Senin, 05 September 2011

OFFROAD KE PANTAI SUKAMADE, SENSASI KERASNYA JALAN BERBATU DAN SEGARNYA KELAPA MUDA





Tim CHEELA mengisi liburan lebaran dengan offroad 2 hari ke Pantai Sukamade, Taman Nasional Merubetiri di Banyuwangi (2-4 September 2011). Tim yang ikut berjumlah 5 orang dengan tunggangan KTM 200, KTM 85, Honda CRF 150F dan KLX 150 big wheels. Jalur yang dilewati bukan jalur yang biasa dilalui oleh wisatawan, namun jalur alternative yang lebih dominan off road. Tim start dari Kalibaru menuju Malangsari, menembus hutan Alas Wangi dan finish di Pantai Sukamade.

Jalur yang dilalui kebanyakan adalah double track, berbatu dan sedikit single track. Dengan tipe jalur seperti ini, otomatis tim langsung menggeber habis motornya, melakukan aksi speed off road yang luar biasa menyenangkan. Apalagi di jalur menuju Glenmore yang berupa tanah selebar 12 meter, membuat tim bisa gas pol dengan meninggalkan debu berterbangan laksana badai. Anggota tim yang memegang nomor anggota C002 yang juga satu-satunya wanita, juga tidak mau kalah dengan sobatnya. Dengan CRF 150F, C002 ikut memacu kencang motornya agar tidak ketinggalan jauh dengan kaum pria yang melaju kencang di jalur yang kering itu.

Satu-satunya jalur yang lumayan menguras energi adalah jalur dari Rajegwesi menuju Pantai Sukamade. Jalur ini 100% berupa batu sebebar kepala orang dewasa dengan kontur tanah naik turun dan berkelok-kelok. Mungkin kami tidak akan terlalu lelah jika memacu motor dengan pelan, namun kami lebih memilih untuk membetot gas motor sekencang mungkin meskipun di jalur berbatu! Hasilnya, dua motor ban dalamnya menjadi bocor dan semua tangan menjadi seperti dirubung ribuan semut. C009 terlihat berkali-kali melepaskan tangannya dari stang motor karena tak kuasa menahan motor KTM spek kompetisi yang dinaikinya.

Pegal di lengan setelah dihajar jalan berbatu langsung sirna ketika kami sampai di Pantai Sukamade. Soalnya kami langsung disuguhi oleh segarnya air kelapa muda yang baru dipetik dari pohonnya. Kelapa muda ini disajikan oleh sahabat kecil kami yaitu Bagas dan Roy, dua anak Desa Sukamade yang jago manjat pohon. Suasana alam yang asri dan seakan-akan kembali ke zaman kolonial, semakin menambah segarnya air kelapa yang kami teguk. C007 sampai habis lebih dari 4 butir kepala muda! Kami bercanda. "ini kehausan atau kesetanan?"

Offroad selama dua hari ke Sukamade, Taman Nasional Merubetiri, sangatlah menyenangkan, karena kami masih bisa melihat hutan yang bagus dan juga aneka satwa langka yang hidup bebas. Meskipun sayang sampah plastik masih banyak berserakan yang membuat tidak sedap dipandang mata. Sayang, kami juga masih melihat ada orang yang berburu satwa liar di kawasan konservasi yang mestinya terlindung itu. Semoga alam Taman Nasional Merubetiri akan lestari, sehinga suatu ketika nanti kami atau anak cucu kami masih bisa berkunjung lagi untuk menikmati asrinya alam dan ramahnya penduduk Sukamade. (C001).