Minggu, 02 Januari 2011

TEST RIDE HUSQVARNA WR 125 DI GUNUNG MUJUR-ARJUNA




Ketika dealer motor trail husqvarna hadir di Indonesia, ada banyak orang yang menanyakan ke tim CHEELA bagaimana performa motor husqvarna. Maklum motor keluaran Italy ini memang masih asing di telinga kebanyakan orang Indonesia. Sebagian orang hanya tahu kalau husqvarna itu adalah merk gergaji (chain saw) kelas wahid. Padahal husqvarna juga memproduksi motor trail tangguh yang banyak dipakai di kejuaran-kejuaran enduro di Eropa dan Amerika.

Setelah pernah melakukan uji coba trail husqvarna TE 310 dan TE 250, akhirnya tim Cheela punya kesempatan mencoba versi 2 tak-nya yaitu WR 125. Jika waktu mencoba versi TE hanya di sirkuit motocross, kini kami beruntung bisa mencoba WR 125 di medan offroad panjang yang dikenal “maut” jika di musim hujan yaitu jalur Gunung Mujur-Arjuna!

Uji coba yang dilakukan pada tanggal 2 Januari 2011 itu dilakukan oleh 5 orang dari tim CHEELA yang mempunyai karakter mengendarai berbeda. Test riders tersebut adalah DW (crosser kelas eksekutif), RK (off roader senior), ED (pemula) WW (club man)dan BN (pemula club man). DW dan RK dikenal dengan penggila speed offroad yan terbiasa memakai motor KTM versi enduro kompetisi. Sedangkan BN dan ED adalah offroader pemula yang terbiasa memakai KLX 150 versi big wheel.

Medan offfroad yang digunakan untuk uji coba bervariasi, mulai sedikit aspal, jalan berbatu (macadam), single track dan open track. Sebagian besar jalur juga lincin dan berlumpur karena memang musim hujan, Apalagi jalur Gunung Mujur-Arjuna dikenal jalur licin yang banyak menelan korban di musim penghujan.

Secara dimensi, meskipun WR 125 mempunyai cc yang kecil namun motornya terlihat jangkung, Dimensi motor tidak jauh berbeda dengan tipe 4 stroke TE 250. Tapi begitu dinaiki, suspensi motor yang lembut membuat motor menjadi sedikit turun ketinggiannya. Meskipun demikian untuk pengendara pemula yang ketingggian badannya kurang dari 165 cm akan kesulitan mengendarai motor ini. Secara ukuran, motor ini cocok untuk orang yang tingginya diatas 165.

Ketika kami mulai mencoba WR 125 di medan offroad, wow motor ini terasa enak sekali. Handlingnya mudah dan powernya cukup untuk melibas medan offroad. Bobot motor terasa ringan, seperti naik TS 125 namun dengan tenaga yang jauh di atas TS 125. Motor sangat enak untuk manuver di tikungan ataupun di jalur yang naik turun. Motornya super ringan!

Di jalur yang licin, WR 125 enak saja melewatinya, karena power motor tidak menyentak seperti KTM 200, sehingga membuat roda motor tidak spin. Untuk pemula, tenaga WR 125 akan sangat cocok, karena powernya tidak berlebih sehingga tidak menguras energy. Namun untuk yang suka power ganas ala KTM 2 strokes, tenaga WR 125 masih terlalu smooth.

Suspensi WR 125 terbilang istimewa. Suspensi meredam dengan baik di jalan berbatu ataupun tanah. Untuk menikung tajam dengan kecepatan tinggi, suspense juga mampu menata dengan baik. Ketika dicoba untuk melewati gundukan tanah setinggi sekitar 1 meter, suspensi juga mampu meredamnya dengan baik. Hemmm soal suspensi, WR 125 patut diacungi jempol.

Meskipun WR 125 tidak dilengkapi dengan electric starter, namun untuk menghidupkan motor itu tidaklah sulit. Motor sangat mudah dihidupkan. Sayangnya ukuran kick starter-nya terlalu kecil, sehingga kaki sering “slip” waktu “memancal” motor. Ukuran kick starter mirip SE 85. Untuk orang dewasa yang ukuran kakinya 40 ke atas akan kurang nyaman dalam menghidupkan motor. Solusinya mungkin diganti dengan kick starter yang ukurannya lebih besar.

Sebagai motor enduro, WR 125 dilengkapi dengan lampu, termasuk lampu sein, jadi tidak perlu kebingungan jika offroad kemalaman di tengah hutan. Sayang kami tidak sempat mencoba performa lampunya, karena kami test ride-nya hanya di siang hari (mulai pagi hingga sore). Bagi offroader yang gemar melibas alam hingga gelap, keberadaan lampu yang terang benderang tetapi sinarnya fokus adalah menjadi sebuah keharusan.

WR 125 dilengkapi dengan rem brembo yang dikenal sebagai rem kualitas tinggi. Rem berfungsi dengan baik di medan offfroad ataupun on road. Ketika dicoba speed offroad dengan bukaan gas yang tinggi dan kemudian direm dengan tiba-tiba, motor bisa berhenti dengan baik. Tuas rem depan juga terasa ringan.

Setelah melakukan uji coba di medan offroad mulai pagi hingga sore, kesimpulan tim CHEELA adalah WR 125 motor enduro yang sangat cocok untuk pemula. Handling motor, suspensi dan power sangat bagus untuk pemula. Ini menjadi sebuah pilihan selain CRF 230 atau KLX 250S. Kelebihan WR 125 adalah motornya sangat ringan dan suspensinya sangat bagus meredam goncangan motor di medan “hancur”. Kelemahan WR 125 hanya di kick starter yang terlalu kecil, selain itu motor ini hanya cocok untuk orang yang ketinggiannya di atas 165 cm. Kalau tinggi badan kurang 165 cm, siap-siap akan kesulitan menjejakan kaki ketika dihadang medan offroad ekstrim, karena WR 125 terbilang jangkung untuk kebanyakan orang Indonesia. Kesulitan menjejakan kaki itu dirasakan oleh WW yang tingginya sekitar 160 cm.

Jika anda adalah offroader pemula yang ingin merasakan motor enduro yang mantap, WR 125 patut anda pertimbangkan. Performa WR 125 di medan offfroad di atas KLX 150, TS 125 ataupun KLX 250S. Handling motor enak dengan power motor yang lebih dari cukup untuk pemula.

SPESIFIKASI:


Tipe mesin: 1 Silinders, 2 tak, 125 cc
Cooling Liquid
Rasio kompresi: 8.8:1
Starter: Kick (pancalan kaki)
BBM: bensin campur
Ukuran pelk depan: 21
Ukuran pelk belakang: 18
Kapasistas tengki bensin: 7 liter
Berat kering: 99,3 kg
Perkiraan harga: Rp 69 juta