Rabu, 28 Desember 2011

REVIEW SEPATU CROSS NO FEAR TIPE TROPHEE


Sekitar setahun dua orang anggota tim CHEELA memakai sepatu cross/offroad produk NO FEAR tipe Trophee. Sepatu ini enak dipakai, nyaman untuk offroad. Untuk memindah tuas gigi perseneling motor juga tidak ada hambatan berarti. Tali pengikat sepatu (buckle) juga enak menggunakannya, sangat gampang membuka dan menutupnya.

Sayang kualitas kulit sepatu NO FEAR Trophee sangat buruk. Belum genap setahun dipakai, kulit sudah pecah dan mengelupas. Bagian yang paling parah rusak adalah di bagian depan, di bagian tekukan. Di bagian tekukan tersebut kulit malah sudah tercungkil sebagian. Kualitas sepatu NO FEAR tipe Trophee sangat mengecewakan. Kami di tim CHEELA memutuskan untuk tidak pernah lagi membeli sepatu tipe ini.

PERHATIAN: Uji coba setiap produk yang dilakukan oleh tim CHEELA sama sekali tidak ada hubungan dengan promosi atau marketing produk tertentu. Semuanya murni dilakukan dari sudut pandang konsumen/pengguna secara obyektif.

Senin, 26 Desember 2011

UJI COBA KTM 350 XCF-W 2012: RINGAN DAN BERTENAGA!





Ketika pabrikan Austira KTM meluncurkan motor cross tipe baru dengan kapasitas mesin 350 cc, banyak yang meragukan. Apakah 350 SXF mampu bersaing dengan motor lain dengan kapasitas 450cc? Keraguan itu dijawab oleh Tony Cairoli dengan menjadi juara MX1 dengan KTM 350nya. Sukses KTM 350 SXF di arena motocross, mendorong KTM untuk meluncurkan tipe enduronya yaitu KTM 350 XCF-W.

Munculnya KTM 350 enduro menjadi pembicaraan penggila offroad di berbagai belahan dunia dan semua majalah trail terkemuka ramai-ramai mengulasnya. Tipe ini unik karena mengisi celah antara motor 250 cc dan 450 cc. Bagi banyak orang, motor 250 itu kurang bertenaga, sedangkan motor 450 itu terlalu besar tenaganya dan juga berat. KTM 350 berada di tengah-tengah, antara 250 dan 450.

Majalah MOTO, majalah trail terbesar di UK, pada edisi Juni 2011 melakukan uji coba terhadap KTM 350 enduro tahun 2012. Majalah tersebut dalam judul artikelnya menulis, “motor ini akan merubah wajah dunia enduro selamanya”. Majalah MOTO juga menyebutkan kalau KTM 350 itu tangguh dan handling-nya mirip motor 2 tak. Majalah DIRT RIDER terbitan USA juga memuji KTM 350 sebagai motor yang ringan dengan handling yang mudah.

Penasaran dengan performa KTM 350 enduro, tim CHEELA melakukan uji coba KTM 350 XCF-W tahun 2012 di jalur offroad yang bervariasi. Uji coba dilakukan di tiga lokasi yaitu di Gunung Kawi, Poncokusumo dan Gunung Bromo. Tiga lokasi tersebut mempunya karakteristik medan offroad yang berbeda. Gunung Kawi banyak jalur single track dan terkenal licin dikala hujan, sedangkan Poncokusumo dikenal dengan jalur ‘seribu gundukan’. Untuk Gunung Bromo tentu saja terkenal dengan lautan pasirnya yang sangat cocok untuk menguji motor di area terbuka.

Kami awalnya agak ragu dengan performa KTM 350 XCF-W, maklum kami terbiasa dengan motor KTM 2 tak yang terkenal galak di jalur offroad. Namun karena majalah MOTO menyebutkan bahwa KTM 350 itu ringan dan handling mirip motor 2 tak, kami jadi penasaran untuk mencobanya langsung di jalur offroad.

Pertama kali menuntun KTM 350 XCF-W, kesan pertama sudah membuat kami tersenyum, karena terasa ringan seperti motor 2 tak. Kamipun berharap bahwa motor ini juga terasa ringan ketika dipacu di jalur offroad. Kami benci dengan motor yang berat, karena kebanyakan kami main offroad di jalur single track yang penuh rintangan.

Begitu kami memacu KTM 350 XCF-W di jalur offroad, kami langsung berujar, “gila motornya ringan banget dan bertenaga!” Kesan pertama menjajal di jalur offroad langsung membuat kami girang bukan kepalang, karena performa motor tidak mengecewakan. Handling motornya enak dan ringan. Untuk menekuk di tikungan tajam sangat nyaman, tidak ada gejala terasa mau jatuh karena keberatan motor.

Tenaga yang disemburkan mesin KTM 350 XCF-W terasa smooth, tidak menyentak seperti KTM 2 tak. Meskipun smooth, namun tenaganya mantap. Begitu gas motor dibetot lebih dalam, motor langsung melesat dengan entengnya!

KTM 350 XCF-W terasa mantap ketika dipakai di jalur yang licin. Tenaga motor yang tidak menyentak-nyentak, membuat KTM 350 enak saja melewati jalur yang licin seperti di jalur Gunung Kawi. Kami tidak menemukan gejala roda ‘spin’ seperti yang biasa terjadi di KTM 2 tak.

Karakter mesin yang smooth itu membuat kami tidak gampang lelah untuk offroad panjang. Dalam uji coba di jalur ofroad Poncokusumo mulai pagi hingga sore hari, kami sama sekali tidak merasa capek menunggangi KTM 350 XCF-W. Begitu kami ingin tenaga lebih, tinggal tarik gas motor lebih dalam maka tenaganya langsung mengisi dengan cepat. Sama sekali tidak ada gejala kehabisan energi.

Handling dan Suspensi

Salah satu kelebihan dari KTM 350 XCF-W adalah bobot motor yang terasa ringan dan handlingnya sangat nyaman. Motor begitu enak diajak untuk bermanufer di jalur single track. KTM 350 begitu nyaman untuk menekuk dan juga jumping. Motor ini betul-betul mirip karakter KTM 2 tak dalam hal handling. Ini yang membuat kami jatuh cinta.

Soal suspensi, KTM 350 XCF-W adalah motor yang paling enak yang pernah kami coba. Suspensinya bekerja dengan baik dan meredam setiap goncangan dengan sempurna. Ketika digeber di jalur berbatu, motor enak saja melibasnya tanpa kendala berarti. Dipakai untuk melibas ‘seribu gundukan’ di jalur Poncokusumo, justru motor menunjukan peformanya yang dahsyat. Suspensinya enak sekali dipakai untuk jumping di jalur offroad!

KTM 350 XCF-W juga stabil dipakai untuk speed offroad di jalur terbuka seperti di Gunung Bromo. Tenaga motor terasa mengisi terus. Suspensi juga bekerja dengan baik ketika melintas di pasir. Meskipun kami belum sampai membetot gas motor sampai mentok, karena motor masih masa break in, tapi kami sudah bisa merasakan kestabilan dari motor ini.

KTM 350 XCF-W memang terasa ringan seperti motor 250 cc, namun performanya mirip 450. Kami dari dulu tidak suka dengan motor 450 karena motor terasa berat untuk dipakai di jalur single track di hutan. Itu yang membuat kami kemudian lebih memilih KTM 2 tak untuk menjawab kebutuhan kami yang gemar offroad di jalur offroad yang susah. Kebutuhan kami ini kemudian dijawab oleh KTM 350 yang handling-nya mirip KTM 2 tak, namun dengan tenaga yang tidak menyentak.

Rem, kopling dan knalpot

Di sektor pengereman, KTM 350 XCF-W mengandalkan brembo yang masih terbaik. Rem depan dan belakang bekerja dengan baik sekali. Untuk kopling, KTM masih memakai system hidrolik, tanpa kawat kabel. Kopling terasa ringan, sehingga tidak cepat membuat jari tangan pegal.

Kami juga suka dengan suara knalpot KTM 350 XCF-W. Suara knalpot tidak terlalu keras, namun masih terasa “nendang”. Dari dulu kami ketika membeli motor KTM, kami tidak pernah mengganti knalpotnya dengan produk after market, karena kami merasa knalpot KTM itu sudah mumpuni dan ‘ready to race’.

Kesimpulan

KTM 350 XCF-W adalah motor pilihan bagi offroader yang mencari motor 4 tak yang ringan dan bertenaga. Handling dan berat motor seperti motor 250 cc, namun dengan performa ala 450 cc. Karakter motor yang mirip motor 2 tak akan membuat penggila 2 tak akan tidak susah untuk beralih ke motor 4 tak seperti KTM 350.

Sayangnya harga KTM 350 enduro ini masih terbilang mahal dibandingkan dengan KTM 2 tak. Harga pasaran KTM 350 di Indonesia (diambil dari beberapa penjual) adalah sekitar Rp 120 jutaan. Bandingkan dengan harga KTM 200 (2 tak) yang dibandrol seharga Rp 100 juta dan KTM 250 XCW (2 tak juga) seharga Rp 112 juta.

Dibandingkan dengan KTM 200, harga KTM 350 itu selisih sekitar Rp 20 juta-an. Namun dengan selisih harga segitu akan dibayar dengan kepuasan, karena KTM 350 itu ringan dan tentu saja tidak perlu bingung mencampur oli dengan bensin seperti di motor 2 tak.

Kami yang terbiasa memakai motor KTM 2 tak mulai dari kapasitas mesin 85, 125, 200, 250 hingga 300, kini punya mainan baru yang membuat kami betah main di jalur offroad. Mainan baru itu adalah motor 4 tak, KTM 350 XCF-W!

KELEBIHAN KTM 350 XCF-W:
• Ringan dan smooth
• Handling mirip motor 2 tak, cocok untuk jalur single track.
• Konsumsi bensin sangat irit
• Motor stabil
• Suspensi motor terbaik yang pernah kami coba

KELEMAHAN KTM 350 XCF-W:
• Ketika dingin, electric starter tidak mudah untuk hidup. Butuh 3 sampai 4 kali pencet baru bisa hidup.
• Tenaga bawah terlalu smooth, sehingga untuk yang suka akselerasi yang ganas, KTM 350 akan terasa ‘kurang’ tenaganya

SPESIFIKASI KTM 350 XCF-W TAHUN 2012:

Mesin: DOHC EFI 349,7 cc, 4 tak
Menghidupkan motor: electric starter dan kick starter
Ukuran roda: depan 21 dan belakang 18
Ukuran gir: depan 13 dan belakang 52
Kecepatan: 6 speed
Isi tengki bensin: 9,5 liter
Berat: 107 kg
Harga pasaran di Indonesia: Rp 120 jutaan

PERHATIAN: Uji coba setiap produk yang dilakukan oleh tim CHEELA sama sekali tidak ada hubungan dengan promosi atau marketing produk tertentu. Semuanya murni dilakukan dari sudut pandang konsumen/pengguna secara obyektif.

Senin, 19 Desember 2011

TIM CHEELA BAKSOS DI DAMPIT



Komunitas offorad motor trail bukan hanya bersenang-senang untuk dirinya saja, namun juga berbagi dengan masyarakat di sekitar jalur offroad. Paling tidak itu yang dilakukan oleh tim CHEELA yang melakukan bakti sosial (baksos) pada hari Minggu 18 Desember 2011. Baksos tim CHEELA yang sudah aktif main offroad motor trail lebih dari 10 tahun itu dilakukan di Dusun Sumberwaru, Desa Ngelak, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Baksos tim CHEELA tidaklah muluk-muluk, hanya dengan membagi kaos ke masyarakat yang ada di Dusun Sumberwaru yang sering dilalui oleh tim CHEELA. Apalagi di awal tahun 2011 masyarakat Dusun Sumberwaru pernah membantu evakuasi Made Astuti, salah satu anggota tim CHEELA, yang nyemplung ke jurang waktu offroad. Made dan motornya bisa dievakuasi dengan selamat berkat bantuan penduduk desa yang ada di sekitar lokasi kecelakaan itu.

Tim CHEELA membagikan sejumlah kaos yang bertulisan “sahabat CHEELA” ke para penduduk Dusun Sumberwaru yang kebanyakan petani itu. Tentu saja kaos “sahabat CHEELA” itu disambut hangat oleh masyarakat dan langsung dipakai pada saat itu juga.Kaos “Sahabat CHEELA” itu menunjukan bahwa tim CHEELA adalah sahabat masyarakat desa, khususnya desa yang sering dilewati oleh tim CHEELA.

Sudah menjadi kode etik di CHEELA bahwa selama offroad wajib untuk menghargai masyarakat yang dilewati, misalnya dengan tidak ngebut di jalan kampung. Membuang sampah plastik atau putung rokok di sembarang tempat juga ‘haram’ hukumnya di tim CHEELA. Etika seperti ini tidaklah sulit untuk diterapkan, asalkan punya kemauan dan berfikir positif. Idealnya penggemar offroad motor trail itu menjadi sahabat bagi masyarakat desa, dan juga sahabat bagi alam. Karena kegiatan offroad motor trail tidak akan terlepas dari alam dan masyarakat desa.

Usai baksos, tim CHEELA langsung melanjutkan offroad ke arah Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tim CHEELA yang dipesenjatai KTM 350, KTM 250, KTM 200, CRF 150, KLX 150 dan TS 125 itu langsung memacu motor dengan kencang di jalur offroad yang sepi. Di tengah jalan tim CHEELA sempat ketemu dan ngobrol sebentar dengan rombongan Mas Bagyo yang kebanyakan pakai motor KTM dan Husaberg. Setelah ber-akrab ria dengan rombongan Mas Bagyo kami memutuskan untuk jalan bersama ke arah Wajak. Jumlah rombonganpun jadi membengkak, gabungan tim CHEELA dan tim-nya mas Bagyo.

Di hari Minggu itu tim CHEELA selain bersenang-senang di jalur offroad, juga berbagi kebahagiaan dengan masyarakat desa. Kami senang bisa berbagi, meskiun sangat kecil nilainya. Maklum tim CHEELA adalah tim kecil. Meskipun kecil kami mencoba menerapkan etika dalam offroad, etika terhadap masyarakat dan alam. Kami senang bisa melakukan hal ini.