Senin, 27 April 2015

Uji Coba Viar Cross-X 250 di Jalur Offroad (bagian kedua)


Secara penampilan. Motor Viar Cross X 250 memang terlihat gagah, mirip Honda CRF 250X. Penampilannya yang garang itu membuat penasaran IDB untuk mencobanya di jalur offroad. Dalam uji coba ini, ada empat hal utama yang menjadi perhatian yaitu suspensi, mesin, handling dan sektor pengereman. Bagiamana hasil uji cobanya? Simak terus artikel ini.

Mesin, Galak di Putaran Bawah

Mesin yang ada di Viar cross X 250 mirip sekali dengan mesin yang ada di Honda CRF 250X. Mesin SOHC dengan empat kep itu sudah dilengkapi dengan pendingin radiator (pakai air). Ketika IDB mencoba wheelie alias mengangkat ban depan motor sambil gas motor digeber, motor mudah untuk wheelie bro. Ini menunjukan motor mempunyai torsi yang mantap.
Torsi yang besar akan berguna untuk melibas jalur offroad. Apalagi jalur yang penuh tikungan, single track dan tanjakan.

Ketika gas motor dibetot lebih dalam lagi untuk jalur speed offroad, motor masih enak dipakai. Getaran mesin sangat minim, beda dengan kebanyakan motor mocin yang sudah pernah dicoba oleh IDB. Sebelumnya, IDB sudah pernah mencoba hapir semua motor trail non Jepang dan Eropa, misalnya Jialing, Monstrac, GasGaz, Hyosung, Loncin dan Happy. Kebanyakan motor itu punya kendala di mesin yang getar, bikin tangan rider kesemutan hehehe, tapi Viar Cross X ini minim getaran mesinnya.

Mesin yang menancap di Viar Cross X 250 mumpuni melibas berbagai jalur offroad ketika IDB melakukan uji coba. Dalam uji coba ini IDB menggeber habis motor dengan aksi speed offroad, jumping, single track dan double track.

Suspensi, Bisa Disetel

Suspensi menjadi komponen yang sangat vital ketika offroad. Suspensi yang tidak mumpuni akan membuat rider jadi cepat capek dan juga tidak pede dalam melibas rintangan. Suspensi depan (fork) viar Cross X 250 sudah mengusung tipe up side down namun tidak jelas memakai merk apa. Sepertinya itu produksi dari Viar sendiri.

Untuk suspensi belakang sdah monoshock yang bisa disetel daya pantulnya. Secara penampilan fork USD yang menancap di Viar ini terlihat keren. Persis motor SE keluaran Jepang.

Dalam uji coba IDB, suspensi depan dan belakang Viar Cross X 250 cukup mumpuni untuk melibas jalur offroad. Diajak jumping setinggi 1 hingga 2 meter, suspensi mampu meredamnya degan baik. Begitu juga pada waktu melintas di jalanan berbatu, suspensi bekerja dengan optimal.

Tiga orang tim IDB yang melakukan uji coba itu mempunyai rentang bobot tubuh antara 55 kg hingga 80 kg. Untuk rider yang berat tubuhnya 80 kg ke atas itu suspensi yang ada di Viar Cross X 250, terutama di bagian belakang terasa terlalu lembek. Motor mengayun terlalu lembut sehingga mengganggu dalam hal handling.

Namun untuk rider yang beratnya 55 kg hingga 70 kg, Viar Cross X 250 terasa nyaman. Sepertinya dari pabrikan itu suspensi motor disetting untuk berat rider dibawah 70 kg.

Handling Motor

Rangka Viar Cross X 250 mengusung model delta box, mirip kayak Honda CRF 250. Bedanya di Viar masih pakai besi, sementara di Honda sudah pakai almunium yang berkualitas. Model rangka sangat berpengaruh dalam handling di jalur offroad.

Handling Viar Cross X 250 cukup enak di jalur offroad. Untuk menikung, rebah dan speed offroad, motor mumpuni melibasnya. Berat motor juga terasa ringan jika dibandingkan dengan Kawasaki KLX 250.

Namun IDB menilai seandainya rangka Viar itu terbuat dari almunium, pasti handling-nya akan lebih enak dan stabil, terutama di tikungan. Dengan rangka besi, ada terasa handling Viar ini agak berat kedepan.

Masukan IDB agar rangka delta box diganti almunium sepertinya akan direspon positif oleh Viar. Kabarnya Viar ada rencana memberikan opsi jika konsumen ingin rangka almunium tinggal menambah biaya sekitar Rp 7 jutaan.

Jika rangka terbuat dari almunium, pasti bobot motor akan jauh ringan juga. Ini akan berefek dengan semakin lincahnya motor meliuk-liuk melibas rintangan di medan offroad.

Sektor Pengereman

Motor dengan mesin mumpuni dan suspensi nyaman, tapi kalau sektor pengeremannya kurang pakem itu tentunya akan jadi bahaya. Bisa-bisa rider mudah nyungsep mencium tanah atau menabrak pohon di hutan. Apalagi untuk rider yang doyan membetot gas, harus pakem tuh remnya.

Perangkat rem depan dan belakang di viar Cross X 250 sudah pakai disc brake. Ketika IDB mencobanya di jalur aspal dan offroad, kedua rem tersebut bekerja deegan cukup baik. Rem mampu menghentikan laju motor, tanpa ada gejala oleng.

Kesimpulan

Setelah melakukan uji coba Viar Cross X 250 di jalur offroad, motor yang dijual seharga Rp 32 jutaan ini terbukti memupuni untuk dipakai offroad. Untuk pemula, motor ini akan sangat menyenangkan.

Orang yang ingin punya motor tampang gagah ala SE, namun dengan harga terjangkau, Viar Cross X 250 bisa jadi pilihan. Jika dibandingkan dengan Kawasaki KLX 150L yang dijual seharga sekitar Rp 28 jutaan, namun kemudian harus upgrade dengan beli fork USD agar lebih garang tampilannya, tetunya motor Viar bisa menjadi alternatifnya.

Bagaimana dengan soal daya tahan motor? Tentunya IDB tidak bisa menjawabnya, karena IDB hanya mencobanya sehari di jalur offroad. Ketahanan motor hanya bisa dibuktikan dengan waktu dan pemakaian yang terus menerus. Namun sepertinya produsen Viar serius menggarap pangsa motor trail ini, jadi tentunya mereka tidak mau main-main soal kualitas.

Bagaimana kalau Viar Cross X 250 dibandingkan dengan Kawasaki KLX 250 atau GasGaz 250? Tunggu ulasan IDB di artikel berikutnya. (IDB)

Artikel terkaithttp://www.indonesiandirtbike.com/2015/04/uji-coba-viar-cross-x-250-di-jalur.html

Minggu, 26 April 2015

Meriah Pembukaan Dealer Motor Husqvarna Malang


Motor husqvarna semakin menancapkan kukunya di dunia motor trail tanah air dengan secara resmi dibukanya dealer Husqvarna di Malang pada tanggal 25 April 2015. Pembukaan dealer di Malang yang dirancang dengan mewah itu juga dihadiri pembalap enduro ekstrim kelas dunia Graham Jarvis.

Dealer motor Husqvarna bukan hanya menjual unit motor, namun juga spare parts dan pelayanan servis. Bos Husqvarna Indonesia, Duncan McRae kepada IDB mengatakan, “pembukaan dealer Malang ini sangat luar biasa, karena saya tidak menyangka akan dirancang dengan istimewa. Dealer Malang ini bahkan jauh lebih besar dibandingkan yang ada di Bali”.

Pembukaaan dealer motor Husqvarna Malang ini dihadiri oleh tokoh otomotif Jawa Timur, komunitas motor, penggemar dan owner motor husky dan juga pembalap motocross Husqvarna. Aksi Graham Jarvis dalam menaklukan rintangan batu, ban dan kayu dengan Husqvarna TE 300 semakin membuat meriah acara grand opening itu.

“Saya berharap kehadiran dealer Husqvarna di Malang ini akan semakin memperkuat jaringan Husqvarna di Jawa timur dan memberikan pelayanan yang terbaik ke konsumen”, kata Daniel Tangka, pemilik dealer Husqvarna Malang.

Husqvarna Malang
Jalan Mayjen Sungkono 7 Buring Malang
Hp 0811303182, 082177229977

Kamis, 23 April 2015

Uji Coba Viar Cross-X 250 di Jalur Offroad (bagian pertama)

Ketika Viar meluncurkan motor trail Cross-X 250 cc, IDB kebanjiran permintaan untuk melakukan test ride. Permintaan itu dikirim melalui Fb dan email. Untungnya pabrikan Viar yang ada di Semarang tanggap akan animo penggemar motor trail itu, mereka dengan senang hati memberi kesempatan IDB untuk melakukan uji coba motornya.

Bahkan tiga unit motor dikirim langsung dari Semarang ke Malang yang jadi base camp IDB. Itikad baik dari Viar yang mengirimkan motornya ke IDB untuk diuji coba ini menunjukan adanya customer care alias kepedulian terhadap pelanggan. Ini menjadi salah satu nilai plus, ditengah trauma masa lalu dimana produsen motor Cina tidak bertanggung jawab terhadap ketersediaan spare parts. Sepertinya Viar ingin membuktikan bahwa mereka adlah produsen yang bertanggung jawab.

Awalnya IDB akan melakukan uji coba dua tipe, yaitu 250 cc dan yang 200 cc, namun ketika mau uji coba ternyata yang 200 cc itu ada masalah di sektor pengereman. Kemudian IDB memutuskan untuk mengurungkan niatnya melakukan uji coba yang 200 cc, karena pertimbangan faktor keamanan.

Tim IDB yang melakukan uji coba ada 3 orang dan seorang mekanik. Ketiga orang tersebut adalah RK, DW dan YD, yang semuanya sudah kawakan bermain motor trail. Mereka semuanya adalah penggila motor trail. Berbagai jenis motor trail baik lokal maupun build up sudah pernah dicicipi.

Tercatat mereka pernah menunggangi Suzuki TS 125, KLX 150, KLX 250, Honda Cr 125, Honda CRF 250X, Honda CRF 250R, Yamaha WR250F, Kawasaki KX250F, KTM 250 EXCF, KTM 350 EXCF, KTM 450 EXCF, KTM 200 XC, KTM 250 EXC, Husaberg TE 300, Husqvarna TE 250, Husqvarna FE 450 dan banyak lagi. Jadi soal motor trail, rider IDB tidak diragukan lagi soal kepekaan “rasa” dan pengalaman dalam mencicipi motor trail.

Karena IDB itu media online khusus motor trail, yang melakukan uji coba juga orang yang memang hoby main motor trail, tentunya ulasan yang akan kami sajikan itu juga murni dari sudut penghoby motor trail. Tidak ada pesan sponsor ataupun ‘bisnis” dibalik uji coba ini. Bukan IDB namanya bro kalau tidak independen hehehe.

Uji oba kami lakukan di daerah Poncokusumo, Kabupaten Malang, dengan jalur berupa double track, single track, gundukan tanah yang lumayan banyak dan sedikit aspal.

Ada empat hal yang menjadi perhatian utama IDB dalam uji coba ini yaitu suspensi, mesin, handling dan sektor pengereman. Agar uji cobanya obyektif, setiap rider akan mengisi formulir hasil uji coba yang disisi secara independen. Kemudian hasil isian tersebut dikompilasi dan dianalisa. Ini yang membuat hasil uji cobanya agak lama bisa kami posting di website IDB. Apalagi jurnalis di IDB itu khan semuanya bekerja secara sukarela alias tidak dibayar, jadi dikerjakan di sela-sela kesibukan maing-masing.

Penampakan Pertama

Pertama kali melihat Viar Cross-X 250, tampangnya mirip sekali dengan Honda CRF 250X. Suspensi depan sudah mengusung tipe USD dan bagian belakang monosock yang bisa disetel daya pantulnya.

Rangka menggunakan delta box, persis kayak milik motor enduro keluaran Honda. Bedanya kalau di Honda CRF itu delta boxnya pakai almunium spesial, tapi di Viar Cross-X 250 ini masih pakai besi.

Sektor pengereman sudah mengusung disc brake depan belakang. Ketika IDB melihat detil mesinnya, wow ini mirip sekali dengan mesin yang menancap di CRF 250X! Jangan-jangan dalaman mesinnya bisa ditancapin punya CRF 250X.

Melihat tampang motor Viar Cross-X 250 ini terkesan garang dan tidak malu-maluin.
Motor dilengkapi dengan electric starter, jadi tinggal pencet langsung bunyi brum brum. Suaranya knalpotnya cukup halus dan ulem, mirip suaranya Honda CRF 250X atau Yamaha WR250F yang versi lama. IDB suka dengan suara model begini, tidak terlalu memekakan telinga.

Tidak zamannya lagi pakai suara knalpot yang meraung-raung, memekakan telinga, namun lari motornya lemot. Tren di dunia enduro dan motocross kini pabrikan knalpot ternama semacam FMF atau Pro Circuit itu berlomba bikin knalpot yang suaranya kalem, namun beringas dalam mendongkrak tenaga. Bukan menggelegar di suara, tapi loyo di tenaga.

Bagaimana hasil uji coba Via Cross-X 250 di jalur offroad? Tunggu di ulasan IDB berikutnya!

Selasa, 14 April 2015

Hard Enduro Coaching Clinic, untuk yang Mau Belajar Enduro dengan Benar

Dunia enduro di Indonesia semakin meriah dan maju. Kejuaran enduro juga sudah mulai dilakukan, meskipun masih dalam proses pematangan. Maklum, dibandingkan kejuaraan motocross, enduro itu masih terbilang mainan baru di tanah air.

Event-event offroad motor trail atau yang kebanyakan orang menyebutnya trail adventure (sebuah sebutan yang sebetulnya kurang tepat) juga semakin menjamur. Di Jawa Timur, itu hampir setiap dua minggu sekali ada event offroad motor trail. Jalur yang dilalui juga semakin bervariasi, mulai dari yang fun hingga yang lumayan ekstrim atau dikenal dengan hard enduro.

Nah untuk penggila hard enduro, perlu dong diasah skill-nya, sehingga tidak mudah gedubrak gedubruk ketika melewati rintangan hehehe. Bisa sih belajar sendiri, namun kalau ada ahlinya yang melatihnya itu akan jauh lebih baik, karena ada ilmunya. Tidak sekedar coba-coba, yang bisa berujung pada salah urat bro.

Yang mau belajar hard enduro, perlu mengikuti acara "Hard enduro coaching clinic" yang diadakan di Scientia Square Park, Jakarta pada hari Minggu 19 April 2015. Langsung saja datang ke lokasi, tapi sebelumnya siapkan uang Rp 400.000 untuk biayanya bro. IDB mendukung acara ini loh. Lebih detilnya, lihat posternya, selamat ber-hard enduro! (IDB).

Rabu, 01 April 2015

Bengkel Trail Build Up yang Murah, Tapi Berkualitas Garapannya

Bagi pemilik motor trail build up seperti merk KTM, Husaberg, Husqvarna dan lainnya sering kali pening ketika motornya rusak atau waktunya servis. Pening pertama karena tidak mudah cari bengkel yang bisa dipercaya dan punya kemampuan mumpuni untuk menservis motor itu. Jangan sampai motor kita hanya jadi uji coba mekanik, yang hasilnya malah bikin motor gak karuan.

Pening kedua, mungkin bengkel yang dipercaya itu ada dan mampu memperbaiki motor, namun harganya selangit bro. Kadang-kadang biaya servisnya tidak masuk diakal. Namun konsumen pasrah saja, karena tidak punya alternatif lain. Membayar namun dalam hati sambil menggerutu hehehe, "hemm mahal sekali biayanya..."

Ada yang bicara sinis, beli motor trail mahal, ya harus mampu dong bayar servis yang mahal. Ahhh itu khan kata produsen atau penjual motor bro. Kalau mau jujur, konsumen itu pasti maunya harga murah tapi kualitas tidak murahan. Betul begitu khan?

Nah untuk yang punya motor trail build up dan lagi mau servis motornya namun mencari harga yang bersahabat, coba saja ke bengkel Mr. Gendut yang ada di Malang, Jawa timur. Bengkelnya memang secara fisik itu di rumahan, tapi soal garapan, tidak meragukan bro. Boleh dicoba!

IDB dan sahabat IDB, termasuk tim CHEELA sudah berulang kali servis motor trail build up di Mr. Gendut. Hasilnya memuaskan, dan yang penting harganya sangat bersahabat, bahkan jauh lebih murah dibandingkan bengkel lain yang sejenis.

Gendut sudah biasa servis motor trail build up semacam KTM 350 EXCF, KTM 350 EXCF, Husqvarna 250, Husaberg TE 250, Kawasaki KX250F, Yamaha YZ 250F, dan lainya. Bengkel ini juga melayani servis motor trail lokal seperti KLX 150 atau TS 125.

Tidak perlu ragu-ragu lagi, langsung saja kontak Mr.Gendut di nomor 081252706052 atau 088803820336. Namun catatan IDB, jika servis di tempat ini harus bersabar, soalnya garapannya menumpuk, jadi harus antri gitu. (IDB)

Decal dan Sticker Motor trail yang Terpercaya di Kota Malang

Untuk sahabat yang ingin mempercantk tampang motor trailnya dengan decal atau stciker, coba saja di DHEECAL PROJECT (DP) yang ada depan SPBU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). DP sudah berpengalaman membuat decal atau sticker berbagai motor, mulai KLX 150 hingga motor build up seperti KTM, Husqvarna, Husaberg atau Kawasaki KXF.

IDB sudah berkali-kali mencoba jasa DP ini dan hasilnya memuaskan. Yang paling sip, harganya kompetitif bro. DP yang digawangi oleh Yudi dan istri ini orangnya juga ramah, jadi pelanggan gak perlu sampai sakit hati karena dicuekin kayak toko tetangga hehehe.

DP juga siap menerima order dari luar Jawa bro. Mereka sudah sering kirim karyanya ke pulau Borneo. Jadi tidak perlu diragukan lagi, khan IDB sudah merekomendasikannya.

Silahkan yang minat order, langsung hubungi Yudi di nomor Hp 081333317288 atau pin BB 24DC52a4.

Ingat bro, ini bukan iklan ya, ini berdasarkan pengalaman IDB dan juga tim CHEELA yang jadi mitra IDB. Catatan dari IDB, jika mau order decal/sticker ke DP jangan pesan yang berbahan dasar warna hitam, karena daya rekat lemnya kurang bagus, pilih saja yang warnanya putih, dijamin mantap dan lebih tahan lama! (IDB).