Senin, 29 Desember 2008

Bromo Desert Race






Judul “Bromo desert race’ di atas mungkin berlebihan. Ya tetapi bolehlah kita berandai-andai seperti ikut desert race ala Australian Safari atau Rally Dakar yang melegenda itu. Untuk balapan di padang pasir ala Australian Safari tidak perlu jauh-jauh terbang ke Australia, karena ini bisa dilakukan di Gunung Bromo. Tentunya track-nya tidak sepanjang di Australia atau Dakar, tetapi dijamin puas dan bikin ketagihan!

Ini dibuktikan oleh komunitas CHEELA yang membelah padang pasir Bromo 28 Desember yang lalu. Tim terdiri dari DW, RK, TT, AD dan MD. Nama terakhir ini adalah satu-satunya peserta cewek. Meskipun cewek dan sudah berputri dua, MD tak mau kalah dengan para lelaki dalam mengendalikan kuda besi alias motor trail.

Tim dibekali ‘senjata’ CRF 250, CRF 150, CR 125, Monstrac 200 dan TS 125. Tim berangkat dari Coban Pelangi menuju Jarak Ijo. Cuaca mendung tidak menghalangi para petualang motor trail itu untuk menyusuri hutan alami sepanjang jalan menuju Bromo. Track jalur Jarak Ijo lumayan menantang. Tim menyisir jalan berkelok-kelok kayak ular dengan sebelah kiri tebing dan sebelah kanan jurang menganga sedalam lebih dari 100 meter!

Jalan ular selebar 1 meter itu bikin jantung berdetak kencang. Salah ambil jalur dikit aja akan terjungkal masuk jurang. Tidak bisa dibayangin gimana caranya narik motor trail-nya jika nyungsep di jurang yang dalamnya minta ampun itu. Tapi detak jantung yang merangsang terpacunya andrenalin itu terbayar puas dengan pemandangan Gunung Bromo dan Gunung Batok yang menakjubkan. Betul –betul amazing!

DW dan RK memacu kencang tunggangannya. Dua motor trail honda tersebut saling berpacu, meliuk-liuk di bibir jurang. Malang menimpa AD dengan tungangan monstrac-nya. Dia terjungkal nyaris masuk jurang! Ban depan sudah berada di bibir jurang yang menganga lebar. Tubuh AD yang kurus itu tertimpa Monstrac seberat lebih dari 120 kg. Hasilnya? Usai offroad, AD harus pijat dua kali!

Lolos dari jebakan-jebakan maut di jalur Jarak Ijo, tim mulai turun ke arah padang pasir Bromo. Jalan penuh lubang dan gundukan akibat tergerus air hujan yang hampir tiap hari turun. RK dan DW masih memimpin di depan. Kedua orang ini saling kejar mengejar. Hasilnya, DW terperosok lubang setelah tanahnya hancur karena digilas oleh roda CRF 250 yang digeber oleh RK.

Memasuki padang pasir, tim bukannya mengurangi gas, namun malah membetotnya lebih keras. Ya mirip-mirip desert race di luar negerilah. Yang bikin harus super waspada adalah ada banyak jebakan di padang pasir ini. Sepintas pasirnya rata, namun kadang-kadang amblas begitu motor di atasnya. Belum lagi ancaman lubang-lubang sedalam satu meter yang banyak bertebaran.

Hujan yang mulai turun, tidak mengurangi semangat tim untuk mengeber motor trailnya di padang pasir. Dewa yang punya skill motocross senang bukan kepalang karena di Bromo ada banyak sirkuit alami ala motocross. Ada model super bowl atau malah table top. DW-pun betul-betul mirip dewa perang yang terbang dengan kuda besinya! Aksi terbang DW ini menjadi tontonan gratis para pengunjung gunung Bromo.

Puas main di padang pasir, tim memacu motornya ke arah Jemplang. Lagi-lagi desert race dimulai di jalur ini. Track yang cenderung lurus membuat tim bisa memacu motornya sekencang mungkin. Harus tetap waspada., karena mekipun tampak mulus, namun track pasir lumayan sulit jika tidak biasa. Motor mudah sekali oleng dan terpelanting.

RK memimpin ’desert race’ jalur Bromo ke Jemplang ini. Disusul kemudian oleh DW, AD, MD dan paling buncit adalah TT. Semuanya benar-benar puas dengan track padang pasir ini.

Jam di tangan menunjukan angka 14.15 wib. Lepas dari padang pasir, tim melanjutkan offroad menuju jalur Jarak Ijo. Jalur yang dipilih adalah jalur di tengah hutan hujan tropis.

Karena tertutup oleh rimbunnya pepohonan, jalur menjadi sangat licin sekali. Apalagi track menurun terus. Akibatnya hampir semua peserta terjungkal di jalur ’maut’ ini. DW, AD, TT dan MD bergantian tumbang satu per satu. DW-pun harus nyesel karena kehilangan kaca matanya akibat terjatuh.

Setelah melewati track Jarak Ijo, semuanya bernapas lega karena track sudah tidak licin lagi. Tim-pun memacu motornya dengan santai menuju titik penjemputan di Coban Pelangi.

Hari itu 5 orang penggemar berat offroad motor trail benar-benar puas bisa mencoba ’Bromo desert race’. Belum juga pegal hilang dari badan, DW dan TT sudah ngomong, ”kapan kita offroad ke Bromo lagi?”


Sabtu, 27 Desember 2008

KODE ETIK CHEELA



Sobat penggemar trail adventure,

Ada banyak sobat-sobat yang kirim email ke kami untuk menanyakan tentang cara bergabung dengan CHEELA Motoadventure. Untuk itulah kami membuat tulisan ini agar bisa dimengerti dan dimaklumi tentang tata cara untuk bergabung dengan CHEELA dan juga kode etiknya.

CHEELA adalah komunitas kecil penggemar trail adventure di Malang Raya yang mengkedepankan rasa aman, nyaman dan ramah lingkungan. CHEELA dirancang untuk tidak besar secara kuantitas atau jumlah anggotanya, namun kami lebih mengkedepankan “kualitas”.

CHEELA itu diambil dari nama latin seekor burung elang yaitu Spilornis cheela yang di Jawa dikenal dengan nama Elang Bido. Kami ingin bebas berpetualang seperti halnya Elang Bido yang terbang tinggi mengeskplorasi keindahan alam.

PERSYARATAN UNTUK GABUNG DENGAN CHEELA MOTOADVENTURE:

  • Mempunyai motor trail yang layak dan sehat untuk offroad, misalnya Suzuki TS 125, Kawasaki KLX 150, KLX 250, KTM, Honda CRF, Hyosung RX 125, Kawasaki KXF, Yamaha YZ, dll. Motor trail asli keluaran pabrikan itu diperbolehkan dimodifikasi dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan standarnya.
  • Pengendara mempunyai perlengkapan standar offroad CHEELA yaitu helm cross, sepatu offroad/cross, sarung tangan, goggle (kaca mata) dan pelindung lutut (knee protector).
  • Setuju dengan kode etik CHEELA

KODE ETIK CHEELA:

  1. Memakai kendaraan motor trail yang layak dan aman untuk offroad
  2. Bersikap santun, tidak arogan dan tidak kebut-kebutan di jalanan raya dan di jalan kampung
  3. Menghormati budaya dan adat istiadat masyarakat setempat yang dilalui atau dikunjungi selama offroad
  4. Memakai helm dan sepatu offroad selama mengendarai motor trail
  5. Tidak membuang sampah plastik dan putung rokok di hutan atau di medan offroad lainnya. Sampah plastik harus dibuang di tempat pembuangan sampah yang disediakan, kalau tidak ada maka sampah plastik tersebut harus dibawa pulang.
  6. Tidak mengambil/membeli tanaman atau satwa liar yang ada di hutan/gunung
  7. Tidak melintas atau melindas tanaman petani dengan sengaja.
  8. Tidak merusak alam yang ada. Yang dimaksud merusak alam misalnya mencoret-coret pohon, batu, pondok atau tebing. Biarkan alam tetap asri dan alami.
  9. Selama melakukan offroad dilarang memakai/mengkonsumsi narkoba dan atau minuman beralkohol.
  10. Tidak melakukan tindakan kriminal yang melanggar hukum
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami via email: mlgtrail@gmail.com





Kamis, 25 Desember 2008

CHEELA offroad ke Coban rondo


Bulan November yang lalu tim CHEELA kembali offroad motor trail ke Coban rondo, Batu. Berbagai brand motor trail ikut offroad yang 80% di dalam hutan ini, antara lain KTM 200 EXC, Honda CR, TS 125, dll. Medannya asyik dan penuh tantangan. Berikut adalah beberapa fotonya.

Offroad Trail Ramah lingkungan



OFFROAD RAMAH LINGKUNGAN

Kegiatan off road adalah kegiatan petualangan yang menyenangkan karena bersentuhan langsung dengan alam. Alam yang indah dengan segala isinya seperti satwa liar menjadi daya tarik tersendiri bagi petualang alam bebas. Di negara-negara maju kegiatan off road (baik mobil maupun sepeda motor) ditekankan untuk turut serta menjaga kelestarian alam.

Jangan sampai kegiatan off road justru menimbulkan kerusakan alam atau menganggu keseimbangan ekosistem. Berikut ini adalah tips-tips ber-off road-ria dengan meminimalkan kerusakan atau gangguan terhadap alam;

Jangan buang sampah. Pastikan sebelum berangkat off road anda membawa kantong plastik untuk tempat sampah an organik (plastik, putung rokok, bungkus makanan, kaleng, tisu, dll). Ingat bahan-bahan dari plastik, logam dan gabus putung rokok sangat sulit didaur ulang oleh tanah secara alami. Butuhan ratusan tahun untuk menghancurkan plastik dan gabus secara alami.

Matikan api. Jika anda di hutan membuat api unggun, pastikan api telah mati dengan sempurna sebelum anda tinggalkan. Satu batang pohon bisa dibuat ribuan batang korek api, tetapi satu batang korek api bisa menghabiskan ribuan batang pohon dalam sekejab!

Jangan ganggu satwa liar. Hutan bukan hanya berisi pohon, namun juga aneka jenis satwa liar seperti burung dan bangsa monyet. Mereka telah bertahun-tahun hidup di hutan tersebut, jauh sebelum kita datang. Jangan berburu satwa, biarkan mereka berkembang dengan alami. Jika di tengah jalan yang akan anda lintasi ada satwa liar, beri kesempatan satwa tersebut lewat terlebih dahulu.

Bawa makanan yang cukup. Jika anda off road dalam waktu cukup lama pastikan anda membawa bahan makanan dengan cukup, sehingga anda tidak perlu “survival” dengan berburu satwa liar atau merusak alam secara berlebihan.

Bawa Kenangan. Jangan membawa tumbuhan atau satwa liar dari hutan, setelah off road cukup anda membawa kenangan indah, foto dan film.



Rabu, 24 Desember 2008

Modifikasi KLX 250S

Seperti yang diketahui KMI telah mengeluarkan KLX 250 dan akan disusul adiknya KLX 150. Banyak orang yang bilang kalau model tail light alias buntut KLX 250 itu kurang sip. Beberapa juga mengeluh tentang akselerasi KLX 250 yang kurang garang. Nah ini kami coba share modifikasi ringan KLX 250 punya kami. Barangkali bisa memberi masukan kecil buat pecinta motor dirt bike khususnya KLX 250.

Data modifikasi:
-gir belakang diganti ukuran 48 punyanya KXF 250 atau diganti ukuran 45 namun depannya harus ukuran 13 (standar KLX 250 adalah 14). Dijamin akselerasi langsung lebih spontan dan enteng aja untuk tanjakan ekstrim

-muffler diganti yang free flow, namun harus yang cocok. Kalau tidak cocok hanya suaranya saja yang gede namun tenaga loyo. Untuk muffler lokal yang cocok adalah punyanya AHRS. Tapi kalau mau lebih mantap ya diganti punyanya FMF.

-stang digantinya produk Renthal yang lebih ringan sehingga manuvernya lebih enak -tailight diganti punyanya Acerbis atau UFO -handguard Acerbis

-rantai diganti yang O ring keluaran RK, sehingga suara tidak berisik dan lebih kuat

Source: CHEELA Motoadventure