Rabu, 30 Desember 2015

Handguard di Motor Trail Bukan Sekedar Pajangan

Fungsi handguard yang dipasang di stang motor trail itu sebenarnya bukan sekedar pajangan atau agar motor kelihatan lebih keren. Kalau di motor sport atau on road, memang seringkali handguard lebih banyak untuk gaya-gayaan saja, biar kelihatan keren, sehingga memasangnya juga banyak yang keliru dan handguard yang dipasang pun banyak yang kualitas rendah.

Untuk motor trail yang dipakai untuk offroad (bukan sekedar mejeng di jalanan raya) itu handguard sangat penting terpasang dengan benar. Handguard  yang bagus itu berfungsi antara lain:

  • Melindungi jari tangan dari lontaran kerikil atau tanah akibat garukan roda motor yng ada di depan kita
  • Melindungi tuas kopling dan rem depan dari resiko patah ketika motor jatuh
  • Mencegah tuas rem depan tiba-tiba ngerem sendiri akibat terkena ranting atau semak ketika offroad di jalur single track dan banyak pohon.
  • Jika plastik yang ada di handguard itu lumayan lebar, akan melindungi tngandari cipratan lumpur

Tentunya handguard agar bisa berfungsi maksimal itu harus handguard yang berkualitas bagus. Kalau memasang handguard yang murahan atau palsu, itu akan mudah pecah atau baut pengunci mudah aus/sleg.

Beberapa merk handguard ternama yang sudah teruji kualitasnya itu antara lain Acerbis, Zeta, UFO, FastWay, Race Tech, Cycra dan lainnya. Dari merk yang disebutkan itu Zeta termasuk yang paling murah, dengan harga sekitar Rp 900.000.

Seorang teman sempat “protes’, karena dia sudah beli handguard Acerbis, tetapi ketika dipakai offroad itu tiba-tiba handguard-nya pecah bagian pengunci ke stang motor. Dia bilang, “katanya Acerbis itu merk yang bagus, kog gampang patah padahal gak jatuh”.

Usut puny usut ternyata handguard Acerbis yang dipasang itu palsu bro! Yah, sekarang ada  banyak handguard merk ternama seperti Acerbis tetapi ternyata palsu. Namanya juga barang palsu, pasti kualitasnya juga diragukan. Adaperibahasa, ada harga ada rupa.  Makanya teliti sebelum membeli bro. (IDB).

Selasa, 29 Desember 2015

Motor Trail Masih Dilarang Masuk ke Kawasan Kaldera Gunung Bromo

Liburan akhir tahun biasanya diisi oleh penggemar motor trail dengan melakukan offroad. Salah satu lokasi di Jawa Timur yang jadi favorit offroader adalah Gunung Bromo. Biasanya di liburan tahun baru di kawasan yang masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini penuh dengan motor dan wisatawan.

Tapi perlu bro dan sist ketahui bahwa sampai saat ini wisatawan termasuk motor trail masih dilarang masuk ke dalam kawasan kaldera Gunung Bromo. Jangan kuatir, yang kepingin banget untuk melihat keindahan Gunung Bromo iu masih diizinkan menikmatinya dari arah Pananjakan.

Pelarangan itu dilakukan oleh Balai Besar TNBTS dengan alasan keamanan karena aktivitas vulkanik Gunung Bromo yang masih cukup tinggi. Pelarangan itu tentu juga berlaku untuk motor trail bro. Kita harus hormati peraturan tersebut, tidak boleh sok arogan yang main terobos saja karena merasa motor trail bisa masuk lewat jalur alternatif.

Saatnya kita menjadi offroader motor trail yang taat aturan, toh peraturan itu dibuat juga untuk kenyamanan dan keamanan kita semua. Setuju bro? (IDB).

Selasa, 22 Desember 2015

Tekan Harga, Husqvarna Akan Produksi Motor di India


New Delhi -Anak perusahaan KTM, Husqvarna – yang selama ini dikenal sebagai produsern motor off-road - berniat memproduksi sepeda motor versi jalan raya di India. Negera itu dipilih sebagai basis produksi motor karena proses produksi lebih murah, sehingga motor bisa bersaing di pasar global.

Seperti dilaporkan Motor Octane, Selasa (22/12/2015), dipilihnya India sebagai basis produksi bukanlah secara kebetulan. Hal ini terkait dengan induk perusahaan, yakni Bajaj Auto Chakan yang merupakan pemilik 48 persen saham KTM.

Proses produksinya juga akan dilakukan di pabrik milik Bajaj Auto yang terletak di Pune. Adapun untuk mesin, pada tahap awal, masih akan didatangkan dari pabrik mesin KTM yang berada di India. Kabarnya, mesin buatan pabrik itu juga akan dijual ke Eropa dan Amerika pada 2017 nanti.

Setelah itu, mesin akan diproduksi di negara-negara berkembang termasuk India. Adapun motor Husqvarna buatan India itu nantinya mengusung mesin 125 cc dan 390 cc. Mesin tersebut persis seperti yang diusung model Husqvarna yang saat ini beredar di pasaran.

" Untuk tahap awal, kami mendapatkan mesin dan komponen untuk mendapatkan model (motor) yang dibuat di Chakan (India) . Kemudian, setelah itu, India bisa menjadi bagian dari rencana produksi. Proses ini langkah-demi-langkah,” papar Chief Executive KTM, Stefan Pierer.

Pabrikan asal Austria itu menilai proses produksi di India itu memiliki banyak kuntungan karena biaya proses produksi lebih murah. Walhasil, KTM bisa mengekspor motor dengan mesin di bawah 500 cc, termasuk 125, 200, dan 390 cc.

"Menurut pendapat saya, Bajaj adalah produsen yang paling efisien dan membantu kami membuat produk KTM lebih kompetitif di negara berkembang. Bersama-sama, kami bisa menncapai kualitas yang bagus dan produk kami terjual secara global,” tutur Pierer.

Sumber: Oto.detik.com

Selasa, 15 Desember 2015

Kejuaraan Indonesia Enduro Championship Kembali Digelar di Kaliurang

Kejuaraan Indonesia Enduro Championship (IEC) kembali akan digelar di Museum Merapi Kaliurang, Yogyakarta pada tanggal 19-20 Desember 2015. IEC yang dipandang sebagai kejuaraan enduro yang menantang dan diakui banyak pihak ini juga turut didukung oleh IDB.

Kelas yang akan dilombakan antara lain:
  • Kelas "E" khusus motor enduro built up.
-E1-built up Open
~E2-Built up Hobby non pembalap
~E3-built up ex pro/35+
  • Kelas "EL/Enduro Lokal" khusus motor enduro asli trail non built up.(contoh:TS, KLX, Viar, GazGas,dll)
~EL1-enduro lokal open
~EL2-enduro lokal hobby
  • Kelas "CL/FFA" motor bebas non built up (trial non built up diperbolehkan)
~CL1-FFA open
~CL2-FFA hobby
  • Kelas "CL3/bebek open" khusus motor bermesin bebek 2T/4T standart dan modif.
  • Kelas "OMR KLX HOBBY"diperuntukkan bagi pengguna motor klx khusus hobby/non pembalap.
  • Kelas ABDI DALEM Built Up Hobby
Biaya pendafataran:
  • Kelas E, AD = 400.000
  • Kelas EL,CL,OMR = 300,000
  • Kelas CL3 = 200,000
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi 082233645000, 08562590333

Ini Dia Senjata Baru Yamaha untuk Melawan KTM di Kejuaraan Enduro Dunia

Yamaha sepertinya sangat serius menggarap segmen enduro. Setelah mengeluarkan motor 2 tak, YZ250X dan jagoan  kelas 250cc 4 tak, YZ250FX, kini Yamaha memunculkan jagoan barunya yaitu YZ450FX.

YZ450FX yang mengusug mesin berbasis dari motor tipe cross yang sudah terbukti andal yaitu YZ450. Dengan dilengkapi electric starter, YZ450FX diharapkan mampu mengimbangi dominasi motor Eropa seperti KTM di kejuaraan enduro dunia. Tipe YZ450FX ini adalah tipe cross country, yang merupakan penggabungan motor ednuro dan cross (SE). Karakternya motornya agresif.

Mampukan Yamaha mematahkan dominasi motor Eropa seperti KTM dan Husqvarna di kejuaraan enduro? Mari kita tunggu bersama.

Ini dia wajah YZ450FX versi 2016:



Kamis, 10 Desember 2015

Selasa, 08 Desember 2015

Nekat Masuk Kaldera Bromo, Rombongan Pengendara Trail Ditangkap

Liputan6.com, Malang - Masih ada saja warga yang nakal melanggar larangan masuk kawasan kaldera Gunung Bromo. Padahal, kawasan ini dinyatakan ditutup untuk aktivitas wisata setelah status Bromo naik dari level II atau Waspada ke level III atau Siaga.

Minggu (6/12/2015) siang, rombongan pengendara motor trail beranggotakan 30 orang ditangkap petugas gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dan TNI-Polri. Sebabnya mereka nekat menerobos masuk ke kawasan kaldera tanpa izin.

"Mereka rombongan dari Malang masuk melalui Kandangan, Nongkojajar Pasuruan. Padahal kaldera kami tutup untuk kegiatan wisata karena naiknya aktivitas vulkanik Bromo," kata Kepala BB TNBTS, Ayu Dewi Utari di Malang, Jawa Timur, Minggu (6/12/2015).

Setelah diamankan, rombongan pengendara motor trail itu diberi pembinaan oleh petugas. Mereka diminta menandatangani surat pernyataan bermaterai yang menyatakan tak akan mengulangi perbuatannya. Kepada petugas, rombongan tersebut mengaku tak tahu adanya larangan masuk kaldera.
"Mereka beralasan tak tahu kalau kaldera ditutup karena meningkatnya aktivitas vulkanik Bromo," ucap Ayu.

BB TNBTS menggiatkan patroli di sekitar kawasan kaldera Bromo bekerja sama dengan TNI dan Polri. Kaldera Bromo yang terdiri dari lautan pasir, savana dan kawah ditutup untuk kegiatan wisata setelah status Bromo ditetapkan menjadi Siaga pada Jumat lalu. Zona aman di Bromo dari sebelumnya 1 kilometer kini menjadi 2,5 kilometer.

Berdasarkan pantauan visual Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dari kawah Bromo keluar asap kelabu setinggi 200-300 meter. Dari dalam kawah juga terdengar suara bergemuruh. BB TNBTS hanya menutup Bromo, sedangkan Gunung Semeru tetap diizinkan untuk pendakian.
Sumber: news.liputan6.com

Jalur ke Bromo Lewat Jemplang Malang Ditutup Sementara

Jalur ke Gunung Bromo lewat Jemplang, Malang untuk sementara ditutup total baik untuk mobil maupun motor trail. Penutupan ini dilakukan karena ada perbaikan jalan menuju lautan pasir. Menurut keterangan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, jalan apan dibuka lagi pada tanggal 15 Desember 2015.

Namun jika aktivitas gunung Bromo masih aktif, kemungkinan besar jalan akan tetap ditutup sampai dirasa aman. Jadi untuk sementara yang hoby main offroad trail ke Gunung Bromo harap bersabar dulu, toh semua ini dmi keselamatan dan kenyamanan pengunjung. (IDB)

Kamis, 22 Oktober 2015

Jurus Anti Selip KLX 150, Pakai Kampas Kopling KX 85

Pengguna Kawasaki KLX 150 jika dipakai di medan offroad yang berat sering mengeluh kopling selip, yang berujung cepatnya ausnya kampas kopling. Tak heran beberapa ornag menilai kalau KLX 150 itu gampang 'loyo' di jalur ekstrim. Supaya gak loyo, coba deh kampas kol;ingnya diganti dengan punyanya KX 85, dijamin akan anti selip lagi.

Kampas kopling KX 85 jelas lebih mumpuni karena ini dirancang untuk balap. Maklum bro ini motor SE, motor tipe cross yang biasa dibetot sekencag mungkin. Menurut Mr. Gendut dari Bengkel Fatboy Speed and Endurance yang ada di Junrejo Batu, kalau mau performa motornya semakin mantap itu pir koplingnya perlu juga diganti dengan punyanya ninja 250.

IDB sudah mencobanya di KLX 150L yang memakai kampas kopling KX 85 dan pir kopling ninja 250. Hasilnya, tarikan motor semakin garang dan yang terpenting tidak ada lagi gejala kopling selip kalau dipakai di jalur ekstrim. Siahkan coba. (IDB).

Selasa, 22 September 2015

Asyiknya Offroad ke Gunung Panderman dengan Motor SE 2 Tak


Sejak lama IDB memakai motor tipe cross atau sering disebut SE untuk melibas jalur offroad di hutan. Banyak yang bilang kalau motor SE itu tidak kuat dipakai offroad, atau ada yang juga bilang motor akan panas alias over heat. Pengalaman kami di IDB dan tim CHEELA selama bertahun-tahun memakai motor tipe SE seperti KX250F, CRF250R, KTM 250 SXF, KTM 350 SXF, Honda CR 125, Honda Cr 85, dan KTM 85 SX, gak ada masalah tuh. Baik-baik saja motornya dan malah semakin enjoy.

Mungkin akan ada ‘masalah’  seperti mesin panas jika dipakai untuk mengikuti event yang diikuti oleh ribuan orang, yang harus antri di jalur single track. Kalau antri seperti antri sembako kayak ikut event itu, motor tipe enduropun juga akan kepanasan bro hehehe.

Nah setelah puas pakai motor SE 4 tak, IDB kemudian jadi keranjingan pake SE 2 tak untuk offroad. Kami memutuskan pakai KTm 250 SX dan Kawasaki KX 85 yang bisa diubah menjadi KX 100. Kedua motor ini super ringan, yang KTM 250 SX bobotnya tidak sampai 100 kg, dan yang KX 100 malah tidak sampai 70 kg. Ringan banget khan?

Di hari Minggu yang cerah, kami berdua meluncur ke arah jalur offroad di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Tidak sampai 5 menit, di depan kami sudah terpampang jalur tanah yang agak menanjak sedikit dengan lebar sekitar 2 meter. Kami langsung buka gas, tanpa terasa roda depan KTM 250 SX terangkat! Begitu gigi masuk 4 dan gas dibuka roda depan masih mengangkat juga bro! Wow power SE 2 tak memang ganas!

MD yang memakai KX 100 juga berusaha mengimbangi laju KTM 250 SX. Meksi kalah jauh soal tenaga, namun soal kelincahan, KX ini tidak bisa diremehkan. Bobot motor yang ringan dan dimensi motor yang cocok untuk orang yang tinggi badannya tidak melebihi 160 cm, membuat KX bagaikan kancil yang lincah meloncat-loncat di tengah rimba.

Puas betot gas di jalur agak terbuka, kami mulai memasuki jalur sempit yang penuh lubang yang berada di tengah-tengah perkebunan tebu. Dengan suspensi yang telah kami setting ala motor enduro, kedua motor kami enak saja melibas jalur single track ini.

Lolos jalur perkebunan tebu, kami tiba di jalur aspal menuju arah Desa Perinci. Kami memacu pelan motor ketika melewati jalanan umum dan perkampungan. Khan kasihan pengguna jalan lain kalau kita beraksi ugal-ugalan dan membuka gas terlalu keras. Soalnya jalanan bukan hanya milik kita yang naik motor trail, tapi juga milik umum.

Lima menit kemudian kami memasuki jalur offroad di tengah hutan pinus. Jalurnya kebanyakan single track yang merupakan kesukaan kami, karena motor 2 tak memang terasa nikmatnya kalau dipakai di jalur single track.

Karena jalurnya kering, kami langsung buka gas dalam-dalam melibas jalur sempit di tegah pepohonan pinus. Dengan enaknya, kami meliuk-liuk di jalur yang penuh tikungan dan tanjakan ini.

Di sebuah tanjakan yang sebenarnya tidak ekstrim, IDB sempat mencium tanah berdebu. Pasalnya, jalur yang gembur membuat ban belakang masuk ke dalam tanah dan menyemburkan debu tebal ketika motor digas. Motor memang bisa keluar dari jebakan itu, namun karena posisi tanjakan yang langsung menikung tajam ke kanan, membuat kaki IDB tidak mampu menggapai tanah dengan sempurna. Akhirnya motorpun terguling ke kanan, bruk!

Untungnya 250 SX ini motor yang ringan bobotnya. Dengan hanya satu tangan, IDB mampu mendirikan kembali motornya tanpa kesulitan berarti. MD, ibu dua anak yang semula diperkirakan kesulitan melewati tanjakan menikung itu, ternyata dengan entengnya dia melibas dengan KX orangenya.

Usai melewati tanjakan itu kami memutuskan istirahat sejenak di tepi ladang tomat. Kebetulan di tepi ladang itu masih banyak pohon rindang, jadi bisa mendinginkan suhu tubuh yang mulai ‘mendidih’. Kalau motornya sih masih adem bro, pengendaranya yang mulai kepanasan hehehe.

Setelah istirahat sekitar 15 menit, kami melanjutkan perjalanan. Kini jalanan menurun tajam dengan kanan kiri berupa rumput gajah. Seteah melewati hutan pinus lagi, kami memutuskan turun ke jalan aspal untuk mencari makan siang. Maklum jam di tangan sudah menunjukan pukul 13.00 wib, waktunya mengisi BBM pengendaranya.

Ketika kami sampai di warung, ada beberapa remaja yang memakai motor Yamaha RX King model sport sedang nongkrong. Mereka tertarik dengan suara renyah knalpot kami yang khas 2 tak. Salah satu remaja itu bilang, “wah ternyata ada motor trail 2 tak yang keren juga ya”.

Puas menyantap bakso, kami langsung tancap gas menuju arah Gunung Panderman. Tidak sampai 5 menit kami sudah memasuki jalur single track yang menanjak dan penuh tikungan tajam. Beberapa kali badan kami harus maju kedepan, untuk mengimbangi agar motor tidak terbalik. Karena dengan power pendek-pendek yang ganas, motor 2 tak kami ini kalau di tanjakan maunya ngangkat terus ban depannya.

Di lereng Panderman yang ada tikungan tajam, MD tidak mampu menekuk stang motornya dengan baik, akibatnya diapun terguling bersama motornya. Untung KX dia sangat ringan, sehingga dengan mudahnya MD mendirikan motornya. Biasanya kalau MD pakai KLX 150 atau Husqvarna TE 250, dia tidak akan sanggup mendirikan motornya sendirian jika terjungkal.

Mendekati puncak Gunung Panderman, kami memutuskan berhenti karena hari beranjak sore. Kami menikmati indahnya pemandangan gunung di sore yang cerah itu. Beberapa petani yang hendak pulang dari berladang, menyapa kami dengan ramah. Puas rasanya bisa offroad hari itu, mendaki Panderaman dengan SE 2 tak. (IDB).

Kamis, 27 Agustus 2015

KTM Freeride 350 Vs KTM 350 Sixdays


Banyak pembaca IDB yang masih baru main motor trail enduro itu bingung ketika mau beli motor enduro build up. Menentukan tambatan hati dengan beragam pilihan ternyata tidaklah mudah. Salah satu yang sering ditanyakan ke IDB adalah perbedaan antara KTM Freeride 350 dan KTM 350 Sixdays.  Meski sama-sama mengusung kapasistas mesin 350 cc, namun dua motor ini sangat berbeda jauh.

Sebetulnya IDB sudah pernah mengulas soal ini, antara KTM 350 Freeride versus KTM 350 XCFW (EXCF). Antara KTM 350 XCFW dan KTM 350 Sixdays itu kurang lebih sama, coba simak ulasannya di link beriku ini: http://www.indonesiandirtbike.com/2012/10/ktm-freeride-350-vs-ktm-350-xcfw-mana.html

Kesimpulannya, KTM 350 Freeride itu cocok untuk pemula karena alasan berikut:
  • Tenaga mesinnya smooth, kalau naik “kelas” dari KLX 150 ke KTM 350 Freeride itu tidak akan terkaget-kaget deh
  • Motornya lebih pendek dan ramping, cocok untuk pemula yang badannya tidak terlalu tinggi
  • Handling lebih “ramah” untuk pemula
Nah kalau KTM 350 Sixdays itu memang dirancang untuk yang sudah ‘mahir’ main motor enduro build up, bukan untuk pemula bro. Tenaga mesinnya mendekati motor 450 cc, namun dengan handling ala motor 250 cc. Top pokoknya kalau dipakai offroad.

Jadi silahkan pilih motornya ssuai dengan kemampuan dana, skill dan kebutuhan, jangan karena sekedar gengsi. Selamat memilih motor idaman! (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Senin, 17 Agustus 2015

Uji Coba Kawasaki KLX 150BF di Jalur Offroad, Handling Lebih Stabil

Setelah sekian lama KLX tidak mengalami perubahan yang signifikan, akhirnya
Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mengeluarkan varian terbarunya yaitu KLX150BF dan KLX150BF SE. Tidak seperti KLX150L yang hanya mengalami perubahan minor, untuk tipe KLX150BF ini banyak sekali perubahannya, terutama dari segi penampilan luar.

Kalau dari sektor mesin sih, tidak ada perubahan. Tetap mengusung kapasitas 150 cc dengan karakter smooth. Cocok untuk pemula alias orang yang baru main offroad motor trail.

IDB pada bulan Agustus 2015 telah melakukan uji coba KLX150BF di jalur offroad, bukan di jalanan raya, karena IDB ingin menguji performa KLX 150BF kalau ‘dihajar’ di jalur offroad.

Dari tampangnya KLX150BF memang berbeda dengan pendahulunya. Sekilas tampangnya
mirip Kawasaki KX85 yang motor SE itu. Perubahan yang mencolok antara lain terdapat di bgian: Fork sudah menggunakan tipe up side down, head lamp, side panel, stop lamp, piringan rem, dan knalpot. Untuk spidometer saat ini sudah dilengkapi petunjuk kapasitas bensin. Kesimpulannya tampilan KLX150BF ini benar-benar keren dan menggoda.  

Bagaimana dengan performanya untuk offroad?

Dari sisi performa mesin tidak banyak yang bisa diceritakan karena memang Kawasaki tidak melakukan perubahan yang signifikan pada sektor mesin. Karakter mesinnya tidak garang, cocok untuk offroader pemula. Yang terasa berbeda sekali adalah kenyamanan ketika dipakai offroad.

Kenyamanan di jalur offroad itu disebabkan karena fork sudah menggunakan upside down (USD), sehinga handling motor terasa lebih enak dan tidak mudah capek. Berbeda jika offroad dengan tipe lama yang memakai fork tipe teleskopik, sebentar saja terasa capek, terutama jika dipakai jalur yang penuh gundukan tanah.

Bagi penggemar offroad yang suka “wheelie” KLX150BF ini  terasa lebih stabil, tidak terasa goyang. Untuk menikung dengan kecepatan tinggi, suspensi KLX 150BF ini juga terasa lebih stabil jika dibandingkan tipe yang lama.

Kesimpulannya, dari seluruh generasi KLX yang pernah IDB coba, tipe BF ini yang paling mumpuni untuk offroad.

Untuk harga 30 jutaan, IDB merasa harga ini masih terasa mahal walau sudah menggunakan fork tipe USD. Mungkin kalau kapasitas mesin dinaikan menjadi 200 cc baru akan terasa pas harganya.

Mesin standar KLX 150 terlalu lembut kalau dipakai untuk offroad. Kalau dipakai di jalanan raya mungkin lebih cocok., meskipun akan kedodoran di top speed.

Dari sudut harga, KLX 150BF yang memakai ukuran roda depan 21 dan belakang 18 ini akan bersaing dengan Viar Cross 250 yang juga pernah IDB coba. Soal mesin, KLX 150BF kalah telak dengan Viar 250 kalau diadu di jalur offroad. Tenaga yang disemburkan Viar 250 hampir mirip kayak karakter Honda CRF 250X.

Kenapa IDB membandingkan KLX 150BF dengan viar Cross 250? Karena harga motor ini pada level yang sama, yaitu Rp 30 jutaan. Dari kapasitas mesin, jelas beda dong, yang satunya 150 cc dan satunya lagi 250 cc. Jadi kalau konsumen punya budget Rp 30 jutaan dan ingin beli motor trail untuk offroad, pilihannya ada di KLX 150 BF atau Viar 250.

Kelebihan KLX 150BF hanya pada sektor suspensi dan tampang yang terlihat lebih agresif. Tapi soal mesin, tidak banyak beda dengan tipe lama. Tapi karena KLX 150 tidak ada pesaingnya di Indonesia, dari sudut harga, maka KMI boleh tenang karena KLX 150 masih akan laris manis. Ceritanya akan lain kalau AHM mau mengeluarkan Honda CRF150F sebagai pesaing KLX 150 (IDB/Yd)

Senin, 03 Agustus 2015

IDB Akan Hajar Kawasaki KLX 150 BF di Jalur Offroad

Meskipun di media massa sudah banyak diulas tentang Kawasaki KLX 150 BF, ternyata masih banyak yang minta IDB untuk melakukan test ride dan review produk ini. Permintan itu dikirim lewat email dan inbox di facebook IDB. Untuk memenui permintaan tersebut, IDB akan segera melakukan test ride KLX 150 BF di jalur offroad! Unit motornya sudah ada d IDB, tinggal masuk dan "menghjar" motor trail ini jalur offroad, 

Jadi review KLX 50 BF ala IDB ini bukan hanya cerita tentang tampang saja, tapi pembuktian di jalur offroad yang dilakukan oleh tim IDB yang semuanya memang penggila offroad motor trail! Tunggu ulasan IDB ttg KLX 150 BF! (IDB)

Kamis, 30 Juli 2015

Inikah Wajah Baru Honda CRF450R Tahun 2017?

Honda sepertinya sedang mempersiapkan motor terbarunya untuk berlaga di kejuaraan motocorss kelas 450cc. Diduga motor tersebut akan diluncurkan mulai tahun 2017. Perubahan yang dilakukan lumayan ekstrim, termasuk penambahan electric starter! Selama ini untuk motor tipe cross (di Indonesia sering disebut motor SE), hanya KTM dan Husqvarna yang motornya dilengkapi electric starter.

Kelebihan Honda CRF 450R dibandingkan KTM misalnya, selain electric starter motor tersebut masih dilengkapi dengan kick starter untuk cadangan jika sewaktu-waktu aki motor tekor. Ini memberikan rasa lebih 'aman' bagi pengendaranya, tidak takut motor jadi ngambek karena aki yang bermasalah.

Perubahan lain juga terlihat dari plastik penutup tengki atau radiator scoop. CRF 450R ini meninggalkan ciri khas penutup tengki dari seri CRF yang telah dipakai bertahun-tahun oleh Honda. Dari video juga terlihat CRF 450R masih mengusung dua knalpot yang terlihat sexy.

Apakah betul itu versi CRF 450R tahun 2017? kita tunggu saja tanggal mainnya.

Cek videonya di: https://www.youtube.com/watch?t=97&v=tUtHdAL7Abs

Rabu, 29 Juli 2015

Pabrikan Motor Gas Gas Akhirnya Tutup

Pabrik motor Gas Gas yang dikenal dengan produk
motor trialnya akhirnya harus menelan pil pahit. Setelah berjuang untuk survive, akhirnya pabrikan motor asal Spanyol ini harus tutup. Berita tutupnya Gas Gas ini diproleh dari edaran siaran pers dar Gas Gas. Berikut ini siara pers dari Gas Gas:


Dear customers, partners and friends,
We are contacting you with this update regarding the current situation with the company.
As you all know, in recent months the company has gone through several legal proceedings in order to renegotiate the debt and to continue operations. Unfortunately, despite the valiant efforts made to achieve this goal, it has been impossible to reach and finally they have declared to proceed with the liquidation of Gas Gas Motos SA.

In this process, the current management team, the receivers and the council representatives of all employees are working full-throttle to collect all of the necessary information to begin the process of selling the factory and to close the subsequent sale process with potential buyers in the fastest way possible.

The target set by the sale of the production unit is to be able to reactivate the Gas Gas Motos factory in a way that allows us to produce our motorcycles, both enduro and trial, and ensure a solid and sustainable long term viability of the company.

During this stage of the sale process of the production unit, we at Gas Gas will make our utmost efforts to ensure the level of service in the areas of spare parts as well as in the after-sales department in order to avoid penalizing our customers during this period.

From Gas Gas, we convey our sincere thanks for your support during these months and wish to convey our total conviction on the feasibility of satisfactory results during the production unit sale process.

Best regards,
GAS GAS MOTOS SA.

Selasa, 28 Juli 2015

Honda Siap Luncurkan Motor Adventure Tangguh CRF1000L

Setelah lama tidak muncul, akhirnya pabrikan motor Honda akan meluncurkan motor tipe adventure yang terkenal akan ketangguhannya, yaitu Africa Twin CRF1000L. Model ini sebetulnya bukan model baru, namun diluncurkan lagi dengan spesifikasi yang lebih modern di tahun 2016 nanti. Africa Twin mengusung mesin kapasitas 1000 cc yang diklaim mampu menyemburkan tenaga 70 kw dengan torsi 98Nm.

CRF1000L dirancang untuk berpetualang (adventure) ke alam, sambil membawa misalnya perlengkapan camping. Motor ini bukan tipe enduro yang dirancang untuk main offroad bro, tapi kalau sekedar light offroad akan sangat mumpuni. Apalagi lingkar roda depan 21 dan belakang 18, persis seperti lingkar roda motor spek enduro.

Semoga AHM, dealer Honda di Indonesia, juga menjual Africa Twin dengan harga yang 'miring', sehingga penggemar adventure di Indonesia punya lebih banyak pilihan motor adventure. Selama ini motor adventure di Indonesia masih didominasi pabrikan dari Eropa seperti KTM, BMW dan Triump. (IDB).

Jumat, 26 Juni 2015

Cara Melepas Hand grip Motor Trail


Fungsi hand grip alias selongosng karet yang membungkus putaran gas di motor tidak bisa dipandang remeh, apalagi untuk motor trail yang diajak offroad. Handgrip yang kurang nyaman akan membuat cepat capek telapak tangan, apalagi jika offroad lebih dari 5 jam. Hand grip yang licin, juga bikin capek tangan terutama di musim hujan, apalagi jika medannya berlumpur.

Makanya jika hand grip sudah aus perlu segera diganti, jangan ditunda. Apalagi harganya juga relatif tidak mahal. Ada yang harganya hanya Rp 50 ribuaan, tapi kualitasnya sudah lumayan untuk  ber-offrod-ria.
Tapi seringkali ketika mau mengganti hand grip itu kesusahan waktu melepas hand grip yang lama. Apalagi kalau itu masih bawaan dari pabrik, biasanya ada perekatnya, jadi susah dilepas. Berikut tips melepas dan memasang hand grip di motor trail;

1.   Masukan obeng (obeng minus) yang tipis ke dalam selongsong hand grip.
2.  Dari lubang yang tesingkap karena obeng itu masukan sedikit bensin. Kemudian coba diputar-putar, pasti hand grip akan mudah ditarik keluar alias dilepas
3. Setelah hand grip lama berhasil dilepas, bersihkan stang motor dengan lap (kain bekas).
4. Setelah bersih, di bagian stang tersebut olesi sedikit dengan shampo (bisa  shampo rambut atau mobil) atau sabun colek.
5.  Masukan hand grip, dijamin akan mulus masuknya.
6. Motor siap dibetot lagi gasnya.

Selamat mencoba dan ingat tetap utamakan keselamatan dalam offroad. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Jumat, 19 Juni 2015

AHM Akan Jualan Trail Honda CRF?


Ketika IDB sedang asyik mengotak-atik KTM 300 XCW, tiba-tiba dapat pesan singkat dari seorang teman di Jakarta yang menghembuskan kabar bahwa PT Astra Honda Motor (AHM) ada rencana mau memasukan motor trail Honda seri CRF ke Indonesia. Wow, kalau ini benar, ini akan jadi kabar yang menggembirakan bagi maniak trail tanah air.

Honda punya banyak produk global untuk jajaran motor trail enduro ada CRF 150F, CRF 230F, CRF 250X dan CRF 450X. Untuk pasukan motocross, Honda punya CRF 150R, CRF 250R dan CRF 450R. Untuk tipe touring adventure, Honda dulu juga punya motor XR 600 yang terkenal tangguh.

Meskipun, seri CRF enduro itu tidak banyak perubahan sejak diluncurkan sekitar tahun 2004, namun CRF 250X dan 450X bukanlah motor enduro kelas dua. Motor ini juga tangguh dan enak, meskipun karakternya tidak seagresif motor enduro KTM.

Untuk tipe trail, CRF 230F telah lama merajalela di Indonesia dan disukai banyak trail mania. Motornya yang ringan, perawatan mudah, tangguh dan parts yang banyak persamaannya degan motor harian yang beredar di Indonesia, membuat CRF 230F mempunyai tempat tersendiri di hati penggila offroad motor.

Seandainya AHM serius akan jualan CRF, IDB menyarankan untuk jualan tipe CRF 250X untuk kelas menengah atas dan CRF 150F untuk kelas pemula. Kehadiran CRF 150F akan jadi pesaing berat Kawasaki KLX 150 yang harganya semakin mahal namun dengan kualitas yang tidak berubah signifikan.


Jika CRF 150F dijual seharga sekitar Rp 30 jutaan, IDB percaya Kawasaki akan kalang kabut karena mainannya di segmen trail entry level akan terusik. Apalagi CRF 150F itu punya nama besar dan sudah terbukti ketangguhannya.

Semoga AHM tidak “salah pilih” seperti Yamaha Indonesia yang telah memasukan motor enduro “tanggung” yaitu WR250R. Honda punya pesaing yang satu kelas dengan Yamaha WR250R yaitu CRF250L. Ini sekelas juga dengan Kawasaki KLX 250S. Motor-motor tipe ini cocoknya hanya untuk touring adventure, bukan untuk offroad, karena motornya beratnya minta ampun bro.

IDB berharap AHM akan memasukan motor trail yang benar-benar siap untuk tempur di medan offroad, yaitu CRF 150F, CRF 230F, CRF 250X dan CRF 450X. Bukan memasukan motor ‘tanggung” seperti CRF 250L. Semoga. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Yamaha Mengeluarkan Motor Enduro 2 Tak: YZ 250X


Yamaha akhirnya mengeluarkan motor enduro yang mengusung mesin 2 tak, YZ 250X. Basis mesin dari motor ini diambil dari YZ 250, namun disesuaikan dengan spek enduro plus tambahan standar samping motor (kickstand), transmisi untuk enduro dan ban belakang ring 18.

Kehadiran YZ 250X yang akan mulai dijual tahun 2016 ini sangat menggembirakan dan diharapkan menjadi penantang tangguh bagi dominasi motor enduro Eropa yang mengusung mesin 2 tak seperti KTM 250/300 EXC atau Husqvarna TE 250. Apalagi motor Yamaha dikenal tangguh dan biaya perawatannya relatif lebih ringan dibandingkan motor Eropa.

Motor enduro 2 tak sebetulnya bukan mainan baru bagi Yamaha. Di tahun 1990-an, Yamaha punya motor enduro 2 tak yaitu WR 250 yang stop produksi sekitar tahun 1997. Kini motor 2 tak Yamaha telah kembali! Akankah Yamaha Indonesia mau memasukannya? (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Kamis, 04 Juni 2015

Galeri Foto IEC 2015 Seri Pertama Coban Talun, Batu

Indonesia Enduro Championship (IEC) 2015 seri pertama telah sukses diadakan di Coban Talun, Batu pada tanggal 30-31 Mei 2015. IDB yang menjadi media partner IEC mengabadikan momen-momen menarik dalam ajang kompetisi enduro itu. Simak-simak foto-foto hasil bidikan IDB ini!


Minggu, 31 Mei 2015

Adi Setiawan Jawara IEC Coban Talun Kelas E1

Pembalap enduro dari tim Pro Speed Gudang Garam merajai kejuaraan Indonesia Enduro Championship (IEC) 2015 seri pertama di Coban Talun, Batu yang diadakan tanggal 30-31 Mei 2015. Posisi pertama dan kedua untuk kelas motor build up pro E1 disabet pembalap Gudang Garam yaitu Adi Setiawan (Adis) di posisi teratas dan Savona Oky di posisi kedua.

Sejak start, Adis yang memakai motor KTM melesat meninggalkan lawan-lawannya. Jarak dengan posisi dua semakin menjauh ketika berjalan 1 lap dari 3 lap yang dipertandingkan. Tepat pukul 17.10 wib Adis memasukin gerbang finish yang disambut gegap gempita oleh tim Pro Speed Gudang Garam.

Berikut daftar juara E1 berdasarkan pemantauan IDB sampai pukul 17.15 wib. Hasil resminya masih menunggu dari panitia IEC.

1. Adi Setiawan (Adis), tim Pro Speed Gudang Garam
2. Savona Oky, tim Pro Speed Gudang Garam
3. Agi Agasi, tim Husqvarna
4. Sigit Bayu, Sherco

Tunggu daftar lengkap para juara IEC seri pertama Coban Talun yang akan dipublikasikan segera oleh IDB.

Jumat, 29 Mei 2015

Bocoran Jalur IEC Coban Talun Batu

Indonesia Enduro Championship (IEC) 2015 yang seri pembuka akan diadakan di Coban Talun, Batu sepertinya akan lebih seru dan menegangkan. Hajatan yang diadakan oleh Merah Putih Project ini menyuguhkan jalur yang akan menguras kemampuan dan tenaga rider untuk menaklukannya. Ini juga akan jadi suguhan menarik bagi penonton yang haus akan olahraga motor trail yang menarik untuk ditonton.

IDB melakukan penelusuran jalur IEC Coban Talun pada hari Jumat (29/5). Dari penelusuran ini IDB sudah mencium aroma 'hard enduro' yang menegangkan. Seperti apa jalurnya? Ini bocoran beberapa titik jalur yang akan ditempuh di IEC Coban Talun;

Senin, 25 Mei 2015

Offroad Seputar Petungsewu Adventure


Minggu (24/5/2015) IDB mengikuti tim CHEELA offroad di seputar Petungsewu Adventure (www.petungsewuadventure.com), Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Peserta yang ikut hanya 6 orang yang membawa motor KTM 300 XCW, Husaberg TE 300, Honda CRF 150F dan Kawasaki KLX 150.

Justru karena hanya 6 orang itulah, offorad bisa asyik dan betot gas lumayan dalam, meskipun di jalur single track. Selama 6 jam offroad, jalur didominasi single track yang menguras energi. Maklum ada jalur sepanjang satu kilo meter yang memaksa riders untuk menunduk dan bahkan merayap karena melewati ‘goa’ yang terbentuk dari rerimbunan pohon pahitan.

Offroad diakhiri dengan makan siang dan istirahat di Petungsewu Adventure. Tempatnya asyik dan cocok untuk para offroader, karena jalur offroad hanya 5 menit dari Petungsewu Adventure. Berikut ini beberapa foto offroad IDB bersama tim CHEELA: