Selasa, 17 Mei 2011

‘MOMONG” PEMULA DI JALUR SPEED OFFROAD



“Maaf ya saya jadi merepotkan teman-teman CHEELA, jadi seperti momong”, ujar RB ketika beristirahat di rindangnya pohon setelah melakukan offroad bersama tim CHEELA di hari Selasa yang cerah(17/5/2011). Wajar jika RB berucap seperti itu, karena belum juga satu jam offroad, dia sudah jatuh bangun mengikuti irama tarian tim CHEELA di jalur offroad. RB yang tinggal di Sidoarjo itu menambahkan, “waduh saya kaget, ternyata kalau offroad itu CHEELA kenceng banget, saya jadi keteteran!”

RB adalah pemula di dunia offroad motor trail. Dengan tungangannya Kawasaki D-tracker 150 yang rodanya sudah diubah ke versi offroad, dia kemudian mencoba bergabung dengan tim CHEELA. Perkenalan dengan tim CHEELA diawali lewat dunia maya dan ternyata kemudian berujung ke dunia nyata. Setelah menyatakan setuju dengan kode etik CHEELA seperti misalnya tidak membuang sampah plastik dan putung rokok di hutan, RB-pun mantap untuk gabung dengan tim CHEELA, meskipun ini tidak mudah karena dia harus ikut dulu minimal 5 kali offroad baru bisa diterima sebagai life member CHEELA.

Di hari itu, selain RB, juga ada 2 anggota baru lainnya yang ikutan offroad yaitu RD dan ABR. RD menggunakan KTM 200 sebagai senjatanya, sedangkan ABR memakai KLX 150 warna merah. Semua anggota baru selalu dibawa ke “jalur wajib” CHEELA yaitu jalur Poncokusumo. Jalur ini sengaja dipilih karena jalurnya relatif agak lebar, tidak licin dan banyak gundukan tanah. Jalur sepanjang 60 km ini sangat mantap untuk dipakai speed offroad dan yang terpenting adalah aman untuk pemula.

RK, pendiri CHEELA, mengatakan, “ikut CHEELA itu selain harus peduli lingkungan dan masyarakat sekitar, juga harus suka speed offroad dan tight offroad”. Sambil bercanda RK menambahkan, “kalau naik motor gayanya melow jelas akan tidak cocok dengan gaya di tim CHEELA”. Apalagi jalur-jalur favorit CHEELA kebanyakan adalah single track sehingga dibutuhkan motor yang sehat termasuk sehat pengendaranya.

Meskipun tim CHEELA dikenal pengila speed offroad, kebersamaan tim sangatlah kental dan diutamakan. Tidak akan pernah ada anggota tim, termasuk pemula, yang akan ditinggal apalagi diterlantarkan. Apapun permasalahannya, anggota tersebut akan ditunggu. Jadi dalam kasus RB yang merasa “sungkan” karena menganggap telah merepotkan teman-teman lainnya di CHEELA itu jelas adalah anggapan yang salah. Wajar khan kalau pemula itu perlu “dimomong” alias dibimbing.

Sementara itu RD yang kerja di dunia perjhotelan itu juga terlihat enjoy dengan tim CHEELA. Dia bisa membaur dengan semua anggota tim CHEELA. Demikian juga dengan ABR yang masuk angkatan “Portugal” alias “Persatuan orang tua ugal-ugalan”, terlihat penuh semangat mengikuti offroad mulai pagi hingga petang itu. Karena terlalu semangat, beberapa kali ABR jatuh bangun, bahkan pagar kebunpun tanpa sengaja ditabrak!

Meskipun jari tangan RB menjadi bengkak akibat jatuh, kemudian tangan dan kaki ABR gemeteran karena dihajar medan sejuta gelombang dan RD yang kepanasan hingga buka baju menunjukan badannya yang "berisi", terlihat ketiga orang anggota baru tersebut enjoy dan full semangat. Salut untuk ketiga orang ini!

Untuk anggota baru CHEELA, sampai ketemu di medan offroad berikutnya! Setelah lima kali ikut offroad, baru anda berhak mendapatkan status anggota tetap alias life member CHEELA!