Penggiat petualangan motor trail atau offroad biasanya melakukan offroad di hutan, ladang atau pantai. Namun kali ini beda karena mereka justru terlihat di tengah kota, dalam sebuah sikuit kejurnas powercross! Di Powercross seri 2 di Malang, ada yang berbeda dibandingkan di Powercross sebelumnya, karena untk pertama kalinya dikenalkan kelas adventure. Kelas ini dibuka untuk penggematr petualangan motor trail, bukan untuk pemain professional.
Dalam kelas adventure di Powercross seri 2 itu (sayangnya) hanya khusus untuk motor keluaran parbikan Husqvarna. Meskipun hanya khusus untuk motor husqvarna, pesertta yang ikut tidak kalah “gaya” dengan pembalap professional yang berlaga di Powercross. Mereka juga memakai baju, sepatu dan helm kelas atas. Motorpun juga motor premium, yang harganya diatas Rp 70 juta. Yang membedakan dengan pembalap professional adalah bentuk tubuhnya saja, para pembalap di kelas adventure ini tubuhnya banyak yang terlihat ‘melar’, maklum kebanyakan diisi kaum hobby yang sudah berusia diatas 40 tahunan. Usia boleh 40, tetapi semangat dan gaya layaknya usia 14 tahun bro!
Di kelas adventure ini yang berlaga sekitar 10 orang, semuanya memakai motor Husqy mulai tipe TE 250, TXC 250, WR 250 hingga TE 449. Karena ini balap senang-senang oleh kaum hobby, soal cc mesin motor memang tidak dibatasi. Mau membawa 125 cc atau 450 cc juga boleh, yang penting bisa mengendalikan motornya saja. Dalam balap kelas adventure ini tim CHEELA diwakili oleh Dewa yang membawa bendera tim Djagung CHEELA.
Kelas adventure dimulai ketika hari sudah gelap, setelah mahrib. Lampu-lampu sirkuitpun mulai dinyalakan. Umbrella girl juga berdiri rapid an manis di depan para pembalap kelas adventure. Sifat “alam liar” dari pembalap dadakan itupun muncul melihat umbrella girl yang kinclong itu, seperti biasa suit suit….
Tak lama kemudian para pembalap kelas adventure itupun sudah berdiri di garis start. Gas motor meraung-raung layaknya pembalap kelas atas. Pandangan kosentrasi kedepan memandang sirkuit yang meliuk-liuk dan banyak sekali gundukan tanah setinggi lebih dari 2 meter. Ya lintasan yang dipakai oleh kelas adventure ini juga sama persis dengan lintasan yang dipakai kejuaran powercross.
Begitu bendera start dikibarkan, para pembalap itupun memacu motornya dengan kencang. Begitu memasuki tikungan pertama, Dewa dari tim Djagung CHEELA melesat meninggalkan lainnya. Dewa yang terbiasa melakukan speed offroad bersama tim CHEELA itu jauh meninggalkan teman-temannya (baca: teman, bukan lawan, maklum ini kelas hobby saja). Di satu titik, Dewa sempat terjatuh ketika melakukan jumping, namun dia bangkit lagi dan terus memimpin lomba hingga bendera finish dikibarkan.