Kamis, 19 Desember 2013

Tidak Punya Etika, Motor Trail Dilarang Lewat

Ulah sebagian penggemar motor trail yang seenaknya dalam mengendarai motornya alias tidak punya etika, berbuah pahit di banyak tempat. Setelah kejadian mobil truck terperosok ke jurang di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akibat sikap ugal-ugalan rombongan motor trail seminggu yang lalu, kini di sekitar Pegunungan Kawi, Kabupaten Malang, petani juga sudah mulai resah dengan ulah tidak terpuji dari penggemar motor trail. Akibatnya mereka memasang larangan motor trail dilarang lewat di jalur sekitar ladang petani.

Ketika IDB lewat jalur offroad di lereng Pegunungan Kawi yang masuk Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang  baru-baru ini, di sejumlah pohon terpampang tulisan “cross dilarang masuk” atau simbol tanda silang dengan tulisan “cross”. Ketika dikonfirmasi soal tulisan tersebut, seorang petani yang mengaku bernama Pak To (50 tahun) mengatakan, “ya motor cross (baca: motor trail) dilarang lewat soalnya bikin rusak jalan dan pipa air jadi pecah”. Petani lain yang lebih muda menambahkan, “rombongan motor cross itu sering ngawur, beberapa petani sempat diserempet, dan juga sering mereka melindas tanaman seenaknya aja”.

Keresahan petani yang berujung dengan dilarangnya motor trail lewat di dekat ladang mereka itu membuat IDB prihatin. Sudah saatnya kita semua, penggemar motor trail, melakukan refleksi dan berubah sikap ketika berkendaraan. Bukan hanya santun di jalanan raya, namun juga menjaga etika ketika lewat jalur offroad. Etika itu antara lain seperti tidak melindas tanaman petani, tidak melintas di jalur pipa air atau memberi ksempatan terlebih dahulu bagi petani yang mau lewat. Toh memang jalan itu menjadi jalan utama bagi petani, jadi sudah sewajarnya kita memberi kesempatan terlebih dahulu bagi petani yang mau lewat. Jangan main sruduk aja bro....

Parahnya, event motor trail adventure yang menjamur itu selalu dianggap sukses kalau mampu menyedot ribuan peserta. Semain banyak peserta yang ikut, itu akan dianggap sebagai  sebuah kesuksesan. Sementara tanpa disadari, semakin banyak peserta maka resiko “gangguan” terhadap petani atau masyarakat akan semakin tinggi pula. Akan semakin susah mengontrol ratusan atau ribuan orang. Apalagi kalau kondisi sudah capek dihajar jalur offroad yang licin, emosi akan mudah terbakar dan mencari jalan pintas untuk melewati jalur itu, tanpa memikirkan apakah jalur pintas itu akan menganggu masyarakat atau tidak.

Kalau kita tidak segera berubah perilaku dalam menikmati hobby offroad dengan motor trail, hemm jangan disalahkan kalau keresahan masyarakat itu akan mengkristal menjadi sebuah kemarahan. Dan kemarahan itu bisa diwujudkan dengan dilarangnya motor trail melintas atau yang lebih fatal lagi, lagi enak-enaknya kita naik motor tiba-tiba kepala kita ditimpuk kotoran sapi! Nah loh, siapa yang rugi kalau sudah seperti itu? Ayo saatnya kita menjunjung tinggi etika terhadap masyarakat dan lingkungan ketika kita main motor trail! (IDB).

Senin, 16 Desember 2013

Truck Masuk Jurang Akibat Ulah Rombongan Trail yang Ugal-Ugalan

Dunia motor trail di Jawa timur kembali tercoreng aib akibat ulah rombongan trail yang tidak punya etika dan tanggung jawab. Pada hari Minggu 15 Desember 2013 sekitar pukul 08.00-09.00 wib rombongan pengguna motor trail lewat jalur antara Gubuk Klakah dan Ngadas dengan ugal-ugalan yang mengakibatkan mobil truck terperosok ke dalam jurang sedalam 15 meter. Warnoto, pengemudi truck yang mengangkut material pasir untuk perbaikan jalan di Bantengan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu tidak mampu mengendalikan truck-nya akibat rombongan trail yang menguasai jalanan sempit itu.

Kasus yang ramai di posting di facebook itu mengundang keprihatinan dan kecaman. Menurut sumber, hal itu sudah kejadian yang ketiga kalinya di daerah tersebut, ada kecelakaan akibat ulah rombongan motor trail yang tidak punya etika. Parahnya, dalam kejadian terakhir itu, rombongan trail terus saja berlalu, tidak ada upaya untuk membantu truck yang terguling itu. Akhirnya masyarakat bahu membahu mengeavukasi truck yang terguling itu.

Ulah sebagian pengguna trail di sekitar Malang memang semakin memprihatinkan. Minimnya etika terhadap masyarakat dan lingkungan akan menjadi bumerang di kemudian hari, Jangan salahkan masyarakat ketika mereka menjadi marah dan alergi terhadaiprombongan motor trail. Kasihan terhadap pengguna motor trail sejati yang tidak ikut berulah negatif, tetapi kena getahnya.

Sejak lama IDB dan tim CHEELA menggugah kesadaran sahabat penggemar motor trail untuk menjunjung tinggi etika terhadap sosial dan masyarakat. Walaupun anehnya, ada juga orang yang mencibir ajakan IDB dan tim CHEELA itu. Hemmm susah ya, mengajak untuk berbuat baik, malah dicibir. Itu menunjukan sikap dan pengetahuan yang memang tidak dewasa.

Beberapa etika yang seharusnya kita junjung tingggi sebagai penggemar motor trail antara lain:
  • Bersikap santun alias tidak kebut-kebutan ketika melalui jalan raya dan jalanan kampung. Silahkan betot gas jika di jalur offroad yang benar-benar sepi.
  • Tidak perlu pasang knalpot dengan suara yang menggelegar, itu sudah kuno bro. Kini zamannya pasang knalpot yang suaranya tidak menggelegar, tetapi performa motor meningkat dahsyat. Di sirkuit motocross internasional saja sekarang sudah ada batasan kekerasan suara knalpot, itu menunjukan adanya kepedulian. Apalagi di jalur offroad yang juga dilalui petani atau penduduk desa, sudah sepatutnya memasang knalpot yang “ramah”, bukan knalpot suara “brong”. Knalpot ‘brong” udah jadul bro!
  • Tidak melintas di lahan pertanian milik petani, jangan pernah melindas tanaman petani
  • Jika dalam jumlah rombongan besar dan melewati jalur sempit, dahulukan kepentingan masyarakat umum. Jangan bertindak arogan!
  • Tidak membuang sampah plastik dan putung rokok sembarangan. Petualang sejati itu jika peduli terhadap lingkungan.
Ayo saatnya kita semua menjunjung tinggi etika ketika naik motor trail. Offroader sejati adalah yang punya etika terhadap sosial dan lingkungan! (IDB).

Mencicipi Jalur Fun Offroad di Pacitat

Klayar, Ngiro Boyo, Watu Karung, Srau, itu semua adalah nama-nama pantai yang terletak di kawasan Pacitan selatan. Kawasan tersebut diakui dunia internasional sebagai kawasan kars kelas satu, sehingga saat ini sedang diusulkan menjadi kawasan taman bumi atau geo park ke UNESCO.

Salah satu pantai di Pacitat itu adalah Pantai Klayar memiiki pemandangan yang sangat indah. Formasi batu karang menjulang tinggi bak menara yang memagari pantai. Ada fenomena alam yang orang setempat menyebutnya seruling samodra, yakni sembutan air seperti semburan gletser setinggi sekitar 10 meter ketika ombak menghantam gugusan karang. Terdapat laguna di pantai Ngiroboyo yang berpasir hitam legam karena kaya akan biji besi, dan Pantai Watukarung yang berpasir putih menawarkan sensasi bagi penggemar olah raga surving. Terdapat juga perkampungan nelayan, jadi bagi penggemar sea food disanalah surganya. Di Srau terdapat hamparan kebun kelapa, jadi bagi penggila es degan akan bisa memuaskan diri .

Selain keindahan alamnya, kawasan tersebut ternyata juga terdapat sarana bagi penggemar off road motor trail. Didik (C20), Agus (C11) dan Sugi (C21)adalah 3 orang anggota tim CHEELA yang pada tanggal 9 Desember berkesempatan mencicipi jalur-jalur off roadnya dengan menggunakan dua motor KTM 2 strokes dan Kawasaki KLX 150. Berangkat dari Desa Kalak menuju Pantai Klayar, Ngiroboyo, Watu Karung, Srau dan finish di Dadapan. Kondisi jalur didominasi oleh tanah padas yang sedikit berlempung. Namun dominasi terbesar adalah berupa batu kapur dan sedikit batuan karang. Maklum kawasan pantai selatan, jadi berkarang dan berkapur. Tetapi saat itu kami benar-benar melakukan fun off road, tidak speed off road seperti biasanya.

Dalam perjalanan pulang ke Malang kami sempat mampir ke Pelangi Motor, tempat mas Irfan, salah satu anggopta PINTAS-komunitas trail Pacitan untuk bersilaturahmi. Dari hasil ngobrol, next time kami tertarik untuk menjajal jalur-jalur panjang double track seperti yang diceritakan mas Irfan. Trip juga bisa dipadukan dengan melewati Jalur Lintas Selatan (JLS) Trengalek Pacitan. Saran mas Irfan sebaiknya disediakan waktu 2 hari untuk jalur tersebut, “Dijamin pasti akan puas”, kata mas Irfan.  Tim CHEELA yang lain mauuuuu? Yuk kita agendakan melalap JLS itu! (C20).

Minggu, 15 Desember 2013

Kawasaki Luncurkan KLX 150L dengan Ring Ban 18/21

PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) meluncurkan varian baru dari motor trail yang laris manis seri KLX, yaitu KLX 150L. Sebelumnya varian yang sudah ada itu tipe KLX 150S dengan ukuran  ban belakang ring 16 dan depan 19. Sedangkan tipe KLX 150L mengusung ban belakang ring 18 dan depan 21. Varian KLX 150L ini sepertinya akan laris manis juga seperti saudaranya KLX 150S, apalagi selama ini KLX 150S banyak yang diubah ukuran bannya menjadi 18/21. Dengan adanya tipe KLX 150L ini, penggemar trail yang punya badan lebih tinggi dari 160 cm bisa tersenyum karena sudah ada varian dari pabrikan dengan ukuran bannya lebih besar namun dengan harga yang masih terjangkau.

Soal sektor body dan mesin, antara KLX 150S dan KLX 150L tidak ada perbedaan, sama persis, hanya beda di sektor karburator. Soal harga, KLX 150L akan dibanderol lebih mahal Rp 2 juta dibandingkan versi KLX 150S. Jika benar selisih harganya hanya Rp 2 juta, ini akan lebih murah beli KLX 150L dibandingkan jika beli KLX 150S yang kemudian dimodifikasi menjadi ban ring ukuran 18/21. Modifikasi biasanya habis sekitar Rp 2,5 juta meliputi pergantian arm, pelk, ban dan peninggi fork. (IDB).

Senin, 09 Desember 2013

Tim Husqvarna Menguasai Podium Powercross 2013 di Banyuwangi

Kejuaraan Powercross 2013 yang hanya dilaksakan satu seri di sirkuit Cluring, Banyuwangi mengukuhkan dominasi tim Husqvarna. Tim Husqvarna menduduki 3 besar di kelas MX 2 alias kelas motor SE 250 cc. Kalau saja Lewis Steward yang memakai motor Husqvarna FC 250 versi tahun 2014 tidak tejungkal, pasti dia akan naik podium juga. Di beberapa lap awal, Lewis berada di barisan terdepan meninggalkan lawan-lawannya. Sayang kemudian dia mencium tanah dan tidak bisa melanjutkan balap, sehingga posisi pertama disabet oleh pembalap Husvarna lannya, David Livs.

Pembalap Indonesia Agis Agassi mampu unjuk gigi degan meraih posisi ketiga setelah berjibaku melawan gempuran Ivan Hary Nugroho yang akhirnya harus puas di posisi keempat. Croser berbakat Arjun Wicaksono harus puas di posisi kelima.

Powercross Banyuwangi 2013 dilaksaanakan di bawah bayang-bayang mendung yang mengantung sejak pagi. Namun menjelang lomba, tiba-tiba udara terasa panas menyengat, sehingga terlihat kalau croser bule merasa kepanasan. Di sore hari, hujan justru turun mengguyur sirkuit yang membuat sirkuit penuh lumpur. Pembalapun harus berjuang extra keras untuk menghadapi licinnya jalur.

Jawara kelas MX 2 Powercross Banyuwangi 2013:

1. Daivid Livs (Husqvarna Evalube INK IRC MX)
2. Tom Macuks (Husqvarna Evalube INK IRC MX)
3.  Agi Agassi (Husqvarna Indonesia)

Juara kelas 85 cc disabet oleh Yasin Soma dari tim Bali MX. Yasin Soma mampu mengasapi pesaingnya yang kebanyakan memakai motor 4 tak Honda CRF 150R. Sementara Soma percaya diri menunggangi KTM 85 cc dan menjadi jawara. (IDB).

Kamis, 05 Desember 2013

Powercross 2013 Digelar Lagi di Banyuwangi

Banyuwangi kembali dipilih sebagai lokasi ajang kejuaraan Powercross 2013 yang digelar oleh  promotor Lightning Production. Tahun 2013 hanya ada satu seri yang i rencananya akan dilaksanakan di Sirkuit PX Trembelang Cluring Banyuwangi, Jawa Timur pada tanggal 7-8 Desember 2013. Panitia akan membuka 10 kelas yang dilombakan. Mulai dari Kelas MX 2, Kelas SE, Kelas Executive hingga Kelas Veteran.

Powercross kali ini mengusung nama Husqvarna Evalube Powercross International Championship itu diharapkan menjadi obat dahaga bagi penggemar powercross tanah air, apalagi tahun ini hanya diadakan satu seri. Event ini juga sekaligus menjadi ajang adu skill dan nyali bagi croser nasional yang akan berjibaku melawan gempuran croser asing. Di Powercross tahun-tahun sebelumnya, croser asing masih mendominasi powercross yang dirancang mirip supercross itu.

Sementara itu, Lightning Production akan membuka pendaftaran mulai Jumat (6/12). Pada hari yang sama, panitia juga akan menggelar scrutineering bagi para peserta yang sudah terdaftar.

Informasi & Pendaftaran (Rini)Telp . 021-42875125, 42875127
Fax. 021-42874935
HP. 087878569044