Kamis, 25 Juni 2009

Suzuki Keluarkan Motor Enduro Baru




Lama tidak mengeluarkan motor tipe enduro setelah generasi DRZ, pabrikan suzuki akan mengeluarkan senjata baru untuk varian enduronya yaitu RMX450Z. Namun pecinta dirt bike harus bersabar dulu, karena tipe ini baru akan diluncurkan tahun 2010.

RMX450Z ini terinspirasi dari kehandalan motor suzuki tipe motocross yaitu RMZ 450. Bedanya dengan tipe cross, RMX450Z dilengkapi dengan lampu, electric starters dan suspensi yang dirancang untuk offroad. Hebatnya lagi RMX450Z ini adalah pakai sistem injeksi alias tidak pakai kaburator. Diklaim sistem injeksi ini akan membuat RMX450Z lebih efesien dan hemat BBM.

Keluarnya RMX450Z ini menggembirakan karena akan melengkapi motor enduro yang sudah beredar dulu seperti KTM 450 EXC, WRF 450, KLX 450R atau CRF 450X. Kehadiran RMX450Z ini akan semakin memperuncing persaingan motor enduro kelas premium. Apalagi suzuki bermodalkan pengalaman dalam mengembangkan RMZ di level motor MX. Moga-moga saja suzuki Indonesia akan memasukan RMX450Z, gimana suzuki?

Minggu, 14 Juni 2009

1 Menit yang Memperpanjang Main Motor Trail


Lewat email dari seorang teman di USA, kami mendapat kabar kalau salah satu teman kami di sebuah forum khusus dirt bike baru saja kecelakaan dan selamanya dia tidak akan pernah lagi bisa naik motor trail. Teman kami itu mengalami kecelakaan ketika memanasi motor trailnya. Dia mencoba motornya tidak lebih dari 5 menit, namun akibatnya seumur hidup dia tidak bisa naik motor lagi.

Awalnya rombongan tema kami dari USA itu mau offroad dengan motor trail. Semua motor dinaikan dalam truck. Ketika sudah sampai tujuan, motor-motor penggaruk tanah itu diturunkan dari truck. Kemudian seorang teman memanasi motornya dengan mencobanya tidak lebih dari 200 meter. Malang ketika dia mencoba motor trail itu dia terserempet kendaraan lain yang membuat dia terpental. Parahnya teman kami itu tidak memakai helm, dan kepalanya terbentur keras di jalan. Setelah dia dibawa ke dokter, dia divonis bahwa dia selamanya tidak bisa lagi naik motor trail karena ada syaraf di leher dan kepala yang terluka hebat!

Kejadian di USA itu mengingatkan kami peristiwa 3 tahun yang lalu ketika kami latihan grasstrack di sebuah sirkuit di Malang. Waktu itu banyak sekali yang latihan, kebanyakan motor bebek modifikasi. Ketika sedang asyik latihan, datang rombongan yang menurunkan 3 atau 4 motor trail dari sebuah mobil pick-up. Seorang anak muda kemudian mencoba motornya itu di sirkuit, namun tanpa helm. Awalnya dia mencoba pelan-pelan, namun di lap ketiga dia mulai kencang, dan tiba-tiba motor melompat liar melewati berm. Kepalanya terbanting keras dan segera dia dilarikan ke rumah sakit. Kabarnya setelah mendapat perawatan intensif, akhirnya dia meninggal dunia!

Dari dua kejadian di dua benua yang berbeda itu dapat diambil kesimpulan, jangan pernah anda tidak memakai helm ketika naik motor trail, meskipun itu anda hanya sekedar mencobanya! Kecelakaan bisa terjadi dimanapun dan kapanpun, tidak peduli anda seorang pemula maupun maestro motocross sekalipun.

Helm sangat vital melindungi kepala. Olaah raga dirt bike, apakah itu grasstrack, motocross ataupun enduro/offroad itu bisa dikategorikan sebagai olahraga extrim atau paling tidak semi extrim. Di medan offroad, track selalu berubah-ubah, seringkali kita tidak bisa mengantisipasinya dengan cepat. Akibatnya fatal, kita bisa terjatuh dari motor kapanpun. Dan biasanya 2 anggota tubuh kita yang paling rawan terluka adalah kepala dan lutut.

Hukumnya wajib memakai helm ketika kita naik motor trail, apalagi kalau pakai motor trail SE atau enduro yang punya power besar. Motor trail biasapun wajib pakai helm, karena kecelakaan tidak pernah memilih jenis motor. Apa sih susahnya memakai helm? Memakai helm tidak lebih dari 1 menit, namun upaya 1 menit yang anda lakukan itu bisa memperpanjang waktu anda untuk bersenang-senang dengan motor trail!

Setelah memakai helm, pastikan helm telah terkunci atau terikat. Seringkali dalam offroad kita terjungkal dengan cukup keras dan mengalami benturan berulang (lebih dari satu kali). Jika helm tidak diikat atau dikunci dengan benar, helm akan terpental dari kepala kita, dan ini bisa berakibat fatal, karena pada benturan berikutnya kepala kita sudah tidak memakai helm lagi!

Senin, 08 Juni 2009

CATATAN OFFROAD ARJUNA (7 Juni 2009)


Tim lagi mejeng di lereng Gunung Arjuna

Minggu 7 Juni 2009 kami berlima memutuskan untuk offroad ke Kebun Teh Lawang lewat Gunung Arjuna. Offroad kali ini agak istimewa karena ada 2 unit KLX 150S yang masih kinyis-kinyis yang akan diuji coba juga di medan offroad. KLX 150 itu punya DW dan EW.

Medan offroad pertama adalah berupa jalur tanah di tengah kebun tebu. Jalannya menanjak bergelombang dan kering. Kelima motorpun dipacu dengan kencang. RK dengan motor CRF 250nya melesat jauh meninggalkan sobat-sobatnya. Dua KLX 150 dengan enteng juga melibas track tersebut. DW komentar, ”shock KLX 150 mantap, enak sekali dipakai offroad”

Lepas track kebun tebu, track mulai menanjak cukup extrim, sempit dan lumayan basah. Posisi sudah berada di lereng Gunung Arjuna. Di track basah ini KLX 150 juga terbukti melibasnya dengan tidak susah payah.

Track berikutnya berada di tengah hutan yang di beberapa titik menjadi kubangan lumpur. Lagi-lagi KLX 150S juga enak melewati kubangan lumpur tersebut meskipun ban masih standar bawaan pabrik. JN dengan monstrac 200 nya terlihat berjuang agak keras untuk lolos dari kubangan lumpur tersebut.

Track berikutnya berupa batu makadam. Semua tim juga dengan enteng melewati jalur makadam ini. Tidak ada hambatan berarti, kecuali EW yang harus jalan pelan-pelan, maklum ini adalah offroad pertama buat EW. Tapi salut buat EW, meskipun itu adalah offroad pertama namun EW mampu ”lulus” melewati track kkategori intermediate tersebut.

Memasuki jalur ladang menuju kebun teh, jalur terlihat basah dan mengkilat. Tanah padas mengkilat tersebut biasanya super licin. Betul, RK yang memacu kencang CRF 250nya harus jadi korban di track maut ini. RK terpental dengan kencang dari motornya dan harus tergolek di tanah basah. Ya namanya juga dirt bike, jadi biasalah main kotor dengan tanah. Di track ini hampir semua tim jatuh. Tapi yang paling parah adalah RK yang terpaksa harus istirahat beberapa hari untuk memlihkan lututnya yang bengkak membiru.

Di offroad ke Kebun Teh tersebut KLX 150 tunggangan DW sempat terjatuh. Meski KLX 150nya tidak terlalu keras jatuhnya, tuas perseneleng langsung bengkok. Kualitas besi tuas perseneleng KLX 150 memang buruk. Hal serupa juga pernah terjadi di KLX 150 punya MD di test ride KLX 150S. Jadi memang hukumnya wajib untuk mengganti tuas perseneleng KLX 150 dengan kualitas yang lebih baik jika motor dipakai untuk offroad.

Namun secara umum KLX 150S adalah motor yang nyaman untuk dipakai di medan offroad. Apalagi ketinggian motor yang tidak terlalu tinggi membuat penunggangnya lebih percaya diri melibas track basah dan super licin.