Jumat, 11 Agustus 2017

"Kode Keras" Kehadiran Motor Trail 150 Cc Honda


Sosok sepeda motor trail berdimensi kecil muncul di booth Honda dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Dia berdampingan dengan CRF450 Rally, tunggangan para jagoan Dakar Rally, terpajang di dek atas.

Inikah tanda awal hadirnya sepeda motor trail ber-cc kecil, aliasCRF150 untuk pasar Indonesia? Sangat mungkin, dan memang kabar ini sudah lama bergulir, meski pada akhirnya pihak PT Astra Honda Motor (AHM) terus mengelak jika dimintai keterangan.

Ketika diamati detail, sepeda motor trail kecil itu sepertinya menggunakan mesin berkapasitas 150 cc, dilihat dari dimensi mesin dan bodi. Suspensi menggunakan tipe upside-down. Sayang, tak bisa didekati, karena seolah motor ini sengaja ”dijauhkan” dari jangkauan.

KompasOtomotif pun mendapat sedikit pencerahan dari sumber yang tak mau disebutkan identitasnya, bahwa ini memang sudah menjadi kebiasaan AHM, memberikan petunjuk-petunjuk jika sepeda motor sedang disiapkan untuk meluncur.

”Sepeda motor itu modifikasi, bukan dari (produksi) AHM. Tapi tahu sendiri kan, AHM sering ngasih petunjuk kalau mau meluncurkan produk baru. Tidak lama lagi (peluncurannya) mudah-mudahan,” ujar sumber kepada KompasOtomotif, (10/8/2017).

Beberapa kali AHM memang memberi tanda dan sering mengetes pasar di pameran otomotif. Seperti ketika Sonic lawas dipajang di Jakarta Fair beberapa tahun lalu sebagai tanda kemunculan New Sonic 150R kemudian.

Jika ditelaah lebih dalam, satu-satunya pasar yang belum AHM kuasai adalah trail yang sekarang masih milik ”geng hijau” Kawasaki. Segmen sport yang dulu kuat digenggam Yamaha, kini sudah direbut paksa. Bebek dan skutik? Jangan ditanya, Honda rajanya.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Senin, 31 Juli 2017

BBKSDA Jabar akan Cari Crosser Pelindas Batu Jutaan Tahun di Ciletuh

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar menyesalkan aksi pengendara motocross yang melindas batuan batik atau punggung naga di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi. BBKSDA Jabar menerjunkan personelnya untuk mengecek lokasi dan mencari crosser yang fotonya viral di media sosial (medsos).

"Kami telah menugaskan Tim Pulbaket dari Personel Resort Wilayah VIII SM Cikepuh dan CA Cibanteng untuk melakukan pengecekan kebenaran lokasi dan sekaligus mencari pelakunya," kata Kepala BBKSDA Jawa Barat Sustyo Iriyono via telepon, Senin (31/7/2017).

Sustyo menjelaskan pengecekan diperlukan untuk menentukan sikap ke depannya mengenai perbuatan tidak terpuji crosser tersebut. "Ini sebagai landasan kami untuk mengambil langkah-langkah tindak lanjut secara proporsional," ucapnya.

Menurut Sustyo timnya tengah bekerja untuk mengecek dan mengumpulkan informasi. Dia berjanji bakal menyampaikan informasi terbaru. 

"Apabila hasil pengecekan kebenaran lokasi berada di dalam kawasan dan dapat diketemukan pelakunya, segera kami lakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menugaskan PPNS Balai Besar KSDA Jawa Barat. Nantinya bila diperlukan, kami libatkan pula PPNS dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum-Jawa Bali dan Nusra, Ditjen Penegakan Hukum LHK," tutur Sustyo.

Baca juga: Pesona Batu Jutaan Tahun di Geopark Ciletuh yang Dilindas Crosser

Aksi crosser ini juga membuat geram netizen. Kawasan Geopark Ciletuh saat ini tengah dinilai UNESCO untuk menjadi salah satu world heritage. Di mana Geopark Ciletuh menjadi satu-satunya lokasi geopark dari Indonesia tahun ini, setelah sebelumnya Geopark Rinjani tersisih. (bbn/err)

Sumber: news.detik.com

Senin, 24 Juli 2017

Offroad Diantara Kabut Lereng Arjuna

IDB bersama 3 orang sahabat melakukan offroad ke lereng Gunung Arjun di awal Juli 2017. Meski telah memasuki bulan kemarau, ternyata jalur di gunung ini masih licin karena semalaman diguyur hujan deras. Jalur yang licin itu tidak mengurangi semngat 4 orang yang menunggangi KTM 300 XCW, Husqvarna Fe 250, KTM 250 XC dan Kawasaki KLX 150 untuk betot gas.

Dari pagi hingga sore, jalur offroad diselimuti kabut tebal. Di beberapa titik pandangan hanya berjarak 5 meter. Mencium segarnya tanah Arjuna juga beberapa kali dialami penggila offroad motor trail ini, karena licinnya jalur single track. Ini dia beberapa fotonya:

Jalur menuju Gunung Arjuna

Selasa, 18 Juli 2017

Setelah Ganti Ban, Rem Jadi Blong? Ini Solusinya

Pernahkan mengalami kasus ketika habis ganti ban kog tiba-tiba rem menjadi tidak pakem bahkan blong? Orang sering menyebutan itu remnya masuk angin. Wah ternyata yang bisa masuk angin bukan hanya rider-nya, tapi juga rem.

Rem yang tidak pakem tentunya bahaya bro, bisa-bisa nyungsep di jalur offroad. Tapi ada tips untuk mencegah rem jadi blong setelah habis ganti ban. Tips itu diberikan oleh Mr. Gendut, mekanik spesialis motor trail dan moge yang bermarkas di Junrejo, Batu, Jawa timur.

“Kasus rem blong setelah ganti ban itu terjadi karena pada waktu madang kembali ban baru itu kampas rem direnggangan dengan obeng agar piringan cakram rem bisa masuk,” kata Gendut.

Solusinya menurut Gendut yang memang tidak kurus itu, sebelum merenggangkan kampas rem, itu bagian piston rem disemprot terlebih dahulu dengan cairan WD40 atau Chain lube. Ini untuk mencegah ‘masuk angin” rem. Nah silahkan dicoba tips dari Mr Gendut itu. (IDB)

Kamis, 15 Juni 2017

Ini Dia Tampang Yamaha WR250F dan WR450F Replika EnduroGP

Yamaha meluncurkan motor enduro WR250F dan WR450F replika kenjuaraan dunia EnduroGP. Kedua motor ini terinspirasi dari tunggangan pembalap Yamaha di ajang EnduroGP yaitu Loic Larrieu dan Jamie McCanney,

Kedua motor dari pabrikan sudah dilengkapi dengan silencer knalpot racing akrapovic, handguard acerbis dan grafis tim Yamaha. juga ada upgrade di sektor ECU Mapping-nya, jadi motor lebih gahar tenaganya.

Beda dengan tipe standar, tipe replika EnduroGP ini dirancang untuk digunakan dalam kejuaraan enduro di sirkuit terbatas. Jadi tidak untuk jalanan raya bro. (IDB)


Kamis, 08 Juni 2017

Kawasaki KLX dan D-Tracker Kini Tambah Segar

Konsentrasi PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) terhadap line up sepeda motor penggaruk tanah dibuktikan dengan penyegaran model. KLX Series dan D-Tracker mendapatkan warna dan grafis baru untuk model 2017.

Seluruh tipe KLX Series dan D-Tracker baru itu mulai dipajang memanfaatkan ajang Jakarta Fair 2017, di Ji Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, 8 Juni–16 Juli. Seperti biasa, merek ”geng hijau” ini menempati area outdoor bersama merek-merek motor lainnya.

KLX150 tipe standar hadir dengan grafis yang lebih sporty dengan warna hijau dan hitam, Model ini dipatok Rp 28,8 juta. Lalu ada KLX 150 BF dengan ukuran pelek lebih besar, punya warna hijau dan hitam, banderol Rp 32,4 juta.

Lalu, deretan ini dilengkapi KLX 150 BF SE dengan warna biru dan hijau, harga Rp  34,1 juta. Sementara tipe terbaru dari seri ini, yakni KLX 150 BF SE Xtreme, hadir dengan warna biru dan oranye, harga Rp 34,5 juta.

Sementara itu, sepeda motor trail perkotaan, D-Tracker juga mengalami pembaruan. Model standar hadir dengan grafis baru warna hijau dan hitam, harga Rp 31,4 juta. Ada juga D-Tracker SE dengan warna cerah, merah dan putih, banderol Rp 32,9 juta.

D-tracker SE putih sedikit unik, karena ditambah dengan sentuhan aksen warna biru. Seluruh tipe tersebut akan melengkapi line-up Kawasaki di Jakarta Fair 2017 yang memamerkan seluruh lini, mulai dari tipe Ninja Family, Z Series, Versys Series, KLX Series, hingga Big Bike.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Sabtu, 03 Juni 2017

Rencana Peluncuran Trail Suzuki Diundur, KLX 150 Masih Melengang Sendirian

Tampang Suzuki DR 200
Penggemar motor trail yang mengidamkan trail Suzuki setelah era TS 125 disuntik mati, sepertinya harus lebih lama menahan rindu. Karena Suzuki Indonesia masih belum akan mengeluarkan motor trailnya tahun ini. Sementara mereka masih konsentrasi dengan motor soprt baru mereka yaitu GSX series.

Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Dept Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada Kompas mengatakan, "kami tertarik dengan motor trail itu, tapi saat ini kami masih pada tahap mempelajari. Semoga saja bisa direalisasikan dengan mulus, tapi yang pasti tidak tahun ini,” 

Dengan demikian Kawasaki masih bisa bernafas lega, karena pesaing KLX 150 masih belum ada. Apalagi Honda yang juga berencana mengeluarkan motor trail CRF 150 juga masih belum ada gaungnya lagi. 

Jadi Kawasaki masih melenggang sendirian menikmati kue motor trail 150 cc di tanah air, meskipun ada Viar dan Gazgas yang berbasis motor buatan Cina yang juga jualan motor trail. Tapi mereka bukanlah lawan KLX dalam hal jualan motor trail. Akan jadi beda ceritanya jika Suzuki atau Honda yang ikut jualan trail 150-200 cc, tentunya segmen KLX akan tergerus.

Suzuki sebenarnya sudah memasarkan 2.000 unit trail ke Indonesia, yakni DR 200S. Namun, trail ini dipasok khusus untuk kebutuhan operasional Kepolisian Republik Indonesia dan tidak dijual secara bebas.

Melihat produk global Suzuki, sepertinya jika PT SIS jualan trail di Indonesia itu mereka akan jualan DR series Atau mungkinkah membuat produk trail sendiri, misalnya memakai rangka TS 125, tetapi mesin 4 tak? Kita tunggu saja kiprah Suzuki dalam mainan motor trail di tanah air. (IDB)