Minggu, 12 Juni 2011

OFFROAD KEDIRI: JALUR GAZA!





(12/6/20110. Minggu pagi yang cerah. Langit terlihat biru disaput awan tipis di atas Kota Kediri, Jawa Timur. Di hari yang penuh dengan siraman matahari itu tim CHEELA merapat di kota tahu untuk menjajal medan offroad di Gunung Wilis-Klotok. Udin dan teman-teman Track – komunitas trail di Kediri- memandu kami. Ketika jam di tangan mulai meninggalkan angka 9, kami mulai meninggalkan rumah Udin untuk menuju jalur offroad.

Sekitar 10 menit meninggalkan Kota Kediri yang tidak terlalu ramai itu kami mulai memasuki jalan offroad berbatu. Setelah melewati jalan batu sepanjang kurang dari 1 km, di depan kami terlihat sungai selebar 2 meter. Kami langsung menerobos masuk ke dalam sungai yang keruh itu. Di jalur ini, MD, satu-satunya wanita di tim CHEELA terjungkal karena batu yang licin. KTM tipe cross (SX) yang ditunggangi MD terlalu liar untuk jalur berbatu dan licin.

Usai melewati sungai, jalur masih berbatu. Namun 5 menit kemudian jalur mulai menyenangkan karena berupa tanah menanjak. RK dan RD yang memakai KTM 200 langsung membetot gas motornya, dan (maaf) meninggalkan pemandunya. Dua motor orange itu meliuk-liuk di jalur tanah sempit di tengah perladangan itu. Lumayan bisa membuat tersenyum kami, karena kami bisa membetot gas lumayan kencang.

Tak lama kemudian kami sampai di posko Track di Puhsarang. Disini jumlah tim bertambah banyak, karena beberapa anggota Track yang lain bergabung dengan kami. Tiga orang dari Wates juga gabung di jalur kami. Kebanyakan mereka memakai motor trail modifikasi dan KLX 150.

Lima menit kemudian kami meninggalkan Puhsarang menuju jalur offroad arah Gunung Klotok. Jalur lumayan mengasyikan, banyak single track dan penuh tanjakan. Kami yang berada di barisan depan, memacu motor dengan kencang. RK, RD dan BN berada di garda depan bersama pemandu dari Track.

Di suatu titik, jalurnya lumayan mengasyikan. Jalur berupa tanjakan berbatu, single track dan penuh ceruk. Kabarnya ketika event yang diadakan Track beberapa waktu yang lalu, di jalur ini banyak memakan korban. Banyak peserta yang tidak bisa melanjutkan perjalanan dan terpaksa lewat jalur alternatif lain yang lebih mudah. Maklum pada waktu itu hujan mengguyur lintasan yang membuat jalur menjadi licin.

Awalnya RD sempat ragu-ragu melihat jalur tersebut. “wah ini untuk motor gede pasti kesulitan nih”, ujar RD dengan nada pesimis. RK yang biasa pakai motor gede sambil tersenyum membesarkan hati sobatnya itu, “santai aja bos, bisa kog, coba lihat ini”. Usai mengucapkan kata-kata itu, RK langsung menarik gas motornya dengan kencang. RK dengan enteng melibas jalur tanjakan berbatu itu. RD-pun kemudian menyusul dengan penuh semangat, dan ternyata sukses! Dengan wajah sumringah RD berbisik, “saya lupa bos kalau sudah pake ‘orange’, ingatnya masih pakai KLX 150 yang waktu event itu saya hampir pingsan melewati jalur ini”.

Rombongan lainnya yang ada di belakang sepertinya agak kesulitan menaklukan jalur tersebut. Apalagi MD yang membawa KTM tipe kompetisi, terlihat kesusahan menaklukan tenaga liar motornya. BG yang biasa memakai KLX 150 mencoba menjadi pemeran pengganti. Diapun dengan penuh pede mencoba menaiki KTM punya MD. Yang terjadi adalah, BG “dipermainkan” oleh motor. Bobot motor yang super ringan dengan tenaga yang galak membuat BG kerepotan mengendalikan motor. BG-pun tertunduk lemas di atas motor!

Beberapa orang teman Track juga mencoba menjadi pemeran pengganti, menggantikan MD yang fisiknya sudah mulai drop. Hasilnya sama, mereka juga kebingungan menaklukan “kuda besi liar” tunggangan MD. Namun kami semuanya senang dan tersenyum lebar di jalur offroad yang menantang dan mengasyikan itu.

Usai melewati tanjakan berbatu, kami istirahat di rindangnya pepohonan. Jam di HP menunjukan pukul 12.30 wib. Ini berarti saatnya makan siang, apalagi beberapa anggota CHEELA punya catatan sakit mag, jadi urusan makan tidak boleh telat. Tim CHEELA dengan permisi ke teman-teman Track mohon untuk menyantap makan siangnya. Sementara itu pemandu dari Track tidak ada yang membawa bekal makan siang, karena berharap nanti makan di warung yang sudah dipersiapkan. Untuk mengganjal perut teman-teman Track, kami berbagai snack.

Puas menyantap makan siang, kami melanjutkan perjalanan offroad. Jalur masih berupa single track dan cenderung menanjak, karena tujuan akhir kami adalah puncak Gunung Klotok. Sayangnya tidak semua tim bisa melewati jalur tersebut, karena fisik yang drop. Hanya RK, AD, WW dan BG dari tim CHEELA yang sukses meraih puncak, bersama 3 orang dari Track. Itupun butuh perjuangan extra keras, khususnya bagi BG, TT dan AD yang naik KLX 150 dan TS 125. BG dan TT harus jungkir balik untuk bisa sampai puncak. Selamat untuk BG, TT, WW dan AD!

Dari puncak gunung kami bisa melihat pemandangan yang menakjubkan. Kami bisa melihat dengan jelas Kota Kediri dari kejauhan. Betul-betul indah, walaupun kami sedikit terganggu dengan udaranya yang panas, padahal kami berada di puncak gunung.

Puas menikmati alam puncak, kami turun ke arah warung. Jalur turun ini mengasyikan sekali, karena berkelok-kelok dan banyak rintangan. RK mencoba speed offroad di jalur turunan tajam ini, hemmm luar biasa nikmat!

Tak lama kemdian kami sampai di sebuah warung, berjumpa dengan anggota tim CHEELA lainnya yang lewat jalur alternatif yang lebih mudah. Di warung itu terlihat WW sudah “terkapar” kelelahan. Sementara itu BN dan RD senyam-senyum karena sudah menyeruput hangatnya kopi.

Di warung yang lumayan ramai itu kami berjumpa dengan komunitas 22 Kediri yang dikomandoi oleh pria nyentrik yang akrab disama “Kaji”. Kaji mengajak kami untuk offroad di jalur Gaza yang katanya super ekstrim. Kamipun tertantang untuk mencoba jalur gaza itu. Kaji dan teman-temanya memandu kami, meskipun sayangnya Kaji cs ini lumayan nekat, karena offroad tidak memakai helm dan juga peranti keselamatan yang layak (sorry bro ya, demi keselamatan kita bersama).

Jalu gaza memang benar-benar jalur yang menantang dan luar biasa. Jalur berupa tanjakan dan turunan super ekstrim, Jalur berupa tanah yang penuh dengan kerikil dan batu, yang membuat ban motor kurang bisa menggigit dengan sempurna.

Pasukan orange tim CHEELA berusaha menaklukan jalur gaza itu. Motor dibetot dengan kencang, dan hasilnya motor terbalik, terjungkal dan menggelinding ke bawah. RK harus terseret sejauh 4 meter dari posisi jatuhnya. RD yang juga pakai motor KTM juga harus terhenti di tengah jalur dan terjungkal. Yang lebih seru lagi adalah aksi BN. Dengan penuh percaya diri, BN membetot gas motornya dengan kencang. BN melaju dengan kencang laksana anak panah, dan tiba-tiba motor dan orangnya langsung terlempar ke sisi kanan. Berguling-guling menabrak semak dan terhenti di sebatang pohon yang menahan tubuh BN dan motornya agar tidak terus nyungsep ke bawah.

Jalur gaza adalah jalur yang menyenangkan bagi penggila offroad single track. Di jalur ini dibutuhkan skill yang baik untuk bisa melwati aneka rintangan yang betul-betul menaikan adrenalin kami. Karena baru pertama kali lewat jalur tersebut, tim CHEELA belum bisa membaca karakter medan dan posisi yang pas, hasilnya kami gagal melewati jalur yang menantang itu. Apalagi fisik kami sudah mulai drop setelah seharian offroad, dari pagi hingga sore. Next time akan kami coba lagi!

Jam di tangan sudah menunjukan pukul 4 sore. Kami harus meninggalakn jalur gaza, karena mobil penjemput kami sudah datang di Kota Kediri. Yah kami harus mengakhir bersenang-sneang di medan offorad hari itu, karena kami harus kembali Kota Malang.

Meskipun kami hanya offroad sehari saja di Kediri, kami tersenyum puas, khususnya di jalur Gaza. Ini adalah jalur kesukaan kami. Terima kasih untuk teman-teman Track dan komunitas trail 22 Kediri yang telah memandu kami dengan tulus. Terima kasih juga untuk AD yang telah menyediakan akomodasi tim CHEELA. Lain waktu kami akan datang lagi ke Kediri! (C-001).