Rabu, 25 Februari 2015

KTM Akan Beli Gas Gas?

Ada rumor yang berhembus kalau KTM akan membeli Gas Gas asal Spanyol. Rumor ini berhembus dari Autoevolution.com. Cek saja beritanya di: http://www.autoevolution.com/news/ktm-rumored-to-buy-financially-challenged-gas-gas-92527.html

Kalau rumor alias gosip itu benar, maka KTM akan menjadi "payung" banyak motor enduro asal Eropa. Husaberg asal Swedia dan Husqvarna dari Italy sudah dirangkul oleh KTM, akankah Gas Gas akan masuk dalam payung KTM juga? Hemm kita tunggu saja perkembangannya. (IDB).

Jumat, 20 Februari 2015

Sekilas Uji Coba GazGas 250


Ketika IDB sedang berkunjung ke toko AHRS Malang yang juga jual berbagai jenis motor trail build up, IDB tertarik dengan sederatan motor yang mirip Honda CRF 250X. Tapi koq lampu dan fender depannya mirip Yamaha WRF? Ketika dilihat lebih dekat, oh ternyata ini motor Gazgas yang mengusung mesin 250cc.
Tampilan luar GazGas 250 ini terlihat keren. Suspensi depan sudah Upside Down, rem depan belakang tertancap model disc brake alias cakram dan memakai radiator. Sekilas memang mirip banget dengan motor enduro Honda, CRF 250X yang versi lama.

Rasa penasarani  IDB ternyata mendapat respon dari penjaga took. Mereka mempersilahkan IDB melakukan uji coba. Wah kesempatan ini, apalagi memang IDB sering dapat request dari pembaca untuk melakukan ujicoba motor trail buatan negeri China seperti Gazgas ini.

Penjaganya bilang performa motor ini tidak kalah dengan motor eduro keluaran Jepang atau Eropa. Yang bikin IDB terkaget-kaget, harga motor ini dibandrol Rp 66 juta! Wow mahal sekali ya, apalagi itu harga tanpa surat STNK loh.

Dengan harga Rp 66 juta, IDB semakin penasaran dengan performanya. Apakah dengan harga yang terbilang tinggi untuk motor Gazgas itu memang sebanding dengan performanya?

Tombol electric starter langsung IDB pencet. Motor langsung menyalak, grenggg! Suara knalpotnya enak bro, persis kayak motor enduro Jepang atau Eropa. Gas dibuka dengan enteng, dan begitu dibetot lebih dalam tanpa memasukan gigi perseneleng, terdengar gahar bunyinya. Blar, blarr, blarrr!

IDB langsung mencoba motor di tepi jalan raya yang kebetulan jalannya tanah bercampur pasir. Akselarsi motor terbilang smooth, tidak galak. Handling lumayan enak. Ketika ada gundukan batu kecil, IDB mencoba melibasnya. Suspensi bekerja dengan cukup baik.

Getaran mesin lumayan terasa, meskipun IDB tidak mencobanya terlalu jauh. Maklum hanya uji coba sekilas bro, di tempat yang jauh dari jalur offroad.

Kekurangan dari Gazgas 250 ini adalah sektor pengereman yang tidak terlalu pakem, jika dibandingkan misalnya dengan Honda CRF 250X atau apalagi dengan KTM. Ketika motor melaju agak kencang dan mencoba direm, motor tidak segera berhenti dengan sempurna.

Meski IDB hanya mencobanya sebentar, tapi IDB berkesimpulan bahwa dengan harga Rp 66 juta dengan performanya yang ada, menurut IDB harganya masih terlalu mahal. Bagi penggemar berat offroad motor trail, akan lebih memilih membeli motor second alias bekas keluaran Eropa atau Jepang jika dengan anggaran hampir Rp 70 juta itu.

IDB percaya motor Gazgas 250 dengan harga jual Rp 66 juta tanpa surat itu akan sulit diterima pasar Indonesia. Terlalu mahal dan tidak sebanding dengan performanya. Semoga ini jadi pertimbangan produsen Gazgas untuk menurunkan harganya, biar bisa dinikmati lebih banyak oleh trailmania tanah air. (IDB).

Selasa, 17 Februari 2015

Motor Trail Kog Ada Kaca Spionnya?

IDB baru saja touring adventure ke Taman Nasional Bromo Semeru dengan memakai kawasaki KLX 250 army dan KLX 150. Di sana kami bertemu kawan-kawan yang kebanyakan membawa motor Kawasaki KLX 150. Mereka menyapa kami dan salah seorang bilang, "wah motor trail koq ada kaca spion dan lampu sein ya, mending dilepas aja". 

Celetukan itu menggelitik kami, karena sekan-akan dalam pandangan dia itu motor trail harus tampil "trondol" alias tanpa pelengkap untuk jalanan raya. Sekedar info, "genre" motor trail itu macam-macam, ada tipe cross (di Indonesia sering disebut SE), enduro, trial, dan trail adventure (dual purpose).

Nah kalau motor trail yg dipakai untuk touring adventure (lebih banyak jalan raya atau jalan pedesaan) itu memang harus ada lampu, kaca spion dan lampu sein, beda dengan yg dipakai untuk offroad....begitu bro. Jadi untuk alasan kenyamanan dan keamanan, motor trail dual purpose yang dipakai di jalanan raya harus dilengkapi dengan lampu, kaca spion, lampu sein dan plat nomor polisi. (IDB).

Rabu, 11 Februari 2015

Ganti Gir Depan KLX 250 dengan Punyanya Ninja 250, Tarikannya Lebih Greng


Untuk yang punya motor dual purpose Kawasaki KLX 250 atau D-tracker 250 sering mengeluh kalau tarikan motornya kurang sip alias kurang garang. Salah satu solusinya bisa ganti gir belakang dengan punyanya KX250F ukuran 49T. Cuma jika ganti dengan gir blakang punyanya KX250F itu juga harus ganti rantai yang lebih panjang.

Masalahnya harga rantai yang berkualitas semacam merek RK atau Renthal tidaklah murah. Bikin berfikir ulang untuk ganti gir belakang plus rantainya, karena sedikitnya harus merogoh kocek Rp 1,5 juta untuk menebus gir dan rantainya.

Solusi yang murah meriah adalah ganti gir depan KLX 250 dengan ukuran yang lebih kecil, yaitu pakai ukuran 13T. Ganti saja dengan punyanya Ninja 250 yang ukuran 13T. Harganya sekitar Rp 300 ribuan. Lebih murah khan dibandingkan dengan ganti gir belakang? Dijamin tarikan bawahnya akan lebih greng dibandingkan masih memakai gir standar yang ukuran 14T. (IDB).