Sabtu, 26 September 2009

LAST MAN STANDING




Pernah dengar event enduro “Last Man Standing”? Ini adalah Event enduro gila-gilaan dan super extrim yang diadakan di Amrik sana. Peserta biasanya ratusan dan hanya akan ada satu orang yang akan lolos dan jadi pemenang. Medannya super extrim dan butuh skill tinggi untuk menjadi the last man standing.





Terinspirasi event itu 5 orang komunitas CHEELA melakukan offroad ala Last Man Standing di perbukitan yang ada di sekitar Gunung Bromo (26/9/09). Bukit ini sangat terjal dan penuh dengan cerukan tanah alias tidak rata. Tanah juga sedikit gembur, jadi begitu terlindas ban maka tanah akan hancur. Butuh tehnik speed offroad untuk menaklukan tantangan ala the last man standing di Bromo itu.

Kelima orang “gila” offroad extrim itu menunggangi motor KTM, KXF 250, TS 125 dan KLX 150. Kuda besi KTM yang ditunggangi RK cukup mudah melibas track hingga puncak bukit. Motor KTM XC yang dirancang untuk medan single track itu tidak terlalu kesulitan menaiki bukit. Sedangkan DW yang menunggangi KXF harus bekerja keras mengendalikan motornya untuk sampai puncak. KXF yang tipe cross memang tidak didisain untuk medan perbukitan yang penuh lubang.

Sementara itu KLX 150 harus bekerja extra keras untuk lolos sampai puncak. Ukuran ban yang kecil dan power yang sedang membuat KLX 150 yang dinaiki ZN dan EW harus meraung-raung menggerus tanah untuk bisa mendaki. KLX 150 punya ZN sampai harus “standing”. Meski dengan usaha keras, KLX 150 sukses mencapai puncak. Satu-satunya motor yang harus nyerah adalah TS 125. Motor keluaran Suzi ini kehabisan nafas untuk menaklukan bukit ganas itu.

Bersenang-senang dengan motor trail ala the last man standing benar-benar menjadi hiburan segar bagi kami di hari sabtu yang cerah itu.