Minggu, 10 Mei 2009

TEST RIDE KLX 150 DI MEDAN OFFROAD




Foto di atas adalah foto KLX 150S dibandingkan dengan KLX 250S

Penasaran akan performa KLX 150S di medan offroad kami mencoba mengetesnya dan membandingkannya dengan CRF 150F. Rider dipilih MD yang memang sudah biasa pakai CRF 150F, jadi dia bisa membandingkannya dengan KLX 150. Test dilakukan di jalur offroad ke Gunung Kawi (9/5/09).

KLX 150 milik MD yang ditest itu sudah mengalami beberapa rombakan kecil. Ban sudah diganti merk Kenda yang spesial untuk offroad. Beberapa item yang juga diganti adalah lampu depan, lampu belakang, knalpot dan stang. Sedangkan mesin dalam kondisi standar pabrikan.

Secara dimensi, KLX 150 sedikit lebih kecil dibandingkan CRF 150F., namun berat KLX 150 malahlebih berat 10 kg. Ini membuat MD sebagai tester merasa agak kaku di awal test ride. MD yang biasa pakai CRF 150F dan CR 85 itu merasa agak keberatan ketika menikung dengan KLX 150S yang punya bobot kosong 108 kg

Suspensi KLX 150S boleh diacungi jempol. Suspensi bisa meredam dengan baik ketika dipakai di medan offroad dan juga batu makadam. Ketika dicoba untuk jumping setinggi 0,5 meter, suspensi depan dan belakang juga mampu meredamnya dengan baik. Handling KLX 150S di medan offroad juga enak dan ringan.

Mesin KLX 150S sangat halus. Perpindahan gigi terasa halus. D itrack lurus atau menanjak, KLX 150 dengan enteng melewatinya. Namun jika di tikungan-tikungan tajam di track offroad, KLX 150 kurang cepat keluarnya. Tenaganya kalah dengan CRF 150F. Mungkin ini karena gir belakang KLX 150 yang kecil, yaitu ukuran 42T sedangkan CRF 150F berukuran 48T.

Meski gir belakang KLX 150S ukurannya lebih kecil dibanding CRF 150F, namun anehnya top speed KLX 150 masih kalah dengan CRF 150F. Di track lurus KLX 150S sepertinya mentok pada kisaran 100 km/jam, sedangkan CRF 150F masih bisa tembus 110 km/jam.

Ketika uji coba di batu makadam yang licin karena hujan, MD sempat tergelincir dan terjatuh. Tuas perseneleng (gigi) KLX 150s bengkok parah, padahal jatuhnya tidaklah terlalu keras. Bahannya yang tipis dan dari besi biasa, membuat tuas perseneleng tersebut gampang bengkok. Ini menjadi catatan bagi kami, kalau KLX 150S mau diajak untuk offroad wajib diganti tuas persenelengnya dengan kualitas yang lebih sepertinya punya KLX 250 atau motor SE.

Secara umum KLX 150S adalah motor yang layak untuk dipakai offroad atau adventure. Dengan catatan, ada pergantian di beberapa sektor seperti ban, tuas perseneleng, knalpot, stang dan gir belakang. Catatan penting lainnya adalah KLX 150S sepertinya hanya cocok untuk orang yang ketinggiannya tidak lebih dari 165 cm. Ukurannya terlalu kecil untuk orang yang tingginya lebih dari 165 cm. Orang yang bobotnya lebih dari 70 kg, sepertinya juga kurang cocok memakai trail KLX 150S. Kalau dipaksain sih bisa aja, tapi akan terlihat seperti beruang sirkus naik sepeda!