah mencium aroma 'hard enduro' yang menegangkan. Seperti apa jalurnya? Ini bocoran beberapa titik jalur yang akan ditempuh di IEC Coban Talun;

Senin, 25 Mei 2015

Offroad Seputar Petungsewu Adventure


Minggu (24/5/2015) IDB mengikuti tim CHEELA offroad di seputar Petungsewu Adventure (www.petungsewuadventure.com), Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Peserta yang ikut hanya 6 orang yang membawa motor KTM 300 XCW, Husaberg TE 300, Honda CRF 150F dan Kawasaki KLX 150.

Justru karena hanya 6 orang itulah, offorad bisa asyik dan betot gas lumayan dalam, meskipun di jalur single track. Selama 6 jam offroad, jalur didominasi single track yang menguras energi. Maklum ada jalur sepanjang satu kilo meter yang memaksa riders untuk menunduk dan bahkan merayap karena melewati ‘goa’ yang terbentuk dari rerimbunan pohon pahitan.

Offroad diakhiri dengan makan siang dan istirahat di Petungsewu Adventure. Tempatnya asyik dan cocok untuk para offroader, karena jalur offroad hanya 5 menit dari Petungsewu Adventure. Berikut ini beberapa foto offroad IDB bersama tim CHEELA:

Minggu, 17 Mei 2015

Standar Samping yang Praktis untuk Motor Tipe Motocros yang Dipakai Enduro


Tidak sedikit penggemar offroad motor trail yang memakai motor tipe cross (di Indonesia sering disebut motor SE, Special Engine). Motornya yang lebih ringan dibandingkan tipe enduro dan tenaga yang galak, membuat motor tipe cross memikat banyak offroader untuk memamakainya di jalur offroad. Rider yang gaya ridingnya agresif dan punya fisik yang prima pasti akan senang memakai motor tipe cross untuk offroad atau enduro.

IDB juga punya pengalaman dalam menunggangi motor tipe cross untuk enduro, bahkan IDB mencoba memodif Kawasaki KX250F yang dikonversi menjadi motor enduro yang kami namai KX250FX. Selain KX250FX, IDB juga sudah mencicipi nikmatnya naik Honda CRF250R, KTM 250 SXF, KTM 250 SX, Kawasaki KX 100 dan KTM 85 SX untuk dipakai offroad.

Semua motor yang disebut di atas itu sangat mumpuni dipakai di medan offroad, dengan catatan sang joki punya fisik prima dan gaya riding yang agesif. Selain factor fisik, soal suspensi dan gearing juga harus disesuaikan dulu, agar motor yang biasa dibetot untuk kompetisi itu lebih nyaman dihajar di jalur offroad.

Salah satu kendala memakai motor tipe cros untuk offroad adalah semua motor tipe cros itu tidak dilengkapi dengan standar samping. Jadi kalau mau berhenti harus cari sandaran pohon dulu. Nah yang bikin puyeng, kalau di jalur itu tidak ditemukan pohon, padahal rider-nya harus berhenti karena sudah ngos-ngosan nafasnya.

Salah satu solusinya adalah membawa standar paddock yang dimasukan dalam tas punggung. Masalahnya kalau membawa standar paddock dari pabriknya itu terbuat dari besi dan akan memakan tempat. Tidak praktis bro.

Untungnya Polisport mengeluarkan produk standar samping model Tripod yang terbuat dari plastik. Standar samping ini bisa dilipat dan beratnya hanya 850 gram. Kalau dilipat, sangat mudah untuk dimasukan dalam tas punggung, tanpa memakan tempat yang banyak.

IDB telah mencoba standar samping Tripod Polispot tersebut untuk menemani offroad bersama KTM 250 SX dan Kawasaki KX250FX. Hasilnya, standar samping Polisport ini sangat fungsional sekali. Bahannya kuat, namun ringan. Ketika standar dipasang di motor, motor akan berdiri dengan stabil.

IDB merekomendasikan pemakaian standar samping Tripod Polisport yang dijual seharga Rp 450 ribu ini. Hanya saja standar samping Polisport itu cocok untuk motor tipe cross yang 250 cc ke atas, kalau untuk KTM 85 SX atau Kawasaki KX 85 itu standar sampingnya terlalu panjang. (IDB)

Jumat, 15 Mei 2015

Ban Trail Murah Tapi Tidak Murahan


Motor trail build up seperti KTM, Husqvarna, atau Husaberg biasanya identik dengan parts yang mahal, termasuk urusan ban. Kalau tidak pakai ban mahal yang harganya diatas Rp 1 juta itu katanya kurang sip. Benarkah demikian?

Ban yang mahal memang enak, namun tidak enak di harga. Adakah ban murah, namun dengan kualitas mumpuni? Selama berbulan-bulan IDB melakukan uji coba pemakaian ban IRC tipe iX-05H (ban depan) dan iX-09W (ban belakang). Ban IRC yang dijual seharga tidak lebih dari Rp 500 ribu ini IDB coba di motor KTM 300 XC, Kawasaki KX250F, Husaberg TE 300, Kawasaki KLX 250 dan Kawasaki KLX 150S.

Awal IDB memakai ban IRC ini, beberapa teman sempat bilang, “masak motor mahal dipasangi ban murah?”.  Pemikiran seperti itu wajar, karena ada peribahasa ada harga ada rupa. Tetapi ternyata untuk ban IRX seri iX, peribahasa itu tidak berlaku bro.

Setelah berbulan-bulan IDB mencobanya di berbagai jalur offroad, mulai dari tanah keras, lum;pur, tanah licin dan pasir, terbukti ban IRC iX itu sangat mumpuni untuk diandalkan sebagai teman ber-offroad-ria. Ban mempunyai daya cengkeram yang baik. Ini juga sudah dibuktikan di beberapa tim Motocross nasional yang memakai ban IRC sejak tahun 2010.

Ukuran ban IRC seri iX tersedia untuk ring 16, 17 depan, 18, 19 depan dan 21. Hanya saja untuk ukuran 18 itu hanya tersedia ukuran 100/100. Untuk ukuran yang lebih lebar, misalnya 100/110 itu IRC belum menyediakannya.

Kalau anda tidak mengejar gengsi, tapi mencari fungsi, ban IRC seri iX bisa diandalkan untuk motor trail anda, termasuk trail buil up. IDB sudah membuktikannya, silahkan anda coba. (IDB).

Senin, 04 Mei 2015

Indonesia Enduro Championship (IEC) 2015 Siap Digelar di Coban Talun Batu

Kejuaraan enduro Indonesia yang dikenal dengan nama Indonesia Enduro Championship (IEC) siap kembali digelar di tahun 2015. Seri pertama akan diadakan di Coban Talun, Batu pada tanggal 30-31 Mei 2015. Untuk IEC 2015 ini IDB menjadi official media partner. Informasi lebih lanjut tentang IEC 2015, silahkan hubungi 082233645000.


Untuk kelas yang dilombakan berikut hadiahnya silahkan lihat info di bawah ini:

Seri 1
PELAKSANAAN
Hari : Sabtu dan Minggu
Tanggal : 30 – 31 Mei  2015
Waktu : 08.00 s/d SelesaiLokasi : Wanawisata Coban Talun, Batu, Jatim


TECHNICAL MEETING
Tanggal : 29 Mei 2015
Waktu : 19.00 wib - selesai
Tempat : Pendopo Kota Wisata Batu


WALKING SESION
Hari Jumat 29 Mei 15


Kelas yang dilombakan dalam IEC:

Built Up (Pendaftaran @Rp 400rb)
E1- Open
E2- Hobby 15th +
E3- Hobby/Eks Pro 35th +

Lokal (Pendaftaran @Rp 300rb)
EL1- Open
EL2- Hobby

Campuran/Modif (Pendaftaran @Rp 200rb)
CL1- FFA Open
CL2- FFA Hobby
CL3- Bebek Open


HADIAH (Uang+Trofi):
Build UpE1 sbb:
Juara I : 5jt
Juara II : 2.5jt
Juara III : 1.25jt
Juara IV : 750rb
Juara V : 500rb

E2+E3:
Juara I : 3jt
Juara II : 1.5jt
Juara III : 1jt
Juara IV : 600rb
Juara V : 400rb

Lokal
EL1:
Juara I : 2jt
Juara II : 1jt
Juara III : 750rb
Juara IV : 500rb
Juara V : 300

EL2:
Juara I : 1.5jt
Juara II : 750rb
Juara III : 600rb
Juara IV : 400rb
Juara V : 300

Campuran/Modif 
CL1:
Juara I : 2jt
Juara II : 1jt
Juara III : 750rb
Juara IV : 500rb
Juara V : 200

CL2:
Juara I : 1.5jt
Juara II : 750jt
Juara III : 600rb
Juara IV : 300rb
Juara V : 200

CL3:
Juara I : 1.5jt
Juara II : 750jt
Juara III : 500rb
Juara IV : 300rb
Juara V : 200