Minggu, 16 Desember 2012

Powercross 2012 Dikuasai Crosser Asing


Powercross seri ketiga di Malang yang digelar 16 Desember 2012 yang juga merupakan seri pamungkas dari powercross 2012 itu semakin mengukuhkan dominasi crosser asing. Mahkota tertinggi diusung oleh Jerney IRT dari Slovenia, posisi kedua Luke Wilson dari Australia dan ketiga Agi Agasi dari Indonesia. Muka indonesia diselamatkan dengan menyodoknya Agi Agasi di posisi tiga besar. Selama 3 seri Powercross 2012 ini memang praktis hanya Agasi yang mampu memberikan perlawanan tanggguh dari gempuran crosser-croseer asing itu.


Powercross seri ke-3 di Malang itu diadakan dibawah bayang-bayang mendung menggantung dan rintik hujan. Lintasan yang sebelumnya diguyur hujan, membuat crosser harus berjibaku melawan licinnya lintasan. Mereka jatuh bangun di sirkuit Djagung MX itu. Licinnya lintasan sebetulnya memberikan keuntungan buat crosser nasional, karena mereka terlihat lebih mampu memberikan perlawanan terhadap crosser asing. Namun setelah tengah hari, lintasan semakin kering dan motor bisa dipacu lebih kencang lagi, crosser asing melesat di depan.

Selain Agi Agasi, crosser nasional yang mampu menunjukan performa terbaiknya di Malang adalah Alexander Wiguna. Alexander menunjukan kemampuannya dan sempat bersing ketat melawan Luke Wilson. Namun terlihat setelah melewati 10 putaran, Luke Wilson menunjukan fisik yang lebih baik. Tenaganya seperti tidak pernah habis dan irama ‘menggoyang’ motornya stabil. Akhirnya Luke Wilson bisa menyalip Alexander Wiguna.


Jerney IRT dari Slovenia juga menjukan skill yang mumpuni. Dia sangat cepat sekali dan pantang menyerah. Meski sempat terjatuh ketika bersaing ketat dengan Lopes Andrien dari Perancis, Jerney menyusul lawan-lawannya dengan mantap. Jerney selalu unggul ketika melibas double jump. Terlihat beberapa kali dia terbang melintas di atas motor lawan-lawannya. Dengan kosistensi, skill mumpuni dan semangat tinggi sangatlah pantas Jerney menjadi yang terbaik di Powercross 2012.


Powercross 2012 meski hanya diadakan hanya 3 seri di Kota Banyuwangi, Kediri dan Malang, patut diacungi jempol penyelenggaraannya. IDB menyambut baik penyelenggaraan Powercross di siang hari, karena di tahun-tahun sebelumnya itu diadakan di malam hari yang membuat penonton kurang nyaman karena minimnya penerangan. Harga tiket juga masih ramah di kantong penonton, hanya Rp 25.000. Bahkan di Banyuwangi itu malah digratiskan!

Juara Powercross 2012 kelas MX2 Internasional:

1. Jerney IRT, Slovenia, dari tim Husqvarna MX
2. Luke Wilson, Australia, dari tim Dumasari INK SSR Honda PF-ONE
3. Agi Agasi, Indonesia, dari tim Dumasari INK SSR Honda PF-ONE
4. Lopes Andrien, Perancis, dari tim Husqvarna MX
5. Alexander Wiguna, Indonesia, dari tim Gandasari Enduro 4T INK IRC

Juara Powercross 2012 kelas MX2 Nasional:

1. Agi Agasi, Jabar, dari tim Dumasari INK SSR Honda PF-ONE
2. Alexander Wiguna, NTB, dari tim Gandasari Enduro 4T INK IRC
3. Ivan Harry Nugroho, Jateng, dari tim Dumasari INK SSR Honda PF-ONE ORCA
4. Aldi Lazaroni, DIY, dari tim Gandasari Enduro 4T INK IRC
5. Aris Setyo, Jatim, dari tim Nugroho MX Ardians Gordon Evalube KYT

Selamat untuk para jawaran Powercross 2012, semoga penyelenggaraan Powercross di tahun berikutnya akan semakin lebih baik dan crosser nasional bisa menguasai podium tertinggi! (IDB).

Senin, 10 Desember 2012

Uji Coba Panjang Husaberg TE 300, Motornya Jawara Enduro Ekstrim!


Review tentang Husaberg TE 300 memang sudah banyak dilakukan di majalah dirt bike luar negeri. TE 300 juga mencetak hasil fenomental di berbagai kejuaraan enduro ekstrim dengan pengendaranya Graham Jarvis. Namun kalau hanya membaca review dari bule sih kurang lengkap rasanya, akan lebih afdol lagi kalau melakukan uji coba sendiri. Itulah ciri ulasan dari IDB dan tim Cheela, selalu berdasarkan test ride dan pengalaman sendiri, bukan kata orang lain bro, apalagi kalau hanya berdasarkan gosip belaka, ahh itu sih gak mutu. Makanya biar bermutu, baca terus ulasan IDB tentang Husaberg TE 300 tahun 2012 ini.

Agar hasilnya lengkap, dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk mencoba kemampuan TE 300 di berbagai medan offroad yang berbeda. Mulai dari single track, berbatu, lumpur, tanah padas, padang pasir terbuka, jalur tengah hutan hingga perbukitan. Sengaja dicoba di medan yang variasi, agar bisa benar-benar menyerap kelebihan dan kekurangan TE 300 ketika dipakai offroad dalam waktu lama.

Ketika pertama kali menaiki Husaberg TE 300 terasa kalau motor ini lebih jangkung dibandingkan KTM 350 EXCF tahun 2012. IDB yang tingginya 173 cm masih harus jinjit agar ujung kaki bisa menyentuh tanah. Waduh kalau terlalu tinggi bisa merepotkan nih kalau dipakai di jalur offroad yang susah. Akhirnya suspensi depan (fork) kami turunkan sedikit agar motor lebih rendah dan nyaman dipakai.


Melihat secara fisik, Husaberg TE 300 tahun 2012 ini sama persis dengan KTM 250/300 EXC tahun 2011. Rangka, mesin, cover plastik (kecuali bagian cover tengki) dan suspensi belakang itu 100% sama dengan KTM. Keunggulan TE 300 adalah suspensi depan sudah pakai tipe Close Cartridge, sama kayak di KTM tipe XC (cross country). Jadi boleh dibilang TE 300 ini adalah KTM warna biru bro! Kalau di USA, TE 300 ini identik dengan KTM 300 XCW, hanya beda di suspensi depan saja.

Untuk menghidupkan TE 300 tidak perlu susah payah dengan mengengkol, cukup pencet tombol electric starter di sebelah kanan stang, langsung terdengar bunyi renyah “ding ding ding ding”. Mencoba menghidupkan dengan engkol kaki, dengan dua kali jejakan, motor juga langsung hidup. Di TE 300 yang dipakai pembalap enduro ekstrim, Graham Jarvis, itu malah electric starter-nya dilepas untuk mengurangi bobot motor. Padahal bobot TE 300 ini dari pabrikannya terbilang ringan, hanya 102 kg. Sebagai gambaran, kawasaki KLX 150 yang ukurannya lebih kecil dengan ban belakang 16 depan 19 itu bobot kosongnya 108 kg.

Tenaga traktor dan roket

Setelah beberapa kali mencoba TE 300, power mesinnya benar-benar dahsyat. Terasa sekali tarikan motornya, membuat badan pengendara terasa tertarik ketika gas dibetot. Jika posisi duduk agak ke belakang, roda motor depan terasa mau ngangkat terus. Dengan mengusung mesin 300 cc 2 tak, membuat TE 300 jarang sekali main kopling seperti misalnya ketika memakai KTM 200 EXC. Power bawah TE 300 ini malah mirip sekali motor 4 tak. Tinggal putar gas, motor langsung ngacir, dalam situasi apapun!

Mesin TE 300 layaknya seperti traktor, rajanya ketika dipakai di jalur tanjakan yang ekstrim. Motor enak saja melaju. Di sisi lain, ketika dengan tiba-tiba kopling ditekan setengah, motor akan melaju cepat seperti roket! TE 300 sangat enak sekali dipakai offroad di single track dengan karakter "stop and go”. Maksudnya “stop and go” adalah offroad dengan karakter main buka dan tutup gas dengan tiba-tiba, misalnya di jalur offroad yang penuh dengan tikungan tajam. Bahkan dalam uji coba dengan Kawasaki KX250F yang dikenal dengan tenaga liarnya itu, TE 300 lebih unggul di jalur "stop and go”. TE 300 lebih cepat keluar di tikungan dan melesat cepat bagai roket!


Dengan karekter mesin yang “cepat” itu kami sempat kuatir ketika dipakai di jalur licin di tengah hutan. Kuatir roda akan spin seperti kalau kami memakai motor tipe cross di jalur licin, karena putaran transmisi mesinnya pendek-pendek. Namun kekuatiran itu sirna ketika kami coba di jalur super licin di Gunung Arjuna dan Dampul (arah Bromo). TE 300 mampu melewati “ujian” di jalur licin itu, namun membawanya harus agak kencang. Jika dibandingkan dengan KTM 350 XCWF yang dikenal rajanya jalur licin, memang TE masih ada gejala roda spin di jalur super licin. Namun jika membawanya agak kencang, jalur licin bukan hal yang menakutkan bagi TE 300. Libas saja bro!

Mengendarai TE 300 di jalur terbuka dan double track, akan membuat anda tersenyum lebar. Motor akan melaju dengan cepat dan stabil. Lebih stabil jika dibandingkan motor 2 tak dengan cc lebih kecil lainnya seperti KTM 200 dan KTM 250 EXC/XCW. Ketika dicoba di lautan pasir Gunung Bromo, TE 300 enak sekali melintas tanpa kesulitan di kecepatan tinggi. Suspensi depannya yang tipe close membuat TE 300 nyaman dipakai di jalur pasir.

Dipakai untuk jalan pelan, karakter mesin TE 300 juga enak. Mesin motor tidak mudah mati. Dipakai di jalanan menurun tajam, mesin juga nyala terus, tidak ada gejala mesin mati atau nyendat nyendat. Mesin TE 300 enak untuk dipakai pelan, dahsyat untuk dipakai kencang.

Handling dan Suspensi

Suspensi TE 300 sama persis dengan suspensi yang dipakai Di KTM, keduanya memakai WP. Bedanya untuk suspensi depan (fork) TE 300 itu memakai jenis close cartridge, sama seperti yang dipakai di KTM tipe XC. Kelebihan suspensi ini adalah sangat enak dipakai untuk speed offroad dan jalur yang penuh gundukan. Suspensi akan meredam dengan baik.

Namun suspensi TE 300 jika dipakai pelan, terutama di jalur berbatu, akan terasa keras dan kurang nyaman. Tangan akan terasa cepat pegal. Jauh lebih nyaman suspensi yang ditancapkan di KTM 350 EXCF atau KTM 250 XCW. Namun ketika gas dibetot lebih dalam dan motor dibuat lari kencang, baru terasa “nikmatnya” suspensi tipe close di TE 300. Jadi memang TE 300 maunya dibawa kencang terus, baru terasa kenikmatannya!

Dengan bobot ringan, handling TE 300 sangat enak sekali. Mudah sekali untuk manuver di jalur sempit dan single track. Dengan bobot motor yang lebih ringan, terpaut hampir 10 kg dengan KTM 450 EXCF (4 tak), namun dengan tenaga mesin yang mumpuni, membuat TE 300 enak dipakai di segala kondisi. TE 300 akan sangat mampu bersaing dengan motor 450 cc 4 tak.

Jika dibandingkan dengan KTM 250/300 XCW tahun 2011, TE 300 lebih enak untuk dipakai di tikungan yang tajam. Di KTM itu sudut tekuk stangnya terlalu lebar, jadi sering kesulitan untuk masuk di tikungan tajam.

Untuk speed offroad, TE 300 juga lebih stabil jika dibandingkan saudaranya yang mengusung mesin lebih kecil seperti KTM 200 atau KTM 250 EXC. Setting suspensi depan dan belakang terasa lebih nyaman, tidak ada gejala roda belakang “menari” seperti di KTM 200.

Kesimpulan


Setelah mencoba berulang kali TE 300 di berbagai medan, kami semakin paham kenapa motor ini banyak dipakai di kejuaraan enduro ekstrim kelas dunia. Motornya memang enak bro, cocok untuk offroad di jalur ekstrim! Bobot motor yang ringan dan perawatan yang lebih mudah, menjadikan TE 300 motor pilihan bagi penggemar offroad. TE 300 sama persis dengan KTM 300 EXC/XCW, lha memang dari pabrikan yang sama. Khan Husaberg memang satu atap dengan KTM. Malah bisa dibilang kini Husaberg seakan-akan menjadi kelas premium-nya KTM, karena tambahan beberapa spek yang lebih baik. Tak heran jika harga resmi Husbaerg itu kalau di luar sono harganya lebih mahal $300 hingga $500 dibandingkan KTM di tipe yang sama.

TE 300 bukanlah motor untuk pemula, kalau pemula pakai motor itu dijamin akan kalang kabut dan cepat capek. Bisa-bisa malah sering terjungkal di jalur offroad. Jika anda pemula dan ingin merasakan sensasi motor enduro 2 tak, pilihan paling jitu adalah KTM 200. TE 300 dirancang untuk expert dan profesional.

Kelebihan Husaberg TE 300:
• Motor ringan, namun dengan power mesin yang mumpuni
• Electric dan kick starter
• Perawatan dan setting lebih mudah dibandingkan motor 4 tak
• Fork sudah pakai tipe close cartridge
• Cocok untuk segala medan, mulai single track hingga daerah terbuka

Kekurangan Husaberg TE 300:
• Suspensi depan kurang nyaman jika dipakai pelan di jalur berbatu
• Harus mencampur oli 2 tak ke bensin
• Bukan untuk pemula

Spesifikasi umum:
Mesin: Single cylinder, 2-stroke, 293.2 cc
Starter: Electric dan kick
Transmisi: 6 percepatan
Fuel system: Keihin PWK 36S AG
Suspensi depan: WP-USD Ø 48 mm Closed Cartridqe
Suspensi belakang: WP-PDS DCC shock absorber

PERHATIAN:
Uji coba setiap produk yang dilakukan oleh tim IDB sama sekali tidak ada hubungan dengan promosi atau marketing produk tertentu. Semuanya murni dilakukan dari sudut pandang konsumen/pengguna secara obyektif.

Hasil Powercross 2012 Seri 2 di Kediri


Powercross 2012 seri kedua yang digelar di Kediri pada tanggal 8-9 Desember 2012 masih dikuasai crosser asing. Untung ada Agi Agassi yang bisa menyodok di posisi ketiga. Juara 1 diraih Jerney IRT dari Slovenia Husqvarna MX team, posisi kedua dipegang Luke Wilson dari Australia Dumasari Ink SSR Honda, dan yang ketiga adalah Agi Agasi dari Jabar Dumasari Ink SSR. Seri ketiga yang juga merupaka seri terakhir akan diadakan di Sirkuit Djagung Malang tanggal 15-16 Des 2012. (IDB)

Selasa, 04 Desember 2012

Agi Agassi Jadi Jawara Kelas Nasional di Powercross Seri 1 Banyuwangi


Powercross 2012 seri satu yang digelar di stadiun Diponegoro Banyuwangi (1/12/2012) untuk kelas internasional masih dikuasai oleh crosser asing. Untuk kelas nasional, Agi Agassi dari tim Dumasari MX berhasil jadi jawara, mengalahkan pesaing beratnya Farhan Hendro dan Andre Sondakh. Agassi meraih mahkota juara itu tidaklah dengan mudah, dia harus berjibaku melawan gempuran Farhan Hendro, Andre Sondahk dan Adi Aprian. Di moto 1 sebetulnya Agassi kalah dengan Farhan Hendro yang meraih posisi pertama, namun di moto 2 Agassi mampu membalasnya dan memaksa Farhan di posisi kelima. Akhirnya nilai total Agassi lebih tinggi dibanding Farhan Hendro.

Powercross seri pertama di Banyuwangi itu diadakan di siang hari, yang memberikan keleluasaan bagi penonton untuk melihat secara jelas aksi crosser yang mendebarkan. Untuk powercross yang di Banyuwangi itu digratiskan, biaya tiket ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Tapi anehnya meskipun itu gratis, sirkuit tidaklah terlalu dipadati dengan penonton. Paling tidak itu jika dibandingkan dengan setiap kejuaraan nasional motorcross di Malang yang selalui dijejali oleh penonton, meskipu harus membayar. Padahal powercross di Banyuwanai itu dirancang dengan apik, tertib dan gratis lagi.

IDB sangat salut dengan penonton powercross di Banyuwangi, karena penonton sangat tertib. Tidak ada penonton yang berusaha merusak pagar pembatas dan nyelonong ke tengah sirkuit. Semuanya tertib melihat dengan asyik di tepi sirkuit. Tidak tampak petugas keamanan yang bertampang sangar di sekitar sikurit. Tapi semuanya tertib, padahal ini gratis lho. Salut untuk Banyuwangi!

Suguhan aksi free style di sela-sela pertandingan Powercross membuat penonton bersorak dengan gemuruh. Seakan-akan puncak dari Powercross di Banyuwangi itu adalah aksi free style itu. Apalagi cuaca pada hari itu cerah dan kemudian mendung, tapi tanpa hujan, membuat aksi free styler dan crosser bisa maksimal.

Powercross seri berikutnya akan diadakan di Kediri, Jawa Timur pada tanggal 8-9 Desember 2012 dan seri terakhir akan digelar di Malang pada tanggal 15-16 Desember 2012. Powercross 2012 memang hanya diadakan 3 seri, padahal di tahun-tahun sebelumnya itu minimal 5 seri.

HASIL POWERCROSS 2012 SERI 1 BANYUWANGI:

Kelas MX2:
1. Luke Wilson, Australia, tim Dumasari MX (Honda CRF 250)
2. Lopes Andrien, Perancis, tim Husqvarna MX (Husqvarna TC 250)
3. Agi Agassi, Indonesia, tim Dumasari MX (Honda CRF 250)

Kelas 85 cc:
1. Hakim Uka uka, Kalsel, tim H rahman Bonaharto Ardians (Honda CRF 150R)
2. Joshua Pattipi, Papua, tim Emana Papua Barat MSD (Honda CRF 150R)
3. Tyrel Bullen, Australia, tim Cargloss AHRS (KTM 85 SX)

Kelas Ex Pro:
1. Pieters Tanujaya, Jabar, tim Cargloss AHRS (Kawasaki KX250F)
2. Daniel Tangka, Jatim, tim Husqvarna Djagung MX (Husqvarna TC 250)
3. Tonk Enk, DKI, tim Gapuraning Rahayu BHP (Suzuki RMZ250)