Minggu, 27 Desember 2009

OFFROAD KE GUNUNG ARJUNA





Cuaca minggu (27/12/2009) pagi itu mendung, namun tidak menghalangi semangat anggota komunitas CHEELA Motoadventure untuk offroad ke Gunung Arjuna. Sekitar jam 9 pagi, 6 orang yang dibekali kuda besi CRF 150, KLX 150 dan TS 125 berangkat menuju Arjuna dari rumah RK. Selang 15 menit kemudian kami sudah dihadang oleh medan offroad menanjak. Hujan deras yang mengguyur Malang seharian membuat medan berkilau tertimpa matahari yang menerebos di sela-sela daun pinus.


Di jalur tanjakan di tengah-tengah hutan pinus itu, kami harus berusaha keras menaklukan jalur yang super licin. Jalur yang juga penuh lubang membuat beberapa kalu ban motor menjadi ‘spin’. Di beberapa titik kami harus saling bantu menarik motor yang terjebak dalam kubangan. Peluh mulai berceceran. WW yang baru gabung CHEELA terlihat harus berusaha keras lolos dari jalur ini. Untung ada TT yang setia jadi sweerper dengan TS 125-nya.


Setelah 2 jam berkutat dengan licinnya jalur, jam 11 kami baru sampai di pal perbatasan Kabupaten Malang-Batu. Kami semua mengambil nafas dalam-dalam setelah dihajar medan offroad di tengah hutan pinus itu. Sambil guyon, DW ngomporin ZN, “makanya pakai ban bridgestones dan sepatu Alipenstar, jadi motor ngacir terus”. ZN yang dikomporin hanya senyam-senyum aja, sambil ngomong, “pokoknya nanti pasti akan saya salip deh di jalur berikutnya!” Kami semua ber ha ha hi hi bercanda sambil istirahat di tengah hutan pinus yang adem itu.


Kami kemudian melanjutkan perjalanan. Jalur kali ini jauh lebih extrim, karena selain menanjak dan penuh lubang, jalur juga super licin! Motor sampai ditarik dengan tali. Kami semua kehabisan nafas. Di jalur ini DW harus terjungkal karena memacu motornya dengan kencang dan tergelincir ketika mau pindah jalur. Setelah hamper 1 jam berkutat di medan yan licin itu, kami memutuskan untuk ambil jalur lain. Makulum tujuan offroad masih panjang, kalau kami maksa lewat jalur ini bisa-bisa sampai malam kami masih terjebak di jalur yang memang sangat sangat licin itu.



Jam 12 siang kami sampai di Gunung Mujur dan sempat ketemu rombongan Imam dari Lawang. Setelah berbasa basi sebentar, kami turun Gunung Mujur lewat jalan air. Di jalur ini DW beberapa kali harus ’rebah’ akibat kecapekan dan lapar. Makanya begitu sampai warung, DW langsung nyerbu ke dapur untuk pesan mie. Yang lainnya cukup memesan teh dan kopi aja, karena sudah membawa bekal. ”Tumben mas nggak bawa bekal?” tanya teman-teman ke DW. ””maklum istri lagi liburan ama anak-anak, jadi nggak ada yang masakin nih”, ujar DW sambil ngelpas baju karena kepanasan setelah beberapa kali ”rebah” di jalur yang menurun tajam.


Usai makan dan istirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan menuju Kebun Teh Lawang.Jalur ini terbilang datar dan ringan, hanya di beberapa titik ada kubangan lumpur. Yang bikin kesel adalah lumpurnya itu baunya mintan ampun, maklum lumpur bercampu tahi sapi! Wow sedap sekali baunya bro!


Sekitar jam 14.30 kami sampai di Kebun Teh Lawang. RK, ZN dan DW saling memacu motornya dengan kencang. Di jalur ini CRF 150 melwan 2 KLX 150! Hasilnya, menjelang habis kebun teh koq DW nggak kelihatan? Ternyata ban belakang motor DW yang dikempesin waktu di jalur basah itu bocor dihajar jalan berbatu menuju kebun teh. Jadinya mau nggak mau DW dan beberapa temen harus turun ke kampung untuk nambal ban. RK, ZN dan WW yang sudah terlanjur di bibir lereng Gunung Arjuna akhirnya memutuskan menunggu DW dan teman-teman di tempat wisata kebun teh.


Setelah 30 menit nunggu romongan DW nggak nongol-nongol, RK menelpon RS yang ada di romobongan DW. Wah wah ternyata DW dan teman-teman udah turun ke kota Singosari untuk cari tambal ban. Akhirnya kami memutuskan rombongan dipecah jadi dua, rombongan DW lewat jalur on the road, sedangkan rombongan RK tetap lewat jalur offroad.


Tepat jam 16.00 rombongan RK memacu kencang motornya meninggfalkan kebun teh lewat jalur offroad lagi. Jalur offroad mulai terlihat gelap karena berada di bawah tajuk pohon. Lumpur yang ada di beberapa titik dihajar habis oleh RK dan ZN. Yang kasihan adalah WW yang harus keluar extra power untuk mengejar RK dan ZN. Yah maklum jam terbang WW belum terlalu tinggi untuk main lumpur. Tapi yang jelas kami hari itu benar-benar puas main offroad. Semoga aja WW nggak kapok ikut rombongan CHEELA!