Kamis, 27 November 2014

Empat Alasan Yamaha WR250R Kurang Laku



Ketika Yamaha Indonesia mengumumkan niatnya untuk menjual motor trail tipe WR250R, IDB membuat ulasan yang memprediksi WR250R akan sulit diterima pasar Indonesia. Lima alasan yang membuat WR250R akan kurang laku di Indonesia yaitu:

Pertama, Harga WR250R yang diperkirakan sekitar Rp90 jutaan itu terlalu mahal, dibandingkan dengan spek yang ada. Kompetitornya seperti Kawasaki KLX 250S yang dibandrol Rp 60 juta saja itu tidak terlalu menggembirakan penjualannya. Dengan harga Rp 90 jutaan, penggemar offroad akan lebih memilih membeli motor trail endure murni seperti merk KTM,  Husqvarna, Husaberg, GasGas atau Sherco yang bekas. Meski bekas, namun motor-motor tersebut sudah teruji di medan offroad.

Kedua, Sebagian besar motor trail di Indonesia itu digunakan untuk hobby offroad, bukan untuk mejeng di jalanan. Dengan demikian meski WR250R dijual dengan harga Rp 90 jutaan lengkap dengan surat STNK dan BPKB, namun itu tidak akan signifikan menjadi daya tarik. Lebih baik dijual lebih murah, meski tidak dilengkapi dengan surat untuk jalanan raya, karena toh memang motornya akan dipakai di jalur offroad.

Ketiga,  Bobot motor WR250R terlalu berat jika dipakai untuk di medan offroad. Ingat sebagian besar pembeli motor trail itu akan digunakan untuk offroad, bukan untuk pergi ke kantor bro! Konsumen Kawasaki KLX 250S itu berusaha mati-matian merubah KLX 250S agar nyaman untuk offroad, meskipun tetap saja faktor berat motor dan power menjadi kendala. Akhirnya KLX 250 tidak terlalu laku, hanya deras penjualannya di awal peluncuran, namun setelah itu menjadi seret.

Keempat, WR 250R itu spek-nya lebih untuk dual purpose, bukan untuk hard offroad. Sementara penggemar trail di Indonesia itu sukanya offroad yang medannya gak karuan alias hard offroad. Kalau yang dimasukin adalah tipe WR250F atau YZ250FX, itu baru motor mantap untuk melibas medan offroad. Kalau tipe WR250R lebih cocok untuk jalanan raya dan light offroad.

Kamis, 20 November 2014

Yamaha WR250R, Akankah Laku?


Berita Yamaha Indonesia akan meluncurkan motor trail, membuat gembira penggemar motor garuk tanah di tanah air. Paling tidak ada pesaing buat Kawasaki yang selama ini menggempur jalanan offroad dengan KLX 150 dan juga KLX 250. Kawasaki Indonesia juga sempat menjual tipe cross KXF 250 dan KX 85, yang sayangnya kemudian kabarnya penjualannya dihentikan karena pasar tidak menyerapnya dengan baik. Itu wajar, khan pelaku motocross tidaklah sebanyak pelaku offroad adventure.

Sayangnya berita gembira Yamaha Indonesia akan jualan motor trail itu membuat IDB pesimis. IDB kuatir motor trail Yamaha yang akan dijual di Indonesia itu akan kurang laku, nasibnya akan sama dengan Kawasaki KLX 250. Kenapa?

Kabarnya dan juga sudah dipamerkan di ajang Indonesia Motorcycle Show 2014, motor trail Yamaha yang akan dipasarkan di Indonesia adalah tipe WR250R. Begitu tahu yang akan dijual adalah tipe WR250R, IDB langsung kecewa, karena ini bukan motor enduro murni. WR250R ini tipe dual purpose, sekelas KLX 250.
Memang secara spesifikasi WR250R sedikit diatas KLX 250, namun soal harga jauh banget bro. KLX 250 di pasaran dijual sekitar 60 juta dan WR250R kabarnya akan dilego seharga Rp 90 jutaan! Beda Rp 30 juta bro!

KLX 250 yang dijual seharga Rp 60 juta itu saja kembang kempis penjualannya. Motornya yang berat dan tenaga yang kurang powerfull, membuat KLX 250 kurang mantap ketika dipakai di jalur offroad. Tapi kalau dipakai untuk di jalanan, untuk adventure riding, KLX 250 memang asyik. Khan memang gen KLX 250 dari pabrikan itu lebih untuk dual purpose dengan porsi jalanan raya yang lebih besar.

Gen WR 250R itu kurang lebih sama dengan KLX 250, meskipun diklaim lebih mumpuni. Tapi tetap saja WR250R itu dirancang lebih untuk adventure riding, bukan untuk hard offroad! Dengan berat motor sekitar 130 kg, nasib WR250R akan sama dengan KLX 250 ketika diajak bermain di jalur offroad:  berat dan bikin nafas pengendara ngos-ngosan!

Apalagi dengan harganya yang jauh diatas KLX 250, yaitu sekitar Rp 90 jutaan, Yamaha WR250R akan sulit mendapatkan tempat di hati maniak motor trail Indonesia. Bagi yang punya duit lebih, akan cenderung memilih motor enduro murni  yang sudah teruji di medan offroad seperti KTM tipe EXC, Husqvarna tipe FE atau Gas Gas.

Ceritanya akan lain kalau yang dimasukan Yamaha Indonesia adalah tipe WR250F, ini baru motor yang mantap karena spek-nya enduro murni. WR 250F memang dirancang untuk main di jalur offroad. Ini sekelas dengan tipe enduro semacam KTM 250 EXCF, Honda CRF 250X atau Husqvarna FE 250.

Seandainya yang dijual di pasaran tanah air itu Yamaha WR250F dengan harga Rp 90 jutaan dengan surat lengkap, ini baru mantap! IDB percaya dengan harga dibawah Rp 100 juta, WR250F akan laku, tapi kalau yang dijual itu tipe WR250R, hemmm IDB pesimis ini akan laris manis. Mungkin akan laris di awal penjualan saja, karena orang masih penasaran akan performanya.

Semoga Yamaha Indonesia membaca tulisan IDB ini!

Jumat, 14 November 2014

Kawasaki KX 85, Apakah Asyik untuk Offroad?


Gen Kawasaki KX 85 itu dari pabriknya dirancang untuk balap garuk tanah di lintasan motocross. Di sirkuit motocross, KX 85 bertarung melawan KTM 85 SX, Honda CRF 150R, Yamaha YZ 85 dan Suzuki RM 85. Masa kecil pembalap supercross dunia James Stewart juga kenyang main dengan KX 85. Jadi KX 85 itu bukan motor baru, sudah lama malang melintang di dunia motocross.

Setelah sekian lama KX 85 memakai baju yang terlihat jadul, mulai tahun 2014 itu KX 85 tampil lebih segar dan garang. Bentuk bajunya, alias cover plastiknya meruncing sehingga terlihat modern dan sexy. Ini yang membuat Indonesiandirtbike.com (IDB) kepincut untuk mencobanya di jalur offroad. Ya di jalur offroad bro alias di jalur hutan, bukan di lintasan sirkuit motocross.

Setelah berulang kali dicoba di jalur offroad dengan variasi medan berupa single track, double track, pasir, batu, dan tanah padas licin di tengah hutan, saatnya IDB berbagi tentang bagaimana performa KX 85 di jalur offroad. Baca terus ulasannya!

Power dan Karakter Mesin

KX 85 yang mengusung mesin 2 tak ini suaranya mesihnya renyah, creng creng creng, Begitu gas dibuak lebih dalam keluarlah suara garangnya, khas motor 2 tak. Mendengung seperti kumpulan lebah yang siap menyerang.

Motor ini tidak dilengkapi dengan electric starter, hanya kick starter. Namun menghidupkan motornya sangat mudah. Tinggal dipancal dengan kaki, motor akan hidup dengan mudah. Tidak ada gejala berat atau susah menghidupkan motor, seperti kebanyakan motor SE 4 tak.

Karena pakai mesin 2 tak, tentu saja perlu campuran oli di bensinnya. Campurannya adalah 1 liter bensin dicampur 31 mililiter oli. Jadi kalau tengki KX 85 yang punya kapasitas 5 liter itu diisi penuh, maka tambahan oli sampingnya itu hanya 155 cc oli saja.

Karakter powernya galak. Membawa KX 85 di jalur offroad itu mengasyikan, karena kita harus aktif memainkan gas, kopling dan gigi perseneleng. Di RPM yang tepat, tubuh rider terasa sekali ketarik-tarik ke belakang ketika gas dibetot.

Di bawa ke jalur single track atau menanjak cukup ekstrim, KX 85 enteng saja melibasnya. Perpindahan gigi perseneleng memang harus cepat dilakukan, tidak boleh malas seperti membawa motor mesin 4 tak.

Meskipun tanpa alat ukur, tetapi hanya berdasarkan pengalaman bertahun-tahun, jelas soal power KX 85 ini jauh diatas saudaranya yang bergenre trail yaitu KLX 150. Meski hanya mengusung mesin kapasitas 85cc, tetapi soal power itu tidak kalah bro sama motor 150cc 4 tak. Apalagi KX 85 itu mengusung 6 percepatan (speed), jadi gak akan kehabisan nafas deh.

IDB pernah menggeber KX 85 ini selama 8 jam non stop di jalur offfroad single track. Beberapa jalur juga membutuhkan skill untuk melintasinya. Hasilnya, KX 85 bisa melibasnya dengan mudah. Tidak ada masalah dengan mesin. Mesin sehat walafiat, tidak ada gajala panas berleibih alias over heat.

Handling dan Suspensi

Dengan bobot kosong tidak sampai 70 kg (jika ditambah bensin penuh dan oli, bobotnya jadi sekitar 75 kg), KX 85 terasa super ringan. Bandingkan dengan berat kosong KLX 150S yang berbobot 108 kg, yang berarti beratnya beda lebih dari 30 kg dibandingkan dengan KX 85.

Bobot motor yang ringan ini jadi nilai plus keika melewati jalur single track. Motor enak dibuat meliuk-liuk dan rebah. Untuk rider yang tingginya tidak melebihi 160 cm dan bobot tubuh kurang dari 60 kg, KX 85 akan jadi mainan yang menyenangkan di jalur offroad.

Suspensi depan belakang KX 85 enak sekali dipakai di jalur offroad. Apalagi kalau dipakai untuk melibas gundukan tanah, suspensi meredam dengan baik. Tapi kalau dipakai di jalur batu, terasa tangan agak kesemutan karena ada getaran suspensi yang mengalir sampai tangan.

Suspensi bisa disetel ketinggian dan daya redamnya. Jadi bisa disesuaikan dengan bobot tubuh pengendaranya. Suspensi depan yang sudah upside down sangat mumpuni untuk hard offroad.

Daya pengereman disc brake di KX 85 juga cukup mumpuni. Dicoba dengan membetot gas dalam-dalam di jalur tanah yang lurus dan kemudian mengeremnya, motor bisa berhenti dengan sempurna.

Nilai plus KX 85:
  • Bobot motor ringan
  • Suspensi mumpuni untuk jalur offroad
  • Motor tidak terlalu tinggi, cocok untuk rider yang tingginya kurang dari 160 cm
Nilai negatif KX 85:
  • Karakter mesin kurang cocok untuk jalur licin, karena roda belakang mudah spin
  • Tidak ada lampu, jadi tidak bisa dipakai offroad malam hari
SPESIFIKASI KX 85:
Mesin: 2 tak 85cc, 6 speed
Berat kosong: 69 kg
Diameter roda depan: 19
Diameter roda belakang: 16
Kapasitas tengki bensin: 5 liter
Harga di pasaran: Rp 58 juta