Minggu, 05 Februari 2012

Kamis, 02 Februari 2012

APAKAH KX250F TAHUN 2012 COCOK UNTUK OFFROAD?





Kawasaki KX250F punya nama besar di arena motocross dan supercross dunia. Disebut-sebut KX250F adalah motor yang mendominasi di kelas 250 cc di motocross/supercross USA. Dalam beberapa tahun ini tim Kawasaki Monster Energy Pro Circuit menjadi momok menakutkan karena ketangguhan dan kesolidan mereka di ajang kompetisi. Ini dikatakan sebagai tim paling menjanjikan di kejuaraan motocross/supercross dunia.

Bagaimana jika KX250F yang dirancang untuk cross tersebut jika dipakai untuk offroad alias enduro? Tim CHEELA punya pengalaman selama bertahun-tahun memakai KX250F tahun 2005 dan 2006 untuk offroad. Tenaga yang disemburkan oleh KX250F memang dahsyat, namun jika dipakai offroad sering membuat cepat capek. Apalagi jika untuk melibas jalur yang licin, roda belakang sering ‘spin’ karena power yang berlebih.

Mulai tahun 2011 kawasaki melakukan revolusi di KX250F. Disebutkan ada sedikitnya 30 perubahan di KX250F generasi terbaru. Yang paling heboh adalah keberanian KX250F mengusung suspensi depan dengan sistem SFF (Separate Function Fork) untuk meningkatkan performa suspensi dan membuat lebih ringan. Sistem SFF ini pada tabung suspensi sebelah kanan masih pakai per, sedangkan sebelah kiri tidak ada per, hanya pakai sitem cartridge. Ya memang suspensi KX250F ini sebelah kanan dan kiri berbeda!

Perubahan lainnya adalah kini KX250F sudah meninggalkan era karburator, beralih ke sistem injeksi. Untuk versi tahun 2012 lagi-lagi KX250F berani melakukan terobosan dengan memasang dua injeksi. Sistem double injection ini dirancang untuk membantu keluarnya tenaga dengan lebih baik dan menghidupkan motor menjadi lebih mudah.

Kami sudah pakai KX250F versi 2006 dan juga mencoba sedikit versi 2009, nah bagaimana KXF versi 2012 jika dipakai untuk offroad? Penasaran akan performanya, kami melakukan serangkaian uji coba KX250F tahun 2012 untuk offroad. Ya, untuk offroad, bukan untuk motocross. Karena tim CHEELA memang bukan tim motocross, tentu saja kami mencobanya untuk offroad.

Menghidupkan mesin, ringan sekali!

Salah satu keluhan memakai motor tipe cross atau yang biasa disebut SE (Special Engine – sebetulnya SE sebutan yang kurang tepat juga untuk saat ini, karena motor enduro juga sudah pakai mesin spek SE) adalah menghidupkan motor yang cenderung susah. Maklum kebanyakan motor tipe cross (kecuali KTM) itu tidak dilengkapi dengan electric starter, jadi mengandalkan kekuatan kaki untuk menghidupkannya. Ini yang bikin frustasi kalau memakai motor tipe cross untuk offroad, karena sering menghidupkannya susah. Apalagi Husqvarna TC 250, aduuhhh susah sekali menghidupkan motornya bro!

KX250F tahun 2012 yang memakai system double injection menjawab keluhan dalam hal menghidupkan motor. Motor ini sangat mudah sekali menghidupkannya! Thanks for Kawasaki atas tehnologi ini! Sekali atau 2 kali pancal, motor langsung hidup, jreengg! Jika kondisi mesin dingin, cukup di-cuk, kemudian dipancal 2 atau 3 kali, motor sudah siap pakai!

Pancalan KX250F tahun 2012 juga sangat ringan, kayak motor biasa (motor harian). Sama sekali tidak membutuhkan tenaga yang berlebih untuk menghidupkan motor. Ini benar-benar membuat kami tersenyum lebar!

Smooth, namun bertenaga

Karakter mesin KX250F era karburator adalah tenaganya yang agresif dan cenderung liar. Versi 2012 benar-benar beda, mungkin karena memakai sistem injeksi, maka tenaga yang keluar terasa smooth! Motor tidak lagi menyent`k-nyentak, namun jika kita butuh power lebih, tinggal memutar gas lebih dalam, maka tenaganya akan keluar dengan cepat! Jika mau sensasi “liar”, tinggal dikopling sedikit maka KX250F ini akan melesat dengan dahsyat!

Karakter mesin yang smooth ini sangat cocok untuk offroad, apalagi di jalur single track. Tenaga kami jika lebih hemat, karena tidak capek mengendalikan keliaran motor. Ketika dicoba di jalur yang licin, gejala roda spin juga tidak terlalu besar dibandingkan versi lama.

Sstem injeksi KX250F bekerja dengan sempurna. Motor enak dipakai untuk pelan ataupun kencang. Tenaga “tengah” dan “atas” juga mengisi. Kami senang sekali dengan karakter mesin KX250F generasi terbaru ini, sangat cocok untuk dipakai offroad.

Performa suspensi

Sektor suspensi juga lebih baik dibandingkan versi lama. Suspensi depan dan belakang, terbilang stabil. DW, salah satu tester, mencoba KX250F untuk wheelie (berjalan dengan roda depan terangkat, alias hanya pakai roda belakang saja). Dengan wajah sumringah DW bilang, “wow suspensinya enak sekali untuk wheelie, motor jadi lebih stabil, sehingga bisa dipakai wheelie dengan jarak lebih jauh!”

Dibandingkan dengan motor enduro, tentu saja suspensi KX250F terasa lebih keras. Apalagi jika dibandingkan dengan suspensi KTM enduro, tentu akan lebih enak KTM. Maklum suspensi KX250F memang dirancang untuk loncat loncat di arena motocross, jadi disetting lebih keras. Untuk versi 2012, pir suspensi depan juga lebih keras sedikit dinbanding versi 2011.

Namun jika tangan anda terbilang kuat, maka suspensi KX250F yang lebih keras dibanding motor enduro itu, tidak menjadi masalah berarti. Kuncinya adalah, semakin anda kencang membawa KXF maka suspensinya akan bekerja dengan lebih baik! KXF memang dirancang untuk kencang!

Solusi lain adalah per bisa diganti dengan yang lebih lembut. Ini tidak akan terlalu mahal harganya. Untuk suspensi belakang sudah cukup mantap untuk offroad, tinggal suspensi depan yang harus disetting ulang untuk kebutuhan enduro atau offroad.

Sektor Handling

Kami selalu suka motor yang ringan, kami benci motor yang berat, karena kami banyak offroad di jalur single track. Motor yang berat membuat energi kami lebih cepat terkuras habis! Salah satu pertimbangan kenapa kami memakai motor tipe cross untuk offroad adalah karena bobot motor yang lebih ringan dibandingkan motor enduro.

KX250F tahun 2012 mempunyai berat kosong sekitar 99 kg, dengan isi tengki bensin 7,2 liter. Bobot yang ringan, karena kebanyakan motor enduro 250 cc itu bobotnya diatas 110 kg. Bobot KX250F ini lebih ringan dibandingkan KLX 150 bro, padahal KLX 150 itu ukurannya jauh lebih imut.

Dengan bobot yang ringan, KX250F menjadi senjata yang maut untuk jalur single track. Motor ini sangat stabil, baik untuk jalan pelan maupun gas pol. Betul-betul stabil, sehingga sebuah majalah dirt bike terkenal menyebutkan, huruf S dalam “Kawasaki” itu artinya adalah “stability” alias kestabilan!

Untuk melibas gundukan tanah, KX250F enak saja melewatinya. Ini memang kodrat KXF yang diciptakan untuk motocross yang penuh dengan gundukan. Untuk menikung tajam, kami merasa KX250F sedikit kurang enak. Mungkin faktor yang belum adaptasi.
Getaran mesin yang merembet di tangan juga terbilang minim, sehingga membantu menghemat tenaga waktu offroad. Hanya saja yang sedikit mengganggu adalah suara injeksi yang menurut kami terasa sedikit keras, dibandingkan ssstem injeksi di motor enduro. Namun jika dipakai kencang, “gangguan” suara injeksi itu menjadi terlupakan.

Kesimpulan

KX250F tahun 2012 yang sejatinya adalah motor tipe cross alias SE, ternyata sangat cocok juga untuk dipakai offroad. Tenaga motor yang smooth, namun bertenaga, membuat KX250F nyaman untuk offroad. Untuk anda yang tipe mengendarai motornya agresif atau anda yang benci dengan motor yang “mellow”, KX250F tahun 2012 adalah solusinya!

Namun untuk yang tipe mengendarainya menganut falsafah Jawa, “alon-alon asal klakon” alias lambat, maka KX250F bukan kendaraan yang cocok untuk anda. Ini adalah motor untuk anda yang suka kecepatan dan kestabilan.

KX250F bisa menjadi alternatif motor pilihan untuk offroad, apalagi harganya relatif murah. Harga KX250F tahun 2012 hanya dibawah Rp 90 juta, bandingkan dengan motor lain yang harganya selangit. Harga KX250F jadi lebih murah, karena dimasukan secara resmi oleh ATPM Kawasaki. Jadi motor ini bisa anda beli di dealer-dealer Kawasaki terdekat.

Setting yang kami lakukan di KX250F untuk kepentingan offroad antara lain dengan mengganti gir belakang dengan ukuran 48T, setting suspensi lebih lembut dan menambahkan hand guard Racetech. Kami senang KX250F sudah dilengkapi dengan pelindung mesin, sehingga tidak perlu keluar uang lagi untuk beli pelindung mesin yang harganya lumayan mahal itu.

Kelebihan KX250F tahun 2012 untuk Offroad:
• Bobot motor ringan
• Stabil
• Tenaga smooth
• Menghidupkan motor mudah
• Harga relatif murah, karena dijual oleh ATPM

Kelemahan KX250F tahun 2012 untuk Offroad:
• Tidak ada lampu
• Tidak ada ‘jagrak’ samping

SPESIFIKASI KAWASAKI KX250F TAHUN 2012:
• Mesin: 249c, 4 tak,DOHC, single cylinder, injeksi
• Transmisi: 5 kecepatan
• Ukuran lingkar roda: belakang 19, depan 21
• Berat kosong: 99kg
• Isi tengki bensin: 7,2 liter

PERHATIAN!
Uji coba setiap produk yang dilakukan oleh tim CHEELA sama sekali tidak ada hubungan dengan promosi atau marketing produk tertentu. Semuanya murni dilakukan dari sudut pandang konsumen/pengguna secara obyektif.

Rabu, 01 Februari 2012

OFFROAD NGANTANG-BLITAR BERSAMA NTC DAN NENTREX





Jam masih menunjukan pujkul 6 pagi, kami sudah siap-siap menaikan motor ke atas mobil pick up. Di minggu pagi (29/1/2012) yang tidak cerah itu tiga orang dari tim CHEELA akan offroad ke Blitar, jawa Timur lewat jalur Ngantang. Offroad akan dipandu oleh komunitas trail NTC Ngantang dan NENTREX Blitar. Tim CHEELA yang berangkat dilengkapi dengan kuda besi KTM 350, Kawasaki KLX 150 dan Suzuki TS 125.

Perjalanan dari Malang ke Ngantang ternyata begitu cepat, sekitar jam 07.30 kami sudah merapat di rumahnya Bagus yang berada dekat dengan tempat wisata Bendungan Selorejo. Bagus adalah salah satu sahabat yang akan memandu tim CHEELA offroad hari itu.

Jam di tangan menunjukan pukul 9 pagi ketika kami mulai berangkat menuju titik berkumpul dengan teman-teman NTC lainnya. Lima menit kemudian kami sudah sampai lokasi berkumpul dan langsung tancap gas menuju arah Krisik, Blitar. Jalur yang dilalui adalah lewat ladang dan sedikit hutan milik Perhutani.

Tak lama kemudian kami sampai di Krisik untuk gabung dengan komunitas NENTREX Blitar. Cukup lama kami berhenti disini, menunggu anggota lain yang akan gabung offroad. Maklum jam karet, jadi bisa molor sampai panjang he he he. Jam 10 sudah lewat, namun belum ada tanda-tanda mau berangkat offroad. Kami mulai jenuh menunggu. Mendekati jam 10.30 akhirnya kami memutuskan untuk berangkat offroad.

Jalur yang kami lalui kali ini bervariasi, dari single track hingga double track. Kami memacu motor lumayan kencang. Ketika mulai memasuki jalur di perkebunan kopi, jalur sedikit lebar, dengan lebar sekitar 1 hingga 2 meter. Kami membetot gas motor lebih kencang lagi. Di beberapa jalur ada gundukan-gundukan tanah kecil, sehingga lumayan untuk memacu adrenalin.

Di jalur double track, RK yang membawa KTM 350 beberapa kali hampir ‘menyundul” pemandu yang berada di depannya. Bahkan hampir saja KTM 350 itu menimpa pemandu di depannya ketika lagi jumping di sebuah gundukan tanah. Tiba-tiba saja motor pemandu yang berbasis mesin Yamaha RX itu ‘mbrebet’ alias mau mati. Takut terjadi adegan “sundul menyundul”, akhirnya di beberapa jalur RK berada di depan, mendahului pemandu. Jika berada di persimpangan jalan, RK berhenti untuk menunggu komando dari sang pemandu tentang arahnya.

Sejam kemudian kami sampai di perkebunan teh. Kami istirahat sebentar, sekalian membetulkan motor yang rusak. Salah satu motor pemandu itu ‘klaker’ rodanya “mbrodol”. Untung saja segera ketahuan, karena kalau tidak khan bisa celaka karena laju motor tidak stabil. Apalagi pengendaranya tidak pakai helm, wah jadi bisa fatal jika teguling dari motor di jalur offroad. Hemmm soal safety riding, memang masih perlu ditingkatkan (maaf ya bro…). Soalnya di offroad ini ada 2 orang sahabat kami yang memandu sama sekali tidak pakai helm, hanya pakai topi saja! Padahal bawa motornya lumayan kencang lho...

Karena motor yang ‘klakernya’ rusak tidak mungkin diperbaiki di tengah-tengah kebun teh, akhirnya diputuskan motor yang rusak itu lewat jalur lain dan akan ketemu waktu makan siang. Motor yang sehat akhirnya melanjutkan perjalanan offroad. Jalur kali ini lebih banyak jalur berbatu alias makadam+ dengan beberapa titik berupa tanah.

Di salah satu titik, ada jalur tanah yang menanjak cukup tajam. Jalur sedikti licin karena tanahnya gembur dan terkena hujan beberapa hari sebelumnya. Hampir semua orang terlihat susah melewati jalur ini. Beberapa bahkan harus ditarik atau didorong. Yang lewat dengan mulus hanya RK dengan tunggangannya si Katie 350.

Tengah hari, sekitar pukul 12.30 kami sampai di Kota Semen. Kami memutuskan untuk istirahat makan siang di sebuah warung sederhana. Kamipun makan dengan lahap, sambil bersenda gurau. Sekalian kami menunggu motor yang sedang diperbaiki di bengkel yang tidak jauh dari warung.

Setelah istirahat sekitar satu jam, kami melanjutkan perjalanan. Di awal perjalanan, jalurnya berupa single track berumput. Jalur banyak “jalur rel” yang tertutup rumput, jika salah ambil jalur bisa terjungkal. Di jalur ini beberapa teman sempat mencium tanah. Hasilnya ada beberapa motor yang kebayakan motor modifikasi itu (di Malang biasa disebut motor ‘odong-odong’) mengalami kerusakan ringan, seperti stang bengkok atau rantai lepas.

Jalur berikutnya cukup membosankan bagi kami, karena berupa jalur berbatu di tengah perkebunan dan kampung. Di jalur berbatu ini kami memacu motor dengan kencang. RK melesat di depan, melibas batu-batu yang tersusun dengan tidak rapi itu.
Jam 15.00 kami istirahat sejenak, sambil menunggu rombongan lain yang tercecer di belakang. Yang berada di barisan depan adalah Mas Seger, sang pemandu yang tidak pakai helm, dan RK dari tim CHEELA. Di lokasi istirahat ini kami jadi tahu ternyata ada 2 motor yang bannya bocor. Akhirnya terpaksa kami membuka bengkel tambal ban di tengah kebun teh!

Setelah menambal ban, tim CHEELA memutuskan untuk ke Malang lewat jalur Gunung Kawi, jadi tidak kembali ke arah Ngantang. Dari tempat kami menambal ban itu kami sudah hafal jalur offroadnya, karena tim CHEELA sudah sering lewat jalur Gunung Kawi.
Akhirnya di sebuah perkampungan, kami bdrpisah dengan rombongan NTC dan NENTREX. Jabat tangan hangatpun mengiringi perpisahan kami, setelah offroad bersama seharian. Terima kasih untuk sahabat-sahabat NTC dan NENTREX yang penuh dengan kehangatan menemani tim CHEELA offroad. Kamipun sepakat akan offroad bersama lagi di jalur yang lebih menarik dengan tim penuh. Terima kasih sahabat, sampai jumpa di jalur offroad berikutnya! (C001).