Minggu, 30 Mei 2010

KETIKA MOTOR BERENANG DI SUNGAI





(Catatan offroad CHEELA ke Dampit 29 Mei 2010)

Jam di tangan menunjukan angka 9 ketika tim CHEELA sampai di Turen, Kabupaten Malang di pagi yang cerah itu. Kami segera menurunkan motor dari truck dan mobil pick up, terima kasih untuk BN yang telah meminjamkan truck-nya. Usai nyeruput kopi sejenak di warung, kami langsung tancap gas lewat perkebunan tebu dipimpin ZN yang memakai alat bantu GPS. Kami dengan enjoy melalui rute “pemanasan” ini.

Satu jam kemudian kami dihadang rute offroad sebenarnya, yaitu sungai selebar 15 meteran. Arus sungai terlihat deras dan banyak batu berlumut yang licin. Daripada basah, kami memutuskan untuk melepas sepatu dan celana. Maklum rute masih panjang, akan terasa nggak enak ketika sepatu basah.

Motor satu per satu mencoba menyebarang sungai yang airnya berwarna keruh karena lumpur hujan itu. Ternyata untuk nyeberang sungai itu tidaklah terlalu mudah, kami dipaksa kerja keras untuk memastikan motor tidak mati. Namun motor KLX 150 punya ZN tidak mampu menyeberang dengan mulus, motornya terpaksa “berenang” di sungai itu. Kami pun bersorak-sorak menyaksikan adegan itu.

Air sungai memang lagi dalam karena hujan yang terus mengguyur. KLX 150 yang berbodi kecil itu hanya kelihatan ujung tengki-nya saja. Tak heran ada banyak motor yang minum air dan mati. TS 125 yang memakai ban lebih gede dari KLX 150-pun juga harus “menyelam”, akibatnya mesinpun jadi ngadat. KTM 250 yang berbodi jangkung memang bisa lolos dari sergapan sungai itu, meskipun harus kerja lumayan keras. Untuk ada RSG yang hari itu jadi pahlawan karena bolak-balik menyeberangkan motor. Kaki RSG yang jangkung, membuat dia agak leluasa menunggapi motor di tengah-tengah sungai di kawasan Dampit itu.

Aksi “berenang” di sungai membuat kami kelaparan. Kami pun memutuskan untuk makan siang dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Wuih nikmatnya makan siang di tepi sungai bersama sahabat! Di sela-sela makan siang, DW malah asyik berenang, katanya ingat masa kecil ketika masih tinggal di desa!

Usai makan siang kami melanjutkan perjalanan. Medan yang menghadang kami di depan juga lumayan licin dan menanjak tajam. Motorpun terpaksa dibantu dengan tenaga extra ‘dorong’. Karena curamnya tanjakan, roda depan motorpun terangkat ketika gas motor dibetot. Keringatpun mulai menetas di sekujur badan kami.

Lolos tanjakan extrim, kami membetot gas motor dengan kencang. Motorpun meliuk-liuk di sela-sela perkebunan tebu dan perladangan. Kami sempat berhenti sejanak di tengah perkebunan tebu untuk memberi kesemepatan kepada DW, RSG dan DS mencicipi manisnya tebu.

Tepat jam 13.30 kami sampai di Kota Dampit. Setelah menambah BBm di pom besin teedekat, kami melanjutkan perjalanan. Wuahh kali ini baru asyik, karena jalan berupa tanah yang penuh dengan gelombang ala super bowl. Kamipun “terbang” dengan motor. Puas rasanya, setelah “berenang”, kini saatnya motor kami “terbang”.

Di jalur penuh gelombang, gundukan dan ceruk tanah yang dalam itu, kami bersenang-senang dengan speed offroad. DW mempertotonkan skill-nya dengan tehnik menikung dan jumping ala motocross. ZN, RK dan RSG berusaha mengimbangi skill DW yang memang patut diacungi jempol itu.

Dua jam kemudian kami sampai di Tirtuyudo. Kami istrirahat sebentar sambil mencicipi bakso yang kebetulan lagi lewat. Lumayan bikin badan hangat setelah diguyur hujan di tengah perjalanan. Motor kamipun jadi tontonan penduduk desa setempat. Mereka sempat berujar, “pak nanti jangan lupa jumping ya”. Wah ternyata mereka suka juga dengan “atraksi” kami di atas motor itu.

Kami pun melanjutkan perjalanan. Kami memacu motor dengan kencang agar tidak kemalaman di tengah hutan. Namun fisik MD yang cewek itu mulai drop, jadi beberapa kali kami harus berhenti menunggu dia. MD yang sempat terjungkal di turunan tajam itu patut diacungi jempol, meskipun cewek, dia sanggup mengikuti ritme offroad para cowok yang gila-gilaan itu. MD yang biasanya membawa CRF 150 itu sepertinya belum terbiasa dengan tenaga KLX 150 yang agak dibawah CRF 150.

Sinar matahari mulai redup, dan lama-lama menghilang. Malampun tiba. Untung semua motor kami dilengkapi dengan lampu yang terang benderang. Kamipun memacu motor secara beiringan dan agak melambat. Maklum sulit sekali membaca track ketika gelap gulita apalagi di tengah hutan.

Setelah kurang lebih 2 jam offroad di tengah kegelapan, akhirnya kami sampai juga di sebuah kampung yang masuk wilayah Kecamatan Poncokusumo. Kami lega dan puas. DW bilang, “wah offroad hari ini benar-benar memuaskan, mantap pol!”. Ya hari itu kami semua merasa puas telah bersenang-senang di medan offroad yang mengasyikan itu. Kamipun pulang ke rumah masing-masih dengan senyum kepuasan, meskipun mata terasa berat menahan beban mengantuk.

Jumat, 14 Mei 2010

KTM versi 2011



Meskipun tahun 2010 baru berjalan 5 bulan pabrikan KTM sudah mulai menyiapkan motor offroad alias dirt bike versi 2011. Versi 2011 ini terlihat begitu banyak perubahan dibanding tahun 2010. Perbedaan secara fisik bisa dilihat di frame dan cover. Untuk yang 360 cc disebut-sebut juga akan mengusung tehnologi injeksi, nasib karburator sepertinya akan tamat di masa mendatang.

Coba lihat foto-foto yang secara tidak sengaja berhasil dijepret oleh sobat kami. Wow keren sekali! Belum jelas kapan akan mulai dipasarkan ke penggemar dirt bike warna orange ini.