Kamis, 23 September 2010

TEHNIK DASAR OFFROAD DI PADANG PASIR


Bagi yang sudah berpengalaman, mengendari motor trail di padang pasir seperti yang ada di Gunung Bromo, adalah sesuatu yang mudah. Namun bagi sebagian orang, mengendarai moor di atas padang pasir bukanlah perkara mudah. Apalagi jika di musim kemarau, ketebalan pasir bisa sampai 60 cm, sehingga tak jarang motor terjebak di pasir. Semakin di-gas, semakin amblas ban motor ke dalam pasir.

Hal terpenting ketika kita offroad di padang pasir yang luas adalah kita harus melakukan scan alias melihat pandangan jauh kedepan untuk mengetahui jalur offroad yang benar. Ini untuk mengetahui sejak dini dimana jalur yang ada batu atau lubang, sehingga kita bisa memprediksi sejak awal. Jika kita sudah mengetahui jalur offroad yang akan kita lalui, maka kita bisa membetot motor dengan kencang, namun pandangan mata tetap jauh ke depan, minimal 25 meter kedepan.

Posisi tubuh adalah dalam posisi “attack mode”, yaitu berdiri dan tangan menekuk. Tangan yang menekuk akan berfungsi sebagai semacam peredam suspensi, sehingga jika sewaktu-waktu menghadapi medan darurat maka reaksi tangan anda akan lebih leluasa. Posisi kaki menjepit body motor, namun jangan terlalu tegang. Rileks saja, namun pastikan badan anda menyatu dengan motor. Lutut juga berfungsi sebagai “suspense”. Gunakan “body language” untuk mengendalikan motor, jadi jangan panik jika ban motor terasa oleng, terus saja berdiri dan gas motor anda, jangan mengurangi gas.

Untuk desert race atau balapan di padang pasir, biasanya suspensi disetting agak keras, karena suspensi yang terlalu lembut akan membuat motor oleng ketika dipacu dengan kencang. Kadang-kadang di padang pasir secara tak terduga kita dihadang oleh batu, gundukan pasir atau lubang pasir yang tergerus oleh air hujan. Suspensi yang disetting dengan pas dan posisi tubuh dalam mengendarai motor yang benar akan membantu anda melewati rintangan tersebut dengan mudah. (Sumber: DIRT RIDER Magazine dan CHEELA Motoadaventure)

Rabu, 01 September 2010

TIPS OFFROAD YANG NYAMAN DAN AMAN


Kegiatan trail adventure atau offroad yang lagi booming idealnya akan memberikan kesenangan atau kenikmatan tersendiri bagi penggiatnya. Kegiatan offroad dengan motor trail bisa dikategorikan olah raga extrim karena rawan akan resiko kecelakaan, maklum medan offroad yang dilalui sering beragam handicap-nya.

Meskipun punya skill mengendari motor yang tinggi, tetap saja ada resiko yang bisa diterima bagi offroader, karena jalur offroad di alam beda dengan jalur di sirkuit yang sudah jelas arah dan tipenya. Medan offroad di alam, meskipun sudah sering dilalui tetap membutuhkan extra kehati-hatian karena jalur bisa berubah sewaktu-waktu oleh faktor alam misalnya hujan, longsor atau pohon tumbang.

Untuk itu diperlukan persiapan matang sebelum kita melakukan kegiatan offroad motor trail. Berikut ini adalah tips-tips offroad yang nyaman dan aman yang merupakan pengalaman kami melakukan kegiatan trail adventure selama lebih dari 10 tahun.

PERSIAPAN MOTOR:

Motor menjadi alat yang sangat vital dalam kegiatan offroad. Kelayakan motor akan membuat kita menjadi bersenang-senang menikmati olahraga di alam bebas atau sebaliknya kita justru menjadi sengsara di rimba belantara. Pastikan motor anda memang layak untuk dipakai melakukan kegiatan offroad, karena ini bukan hanya sekedar menyangkut soal kenyamanan tapi juga keamanan anda. Perhatian utama adalah pada sektor suspensi dan kemampuan mesin. Jika motor anda sudah layak untuk offroad, simak tips-tips berikut ini sebelum kita berangkat offroad;

a. Cek tekanan angin ban. Jika kondisi hujan, maka tekanan angin dikurangi, ukurannya tergantung ukuran ban dan motor anda, termasuk berat tubuh pengendaranya.

b. Cek oli mesin, kalau pada level yang dibawah standar maka perlu ditambah. Pakailah oli yang berkualitas, jangan oli asal-asalan.

c. Pastikan air radiator telah terisi sesuai dengan takaranya. Kekurangan air radiator akan membuat motor over heat.

d. Cek kekencangan mur dan baut, juga rantai. Lumasi rantai dengan minyak pelumas khusus rantai.

e. Jika anda akan offroad sampai sore atau malam hari, pastikan lampu motor anda menyala. Jika motor tidak ada lampunya, misalnya tipe MX/cross, maka bisa dibekali dengan lampu senter khusus yang bisa ditempel di motor. Salah satu produk terbaru yang bisa dipakai adalah lampu keluaran Eiger.

f. Bersihkan saringan udara. Melepas saringan udara pada motor yang dipakai untuk offroad, sangatlah tidak direkomendasikan, karena ini akan memudahkan mesin/kaburator motor akan kemasukan debu atau partikel tanah, dan ini bisa membuat motor anda mogok di tengah hutan!

g. Isi bensin motor anda dengan penuh.

PERLENGKAPAN KEAMANAN PENGENDARA (SAFETY GEAR):

a. Pakailah helm tipe cross karena moncongnya akan melindungi mulut dan gigi anda dari resiko rompal jika terjatuh. Dengan helm tipe ini kita juga masih bisa bernafas dengan lega, beda dengan tipe helm full face untuk jalanan yang ada kacanya, karena tipe ini akan membuat kita sesak nafas di medan offroad.

b. Goggle atau kacamata, untuk melindungi dari debu dan lontaran lumpur atau kerikil. Goggle juga akan melindungi mata anda dari resiko tertusuk ranting-ranting pohon.

c. Sarung tangan, direkomendasikan yang full alias menutupi sampai ujung jari. Jangan memakai sarung tangan dari kulit karena ini membuat pori-pori tangan kita tidak leluasa bernafas dan juga jika hujan maka sarung tangan kulit akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi kering.

d. Sepatu khusus offroad atau boleh juga yang biasa dipakai untuk cross/grasstrack. Tidak direkomendasikan memakai sepatu yang pendek, karena ini masih rawan terkena benturan batu atau akar pohon yang tidak kita duga melintang di jalur offroad. Sepatu karet yang biasa dipakai oleh petani ke sawah atau ladang, juga tidak direkomendasikan untuk offroad. Itu sepatu berbeda peruntukan, selain tingkat keamanannya dalam melindungi kaki sangat rendah, sepatu karet juga membuat kaki kita lembab, ini menajdi rawan jamur dan bau menyengat!

e. Body protector, ini untuk melindungi dada dari lontaran kerikil atau tusukan ranting pohon atau meminimalkan dampak ketika kita jatuh. Sebagian orang merasa risih atau malu memakai body protector, hemmm pemikiran ini harus dibuang jauh-jauh. Kenapa harus risih dan malu memakai piranti yang justru akan lebih melindungi tubuh anda?

f. Pelindung lutut, ini akan melindungi lutut anda ketika anda jatuh. Pengalaman kami, bagian tubuh yang paling rawan akan resiko cidera pada waktu offroad adalah kaki termasuk lutut. Pribahasa mengatakan, sepandai-pandainya tupai meloncat, akan jatuh juta. Sejago-jagonya anda membawa motor, suatu ketika anda akan jatuh juga!

g. Belt atau stagen untuk mencegah goncangan perut yang berlebih. Ingat perut adalah berisi organ-organ vital yang rawan bermasalah jika terkena goncangan atau benturan keras.

PERLENGKAPAN/PERALATAN TAMBAHAN:

a. Kunci-kunci yang mungkin diperlukan jika ada trouble ringan di motor anda, misalnya kunci busi, obeng, tang,dan kunci ukuran 8,10 dan 12.

b. Pompa kecil yang biasa dipakai oleh sepeda angin. Di toko sepeda ada banyak jual pompa ukuran kecil, hanya sepanjang 12 cm, tapi sudah cukup untuk memompa ban motor anda jika kekurangan angin.

c. Kantong plastik untuk menyimpan sampah plastik bekas pembungkus makanan anda. Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami, jangan sampai aktivitas kita di alam justru memberikan kontribusi terhadap kerusakan alam. Jangan penah meninggalkan sampah plastic dan putung rokok anda di hutan/alam, bawa kembali sampah anda!

d. Bawa minuman dan bekal makanan secukupnya. Makanan lebih baik disiapkan dalam kotak makanan (lunch box), sehingga akan meminimalkan bungkus makanan yang terbuang percuma. Kotak makanan juga bisa dipakai berulang-ulang, jadi lebih hemat bukan?

e. HP untuk komunikasi pada situasi darurat

f. Jika akan offroad malam hari, jangan lupa untuk bawa senter

g. Bawa dompet yang berisi uang dan kartu identitas anda.

CARA PACKING PERLENGKAPAN ANDA:

a. Jika motor anda ada rack di belakang, ini adalah tempat yang tebaik untuk menyimpan perlengkapan anda sehingga akan mengurangi beban yang anda pikul. Motor trail seperti TS 125 sudah dilengkapi dengan rack, tapi untuk motor lain seperti KLX 150 atau KLX 250 juga sudah banyak yang menjual rack-nya.

b. Bawa tas punggung, pilih yang ada tali pengikat di bagian pinggang karena ini akan membuat tas akan menyatu dengan tubuh anda. Letakan barang yang berat di bagian paling bawah. Banyak juga orang suka model tas punggung yang sudah dilengkapi dengan kanyung air (camel bag), jadi kalau minum tinggal sedot saja.

c. Jika hanya offroad pendek dan anda malas membawa tas punggung yang berat, anda bisa mambawa tas pingang. Tas pinggang ini bisa diisi botol air minum ukuran kecil, dompet dan HP anda. Offroader di Eropa dan Amerika banyak yang memakai tas pinggang, termasuk di event-event kejuaraan enduro. Kelebihan tas pinggang ini adalah anda akan lebih leluasa membawa motor karena tidak ada beban di pundak.

Semoga tip-tips ini bisa bermanfaat, khususnya bagi offroader pemula. Selamat melakukan offroad yang nyaman dan aman! (sumber: CHEELA Motoadventure).