Kamis, 19 Desember 2013

Tidak Punya Etika, Motor Trail Dilarang Lewat

Ulah sebagian penggemar motor trail yang seenaknya dalam mengendarai motornya alias tidak punya etika, berbuah pahit di banyak tempat. Setelah kejadian mobil truck terperosok ke jurang di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akibat sikap ugal-ugalan rombongan motor trail seminggu yang lalu, kini di sekitar Pegunungan Kawi, Kabupaten Malang, petani juga sudah mulai resah dengan ulah tidak terpuji dari penggemar motor trail. Akibatnya mereka memasang larangan motor trail dilarang lewat di jalur sekitar ladang petani.

Ketika IDB lewat jalur offroad di lereng Pegunungan Kawi yang masuk Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang  baru-baru ini, di sejumlah pohon terpampang tulisan “cross dilarang masuk” atau simbol tanda silang dengan tulisan “cross”. Ketika dikonfirmasi soal tulisan tersebut, seorang petani yang mengaku bernama Pak To (50 tahun) mengatakan, “ya motor cross (baca: motor trail) dilarang lewat soalnya bikin rusak jalan dan pipa air jadi pecah”. Petani lain yang lebih muda menambahkan, “rombongan motor cross itu sering ngawur, beberapa petani sempat diserempet, dan juga sering mereka melindas tanaman seenaknya aja”.

Keresahan petani yang berujung dengan dilarangnya motor trail lewat di dekat ladang mereka itu membuat IDB prihatin. Sudah saatnya kita semua, penggemar motor trail, melakukan refleksi dan berubah sikap ketika berkendaraan. Bukan hanya santun di jalanan raya, namun juga menjaga etika ketika lewat jalur offroad. Etika itu antara lain seperti tidak melindas tanaman petani, tidak melintas di jalur pipa air atau memberi ksempatan terlebih dahulu bagi petani yang mau lewat. Toh memang jalan itu menjadi jalan utama bagi petani, jadi sudah sewajarnya kita memberi kesempatan terlebih dahulu bagi petani yang mau lewat. Jangan main sruduk aja bro....

Parahnya, event motor trail adventure yang menjamur itu selalu dianggap sukses kalau mampu menyedot ribuan peserta. Semain banyak peserta yang ikut, itu akan dianggap sebagai  sebuah kesuksesan. Sementara tanpa disadari, semakin banyak peserta maka resiko “gangguan” terhadap petani atau masyarakat akan semakin tinggi pula. Akan semakin susah mengontrol ratusan atau ribuan orang. Apalagi kalau kondisi sudah capek dihajar jalur offroad yang licin, emosi akan mudah terbakar dan mencari jalan pintas untuk melewati jalur itu, tanpa memikirkan apakah jalur pintas itu akan menganggu masyarakat atau tidak.

Kalau kita tidak segera berubah perilaku dalam menikmati hobby offroad dengan motor trail, hemm jangan disalahkan kalau keresahan masyarakat itu akan mengkristal menjadi sebuah kemarahan. Dan kemarahan itu bisa diwujudkan dengan dilarangnya motor trail melintas atau yang lebih fatal lagi, lagi enak-enaknya kita naik motor tiba-tiba kepala kita ditimpuk kotoran sapi! Nah loh, siapa yang rugi kalau sudah seperti itu? Ayo saatnya kita menjunjung tinggi etika terhadap masyarakat dan lingkungan ketika kita main motor trail! (IDB).

Senin, 16 Desember 2013

Truck Masuk Jurang Akibat Ulah Rombongan Trail yang Ugal-Ugalan

Dunia motor trail di Jawa timur kembali tercoreng aib akibat ulah rombongan trail yang tidak punya etika dan tanggung jawab. Pada hari Minggu 15 Desember 2013 sekitar pukul 08.00-09.00 wib rombongan pengguna motor trail lewat jalur antara Gubuk Klakah dan Ngadas dengan ugal-ugalan yang mengakibatkan mobil truck terperosok ke dalam jurang sedalam 15 meter. Warnoto, pengemudi truck yang mengangkut material pasir untuk perbaikan jalan di Bantengan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu tidak mampu mengendalikan truck-nya akibat rombongan trail yang menguasai jalanan sempit itu.

Kasus yang ramai di posting di facebook itu mengundang keprihatinan dan kecaman. Menurut sumber, hal itu sudah kejadian yang ketiga kalinya di daerah tersebut, ada kecelakaan akibat ulah rombongan motor trail yang tidak punya etika. Parahnya, dalam kejadian terakhir itu, rombongan trail terus saja berlalu, tidak ada upaya untuk membantu truck yang terguling itu. Akhirnya masyarakat bahu membahu mengeavukasi truck yang terguling itu.

Ulah sebagian pengguna trail di sekitar Malang memang semakin memprihatinkan. Minimnya etika terhadap masyarakat dan lingkungan akan menjadi bumerang di kemudian hari, Jangan salahkan masyarakat ketika mereka menjadi marah dan alergi terhadaiprombongan motor trail. Kasihan terhadap pengguna motor trail sejati yang tidak ikut berulah negatif, tetapi kena getahnya.

Sejak lama IDB dan tim CHEELA menggugah kesadaran sahabat penggemar motor trail untuk menjunjung tinggi etika terhadap sosial dan masyarakat. Walaupun anehnya, ada juga orang yang mencibir ajakan IDB dan tim CHEELA itu. Hemmm susah ya, mengajak untuk berbuat baik, malah dicibir. Itu menunjukan sikap dan pengetahuan yang memang tidak dewasa.

Beberapa etika yang seharusnya kita junjung tingggi sebagai penggemar motor trail antara lain:
  • Bersikap santun alias tidak kebut-kebutan ketika melalui jalan raya dan jalanan kampung. Silahkan betot gas jika di jalur offroad yang benar-benar sepi.
  • Tidak perlu pasang knalpot dengan suara yang menggelegar, itu sudah kuno bro. Kini zamannya pasang knalpot yang suaranya tidak menggelegar, tetapi performa motor meningkat dahsyat. Di sirkuit motocross internasional saja sekarang sudah ada batasan kekerasan suara knalpot, itu menunjukan adanya kepedulian. Apalagi di jalur offroad yang juga dilalui petani atau penduduk desa, sudah sepatutnya memasang knalpot yang “ramah”, bukan knalpot suara “brong”. Knalpot ‘brong” udah jadul bro!
  • Tidak melintas di lahan pertanian milik petani, jangan pernah melindas tanaman petani
  • Jika dalam jumlah rombongan besar dan melewati jalur sempit, dahulukan kepentingan masyarakat umum. Jangan bertindak arogan!
  • Tidak membuang sampah plastik dan putung rokok sembarangan. Petualang sejati itu jika peduli terhadap lingkungan.
Ayo saatnya kita semua menjunjung tinggi etika ketika naik motor trail. Offroader sejati adalah yang punya etika terhadap sosial dan lingkungan! (IDB).

Mencicipi Jalur Fun Offroad di Pacitat

Klayar, Ngiro Boyo, Watu Karung, Srau, itu semua adalah nama-nama pantai yang terletak di kawasan Pacitan selatan. Kawasan tersebut diakui dunia internasional sebagai kawasan kars kelas satu, sehingga saat ini sedang diusulkan menjadi kawasan taman bumi atau geo park ke UNESCO.

Salah satu pantai di Pacitat itu adalah Pantai Klayar memiiki pemandangan yang sangat indah. Formasi batu karang menjulang tinggi bak menara yang memagari pantai. Ada fenomena alam yang orang setempat menyebutnya seruling samodra, yakni sembutan air seperti semburan gletser setinggi sekitar 10 meter ketika ombak menghantam gugusan karang. Terdapat laguna di pantai Ngiroboyo yang berpasir hitam legam karena kaya akan biji besi, dan Pantai Watukarung yang berpasir putih menawarkan sensasi bagi penggemar olah raga surving. Terdapat juga perkampungan nelayan, jadi bagi penggemar sea food disanalah surganya. Di Srau terdapat hamparan kebun kelapa, jadi bagi penggila es degan akan bisa memuaskan diri .

Selain keindahan alamnya, kawasan tersebut ternyata juga terdapat sarana bagi penggemar off road motor trail. Didik (C20), Agus (C11) dan Sugi (C21)adalah 3 orang anggota tim CHEELA yang pada tanggal 9 Desember berkesempatan mencicipi jalur-jalur off roadnya dengan menggunakan dua motor KTM 2 strokes dan Kawasaki KLX 150. Berangkat dari Desa Kalak menuju Pantai Klayar, Ngiroboyo, Watu Karung, Srau dan finish di Dadapan. Kondisi jalur didominasi oleh tanah padas yang sedikit berlempung. Namun dominasi terbesar adalah berupa batu kapur dan sedikit batuan karang. Maklum kawasan pantai selatan, jadi berkarang dan berkapur. Tetapi saat itu kami benar-benar melakukan fun off road, tidak speed off road seperti biasanya.

Dalam perjalanan pulang ke Malang kami sempat mampir ke Pelangi Motor, tempat mas Irfan, salah satu anggopta PINTAS-komunitas trail Pacitan untuk bersilaturahmi. Dari hasil ngobrol, next time kami tertarik untuk menjajal jalur-jalur panjang double track seperti yang diceritakan mas Irfan. Trip juga bisa dipadukan dengan melewati Jalur Lintas Selatan (JLS) Trengalek Pacitan. Saran mas Irfan sebaiknya disediakan waktu 2 hari untuk jalur tersebut, “Dijamin pasti akan puas”, kata mas Irfan.  Tim CHEELA yang lain mauuuuu? Yuk kita agendakan melalap JLS itu! (C20).

Minggu, 15 Desember 2013

Kawasaki Luncurkan KLX 150L dengan Ring Ban 18/21

PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) meluncurkan varian baru dari motor trail yang laris manis seri KLX, yaitu KLX 150L. Sebelumnya varian yang sudah ada itu tipe KLX 150S dengan ukuran  ban belakang ring 16 dan depan 19. Sedangkan tipe KLX 150L mengusung ban belakang ring 18 dan depan 21. Varian KLX 150L ini sepertinya akan laris manis juga seperti saudaranya KLX 150S, apalagi selama ini KLX 150S banyak yang diubah ukuran bannya menjadi 18/21. Dengan adanya tipe KLX 150L ini, penggemar trail yang punya badan lebih tinggi dari 160 cm bisa tersenyum karena sudah ada varian dari pabrikan dengan ukuran bannya lebih besar namun dengan harga yang masih terjangkau.

Soal sektor body dan mesin, antara KLX 150S dan KLX 150L tidak ada perbedaan, sama persis, hanya beda di sektor karburator. Soal harga, KLX 150L akan dibanderol lebih mahal Rp 2 juta dibandingkan versi KLX 150S. Jika benar selisih harganya hanya Rp 2 juta, ini akan lebih murah beli KLX 150L dibandingkan jika beli KLX 150S yang kemudian dimodifikasi menjadi ban ring ukuran 18/21. Modifikasi biasanya habis sekitar Rp 2,5 juta meliputi pergantian arm, pelk, ban dan peninggi fork. (IDB).

Senin, 09 Desember 2013

Tim Husqvarna Menguasai Podium Powercross 2013 di Banyuwangi

Kejuaraan Powercross 2013 yang hanya dilaksakan satu seri di sirkuit Cluring, Banyuwangi mengukuhkan dominasi tim Husqvarna. Tim Husqvarna menduduki 3 besar di kelas MX 2 alias kelas motor SE 250 cc. Kalau saja Lewis Steward yang memakai motor Husqvarna FC 250 versi tahun 2014 tidak tejungkal, pasti dia akan naik podium juga. Di beberapa lap awal, Lewis berada di barisan terdepan meninggalkan lawan-lawannya. Sayang kemudian dia mencium tanah dan tidak bisa melanjutkan balap, sehingga posisi pertama disabet oleh pembalap Husvarna lannya, David Livs.

Pembalap Indonesia Agis Agassi mampu unjuk gigi degan meraih posisi ketiga setelah berjibaku melawan gempuran Ivan Hary Nugroho yang akhirnya harus puas di posisi keempat. Croser berbakat Arjun Wicaksono harus puas di posisi kelima.

Powercross Banyuwangi 2013 dilaksaanakan di bawah bayang-bayang mendung yang mengantung sejak pagi. Namun menjelang lomba, tiba-tiba udara terasa panas menyengat, sehingga terlihat kalau croser bule merasa kepanasan. Di sore hari, hujan justru turun mengguyur sirkuit yang membuat sirkuit penuh lumpur. Pembalapun harus berjuang extra keras untuk menghadapi licinnya jalur.

Jawara kelas MX 2 Powercross Banyuwangi 2013:

1. Daivid Livs (Husqvarna Evalube INK IRC MX)
2. Tom Macuks (Husqvarna Evalube INK IRC MX)
3.  Agi Agassi (Husqvarna Indonesia)

Juara kelas 85 cc disabet oleh Yasin Soma dari tim Bali MX. Yasin Soma mampu mengasapi pesaingnya yang kebanyakan memakai motor 4 tak Honda CRF 150R. Sementara Soma percaya diri menunggangi KTM 85 cc dan menjadi jawara. (IDB).

Kamis, 05 Desember 2013

Powercross 2013 Digelar Lagi di Banyuwangi

Banyuwangi kembali dipilih sebagai lokasi ajang kejuaraan Powercross 2013 yang digelar oleh  promotor Lightning Production. Tahun 2013 hanya ada satu seri yang i rencananya akan dilaksanakan di Sirkuit PX Trembelang Cluring Banyuwangi, Jawa Timur pada tanggal 7-8 Desember 2013. Panitia akan membuka 10 kelas yang dilombakan. Mulai dari Kelas MX 2, Kelas SE, Kelas Executive hingga Kelas Veteran.

Powercross kali ini mengusung nama Husqvarna Evalube Powercross International Championship itu diharapkan menjadi obat dahaga bagi penggemar powercross tanah air, apalagi tahun ini hanya diadakan satu seri. Event ini juga sekaligus menjadi ajang adu skill dan nyali bagi croser nasional yang akan berjibaku melawan gempuran croser asing. Di Powercross tahun-tahun sebelumnya, croser asing masih mendominasi powercross yang dirancang mirip supercross itu.

Sementara itu, Lightning Production akan membuka pendaftaran mulai Jumat (6/12). Pada hari yang sama, panitia juga akan menggelar scrutineering bagi para peserta yang sudah terdaftar.

Informasi & Pendaftaran (Rini)Telp . 021-42875125, 42875127
Fax. 021-42874935
HP. 087878569044

Minggu, 10 November 2013

Offroad dan Rafting ke Probolinggo

Dua belas orang anggota tim Chelela mengisi waktu di awal bulan November 2013 dengan melakukan offroad yang dikombinasikan degan rafting di kawasan Kabupaten Probolinggo. Anggota tim yang ikut bukan hanya dari kota Malang saja, namun juga dari Surabaya dan Sidoarjo. Selain anggota, juga ada dua orang tamu dari Sumatera utara yang turut gabung offroad bareng Cheela.  Dua tamu yang juga sahabat Cheela itu adalah Sondrak dan Sebastian.

Karena lokasi offroad dan raftingnya lumayan jauh, acaranya dirancang dua hari yang dikasih nama Cheela Two Days Offroad to Songa Rafting. Songa adalah nama operator rafting alias arung jeram di sungai Pekalen, Probolinggo, yang sudah kondang akan kenyamanan dan keamanannya di dunia rafting di Jawa timur.

Tim berangkat jam 8.30 dari kawasan Pakis, Kabupaten Malang menuju kawasan Bromo lewat Taji. Jalur dari Pakis ke Taji itu berupa aspal dan jalan batu yang berada di tengah-tengah ladang dan perkebunan apel. Dari Taji, tim langsung meluncur ke Nongkojajar yang sudah masuk Kabupaten Pasuruan. Tanpa istirahat, tim langsung meluncur ke Bromo lewat daerah Ngawu. Di jalur Ngawu hingga lautan pasir inilah tim baru merasakan jalur offroad. Tim-pun mulai memacu motornya agak kencang.

Begitu sampai di lautan pasir, tim langsung membetot gas ke arah Cemoro lawang. Di jalur ini, motor milik
RK dan DH mengalami gangguan di sektor pengeremen, jadinya dua orang ini memacu motornya dengan pelan setelah dari Cemoro Lawang. Maklum dari Cemoro Lawang menuju base camp-nya Songa itu penuh dengan turunan super tajam dan meliuk-liuk.

Setelah bosan menyusuri jalanan aspal, baru menjelang gelap, tim disuguhi sedikit jalur offroad oleh pemandu yang asal Probolinggo. Karena hari semakin gelap, tim memutuskan untuk langsung menju base camp Songa lewat jalur aspal. Tim sampai di base camp Songa sekitar jam 18.30 ketika hari sudah gelap. Malam itu kami menginap di base camp Songa Rafting.

Asyiknya Rafting

Hari kedua diisi dengan rafting di Sungai Pekalen yang dikelola oleh Songa Rafting. Semuanya bergembira di hari yang cerah itu, apalagi banyak yang baru pertama kalinya rafting. Pemandangan di sepanjang sungai sangat indah, apalagi ada atraksi ribuah kelelawar yang berada di atas sungai. Rafting di Sungai Pekalen bersama Songa Rafting benar-benar memuaskan. Pemandunya sangat ramah dan profesional. Jika anda ingin rafting di Jawa timur, Songa Rafting adalah pilihan yang sangat direkomedasikan oleh tim Cheela.

Ketika sebagian besar anggota tim Cheela bersenang-senang di atas riak sungai Pekalen, dua orang lainnya yaitu RK dan DH memilih untuk bersenang-senang di jalur offroad di lereng Gunung Lamongan. Sayangnya jalurnya sebagian besar berupa batu, hanya sedikit jalur tanahnya. Meski demikian RK dan DH merasa puas  karena bisa menikmati pemandangan indah Danau Ranuagung. RK dan DH sepakat lain waktu akan mencoba mencari jalur offroad sebenarnya di sekitar Gunung Lamongan tersebut.


Terima kasih untuk anggota tim Cheela yang telah ikut acara ini, dan terima kasih khusus untuk DH yang telah memfasilitasi semua kebutuhan tim selama berada di base camp Songa Rafting!

Kamis, 10 Oktober 2013

Uji Coba New Husqvarna 2014

Kehadiran Husqvarna versi 2014 paska meleburnya Husaberg dan Husqvarna dalam satu brand Husqvarna, membuat banyak orang penasaran akan performanya. Kalau dari sudut model sih terlihat sekali kalau mirip dengan KTM/Husaberg. Namun apakah benar itu motor serupa yang hanya beda warna saja? Majalah DIRT BIKE dalam mempublikasikan uji coba singkat new Husqvara. Berikut ringkasan hasil uji coba tersebut.

Pertanyaan (P): Apakah Husqvarna sekedar motor yang sama persis dengan KTM, tapi hanya beda warna?
Jawaban (J): Tidak, mereka sama, tetapi tidak serupa. Memang ada banyak komponen KTM yang ada di Husqvarna.

P: Apakah Husqvarna akan menggantikan Husaberg dalam jajaran ‘keluarga’ KTM?
J: Ya, tetapi tidak untuk tahun 2014. Di tahun 2014 masih akan dijual Husaberg versi terakhir, setelah itu Husaberg akan punah, digantikan Husqvarna.

P:  Apakah Husqvarna yang saat ini dibuat di Itali tidak akan diproduksi lagi?
J: Ya, selamat tinggal untuk Husqvarna model lama (yang warna merah putih) buatan Itali. Namun pabrikan Husqvarna tetap akan menjamin spare parts Husqvarna model lama.

Kedepannya Husqvarna akan diarahkan sebagai kelas “premium”nya KTM, yang otomatis sepertinya harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan KTM. Ini persis seperti era Husaberg dulu.

Uji coba sebentar yang dilakukan DIRT BIKE di Swedia sangat menggembirakan. Husqvarna benar-benar memuaskan test rider. Motornya lebih stabil karena shock memakai link, seperti yang dipakai oleh KTM di versi SX (tipe cross). Sektor mesin juga mantap, sama halnya seperti KTM. Untuk fork memakai WP tipe 4CS. Untuk uji coba lebih jauh, kita tunggu saja kabarnya lagi. Semoga tim IDB juga punya kesempatan untuk uji coba new Husqvarna.


Selasa, 08 Oktober 2013

Offroad ke Petungsewu Adventure Tembus Gunung Kawi

Untuk yang suka offroad dengan motor trail di jalur pegunungan, jalur di sekitar Petungsewu Adventure atau yang dikenal juga dengan nama Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC), Kecamatan Dau, Kabupaten Malang,  menjadi pilihan istimewa. Di Petungsewu Adventure sendiri juga ada fasilitas penginapan yang murah meriah dan cafe dengan makanan tradisional yang sehat, jadi semakin klop ketika habis dihajar medan offroad bisa langsung menyantap makanan lezat. Di awal Oktober 2013, tim CHEELA mencicipi jalur offroad di sekitar Petungsewu yang memang benar-benar mengasyikan. Kami juga sempat makan siang di Cafe Primata yang ada di Petungsewu Adventure. Menunya waktu itu urap-urap, ikan asin dan rempeyek kacang hijau, hemmmm sedap bro!

Dari Petungsewu kami melanjutkan offroad ke Gunung Kawi. Dari Petungsewu ke jalur offroad itu tidak sampai lima menit. Jalurnya didominasi single track di tengah hutan pinus dan juga lewat perladangan. Dari base camp Petungsewu Adventure ke Gunung Kawi lewat jalur offroad membutuhkan waktu sekitar 2 jam jika di musim kemarau. Kalau di musim hujan, bisa lebih dari 6 jam karena jalurnya super licin!

Kami berlima yang waktu itu menunggangi KTM 200 EXC, Husaberg TE 300, Honda CRF 150F dan Kawasaki KLX 150 menikmati benar jalur offroad ke Gunung Kawi itu. Puas rasanya bisa bersenang-senang mulai pagi hingga sore hari. 
Apalagi jalurnya bervariasi, mulai dari single track, sungai, ladang, jalur terbuka hingga hutan alami. Jalur yang beragam itu membuat kami tidak bosan dan malas untuk mengakhiri offroad di hari Minggu yang cerah itu. Apalagi kami disuguhi pemandangan indah, bisa melihat Kota Malang dari ketinggian.

Jika ingin main ke Petungsewu Adventure sambil offroad atau sekedar berwisata alam, coba kunjungi websitenya dulu di link berikut ini biar tidak tersesat: http://www.p-wec.org/id

Minggu, 06 Oktober 2013

Husqvarna 2014 Semakin Mantap, Sangat Kental Nuasa Husaberg

Sejak berita Husaberg digabung lagi dengan Husqvara mencuat, penggemar dirt bike penasaran kayak apa wujud new Husqvarna. Apakah didominasi oleh disain lama Husqvarna atau justru Husaberg yang dominan? Seperti diketahu, Husaberg juga sudah satu atap dengan KTM yang asal Austria itu. Tak heran jika Husaberg generasi terkahir itu banyak sekali kemiripannya dengan KTM. Bahkan boleh dibilang Husaberg itu adalah KTM warna biru.

Nah bagaimana dengan wajah baru Husqvarna setelah “rujuk” dengan Husaberg? Rasa penasaran itu terobati ketika new Husqvarna 2014 dikenalkan penampakannya di Swedia pada tanggal 5 oktober 2013. Melihat penampilan Husqvarna 2014 itu tampak sekali kalau banyak kemiripan dengan Husaberg generasi terakhir. Mulai cover plastik, lampu, front dan rear fender, arm dan suspensi itu mencomot dari Husaberg. Sementara sektor suspensi yang dipakai di Husbaerg itu juga sama persis dengan yang dipakai KTM.
Shock belakang Husqvarna terlihat sudah memakai link, persis seperti yang dipakai di KTM versi cross country dan SX. Pelk dibalut warna hitam, jadi terlihat semakin garang. Yang belum jelas adalah apakah di sektor mesin itu juga sama dengan Husaberg/ KTM ataukah tetap mengusung mesin Husqvarna yang juga dikenal bandel itu.

Penampakan fisik new Husqvarna 2014 memang terlihat keren, mirip dengan Husaberg. Untuk nama jualannyapun memakai nama tipe yang dipakai Husaberg, misalnya Husqvarna 2 tak yang dulu bernama WR 300 kini diganti jadi TE 300 (nama yang dipakai Husaberg). Untuk 4 tak juga memakai nama FE, persis yang dipakai oleh Husbaerg. 

Tapi jika memang sektor rangka, suspensi dan mesin itu benar-benar sama dengan Husaberg, maka apa bedanya dengan KTM selain soal warna? Pertanyaan lain, bagaimana dengan soal harga? Selama ini harga Husqvarna yang lama itu lebih murah dibanding KTM/Husaberg meski dengan kualitas yang relatif sama. Apakah new Husqvarna akan naik harganya setara dengan harga KTM? Semoga saja harganya tetap dibawah harga KTM, namun dengan kuallitas yang lebih baik tentunya. Berharap demikian.

Sambil menunggu uji coba, yang jelas secara perfoma fisik itu new Husqvarna terlihat sexy dan menggoda, tinggal performa di medan offroad yang memang pantas untuk dicicipi. Tunggu test ride tim IDB untuk motor new Husqvarna 2014!


Sumber: Enduro21.com

Selasa, 24 September 2013

Penjual Motor Trail dan Aksesorisnya yang Terpercaya Versi IDB 2013

Dunia motor trail di Indonesia tumbuh dengan pesat, bagaikan jamur di musim hujan. Pesatnya hobby motor trail ini juga diikuti dengan semakin banyaknya bermunculan toko yang menjual motor trail ataupun aksesorisnya. Membeli motor trail impian, kini tidaklah sulit, asal ada duit. Motor trail jenis apapun bisa masuk ke tanah air. Toko online yang menjual lewat jejaring sosial semacam Facebook juga tumbuh pesat.
Parahnya banyak juga ternyata toko (online) yang fiktif. Sudah banyak korban berjatuhan menjadi korban penipuan jual beli di dunia maya. Beberapa anggota tim CHEELA juga sempat jadi korban. Ada yang menjual motor trail dengan murah, namun ketika uang muka sudah ditransfer ternyata motor tidak kunjung datang. Ujung-ujungnya ternyata itu fiktif alias penipuan.

Kasus lain, ada yang pesan aksesoris motor trail di sebuah toko di Malang. Dijanjikan barang akan datang seminggu, dengan catatan uang dibayar di depan. Seminggu lewat, dua minggu berlalu dan menginjak bulan, namun barang tidak kunjung datang. Ketika uang diminta kembali, ternyata “ruwet” dan “mbulet”.

Ada juga teman yang pesan motor SE di sebuah toko. Uang muka diberikan sesuai dengan kesepakatan dan dijanjikan motor akan datang dalam waktu 2 minggu, karena katanya motor sudah dalam perjalanan ke Indonesia. Ternyata motor baru datang 2 bulan kemudian.

Tentunya anda tidak ingin kecewa dan tertipu ketika belanja motor trail atau aksesorisnya. Apalagi harganya rata-rata terbilang mahal. Untuk itu tim CHEELA dan IDB berbagi pengalaman belanja ke toko-toko trail yang terpercaya. Daftar beberapa toko trail yang bisa dipercaya (berdasarkan pengalaman tim CHEELA dan IDB yang sudah bertransaksi) tahun 2013 antara lain:

Acay Motor
JL Aceh No 18 Bandung
Telp O22 4231216 / 022 76900099
Email: trfmx18@yahoo.co.id

AHRS
Jl. Tole Iskandar no. 162 Depok 16417. 
Tel. 021 77820649, 7701195 
Website: http://www.ahrsproducts.com/

Ardian Motocross Shop
Jl.Parangtritis km 4.5 
Ph :0274 374439, Mobile :088802857009, 081392257575
Fax : 0274 379426, pin BB : 26093651
Yogyakarta, Indonesia
email; irwanardiansyah2003@yahoo.com
www.ardiansmx.com
Catatan tambahan: menyediakan spare parts SE 

ART MOTOR-X
Jl. Raya Mondoroko Kav.31-C Km.2 Singosari Malang
Telp. 08123329577, 08124960333, 0341-452252
pin BB 27B055BC

Bangun Jaya Motor
Jl. Raya Dadap Tulis utara no 190c (bok anyar)
Malang, Indonesia 65323
HP. 81233936008, Email: bangunjayamotor@yahoo.com
Catatan tambahan: Menyediakan mini moto buatan China

Dirbike Shop Malang
Jl Raya Bukit Dieng 5 Kav 5 Malang 
Telp 0341-7684466 Malang
HP. 0857.3150.6788, 081.333.828.319
Email: dirtbikeshoponline@gmail.com

Ericson (Jakarta)
081282602040 or PIN 29D8C286
Catatan tambahan: menjual motor enduro baru


Husqvarna Indonesia

Jl. Bypass Ngurah Rai 108X, Pesanggaran,
Denpasar Selatan, Bali Tel. +62 361 724099, Fax. +62 361 725599
Catatan tambahan: dealer resmi Husqvarna di Indonesia

Gas Gas
Jl. Kedoya Duri Raya No.3 Kebonjeruk Jakarta Barat
telpon 021 5823076

Catatan tambahan: Deler resmi motor Gas Gas mulai tipe trial dan enduro
Karya Indah Motor (KIM)
Bungur Besar 153 Jakarta 10460
Telp (021) 4241153, 4246573, Fax (021) 4216669
Email: ktmamaniac@gmail.com
Catatan tambahan: Menjual motor Husaberg dan spareparts untuk KTM dan Husaberg.

KTM Indonesia
Taman Tekno Blok L1 no 12. BSD City
Serpong Tangerang, Banten - INDONESIA
Telp : +62 (21) 758 764 51
Fax : +62 (21) 758 764 52
Email : info@ktmindonesia.com
Catatan tambahan: importir resmi KTM di Indonesia

Roby Steam

  • Jalan Panjang arteri raya Kelapa Dua, depan jalan sasak 2 No.25 Kebon Jeruk RCTI Jakarta Barat
  • HP : 081584373267, TELP : 0215321309, FAX : 021-5332332, PIN : 26BDA44C
  • Catatan tambahan: menjual motor enduro baru dan bekas

MSD
Ruko Surya Indah Blok A-5
Jl. By Pass I Gusti Ngurah Rai (Kelan) 12A/99
Tuban-Kuta, Bali 80362
Phone: 62-361-704-769
Fax: 62-361-704-768
MSD Surabaya: (031) 599-1487
MSD Jakarta: (021) 722-8972, 722-8973
Website: http://www.msd-indy.com
Catatan tambahan: Menyediakan spare part SE, khusus aksesoris original dan branded

Garasi Adventure Shop
JL.Gayungsari No 1 Surabaya
Telpon 811326674
Email: garasiadventureshop@ymail.com
Catatan tambahan: Juga menjual motor build up enduro seperti husaberg dan KTM

HOT PIPES
Jl Fatmawati No 15 A-B Jakarta 12420
Tel (021) 7656405, 7698916
Email: sales@hotpipes_shop.com
Website: http://hotpipeshop.com
Catatan tambahan: Distributor resmi KTM dan menjual spare part KTM

Rahmad Jaya Trail Shop
Jl. Garuda 44 Rt 08 Rw 02 Karangpandan Pakisaji Malang
Telpon 081334568074
Website: http://www.rjtrailshop.com/
Catatan tambahan: banyak menjual aksesoris lokal

Robert Cycle Supply
Jl.Maleer III No 3. Bandung
HP. 0815-6029448
Catatan tambahan: Juga menjual motor SE baru atau second

ROSSY MX SHOP
Perum Griya Satria Blok W No 3
Bantar Soka, Purwokerto 53133
Tel. 0281-7624580/628523
Email: rossymx@ymail.com
Website: http://www.rossymx.com/
Catatan tambahan: juga menjual motor enduro dan juga spare part KTM

RRF Motocross
JL.Mayjend Sungkono 68 Kutoanyar Tulungagung
HP 08123402796 Email: rrf_motocross@yahoo.com
FB: RRF perlengkapan motocross
Catatan tambahan: menjual motor enduro dan SE baru

Variasi MX
Komplek Taman Mutiara
Ruko Blok M No. 6 Cimahi, Bandung
Telpon 226631416, Email: variasimx2@yahoo.com
Website: http://www.variasimx.com/vmx/index.php

Jumat, 06 September 2013

Antoine Meo Bertanding di Kejuaran Enduro dengan KTM 125 EXC

Juara enduro dunia Antoine Meo akan berlaga di kejuaran dunia enduro EWC yang akan digeklar di Perancis dengan menggunakan motor 2 tak dengan cc kecil yaitu KTM 125 EXC. Setelah sebelumnya Meo menjadi juara di kejuaran enduro di Perancis, Meo semakin jatuih cinta dengan motor cc kecil yang mengusung mesin 2 tak. Meo akan mencoba membuktikan bahwa KTM 125 cc juga akan kompetitif di kejuaraan enduro dunia EWC kelas 1. Meo akan melawan gempuran motor 4 tak yang mengusung cc mesin lebih gede yaitu 250 cc. Dengan tehnologi motor 4 tak yang sudah  maju dan modern, seharusnya  motor 4 tak menjadi "malu" karena melawan motor 2 tak yang lebih kecil cc-nya. Yah tapi itulah aturan yang masih berlaku hingga kini, motor 2 tak selalu melawan motor 4 tak dengan cc yang lebih besar, padahal tehnologinya sudah sangat maju.

Lebih lanjut, cek di link bawah ini:

Enduro21 / Passionate about Enduro / My Ride – Antoine Meo’s KTM 125 EXC

Selasa, 03 September 2013

Jual KTM 350 XCF Tahun 2012

Untuk yang lagi mencari motor enduro yang agresif dan super mantap untuk offroad, ini ada KTM 350 XCF tahun 2012 milik anggota tim CHEELA yang dilego Rp 90 juta. Tipe XCF sangat cocok untuk pengendara agresif karena motor ini sangat responsif dan ringan bobotnya. Posisi motor ada di Malang dan dalam kondisi yang terawat. Bagi yang minat serius, silahkan telpon 081553117101 (maaf tidak menerima SMS). SUDAH TERJUAL!

Kamis, 29 Agustus 2013

KTM Meluncurkan Model Freeride 2 Tak

Pabrikan KTM Austria kembali bikin kejutan dengan meluncurkan model Freeride 250R yang mengusung mesin 2 tak. Sebelumnya model Freeride itu menggunakan mesin 350cc 4 tak dengan semboyan motor trail yang bisa dipakai kemana saja dengan menyenangkan. Untuk menjawab kebutuhan konsumen yang tidak puas dengan Freeride 350 yang kurang “garang”, kini KTM meluncurkan versi 2 taknya.

KTM Freeride 250R tahun 2014 menggunakan basis mesin dari tipe 250 EXC, namun menggunakan karburator yang lebih kecil yaitu 28 mm. Berat motor juga sangat ringan, hanya 92,5 kg, ini lebih ringan 7 kg dibandingkan yang model 350. Filter udara yang terlalu kecil di model Freeride 350, kini di model Freeride 250R sudah diperbesar. Test ride IDB di model Freeride 350 itu sering ada kendala di filter udara yang cepat kotor dan membuat performa motor jadi tidak maksimal.


Suspensi Freeride 250R sama dengan yang model 350, namun ada penyempurnaan. KTM Freeride 250R dipersembahkan untuk penggila Freeide 350 yang ingin merasakan sensasi motor yang lebi extrim dari yang tipe 350 yang dianggap terlalu “fun”. Untuk harga masih belum diketahui. Sebagai gambaran, Freeride 350 di Indonesia dipasarkan sekitar Rp 105 juta, mungkinkah yang 250R lebih murah? (IDB).

Selasa, 27 Agustus 2013

Dijual Trail Kawasaki D-Tracker 250 Versi Offroad

Dijual trail Kawasaki D-tracker 250 versi offroad (ban dunlop 18/21 asli bawaannya KLX 250) tahun 2010 yang dilemghkapi surat STNK dan BPKB, jadi tidak perlu kuatir jika digunakan di jalanan raya. Trail dengan plat nomor  N (Malang) ini berwarna warna orange asli yang mirip dengan warna motor KTM asal Austria itu. Motor sudah dilengkapi dengan beberapa aksesoris berkualitas tinggi seperti lampu depan Polisport, lampu belakang Acerbis asli Italy, gir belakang original KX250F, handguard fastway USA, dan rack untuk tempat barang di bagian belakang.


Motor trail ini mantap untuk adventure, apalagi dilengkapi dengan STNK, jadi bisa bebas kemana saja. Motor istimewa ini dijual seharga Rp 40 juta, yang minat serius silahkan telpon ke 081553117101 (maaf tidak melayani SMS, call only). SUDAH TERJUAL!

Senin, 26 Agustus 2013

Offroad ke Dau-Coban Rondo

Pertengahan Agustus 2013 tim CHEELA offroad melalui jalur Kecamatan Dau, Kabupaten Malang melintas air tejun Coban Rondo dan lereng Gunung Arjuna. Tim yang berjumlah 6 orang itu menunggangi kuda besi kawasaki KLX 150, KTM 350 EXC, Husaberg TE 300 dan Honda CRF 150F. Offroad hari itu start jam 09.30 dan finish jam 17.30 yang 80% medannya single track dengan variasi medan berupa perladangan, hutan pinus, sungai dan hutan alami.

Offroad selama 8 jam itu sangat menyenangkan, apalagi cuaca sedang cerah, jadi tim bisa memacu motornya dengan maksimal. Jalur yang kering membuat di beberapa jalur penuh dengan debu yang bergulung-gulung yang mengakibatkan tim yang berada di barisan belakang harus berselimut debu. Di beberapa titik tim harus mengeluarkan segenap kemampuannya untuk lolos dari tantangan alam itu. Ini dia foto-foto offroad tim CHEELA ke jalur Dau-Coban Rondo (25/8/2013);


Kamis, 22 Agustus 2013

Petualangan ke Danau Buyan, Bali

Di peterngahan tahun 2013 dua orang anggota CHEELA berkesempatan melakukan petualangan dengan motor trail mengunjungi danau-danau yang ada di Bali. Salah satu danau yang indah dan sepi itu adalah Danau Buyan. Danau yang dikelilingi oleh hutan ini juga menyimpan jalur offroad yang cukup mengasyikan, meskipun tidak terlalu panjang. Suasana danau yang jauh dari keramaian membuat semakin memperkuat nuansa petualangan.

Meskipun memakai motor trail, namun motor yang kami gunakan untuk ke Danau Buyan buklan spek untuk hard offroad, tapi lebih ke touring adventure. Kalau sekedar melewati jalanan offroad dengan kecepatan santai sih tidak ada masalah, namun kalau untuk melewati single track itu motor kami kurang pas. Jadi dsalam petualangan kali ini kami banyak juga melewati jalan aspal, namun kami memlih jalan aspal alternatif yaitu jalanan yang blusukan ke kampung-kampung. Justru ini sangat mengasyikan karena kami bisa lebih dekat mengenal kehidupan dan budaya masyarakat setempat.

Danau Buyan berada di kawasan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada,Kabupaten Buleleng, Bali. Danau ini merupakan satu dari tiga danau kembar yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar. Ia diapit oleh dua danau lainnya, yaitu Danau Tamblingan di sebelah barat dan Danau Beratan di sebelah timur. Danau Buyan adalah yang terbesar dari ketiganya.
Suasana yang asri di Danau Buyan membuat kami betah berlama-lama di kawasan ini sambil menikmati kicauan burung liar. Di sore hari ada beberapa komunitas lokal yang membawa motor trail modif yang sempat lewat dan menyapa kami. Rupanya demam motor ala trail juga melanda di desa sekitar Danau Buyan.


Dari Danau Buyan kami melanjutkan perjalanan mengunjungi Danau Tamblingan yang tak kalah indahnya. Dari Danau Tamblingan kami melakukan petualangan lewat jalur alternatif yang jalannya berkelok-kelok dan batu. Jalan ini tembus ke Desa Munduk yanhg banyak dikunjungi bule. Meskipun jalan yang kami lalui tidak 100% offroad, namun kami puas dan senang, karena memang sejak awal petualangan kali ini kami rancang untuk touring adventure, bukan full off-road. Karena touring adventure, makanya motor kami juga dilengkapi dengan rak barang untuk mengangkut tas kami yang berisi aneka perlengkapan petualangan selama beberapa hari itu.

Ryan Villopoto dan Eli Tomac Jawara Lucas Oil Motocross 2013

Ryan Villopoto kembali menjadi jawara di kejuaraan Lucas Oil Motocross 2013 di kelas paling bergengsi 450cc. Dengan motor andalannya Kawasaki KX450F, Villopoto untuk kedua kalinya menjadi sang jawara di event resmi AMA ini. Di kelas 250 cc, Eli Tomac dengan Honda CRF 250R menjadi peraih mahkota tertinggi.

Di kejuaran motorcross dunia, pembalap-pembalap yang naik motor Jepang masih sulit terkalahkan. Sementara itu di kejuaraan enduro, justru motor Eropa seperti KTM dan Husaberg yang merajai. Kalau untuk kejuaraan rally, honda dengan CRF 450X masih mempunyai daya saing yang kuat melawan gempuran motor enduro Eropa.

Hasil lengkapnya bisa dicek di link beriku ini
Ryan Villopoto, Eli Tomac Celebrate 2013 Titles at Inaugural Utah National | Alli Sports Action Sports

Jumat, 09 Agustus 2013

Taddy Blazusiak Raih Medali Emas di Los Angeles X Games

Pembalap KTM Taddy Blazusiak meraih medali emas di kejuaraan X Games di Los Angeles, USA. Ini adalah medali emas kedua yang diraih Taddy di X Games tahun 2013. Taddy masih menjadi raja dalam kejuaraan bergenre endurocross ini. Meskipun sempat mengalami kecelakaan di kejuaraan sebelumnya di Barcelona, namun Taddy menunjukan performa terbaiknya di Los Angels dengan menyabet medali emas.

Cerita lebih lengkap silahkan cek di link berikut: http://www.enduro21.com/index.php/component/k2/item/1236-x-games-gold-to-taddy-in-la

Minggu, 21 Juli 2013

Offroad ke Bromo Bareng Bule Inggris

Setelah sekian lama tim Cheela vakum, kini bergeliat lagi di jalur offroad. Tim Cheela yang memang didisain tidak banyak anggota ini di pertengahan Juli 2013 memandu sahabat dari Inggris yang juga gila motor. Bule berinisial AD itu di negerinya sono biasa pakai KTM 450 SXF, motor tipe cross yang ganas bro. Nah kita penasaran, gimana performanya di jalur offroad. Kita pilih jalur ke Gunung Bromo, cuma lewat beberapa jalur yang lumayan sulit karena perlu skill untuk melewatinya. Jadi gak melulu langsung menggeber gas di lautan pasir Bromo.

Offroad bareng bule AD itu juga diikuti beberapa orang yang terbiasa main motor sport jalanan raya. Mereka terbiasa membetot motor sport semacam Kawasaki ZX6 atau Yamaha R6. Adalah DW yang mengenalkan mereka ke tim Cheela, jadilah mereka penasaran ingin mencicipi jalur offroad. Toh mereka sudah malang melintang di jalur on road dengan motor sport cc lumayan gede.

Jam di tangan menunjukan pukul 08.40 ketika rombongan kami yang berjumlah 9 orang meninggalkan perumahan Riverside, Kota Malang. Kami melewati jalanan kota dengan santai, tidak perlu membuka gas keras-keras, kasihan khan pengguna jalan lainnnya kalau panik mendengar ‘bleyeran’ gas motor kita. Santai saja di jalur aspal, nanti saatnya buka gas di jalur offroad yang sepi.

Sekitar lima belas menit kemudian, kami sampai di daerah Singosari dan bertemu dengan mas Roi yang akan gabung kita menuju Bromo. Setelah istirahat sebentar, kami langsung memacu motor dengan santai, karena masih lewat jalan di tengah perkampungan. Tidak lebih dari 10 menit, di hadapan kami terlihat jalur tanah selebar 2 meter di tengah perkebunan tebu. Langsung saja kami membetot gas motor dengan kencang. RK, DW dan si bule melesat di depan. Rombongan yang terbiasa memakai motor sport tipe on road mencoba mengikutinya, namun mereka  lupa kalau tehnik mengendarai motor di jalur offroad itu berbeda dengan di jalanan raya. Hasilnya, seorang pengendara motor langsung nyusruk menabrak tanaman tebu. Teman-temannya yang lain juga pontang-panting mengendalikan motornya di jalur tanah yang cukup kering hari itu.

Puas membetot gas di jalur tanah di tengah perkebunan tebu, tak lama kemudian kami memasuki jalur yang lebih menantang lagi. Jalurnya masih tanah, namun menanjak tajam, berkelok-kelok, menaiki bukit besar. Jika terlena, motor bisa terguling dan merosot ke bawah. RK yang membawa motor enduro 2 tak enak saja melibas perbukitan itu. Bobot motor yang ringan dan power yang mempuni, membuat RK bisa melewati jalur itu dengan tersenyum. AD yang membawa motor KTM bermesin 4 tak juga menyusul RK bersama DW yang membawa motor KLX 150. Namun tim yang lain terlihat lumayan susah payah melewati bukit itu.

Jakur berikutnya berupa jalan makadam yang kami lalui dengan tanpa hambatan berarti. Tak lama kemudian kami memasuki pasar Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan. Kami memacu agak santai di jalanan aspal ini. Tak lebih dari 10 menit, kami belok kanan menuju perkebunan pinus. Jalurnya berupa jalur batu yang menurun tajam, kemudian naik berkelok-kelok di tengah perkebunan pinus.

Jam 10.30 kami memasuki Desa Tosari. Jalanan berupa aspal yang berkelok-kelok dan menanjak. Tak lama kemudian kami memasuki jalur tanah yang campur debu. Jalurnya tidak terlalu lebar, hanya sekitar 1 meter. Di sisi kanan terlihat jurang menganga sedalam lebih dari 25 meter, ihh ngeri juga kalau sampai nyungsep ke dalam jurang itu.

Di jalur sempit berkelok-kelok itu kami membetot gas motor dengan lumayan kencang. Debu berhamburan karena sepertinya sudah agak lama tidak hujan di daerah ini. DW yang berada di baringan belakang ngebut menyalip sobat-sobatnya satu per satu. Di sebuah tikungan tajam, DW bersenggolan dengan 2 motor dan ketiganya pun mencium tanah yang sudah masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu.

Setelah asyik meliuk-liuk menyisiri pegunungan Tengger, kami akhirnya sampai juga di bibir lautan pasir Bromo. Jam di tangan waktu itu menunjukan pukul 11.30. Kami memutuskan untuk istirahat sejenak sambil menikmati indahnya panorama Bromo dari atas sebuah bukit kecil. Si bule AD terlihat terpesona dengan pemandangan yang indah itu.

Setelah tiga puluh menit istirahat, kami melanjutkan perjalanan memasuki lautan pasir. Di jalur ini kami berjumpa dengan dua orang yang memakai motor matik keluaran Yamaha yang kalau di iklan TV terlihat mudah sekali melibas jalur offroad. Nyatanya yang kami lihat, dua motor itu terlihat susah payah melewati jalur offroad di Bromo. Yah mestinya motor ini memang untuk motor perkotaan, tidak dipaksa masuk ke jalur offroad. Kalau di iklan sih memang semuanya akan tampak hebat.

Karena cukup sepi dan jalurnya luas sekali, kami membetot gas motor dengan dalam-dalam di lautan pasir. Karena sudah lama tidak hujan, pasir menjadi gembur yang membuat ban motor menjadi geal geol. Beberapa teman yang baru pertama kali offroad di pasir terlihat agak kerepotan juga melewati lautan pasir itu. Beberapa kali bannya terjebak dalam pasir yang cukup dalam. Beberapa orang juga terlihat terjungkal mencium pasir.

Setelah merasa cukup bersenang-senang di lautan pasir, kami melanjutkan perjalanan ke arah Jemplang. Sesampainya di Jemplang kami masuk ke jalur offroad menuju arah Desa Jarak Ijo. Jalurnya berupa tanah bercampur pasir yang cukup untuk satu motor saja. Kami melewati jalur ini tanpa hambatan berarti.

Setelah melewati Desa Jarak Ijo, kami masuk ke jalur offroad menuju arah Tumpang. Beberapa orang terlihat sudah lelah, terutama yang belum terbiasa offroad. Begitu kami memasuki jalur offroad lewat Dampul, terlihatnya jalur single track yang masih licin karena tertutup rapatnya pepohonan. Melihat jalur licin itu, teman-teman yang terbiasa naik motor sport langsung ciut nyalinya. Mereka memutuskan tidak lewat jalur itu, namun lebih memilih jalur aspal lewat Coban Pelangi. Akhirnya hanya 5 orang yang tetap lewat jalur offroad itu yaitu RK, DW, AD, RO dan anak muda yang bernama TG.

Setelah sepuluh menit melewati jalur single track yang agak licin, kami lihat jalur semakin tertutup rapat oleh semak-semak. DW memutuskan untuk mecoba jalur alternatif yang menurun ke arah jurang.  Hasilnya, ternyata jalur itu buntu! Terpaksa dengan susah payah tim membantu motor DW untuk putar balik. Jalurnya yang sangat sempit dan menurun tajam, membuat motor dan DW harus berjuang ekstra keras untuk bisa naik lagi. Keringatpun mulai mengalir dengan deras.

Setelah berhasil menaikan motor DW, kami memutuskan untuk menerobos lebatnya semak-semak yang berada di jalur sebelah kanan. Ternyata jalur itu semakin lama semakin susah dan menguras energi. Jalur penuh lubang yang tergerus air. Di beberapa titik bahkan lubang sampai sedalam hampir 3 meter. Kami harus bersusah payah meleati jalur ini. Kerja sama timpun mutlak dilakukan untuk bisa lolos dari kubangan-kubangan tanah di jalur sempit itu.

TG yang masih muda sudah pucat pasi. Di beberapa jalur dia sudah tidak sanggup lagi membawa motornya, sehingga DW jadi pemeran pengganti. Si bule AD juga terlihat wajahnya semakin terlihat putih dan peluh di sekujur kepalanya. Celakanya dia kehabisan air, demikian juga DW. RK dan RO memang tidak membawa air, maklum mereka lagi puasa. Jadi tidak kuatir soal kehabisan air hehehe.

AD berulang kali bertanya tentang apakah jalur gila itu masih jauh, karena dia sudah sangat kehausan. TG juga terlihat semakin loyo. Perlahan kami melewati rintangan di jalur itu. Jalurnya super sempit, sehingga beberapa kali motor harus kami tuntun dan angkat. Uhhh betul-betul menguras energi.

Setelah sejam berjibaku di jalur gila itu, akhirnya jalur semakin asyik. Masih tanah, namun sudah tidak banyak kubangan. Jalur semakin lebar, sehingga motor bisa dipacu lebih kencang. Tak lama kemudian, kami sampai di Desa Duwet dan berhenti sebuah warung kecil. AD membeli sebotol besar air kemasan dan langsung menyeropotnya dengan ganas. Maklum dia sudah sangat kehausan sekali dihajar jalur yang tidak biasa itu.


Sepuluh menit kemudian kami melanjutkan perjalanan ke arah Tumpang dengan santai karena jalanan sudah aspal. Hari itu terlihat kepuasan di 
wajah AD yang jauh-jauh dari Inggris ingin mencicipi offroad bersama kami. Kamipun puas bisa offroad bersama AD yang ternyata sangat tangguh dan punya skill yang baik juga untuk melibas jalur offroad. DW berujar, "wah kalau AD bisa sering ikut offroad bareng Cheela, akan semakin seru tuh karena dia punya kemampuan yang bagus".

Puas, adalah satu kata yang ada di benak kami di hari itu, meskipun di beberapa jalur menguras energi. Sampai ketemu di jalur offoroad berikutnya! (C001)