Minggu, 10 Desember 2017

Tantang CRF 150L, Motor Trail Yamaha Pakai Mesin Baru

Motor trail Yamaha WR250F
Honda akhirnya kepincut untuk memasarkan sepeda motor trail CRF 150L. Motor yang mampu melibas jalanan aspal dan bebatuan itu siap menjegal laju Kawasaki yang telah lama menghadirkan trail KLX 150.

Kedatangan Honda CRF 150L ini rupanya membuat pabrikan roda dua lainnya mulai tergiur masuk dan menjajakan sepeda motor trailnya.

Setidaknya hal itu sedang direncanakan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) selaku agen tunggal pemegang merek Yamaha di Tanah Air.

Deputy GM Marketing YIMM Eddy Ang menyebut, Yamaha pasti akan mendatangkan trail bermesin 150 cc.

“Tapi kapan? Tunggu saja. Kami, Yamaha akan develop (mesin) baru, kami tidak akan pakai engine dari apa, modal apa. Tapi engine baru,” ungkap Eddy saat ditemui di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12).

Jawaban Eddy ini memang mengarah pada sosok Honda CRF 150L yang diakui pihak Honda menggunakan mesin Verza berkapasitas 150 cc.

Hanya saja, Honda mengklaim berbagai settingan atau penyetelan ulang telah dilakukan sehingga mesin Verza bisa diandalkan untuk motor trail.

Namun hal itu tidak berlaku bagi Yamaha. Bahkan Eddy mengatakan kemungkinan Yamaha tidak akan mencomot mesin Vixion. Meski mesin tersebut tergolong tangguh dan dapat diandalkan.

“Harus dipelajari, karena (Vixion) beda karakter mesinnya. Off-road itu, cirinya akselerasi spontan dan tarikan bawah kuat. Dan itu belum tentu karakter mesin Vixion cocok. Jadi saat ini masih under development. Kapannya? Tunggu,” pungkasnya.

sumber: http://otomotif.liputan6.com

Minggu, 03 Desember 2017

Review Ban Corsa MT Cross-R

Ban menjadi salah satu piranti yang paling penting dalam dunia offroad motor. Power mesin yang mumpuni dan suspensi yang mantap tidak akan banyak berarti di jalur offroad ketika pemilihan bannya kurang tepat.

Di pasaran semakin banyak pilihan ban tipe offroad, mulai dari harga Rp 300 ribuan hingga diatas Rp 1,5 juta. Beragam merk juga bersaing merebut hati offroader, mulai buatan dalam negeri hingga impor.

Salah satu ban lokal yang beredar dan banyak ditanyakan ke IDB kualitasnya adalah merek Corsa. Memenuhi permintaan pembacanya, IDB akhirnya memasang ban Corsa tipe MT Cross-R ukuran 18-110/100 di Honda CRF150L.

Profil kembangan Corsa MT Cross-R terlihat keren, mirip Dunlop tipe Geomax. Ban yang dijual seharga Rp 400 ribuan ini diuji coba IDB di jalur offroad, mulai pasir, lumpur hingga tanah licin.

Ban Corsa ini enak ketika dipakai di pasir. Ban bisa mencengkeram cukup bagus. Di jalanan berbatupun ban ini masih nyaman dipakai.

Namun ceritanya akan lain ketika mulai masuk ke jalur tanah padas yang licin. Ban tidak mencengkeram dengan baik. Bahkan IDB dalam event yang offroad bersama Wade Young itu sempat terjatuh gara-gara ban tidak menggigit kuat di jalur licin.

Baru ketika tekanan angin dikempesi hingga 10 psi, ban bisa mencengkeram lebh baik di tanah licin. Tetapi tekanan angin 10 psi ini rawan terjadinya kebocoran ban dalam ketika melintas jalur berbatu. Idealnya tekanan ban untuk offroad itu antara 14 hingga 15 psi.

Mengenai keawetan ban Corsa MT Cross-R ini IDB belum bisa bercerita banyak karena membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengetahuinya. Yang jelas ban ini enak untuk dipakai di jalur kering dan berpasir, tetapi kurang mempunyai daya cengkeram yang baik di jalur licin, terutama di jalur tanah padas yang basah. Kalau jalurnya berlumpur ban ini masih mumpuni, apalagi harganya relatif murah (IDB)

Rabu, 29 November 2017

Private Trip: Offroad With IDB


Merespon usulan beberapa sahabat IDB, akhirnya IDB mengadakan acara private trip, Offroad with IDB yang akan diadakan pada hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Poncokusumo, Kabupaten Malang. Offroad yang didukung oleh tim CHEELA ini diharapkan menjadi ajang silahturahmi antara tim IDB dan para sahabat.

Offroad with IDB bukanlah sebuah event besar, ini hanyalah offroad bersama, sehingga acara ini tidak ada biaya pendaftarannya. Selain tidak ada biaya pendaftarannya, acara ini juga tidak ada hiburannya apalagi sexy dancer. Hanya jalur fun offroad dan silahturahmi yang akan disajikan IDB dan tim CHEELA.

Agar peserta maximal menikmati jalur offroad, pesertanya dibatasi maximum 25 orang saja. Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti event yang rencananya akan rutin diadakan ini. Syaratnya hanya motor yang ikut adalah motor trail asli pabrikan yang sehat dan peserta bersedia mematuhi kode etik IDB. Selain itu peserta juga dilarang mengkonsumsi narkoba atau minuman alkohol selama event berlangsung.

Pendaftaran bisa dilakukan via WA dengan format: nama/jenis motor/asal kota/nama club/umur yang dikirim ke nomor 081931058620 atau 08113600798. (IDB)

Senin, 27 November 2017

Test IDB Performa Honda CRF150L di Jalur Offroad (bagian kedua)


Agar memahami secara utuh hasil uji coba IDB tentang performa Honda CRF150L di jalur offroad, silahkan baca dulu bagian pertama di link berikut: Test offroad bagian pertama

Jika di bagian pertama IDB menguji soal performa suspensi dan handling yang mendapat predikat bagus, Di segmen kedua ini IDB akan mengulas soal performa mesinnya. Ketika uji di jalanan raya dalam kondisi motor standar pabrikan, IDB merasa kecewa dengan performa mesin CRF150L ini. Cek uji di jalanan raya: Test CRF150L di jalanan raya

Sebelum dibawa ke jalur offroad, tentu saja CRF150L mengalami beberapa modifikasi kecil, seperti sektor knalpot, ban dan gir depan yang dikecilkan satu mata. Namun soal mesin, CRF150L yang dipakai IDB dalam uji coba masih dalam kondisi standar.
Mesin masih standar pabrikan
Ketika gir depan diganti ukuran 14 (sebelumnya ukuran 15) dan knalpot diganti merk 3Two (triple two) custom, tenaga motor memang sedikit beda, Tarikan awal CRF150L terasa sedikit lebih nendang dan nafasnya lebih panjang.

Revew bagian kedua ini IDB sajikan dalam bentuk model pertanyaan dan jawaban. Pertanyaan itu adalah pertanaan yang sering diajukan ke IDB terkait performa CRF150L di jalur off road.

Apakah CRF150L ini bobotnya lebih berat dari KLX 150BF?

Ya, kalau itu sekedar dilihat dari data pabrikan soal berat, karena berat CRF150L itu adalah 122 kg, yang artinya lebih berat 4 kg dibandingkan KLX150BF yang beratnya 118 kg. Tetapi dalam offroad motor itu kita tidak hanya bicara soal berat motor secara teoritis, tetapi harus juga menjadi satu paket dengan power, handling dan suspensi.

Memang secara teoritis CRF150L ini lebih berat sedikit, tetapi ketika keenam riders IDB mengujinya langsung di jalur offroad sebenarnya, kesan berat itu menjadi hilang. Suspensi yang nyaman dan handling yang nurut, membuat CRF150L terasa lebih ringan dibandingkan KLX150BF ketika dipakai offroad. CRF150L lincah dipakai meliuk-liuk, menikung dan melibas jalur offroad.

Bagaimana perfoma mesin CRF 150L di jalur offroad?

Performa mesinnya tidaklah istimewa, IDB memberi nilai rata-rata 4,8. Karakter mesinnya smooth, tidak menghentak-hentak. Kurang lebih performa mesin standar CRF150L ini samalah dengan KLX 150BF. Kalau sekedar dipakai di jalur offroad ringan yang tidak ada tanjakan ekstrim maka CRF150L juga akan bisa melaluinya tanpa hambatan.

Dengan spek offroad CRF150L IDB di jalur offroad dengan trek pasir yang lurus dan sedikit bergelombang, trail warna merah ini  mampu melaju dengan stabil dengan kecepatan 85 km/jam. Sementara top speed di jalanan aspal yang datar dengan gir depan yang lebih kecil itu CRF150L masih mampu jalan 105 km/jam.

Dipakai di jalur berlumpur dan licin, motor juga bisa melaluinya meski lebih banyak pakai gigi 1 dan 2. Karakter mesinnya yang smooth malah membuat ban belakang tidak spin waktu dibetot di jalur yang licin.

Apakah CRF150L lebih kencang dibanding KLX 150BF?

Tidak, kurang lebih samalah. Hanya saja ada keunikan di mesin CRF150L yang berbasis sama dengan Verza ini yaitu ketika sudah memasuki gigi 5 (gigi tertinggi) dan gas motor sudah mentok itu laju motor terasa semakin kencang, semakin kencang, namun secara perlahan.

Di jalur offroad yang lurus yang agak lebar IDB mencoba beradu dengan beberapa KLX150 yang juga spek offroad. Motor berimbang powernya, namun sedikit demi sedikit CRF150L bisa menyalip KLX150 itu dengan perlahan, Menyalipnya tidak kencang lho.

Kalau soal tenaga bawahnya, sebagian riders mengatakan lebih galak sedikit KLX 150L atau KLX150S. Namun soal tenaga atasnya, sepertinya CRF150L unggul sedikit.

Apakah CRF150L mumpuni untuk grasstrack?

Ya, namun setelah diupgrade soal power mesin. Untuk suspensi dan handling itu CRF150L sudah mantap untuk grasstrack.

Bagaimana ketahanan mesin CRF150L?

Untuk menguji ketahanan mesin tentunya idealnya akan butuh waktu lama, tidak bisa sebentar. Namun dalam uji coba CRF150L di jalur offrroad ini keenam riders menghajarnya dengan dahsyat, semuanya gas pol bro. Kurang lebih nonstop 3 jam CRF150L ini dihajar di jalur offroad dengan cara membawanya yang kencang, sampai mentok gas motor.

IDB juga mengujinya di jalur licin yang motor tidak bisa lari kencang. Selain licin, jalurnya juga ngeril, sehingga motor tidak bisa dipacu kencang.

Sejauh uji coba IDB, mesin CRF150L itu tangguh, tidak ada masalah dan juga tidak ada kasus over heat. Apalagi motor Honda yang dipakai harian di tanah air itu dikenal akan daya tahannya yang mumpuni. Semoga CRF150L juga mempunyai ketahanan yang kuat seperti motor harian Honda yang sudah beredar.

Bagaimana sektor pengereman di jalur off road?

CRF150L dilengkapi dengan rem disc brake baik depan maupun belakang dengan model piringan bergelombang. Disc brake merk Nissin ini mampu mengerem dengan baik ketika motor dipacu di jalur offroad. IDB memberi nilai rata-rata 7,5 untuk sektor pengereman, yang artinya baik.

Bagaimana kesimpulan performa CRF150L untuk offroad?

Honda CRF150L dengan harga Rp 32, 9 juta on the road untuk kota Malang itu bisa menjadi pilihan penghobby offroad motor, selain KLX 150. Dengan tampang keren, suspensi nyaman dan handling mantap, CRF150L akan jadi tunggangan yang nyaman di jalur offroad. Hanya sektor mesin masih terbilang lemot untuk ukuran motor offroad.

Namun IDB melihat ada banyak potensi dari mesin CRF 150L yang bisa diupgrade sehingga lebih mumpuni untuk offroad. IDB juga yakin tidak sampai 3 bulan sejak peluncuran CRF150L itu di pasaran sudah akan dibanjiri beragam produk after market untuk meningkatkan performa CRF150L.

Tentunya akan lebih mantap lagi jika AHM juga mengeluarkan produk resminya untuk upgrade power CRF150L, karena sebenarnya Honda secara global punya banyak motor trail yang memang spek offroad seperti CRF150F, CRF150R atau CRF230F.

BN, salah satu rider yang melakukan uji coba mengatakan, “untuk karakter riding saya yang masuk level sedang, CRF150L ini sangat memuaskan, saya sangat cocok dengan motornya terutama suspensi dan handlingnya yang nyaman, sehingga tidak cepat membuat capek”

“Kelemahan CRF 150L hanya pada sektor power mesin yang melow untuk ukuran motor offroad, etapi saya kira ini bisa diupgrade dengan biaya yang tidak terlalu mahal,” tambah DW yang biasa betot gas Husaberg TE 250 dan YZ250FX.
Tabel penilaian 6 rider IDB dalam uji coba CRF150L
Paling tidak sekarang konsumen sudah punya 2 pilihan jika mau menebus motor trail seharga Rp 30 jutaan, pilihannya adalah KLX 150BF dan CRF150L. PIlihannya tentu saja tergantung anda. (IDB)

Video terkait CRF150L:

Minggu, 26 November 2017

Test IDB Performa Honda CRF150L di Jalur Offroad (bagian pertama)


Sebagai off roader motor sejati, sejak awal ketika IDB menebus Honda CRF150L itu memang digadang-gadang untuk dipakai off road, tidak untuk on road. IDB sama sekali tidak berfikiran CRF 150L akan diubah jadi supermoto alias sumo atau jadi sumi (supermini).

Review IDB pun akan difokuskan pada perfoma CRF150L di jalur offroad. Seperti diketahui jalur tanah kelas 150 cc sementara ini dikuasai oleh Kawasaki KLX 150. Berbagai produk after market untuk meningkatkan kemampuan KLX 150 di medan off road-pun sudah banyak pilihannya. Meskipun justru sayangnya sepertinya kualitas motor standar KLX 150 tidak ada peningkatan sama kali, malah ada kecenderungan terasa lemot.

Sebelum membaca lebih lanjut tentang performa CRf150L di jalur offroad, perlu dibaca dulu performanya di jalanan aspal di link berikut: Perfoma CRF150L di jalanan raya

Agar lebih mumpuni ketika dihajar medan offroad, beberapa bagian CRF150L IDB diganti dengan spek off road. Bagian yang diganti adalah knalpot, gir depan dengan ukuran lebih kecil, ban luar, dan stang. Untuk piranti keamanan ditambahkan handguard.
Diupgrade dengan spek offroad budget dibawah Rp 2,5 juta
Untuk uji coba tahap pertama, IDB sengaja upgrade spek off road CRF150L dengan anggaran minim, di bawah Rp 2,5 juta. Untuk sektor knalpot, IDB memilih produk dari 3Two (baca: triple two) custom, gir depan ukuran 14T punyanya Honda Mega Pro dan stang model twin wall keluaran Expediton.

Sedangkan ban belakang memakai Corsa, karena ada banyak fans IDB menanyakan kualitas ban ini (sabar nanti aka ada review khusus tentang ban ini). Untuk ban depan ditancapkan IRC tipe iX 5 motocross.
Motor dilengkapi dengan handguard Zeta
Satu-satunya aksesoris yang relatif mahal yang menempel di CRF150L milik IDB adalah handguard Zeta. Namun handguard ini tidak masuk dihitung dalam anggaran modifikasi karena IDB sudah punya stok handguard yang berkualitas ini, jadi IDB tidak perlu membeli lagi.

Metode Penilaian

Agar review CRF150L ini obyektif, IDB mengajak 6 orang riders dari tim CHEELA untuk terlibat dalam uji coba. Kemampuan offroad rider mulai dari sedang hingga expert. Berat dan tinggi badan rider juga bervariasi, dengan berat mulai 50 kg hingga 85 kg.

Semua riders yang ikut uji coba bukan orang yang pertama kali naik motor trail, semuanya sudah minimum 3 tahun mainan motor trail. Jadi soal feeling dan pengalaman ofroad dengan motor trail semua rider sudah cukup kenyang.
Rider yang melakukan uji coba bersama tim CHEELA
Orang yang belum pernah naik motor trail, yang mungkin awalnya naik skutik atau motor modifikasi begitu naik CRF150L tentunya feeeling-nya akan berbeda deegan rider yang sudah terbiasa naik motor trail. Disinilah yang menyebabkan review IDB bisa jadi akan berbeda dengan media lain, karena keenam rider yang melakukan uji coba adalah benar-benar penghhoby offroad motor trail.

Berikut ini profil singkat riders yang uji coba CRF150L di jalur offroad:
  • WW, tinggi 160 cm, motor sebelumnya KLX 150S dan KTM 200 EXC
  • BN, tinggi 167 cm, motor sebelumnya CRF150F dan KTM 200 XC
  • RK, tinggi 173 cm, motor sebelumnya CRF250R dan CRF 250 Rally
  • DW, tinggi 160 cm, motor sebelumnya KLX 150 BF dan Yamaha YZ250FX
  • MH, tinggi 170 cm, motor sebelumnya KLX 150L
  • YD, tinggi 160 cm, motor sebelumnya KTM 250 SX dan KLX 150BF
Melihat profil riders itu semuanya pernah punya KLX 150 yang jadi pesaing CRF150L, jadi tentunya hasilnya akan lebih menarik karena punya pembanding yang berimbang.

Review IDB ini difokuskan pada lima item, yaitu suspensi depan, suspensi belakang, handling, sektor pengereman dan tenaga mesin untuk melibas jalur offroad. Skala penilaian adalah berupa angka 1 – 10, dengan 1-3 itu artinya jelek sekali, 4-5 itu jelek, 6 berarti cukup, 7 itu baik, 8 sangat baik, 9 istimewa dan angka 10 artinya sangat istimewa.

Pemberian nilai oleh masing-masing riders itu dilakukan secara tertutup, jadi masing-masing rider awalnya tidak tahu berapa nilai yang diberikannya.

Hasil penilaian masing-masin rider itu akan ditotal dan kemudian dirata-rata, sehingga akan ketemu angka yang obyektif.

Ini Dia Performanya di Jalur Off Road

Ekspetasi IDB terhadap CRF150L di jalur offroad memang tinggi, minimal diatas KLX 150. Apalagi IDB selama bertahun-tahun memakai CRF150F versi Brasil yang handal sekali di jalur offroad. Angan-angan IDB adalah performa CRF150L itu sebanding dengan CRF150F.

Suspensi depan CRF150L sudah memakai USD ukuran 37 mm merek showa, sebuah merk suspensi yang terpercaya. Sedangkan suspensi belakang model monoshock tanpa tabung gas. Sayangnya suspensinya tidak bisa diseting untuk rebound dan dumpingnya.

Suspensi CRF150L ini bekerja dengan bagus di jalur offroad. Suspensi depannya mampu meredam jalan offroad dengan baik. Bahkan untuk jumping setinggi 4 meter juga masih mumpuni. Ini di luar dugaan, suspensi depannya perfomarnya bagus sekali, bahkan riders memberinya nilai rata-ata 8,3.

Saksikan video waktu IDB uji coba jumping 4 meter dengan CRF 150L ini: CRF150L jumping 4 meter

Untuk menghajar jalur berbatu, gelombang dan cerukan tanah, suspensi depan atau disebut fork, CRF150L ini benar-benar mumpuni. Suspensi depan sangat stabil bro. Thanks Honda untuk suspensi depan yang mantap!

Suspensi belakang juga terasa enak untuk melibas medan off road, meskipun waktu dipakai jumping setinggi 4 meter itu ada sedikit mental. Tetapi memang seharusnya CRF150L itu tidak dipakai untuk jumping setinggi itu, karena jumping setinggi itu hanya untuk motocross.

Riders memberikan nilai rata-rata 7,8 untuk performa suspensi belakang CRF150L. Bahkan BN yang sebelumnya naik Honda CRF150F itu memberikan angka 9 untuk suspensi belakang.

CRF150L bukanlah motor untuk kompetisi motocross, ini adalah motor untuk fun offroad. Jadi dengan suspensi standar pabrikan seperti itu, IDB memberikan acungan jempol untuk Honda yang menyematkan suspensi mantap di CRF150L.

Handling di jalur offroad

Dengan suspensi yang  bagus yang dikombinasikan dengan rangka yang pas membuat handling CRF 150L ini sangat baik. Semua rider memberikan angka yang tinggi soal handling ini yaitu rata-rata 8,3.

Motor enak sekali untuk rebah, menikung tajam dan sliding. Ketika gas dibetot di jalur bergelombang, motor juga bisa dikendalikan dengan baik. IDB benar-benar puas soal handling CRF150L ini.

“Wow handling CRF150L ini benar-benar mantap, sangat stabil untuk ukuran motor seharga Rp 30 jutaan ini, memuaskan”, kata DW yang sudah kenyang main offroad motor.

Untuk sektor suspensi dan handling, CRF150L mendapatkan angka tinggi dengan kategori sangat baik karena nilai rata-ratanya di atas 8. Ini membuat IDB tersenyum puas.

Bagaimana dengan performa mesin dan pengereman CRF150L ketika dihajar di jalur offroad? Tunggu artikelnya berikutnya di bagian kedua. (IDB)

Video terkait: Video Spek CRF150L

Jumat, 24 November 2017

Yuk Offroad di Malang Bersama Wade Young, Jawara Hard Enduro Kelas Dunia


Nama Wade Young di dunia enduro lagi naik daun, apalagi setelah dia menjuarai salah stau kejuaraan hard enduro paling ekstrim di muka bumi ini, Roof of Africa 2017. Menariknya Wade Young adalah pembalap enduro yang tidak punya latar belakang pembalap trial, seperti kebanyakan pembalap enduro lainnya.

Graham Jarvis, Teddy Blazusiak, David Knight, dan Alfredo Gomez adalah pembalap-pembalap hard enduro kelas dunia yang rata-ratap punya latar belakang di trial. Tapi Wade Young yang masih berusia 21 tahun ini membuktikan bahwa dia bisa menyodok ke papan atas barisan pembalap enduro dunia.

Soal skill, jelas Wade Young yang asal Afrika selatan ini sudah kelas para dewa. Kalau tidak, pasti dia tidak akan naik podium tertinggi di Roof of Africa. Young yang sekarang naik motor Sherco ini membalap di lintasan enduro sejak tahun 2012 dan kariernya terus bersinar.

Nah penasaran bagaimana aksi Wade Young di jalur off road? Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Afrika atau Eropa, cukup ikut dalam event bertajuk 'Playground Adventure Offroad' yang akan diadakan pada tanggal 2-3 Desember 2017 di Malang. Istimewanya, Wade Young akan hadir di acara ini, bukan hanya jadi peninjau tapi langsung terjun di jalur offroad bersama peserta, wow!

"Kami akan sediakan jalur offroad yang istimewa dalam offroad bersama Wade Young ini yaitu jalur seputar Gunung Arjuno dan Gunung Bromo," kata Iwan, salah satu panitia acara ini.

Agar peserta puas menikmati jalur, tanpa antrian panjang, panitia membatasi jumlah peserta hanya maksimum 500 orang saja. Sayang sekali kalau tidak ikut event langka ini. Kapan lagi bisa off road bareng pembalap hard enduro dunia bro.

IDB jelas mendukung acara mantap ini, bahkan IDB juga akan ikut terjun langsung di jalur off road bersama Wade Young untuk melaporkan keseruan acara menjelang akhir tahun ini.

Untuk pendafatran silahkan hubungi: 081334603250 (Yoyok), 082131937669 (Endi) atau 08533659303 (Iwan).

Selasa, 21 November 2017

Test IDB Performa Honda CRF 150L dalam Kondisi Standar, Hasilnya Diluar Perkiraan


Ketika Astra Honda Motor (AHM) mengeluarkan produk motor trailnya CRF150L, IDB menyambut baik dan langsung membelinya. Setelah bertahun-tahun segmen motor trail 150 cc di tanah air hanya dikuasai Kawasaki KLX 150, tentunya kehadiran CRF150L disambut gembira rakyat penggemar motor garuk tanah.

AHM mengkalim CRF150L ini adalah motor dua alam, sehingga mengusung konsep on-off sport, yang artinya diharapkan motor ini mumpuni di jalur on road dan juga offroad.

Soal tampang, memang IDB melihat CRF150L ini keren sekali. Aura motor tipe cross seri CRF terasa kuat di CRF 150L ini Ketika pertama kali melihatnya, IDB langsung jatuh cinta. Tanpa ba bi bu lagi, IDB inden CRF 150L ini.

Cek video IDB tentang CRF 150L ini: Honda CRF 150L


Review IDB ini mungkin akan berbeda dengan media lain, karena IDB menilainya dari sudut pengguna motor trail, dari sudut penghobby berat dunia offoad motor. Seperti biasa, penilaian IDB soal performa CRF150L ini tentunya akan obyektif dan independen.

Tapi sebelum mereview total performa CRF150L di jalur offroad, IDB akan membeberkan performa motor warna merah ini ketika dipakai di jalanan raya. Honda CRF 150L yang dipakai IDB di jalanan raya ini masih daam kondisi standar, tanpa ada modifikasi sama sekali. Jadi fresh dari deler langsung dicoba menelusuri jalanan aspal sepanjang 18 km.

Rider IDB yang melakukan test di jalanan yang 90% berupa tanjakan ini ada dua orang dengan 'dimensi' tubuh yang berbeda. Rider pertama tinggi badan 160 cm dengan berat tubuh 54 kg, sedangkan rider kedua dengan tinggi 173 cm dengan berat 85 kg.

Melihat gencarnya promo CRF 150L dan tampangnya yang miirp motor tipe cross ini tentunya IDB berharap bahwa performanya akan diatas KLX 150. Meskipun bobot CRF150L ini terbilang berat untuk ukuran motor trail yaitu 122 kg, namun karena diklaim motor ini mampu menyemburkan tenaga hingga 12,91 PS yang artinya lebih bertenaga dibandingkan KLX 150, membuat IDB penuh antusias menunggangi motor baru ini.

Pertama kali naik CRF 150L kaki rider yang tinggi 160 cm akan jinjit, kalau yang tinggi 173 cm sih nyaman saja. IDB merasa stang CRF 150L ini terlalu rendah posisinya, apalagi jika dipakai riding dengan gaya berdiri, badan terasa terlalu membungkuk.

Untuk menyalakan CRF 150L cukup dengan memencet tombol electric stater, langsung bunyi 'jrengg' dengan suara halus. Suara yang keluar dari knalpot perasaan IDB malah lebih halus dibandingkan dengan Honda Verza yang mengusung basis mesin sama dengan CRF 150L ini.

Tenaga yang dikeluarkan CRF 150L ini sangat smooth, tidak menyentak. Padahal jika melihat gigi gir belakang sudah cukup besar yaitu 49T seharusnya motor lebih nendang. Setelah dicek ternyata gigi gir depan itu ukuran 15T, pantasan kurang nendang. Coba pakai ukuran 13T atau 14T mungkin hasilnya akan berbeda.

IDB langsung membuka gas perlahan bersama rider lain yang memakai KLX 150 tahun 2017. Motor melaju dengan enak dan halus, tidak ada tenaga yang menghentak-hentak.

Di jalanan aspal suspensinya bekerja dengan baik dan stabil. Handling CRF 150L ini juga cukup enak, lebih enak dibandingkan KLX 150. Dengan suspensi USD berdiameter 37 mm, CRF 150L ini juga enak untuk dipakai menikung.

Ban IRC standar bawaan pabrik juga enak dipakai di jalanan aspal. Dengan diameter velg depan ukuran 21 dan belakang 18, membuat CRF 150L tampak jangkung namun masih enak dipakai di jalanan raya.

Tapi soal tenaga motor, ahhh sama saja dengan KLX 150, tidaklah istimewa. Di jalanan tanjakan, CRF 150L juga tidak mampu melaluinya dengan cepat, harus berulang kali oper gigi ke yang lebih rendah.

Bahkan di tanjakan yang panjang, IDB yang memakai CRF 150L keteteran mengejar KLX 150 yang ngacir di depan. Sampai gas mentok, tidak juga CRF ini mampu mendekati KLX 150.

Uppss, tapi memang spek KLX 150 yang dipakai itu bukan standar lho, tapi sudah diupgade banyak mulai sektor karburator, knalpot, kampas kopling, gas kontan dan lain-lain. Jadi pantas saja jika CRF 150L yang dalam kondisi standar ini kepayahan mengejar KLX 150.

Untuk performa di jalanan raya, IDB tidak mendapatkan kesan yang istimewa dari CRF 150L ini. Peformanya biasa saja, kurang lebih sama dengan KLX 150. Jadi kalau membeli CRF150L dengan ekspetasi akan medapatkan tenaga motor yang gahar ala motor enduro tulen, pasti akan kecewa.

Jika dbandingkan dengan CRF150F keluaran Brasil, CRF 150L ini akan terasa lemot tenaganya. Honda CRF150F yang biasa dipakai IDB itu masih pakai karburator, tetapi soal tenaga jauh diatas CRF150L versi Indonesia ini.

Meskipun perfoma CRF 150L di jalanan aspal dalam kondisi standar tidak bisa dibilang istimewa, namun ini positif untuk konsumen karena sekarang punya alternatif lain jika ingin membeli trail 150 cc selain KLX 150 dengan harga Rp 30 jutaan.

Karena performa CRF150L dalam kondisi standar tidaklah memuaskan, IDB semakin penasaran untuk upgrade motor ini dengan spek offroad, Apakah perfomanya di jalur offroad akan ganas dan melampui kompetitornya KLX 150? Tunggu review IDB selanjutnya. (IDB).