Rabu, 06 Juli 2011

OFFROAD DI PULAU DEWATA





Bali yang dikenal sebagai tujuan utama pariwisata di Indonesia bukan hanya menyimpan keindahan alam dan budaya, namun juga jalur offroad yang mantap. Pulau Dewata yang penuh dengan Pura dan senyum ramah masyarakatnya itu juga membuat RK dari tim CHEELA tersenyum lebar ketika menjajal medan offroad pada awal Juli 2011. Monty dan Mike, dua sahabat RK memfasilitasi offroad di Bali ini. Thanks Monty and Mike!

Kami melakukan start offroad dari Kintamani dan finish di Pantai Candidasa. Untuk menjajal medan offroad ini kami semuanya dilengkapi dengan tunggangan motor Eropa yaitu Husaberg dan KTM. Dua-duanya motor yang hebat yang membuat kami bisa enjoy di jalur single track dan double track di pulau seribu Pura ini.

Jalur dari Kintamani ke Candidasa ini didominasi single track, tanah berpasir dan sedikit jalan batu. Jalur banyak juga yang masuk ke dalam hutan di Gunung Abang. Jalur meliuk-liuk, asyik sekali, sehingga kami sekali-kali harus merebahkan badan untuk melibas tikungan tajam di beberapa titik. Lebih mengasyikan lagi, ada banyak jalur menanjak alias mendaki di perbukitan, yang membuat kami harus menarik kuat-kuat gas motor, jika tidak ingin motor melorot ke bawah.

Di tengah hari kami sampai di Pura Besakih, pura terbesar di Pulau Bali. Hemm indah sekali pura-nya. Dari Besakih kami melanjutkan offroad ke arah Karangasem. Di jalur ini jalurnya sedikit lebar, berupa tanah padat dan penuh dengan gelombang tanah. Otomatis kami langsung tancap gas, speed offroad! Motorpun beberapa kali terlihat “terbang” melibas gundukan tanah.

Di jalur yang berada di tengah-tengah perkebunan salak di Karangasem ini, RK mencoba merasakan performa Husaberg FE 390. Wow gilaa…motornya enak sekali. Handlingnya ringan seperti motor 250cc namun powernya mantap untuk melibas medan offroad. Untuk menikung, motor juga enak diajak rebah. Apalagi suspensinya, hemmm bikin tersenyum lebar! Empuk dan meredam dengan baik goncangan motor.

Di Karangasem kami juga disambut senyum manis gadis-gadis Bali yang berkebun di perkebunan salak. Dengan ramah mereka menyapa kami, bahkan sempat foto bersama. Beberapa wanita juga terlihat sibuk untuk mempersiapkan hari raya Galungan. Anak-anak mengerubungi kami yang lagi istirahat, sambil terheran-heran melihat motor yang jangkung-jangkung.

Menjelang gelap, kami sampai di Pantai Candi Dasa yang masih asri. Pantai ini relatif tidak banyak wisatawan, tidak seramai Pantai Kuta. Begitu sampai di Candidasa, hanya satu kata yang kami ucapapkan, “puas!”. Ya kami benar-benar puas bisa menjajal medan offroad di Bali ini. Medannya asyik, alamnya indah dan masyarakatnya ramah. Puas! (C001).