Minggu, 28 Maret 2010

PERSYARATAN MENJADI ANGGOTA DAN KODE ETIK CHEELA MOTOADVENTURE



Sobat penggemar trail adventure,
Ada banyak sobat-sobat yang kirim email ke kami untuk menanyakan tentang cara bergabung dengan CHEELA Motoadventure. Untuk itulah kami membuat tulisan ini agar bisa dimengerti dan dimaklumi tentang tata cara untuk bergabung dengan CHEELA dan juga kode etiknya.

CHEELA adalah komunitas kecil penggemar trail adventure di Jawa Timur yang mengkedepankan rasa aman, nyaman dan ramah lingkungan. CHEELA dirancang untuk tidak besar secara kuantitas atau jumlah anggotanya, namun kami lebih mengkedepankan “kualitas”. Sekretariat CHEELA adalah di Malang, Jawa Timur.

Nama CHEELA itu diambil dari nama latin seekor burung elang yaitu Spilornis cheela yang di Jawa dikenal dengan nama Elang Bido. Kami ingin bebas berpetualang seperti halnya Elang Bido yang terbang tinggi mengeskplorasi keindahan alam. CHEELA berdiri pada tahun 2000, namun sebelumnya bernama Malang Trail Family.

PERSYARATAN UNTUK GABUNG DENGAN CHEELA MOTOADVENTURE:
  • Mempunyai motor trail yang layak dan sehat untuk offroad, misalnya Suzuki TS 125, Kawasaki KLX 150, KLX 250, KTM, Honda CRF, Hyosung RX 125, Kawasaki KXF, Yamaha YZ, dll. Motor trail asli keluaran pabrikan itu diperbolehkan dimodifikasi dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan standarnya.
  • Pengendara mempunyai perlengkapan standar offroad CHEELA yaitu helm cross, sepatu offroad/cross, sarung tangan, goggle (kaca mata) dan pelindung lutut (knee protector).
  • Setuju dengan kode etik CHEELA
  • Mengisi formulir pendaftaran anggota
  • membayar iuran pokok/pendaftaran sebesar Rp 50.000
KODE ETIK CHEELA:
  1. Memakai kendaraan motor trail yang layak dan aman untuk offroad
  2. Bersikap santun, tidak arogan dan tidak kebut-kebutan di jalanan raya dan di jalan kampung
  3. Menghormati budaya dan adat istiadat masyarakat setempat yang dilalui atau dikunjungi selama offroad
  4. Memakai helm dan sepatu offroad selama mengendarai motor trail
  5. Tidak membuang sampah plastik dan putung rokok di hutan atau di medan offroad lainnya. Sampah plastik harus dibuang di tempat pembuangan sampah yang disediakan, kalau tidak ada maka sampah plastik tersebut harus dibawa pulang.
  6. Tidak mengambil/membeli tanaman atau satwa liar yang ada di hutan/gunung
  7. Tidak melintas atau melindas tanaman petani dengan sengaja.
  8. Tidak merusak alam yang ada. Yang dimaksud merusak alam misalnya mencoret-coret pohon, batu, pondok atau tebing. Biarkan alam tetap asri dan alami.
  9. Selama melakukan offroad dilarang memakai/mengkonsumsi narkoba dan atau minuman beralkohol.
  10. Tidak melakukan tindakan kriminal yang melanggar hukum

KETENTUAN UNTUK ANGGOTA TIM CHEELA:

  1. Seseorang dianggap sebagai anggota resmi tim CHEELA kalau sudah pernah ikut offroad 
  2. Anggota yang melanggar kode etik CHEELA bisa dipecat dari keanggotaan
  3. Anggota tetap tim CHEELA wajib memasang sticker CHEELA di helm yang dipakai untuk kegiatan offroad
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi CHEELA Motoadventure di email: mlgtrail@gmail.com

Sabtu, 27 Maret 2010

BACK FLIP ALA CHEELA DI LERENG ARJUNA








Sabtu (27/3/2010) sekelompok orang ‘gila’ offroad yang tergabung dalam komunitas CHEELA memutuskan offroad ke Gunung Mujur lewat jalur Yonkes. Motor anggota yang ikut offroad kali ini didominasi warja hijau, hanya ada 1 orange yang nyembul diantara ‘geng hijau’.

Jam 10 tepat pasukan CHEELA bergerak ke jalur offroad di Yonkes. Begitu berbau tanah, tim CHEELA yang gemar speed offroad itu langsung menggeber motornya, pokoknya gas pol. RK yang menunggang KTM 250 dengan enteng meninggalkan sobat-sobatnya yang semuanya pakai KLX 150. Medan sedikit menanjak dan penuh dengan gundukan tanah kecil itu dengan mudah dilibas oleh RK. Sementara DW dan sobat lainnya harus extra keras mengendalikan motornya untuk mengimbangi tarian motor RK. Keringatpun mulai meleleh dan kamipun tersenyum lebar menikmati olahraga alam di pagi yang cerah itu.

Setelah melewati medab offroad Yonkes yang kering, kami memasuki kampung, kemudian hutan mahoni dan jalan berbatuan. Di jalan kampung kami memacu motor dengan pelan dan santun. Kami mencoba jadi pengendara yang ‘beradab’ dengan tidak memacu motor dengan kencang di perkampungan atau jalan raya, nah kalau sudah di jalur offroad bolehkan kita membetot gas sampai sekencang-kencangnya!

Ketika mulai memasuki lereng Gunung Arjuna kami melihat jalur sudah tidak kering lagi, tapi basah dengan tanah padas yang mengkilat. Di jalur super licin ini DW dan ZN mengambil alih posisi leader. Motor KLX 150 yang pendek memudahkan dua orang ini bermanuver lincah di jalur super bejat. Sementara Rk dengan KTM yang tinggi, terpaksa harus jalan agak pelan, kalu tidak mau mencium lumpur Arjuna.

Di jalur licin itu beberapa sobat CHEELA harus nyungsep. BN yang masih anggotab aru di CHEELA juga harus beberapa kali merasakan segarnya tanah Arjuna, demikian juga dengan WW. Namun mereka semuanya penuh semangat untuk melewatu jalur yang licin dan berlumpur itu.


Jam 11.30 kami sampai di puncak Gunung Mujur. Kami memutuskan untuk istirahat dan makan siang. Di sela-sela makan siang, DW memperagakan tehnis meningkung yang benar. DW yang sering latihan motocross dengan tim Djagung MX itu memang lihai dalam soal skill mengendalikan kuda besi. ZN ternyata juga cepat menyerap ilmu offroad yang diperagakan DW, dia dengan lincah dengan tubuh cekingnya itu memainkan KLX-nya.

Usai makan siang kami melanjutkan offroad ke arah Batu. Hujan mulai turun dan jalan semakin licin. Di sebuah tikungan tajam DW berniat memperagakan tehnik belok di tikungan tajam dengan kcepetan tinggi. Apa yang terjadi? Wow dengan kecepatan tinggi DW belok di jalur licin itu, roda depan membentur tebing, kemudian terpental dan roda belakang membentur sisi tebing lainnya. Akibatnya motor terlempar ke udara, melakukan back flip dan jatuh dengan posisi roda di atas!

DW sendiri terlempar keras dan membentur dinding tebing. Hebatnya, DW langsung tegak berdiri dan malah tertawa. Kami pun bertepuk tangan memberikan apllaus terhadap aksi gila dari sobat satu ini!

Hujan masih jatuh ke bumi meskipun tidak terlalu deras. Justru ini yang membuat kami harus extra hati-hati karena jalanan tanah semakin licin. Tak lama kemudian kami mulai memasuki jalan berbatu di tengah-tengah kebun apel. Di jalur ini DW dan ZN saling balap, memacu motornya dengan kencang.

Lepas kebun apel, kami memasuki Kota Batu. Hujan semakin deras. Sayang ada gangguan sedikit karena tiba-tiba KTM punya RK bannya kempis ketika mau baru mau memasuki Gunung Panderman. Kami memutuskan turun ke kota lagi untuk ganti ban dalam. Hujan semakin deras saja dan hari semakin sore. Akhirnya setelah ganti ban dalam kami memutuskan untuk menyudahi offroad hari itu dan kembali ke Kota Malang. Yang jelas hari itu kami puas bisa offroad bersama sobat-sobat CHEELA.

Jumat, 12 Maret 2010

Kawasaki D-tracker 150


Kawasaki Indonesia kembali akan mengeluarkan varial trail baru yaitu D-Tracker 150. Varian baru ini secara model mirip dengan KLX 150S, hanya saja shock depan sudah upside down dan bannya tipe supermoto. Hebatnya lagi kemungkinan besar sudah pakai injeksi, tidak pakai kaburator lagi.

Berita tentang kawasaki supermoto 150 ini bisa dibaca di http://www.tempointeraktif.com/hg/prototype/2010/03/09/brk,20100309-231364,id.html