Minggu, 15 Maret 2009

KAWI ADVENTURE











KAWI ADVENTURE

Minggu (15/3/2009) kami mencoba ‘wisata’ ke gunung Kawi, Malang, namun lewat jalan offroad. Start dimulai dari Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, langsung menuju medan offroad di tengah-tengah ladang. Dua hari tidak hujan, membuat medan kering sehingga kami bisa memacu motor hingga tembus angka 80 km/jam di speedometer motor KLX 250 tunggangannya RK.

Medan offroad di ladang bisa kami libas dengan tanpa hambatan berarti. Rintangan ’serius’ mulai menghadang kami setelah kami melewati Desa Kucur dan akan masuk hutan pinus. Tanjakan ekstrim, tanag penuh ceruk dalam, namun sempit, sehingga motor tidak ada posisi untuk menggeber gas dengan maksimal. Di medan tanjakan extrim ini terpaksa kami harus bergantian membantu mendorong motor. Keringatpun bercucuran dengan deras. Untungnya masih ada beberapa pohon yang bisa kami gunakan untuk istirahat sambil mengatur napas yang sudah kembang kempis!

Lolos rintangan tanjakan extrim, jalur berikutnya adalah makadam (tanah berbatu), tanah dan diselingi aspal yang sudah bolong di sana sini. Setelah memasuki Kecamatan Wagir, kami memilih jalur offroad di tengah hutan pinus, bukan jalan aspal yang biasa dilewati pengunjung yang mau ke Gunung Kawi. Medan offroad di hutan pinus ini menjadi hiburan kami alias bonus, setelah bosan dengan jalan makadam. Motorpun bisa meliuk-liuk seperti penari jaipong, karena medan agak licin. Justru inilah yang membuat kami bersenang-senang di hari minggu yang cerah itu.

Tepat jam 12 kurang 10 menit, kami sampai di Desa Gendugo. Kami berhenti di warung yang belakangan kami tahu pemiliknya adalah bernama Bu Yani. Wah soto di warung Bu Yani ini betul-betul mantap, mak nyos! Harganya juga murah meriah. Yang bikin sedap adalah karena sotonya pakai ayam kampung yang pasti jauh lebih sehat dibanding ayam peternakan yang penuh obat. Ayam kampung selain sehat juga nikmat.

Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke Gunung Kawi lewat jalan aspal. Jaraknya hanya tinggal sekitar 4 km. Meskipun aspal, namun kami sedikit terobati karena di kanan kiri aspal masih banyak pohon hutan, sehingga suasananya menyejukan.

Di Gunung Kawi kami menjadi pusat perhatian para tukang ojek. Mereka mengerubuti motor trail kami, sementara kami asyik berfoto ria di depan makam yang sering didatangani orang untuk berziarah itu.

Offroad hari itu kami menempuh jarak total 80 km (PP), dengan kombinasi jalan offroad 40% dan selebihnya jalan berbatu dan aspal. Sengaja hari itu kami memilih medan yang agak ringan, biar bisa sambil berwisata budaya dan alam di Gunung Kawi.

Ada satu kejadian ”aneh” dalam offroad ke Kawi hari itu, pijakan rem motor Monstrac 200 yang dinaiki JN itu hilang dan tidak bisa ditemukan lagi. Akibatnya JN harus pulang tanpa ada pijakan rem belakang. Benar-benar aneh dan lucu! Baru kali ini kami offroad ada yang kehilangan pijakan rem tanpa dirasakan oleh penunggang motornya!





Senin, 02 Maret 2009

KLX 150S SIAP MELUNCUR APRIL 2009


KLX 150S SIAP MELUNCUR DI BULAN APRIL 2009

Lahirnya adik dari KLX 250S di segmen motor trail Indonesia sepertinya akan benar-benar terealisasi di bulan April 2009. Hasil komunikasi dengan Kawasaki Motor Indonesia pusat di Jakarta dan juga diperkuat oleh kawasaki di Malang, memang KLX 150S akan keluar bulan April dengan kisaran harga dibawah Rp 25 juta.

Dengan harga yang relatif murah itu diprediksi KLX 150S akan menjadi pilihan utama bagi penggemar motor trail di Indonesia. Apalagi saat ini pemain motor trail di Indonesia dengan harga yang murah tapi kualitas bagus relatif masih sedikit. Motor trail mocin memang banyak, namun kualitas masih diragukan. Dalam beberapa kasus terbukti kalau trail mocin tidak layak untuk dipakai offroad. Kalau dipakai mejeng di jalanan raya sih masih boleh boleh aja. Boleh dibilang trail non Jepang dan Eropa yang beredar di Indonesia yang masih layak pakai untuk offroad adalah Monstrac, itupun mesti ada pembenahan dulu di beberapa sektor.

Hilangnya trail suzuki TS 125 yang tampang jadul dari pasaran, membuka peluang bagi KLX 150S untuk menjadi tunggangan baru dirt bikers. Apalagi mesin KLX 150 sudah mengusung mesin 4 tak yang tentunya akan lebih hemat dan ramah lingkungan.

Basis KLX 150S adalah KLX 140 yang sudah beredar lama di Jepang, USA dan Eropa. Aslinya KLX 140 yang punya cc 144cc itu tanpa lampu dan spion, maklum memang motor ini adalah offroad use only, bukan untuk jalanan aspal. Nah KLX 150 itu akan dilengkapi dengan lampu, spion dan juga STNK. Dengan harga katakanlah Rp 25 juta itu murah karena harga KLX 140 yang tanpa STNK itu adalah USD2,900 atau sekitar Rp 34 jutaan (dengan kurs 1$ = Rp 12.000). Pertanyaanya adalah kenapa harga KLX 150S di Indonesia lebih murah? Jawabannya, tunggu dulu hasil investigasi kami lebih lanjut.

Sssttttt, kabarnya KLX 150S itu akan keluar dalam 3 varian warna yaitu hijau, merah dan hitam!