Jumat, 26 Agustus 2016

Amankah Pakai Air Biasa untuk Radiator Motor?

Saat ini, ada beberapa macam sistem pendinginan mesin sepeda motor. Ada yang berpendingin udara, ada juga yang berpendingin cairan atau radiator. Khusus motor dengan mesin berpendingin radiator, apakah aman menggunakan air biasa?

Sriyono, dari Technical Training Department Astra Honda Motor (AHM) sebenarnya menyarankan agar menggunakan cairan pendingin (coolant) khusus untuk radiator sepeda motor. Ciaran itu biasanya mengandung bahan-bahan yang tidak merusak komponen pendingin mesin.

"Untuk motor harian karena dipakai terus, yang dijaga adalah, cairan itu enggak boleh bikin karat, enggak gampang jadi lumut. Saran saya pakai cairan khusus lebih bagus," kata Sriyono.

Di cairan khusus radiator itu biasanya mengandung bahan antikarat sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada radiator. Cairan itu juga mengandung antikerak, memiliki titik didih yang tinggi sehingga fungsi pendinginan lebih maksimal dan tidak menimbulkan pembuihan.

Lalu bagaimana jika dalam keadaan darurat? Menurut Sriyono, hanya dalam keadaan darurat bisa saja menggunakan air biasa. Namun, setelah itu harus cepat-cepat dikuras dan diganti dengan cairan khusus tersebut.

"Kalau darurat mah apa saja. Itu darurat loh ya, namanya juga darurat adanya air biasa, cari bengkel susah ya bisa pakai air biasa. Cuma tetap buru-buru harus dikuras. Jangan nanti cuma ditambah coolant saja. Harus dikuras total, baru diisi coolant," kata Sriyono. (rgr/ddn)

Sumber: http://oto.detik.com/

Jumat, 19 Agustus 2016

Perbedaan Minyak Rem DOT 3, 4 dan 5 di Motor Trail

Asyik-asyiknya menggeber motor trail di jalur offroad tiba-tiba rem blong, motor terasa meluncur deras tak terkendali. Wah bisa bahaya khan kalau seperti itu. Bisa jadi itu waktunya minyak rem-nya diganti. Nah mau mengganti minyak rem itu harus hati-hati, perlu dilihat DOT-nya. Apa itu DOT?

DOT yang menjadi standar dalam pemakaian minyak rem itu singkatan dari Departement of Transportation (DOT). Lembaga di Amerika ini mengetes berbagai hal mengenai transportasi. Salah satunya tentang standar minyak rem.

Untuk minyak rem, itu ada yang DOT 3, DOT 4, DOT 5 dan Dot 5.1. Perbedaannya berdasarkan titik didih dan bahan dasarnya.

DOT 3 memiliki titik didih 205 derajat celsius,  DOT 4 titik didihnya lebih tinggi lagi yaitu, 230 derajat celsius. Sedangkan DOT 5 mempunyai titik didih 260 °C. Dan yang terbaru, ada DOT 5.1 yang mempunyai titik didih 10 °C lebih tinggi dari DOT 5, yaitu, 270 derajat celsius.

Selain titik didih, minyak rem itu juga dibedakan berdasarkan bahan dasarnya. Untuk DOT 3, DOT 4 dan DOT 5.1 bahan dasarnya glycol esther. Sedangkan DOT 5 bahan dasarnya silicon. Khusus bahan silicon itu tak bisa bercampur dengan air.

Dengan perbedaan bahan dasar tersebut, penggantian dari DOT 3 ke DOT 4 masih dimungkinkan. Tetapi, kalau dari DOT 4 ke DOT 3, itu sebaiknya tidak dilakukan karena titik didihnya lebih rendah, sehingga rem bisa jadi kurang pakem.

Dari DOT 3 atau DOT 4 ke DOT 5 malah tidak diremomendasikan, karena bahan dasarnya berbeda. Kalau dari DOT 4 naik ke DOT 5.1 itu baru mantap, karena bahan dasarnya sama tetapi mempunyai titk didih yang lebih tinggi. Sehingga jika sering digunakan mengerem mendadak di kecepatan tinggi itu akan mencegah rem blong. (IDB)

Kamis, 18 Agustus 2016

Serunya Off Road ke Kawah Wurung Bondowoso

Jam menunjukan pukul 09.30 ketika tujuh orang dengan motor trail dari tim CHEELA meninggalkan Arabacia Homestay, Bondowoso untuk ber-offroad-ria di petengahan bulan Agustus 2016. Tujuh orang yang menunggangi kuda besi Yamaha YZ250FX, KTM 300 XCW, Husqvarna TE 250, Kawasaki KX250FX dan Kawasaki KLX 150 itu dipandu oleh dua orang lokal sahabat kami yaitu Sony dan Rovi yang juga bawa KLX 150 yang sudah dicangkok dengan mesin tiger.

Di hari yang cerah itu mereka akan merasakan sensasi offroad di daerah pegunungan dan perkebunan kopi yang ada di sekitar Kawah Wurung yang berada di dekat Kawah Ijen. Setelah brifing sejenak, rombongan keluar homestay dengan santai dan santun. Sony yang dikenal sebagai master jalur dan dedengkot motor trail di daerah tersebut berada di depan memandu rombongan CHEELA.

Tak sampai 5 menit setelah melewati perkebunan strawberry, di depan mata mulai tampak jalur tanah yang mengiurkan yang berada di sela-sela kebun kopi. Sony, sang pemandu, mulai buka gas dengan kencang. Tak mau kalah, RK dan DW langsung betot gas menyalip Sony. Ban depan KTM 300 XCW yang ditunggungai RK sempat terangkat ketika melbas gundukan kecil. Hemmm bersenang-senang memacu adrenalin segera dimulai.

Begitu masuk jalur offroad, rombongan mulai “terpecah” menjadi dua grup. Di barisan terdepan ada Sony, DW, RK, YD dan TN, sementara di barisan belakang ada pasukan KLX 150 yang didampingi dengan setia oleh Rovi yang menjadi tim penyapu.

Pemandu kali ini benar-benar luar biasa. Sony mempunyai skill yang mumpuni dalam melibas jalur offroad plus nyali gede. Membawa motornya sangat kencang, sehingga ini membuat kami semakin enjoy membetot gas motor.

Dalam etape pertama ini, jalur yang berada di tengah perkebunan kopi menjadi ajang speed offroad. Gas motor dibetot, motor meliuk dan melibas berm alami dengan asyik. Jalur yang tidak teralu sempit, membuat kami bisa saling salip menyalip. Keringatpun mulai bercucuran dan detak jantung terpacu dengan kencang.

Satu setengah jam kemudian, Sony membawa kami ke jalur yang lebih sempit. Jalur meliuk-liuk dengan rumput yang tinggi dan jurang di sebelah kanan. Motor tidak bisa dipacu terlalu kencang, tapi ini menjadi variasi yang menarik karena merasakan sensasi motor meliuk-liuk di jalur single track.

Lepas jalur single track, jalur kembali di tengah perkebunan kopi yang agak lebar. Sony dan DW memacu motornya dnegan kencang, berjejeran di jalur yang agak lebar. RK yang ingin merasakan power KTM 300 XCW spek racing, mencoba membetot gas motornya dengan kuat dan menerobos di sela-sela dua motor yang ditunggangi DW dan Sony.

DW yang berjiwa panas dan ugal-ugalan, tentu tidak terima begitu saja disalip sahabatnya itu, DW berusaha mengejar RK. Namun harus diakui di jalur terbuka, motor DW bukanlah tandingannya motor RK yang memang dikenal dahsyat powernya.

Itulah cara kami bersenang-senang di jalur offroad, betot gas bersama sahabat. Saakan-akan lawan tanding di jalur offroad, tetapi semuanya adalah sahabat. Kalau di kampung sih, hukumnya sangat terlarang bagi tim CHEELA untuk geber gas apalagi blayer-blayer knalpot agar orang sekampung tahu hehehe.

Setelah puas membetot gas di jalur tanah yang asyik, sang master pemandu mulai “menghajar” kami dengan membawa ke jalur berbatu yang runcing-runcing. Jalur ini lumayan menguras tenaga kami. Sony, DW dan RK berhasil lolos di barisan depan setelah mengeluarkan berbagai jurus offroad dan tenaga.

Namun tidak demikian dengan YD, TN dan pasukan KLX 150. Mereka harus berusaha extra keras untuk berhasil melewati ujian batu runcing itu. Beberapa kali mesin KX250FX dan YZ250FX mati karena sang penunggang
kelelahan. Wajah TN sudah kelihatan hitam dan keringat bercucuran seperi diguyur air hujan. Nafaspun tersengal-sengal dan tangan mulai gemetar karena pegal menahan motor yang dihajar jalur berbatu.

Kami memutuskan untuk istirahat dulu sambil memulihkan tenaga. Maklum banyak rider CHEELA yang usianya diatas 45 tahun, jadi perlu banyak waktu untuk istirahat. Sang pemandu yang masih berusia 23 tahun dan 24 tahun terkaget-kaget ketika tahu usia kami itu semua sudah diatas 40 tahun. Dikiranya masih umur 30 tahunan hehehe, syukurlah selalu dianggap muda.

Setelah 30 menit istirahat, kami melanjutkan offroad ke arah Kawah Wurung dengan dominasi jalur berumput. Wow pemandangannya indah sekali dan udara yang sejuk, sehingga seperti AC yang mendinginkan badan kami yang panas digempur jalur offroad yang istimewa.

Di daerah terbuka yang dekat Kawah Wurung, kami berhenti untuk sesaat untuk melakukan test motor trail andalan Yamaha yaitu YZ25FX.

Yang melakukan test 5 orang, yang nantinya hasil test akan dikompilasi sehingga hasilnya obyektif dan dari sudut pandang pengguna. Tapi untuk hasil review YZ250FX akan kami publikasi di artikel berikutnya ya, karena kalau ditulis sekarang akan jadi panjang sekali artikelnya bro.

Jam di tangan menunjukan pukul 13.30 ketika kami melintasi Kawah Wurung menuju ke Plalangan untuk mencari warung makan. Ya, saatnya kami mengisi perut, sebelum betot gas lagi di jalur offrod berikutnya.

Begitu sampai warung, kami langsung beringas memesan makanan, maklum sudah lapar. Hanya ada dua pilihan menu, yaitu mie dan bakso. Ok tidak masalah, yang penting perut terisi.

Sambil menyantap makan siang, Sony memperbaiki motornya. Kabel gas motornya putus setelah dia gas pol untuk memandu kami. Untungnya Sony itu selain jago naik motor, ternyata juga piwai dalam memperbaiki kerusakan motor.

Usai makan, kami masuk jalur offroad lagi. Jalurnya semakin asyik, karena tanah, banyak tikungan dan juga ada double track. Kami jadi bisa maksimal dalam menikmati performa motor. Sony, DW dan RK kembali erada di barian depan. Tapi kemana YD, yang juga biasanya juga di depan, kog tidak tampak?

Ketika YD dan kawan-kawan tiba, kami lihat wjah pucat dan kelelahan dari YD. Kami putuskan untuk istiahat dulu.

“Kepala saya pusing karena terlambat makan”, keluh YD dengan wajah tidak bersemangat dan terduduk lesu di gundukan tanah.

RK langsung mengeluarkan obat pereda sakit kepala dan berinisiatif memijit pundak dan kepala YD. Ini menjadi pelajaran juga bagi offroader lainnya, untuk jangan lupa membawa obat-obatan yang umum seperti pereda nyeri kepala, obat sakit perut, minyak kayu putih dan obat anti septik.

Setelah dipijat, kondisi YD mulai membaik. Offroad-pun kami lanjutkan, meskipun tampak sekali kalau YD belum fit 100 %.  Itu terlihat dari semakin kendor dalam memacu motornya.

Setelah lima jam memacu motor di jalur offroad, TN yang membawa YZ250FX tampak mulai kelelahan. Dia mengeluh setting suspensi motornya masih kurang pas, sehingga menguras energinya ketika melibas jalur berbatu.

Di tengah perkebunan kopi yang penuh cabang jalannya, rombongan terpisah menjadi dua yang bebeda jalur. Grup Sony, DW, RK dan YD melesat di depan dan belok kiri ke jalur offroad yang semakin asyik. Sementara TN dan kawan-kawan tersesat ke jalur lain bersama Rovi yang mendampinginya.
Karena jam sudah menunjukan pukul 17.00 wib akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel lewat jalan yang santai untuk menyusul rombongan TN yang sudah duluan berada di hotel.

Menjelang gelap, kami mengakhiri offroad yang luar biasa hari itu. Jalurnya super mantap dan pemandunya istimewa. Terima kasih Sony dan Rovi yang telah memandu sengan baik, kami tunggu kedatangannya untuk menccipi jalur offroad di Malang bersama tim CHEELA. (IDB/CHEELA)

Rabu, 17 Agustus 2016

Ini Dia Harga Motor Trail Yamaha Yang Terjangkau

Dunia offroad motor trail untuk kelas premium (baca: motor build up) selama ini didominasi motor Eropa seperti KTM, Husqvarna atau Husaberg. Motor seharga di atas Rp 100 juta rupiah itu bukan barang asing ketika ada event motor trail yang sering di negei ini disebut trail adventure (meskipun sebutan ini sebetulnya kurang tepat).

Pabrikan Jepang yang mengeluarkan motor trail di Indonesia hanya Kawasaki, itupun kelas entry level yaitu KLX 150. Kawasaki memang juga jualan KLX 250, tetapi ini motor bukan kelas untuk offroad, tetapi untuk dual purpose alias touring adventure. Bobot motor yang berat dan tenaga yang kurang responsif, membuat KLX 250 yang dijual seharga Rp 60 jutaan kurang bisa diterima di pasar Indonesia.

Kemudian Yamaha Indonesia jualan WR 250R yang sejak awal itu IDB memprediksi juga akan kurang diterima oleh offroader Indonesia, karena harganya tinggi yaitu Rp 90 jutaan, tetapi performa di jalur offroad kurang lebih sama dengan KLX 250.

Ingat bro, kebanyakan orang Indonesia itu beli motor trail adalah untuk offroad, bukan untuk mejeng di depan mall. Jadi tanpa surat STNK-pun tidak ada masalah, yang penting performa motor mumpuni untuk melibas jalur offroad. Ngapain pakai motor seharga Rp 90 jutaan, tetapi "lemot" di jalur offroad.

Nah ketika kemudian munculnya Yamaha CBU Off Road Indonesia (YCOI) yang jualan motor trail tulen yang dirancang untuk offroad, ini baru angin segar. Apalagi haganya relatif terjangkau dibandingkan KTM atau Husqvarna.

Ketika harga motor enduro KTM/Husqvarna 250 cc sudah pada level diatas Rp 130 juta, YCOI justru menawarkan YZ250FX seharga Rp 91 juta. Wow, ini jadi alternatif bagi penggemar motor trail tanah air yang ingin motor trail build up yang berkualitas, tetapi dengan harga di bawah Rp 100 juta,

Dulu ketika Husqvarna pertama kali masuk Indonesia secara resmi mereka menjual motor trail TE 250 dengan harga di bawah Rp 100 juta. Motornyapun laris manis. Dan ini sebuah prestasi buat Husky, karena pada saat itu orang awam masih belum banyak mengenal motor Husqvarna.

Ketika YCOI berani menjual motor trail di bawah Rp 100 juta, IDB yakin ini akan laris manis, karena beberapa alasan. Alasan pertama, YCOI tidak perlu promosi soal brand, karena nama Yamaha sudah sangat kuat di Indonesia. Kedua, motor yang ditawarkan itu produk global yang bukan kelas kacangan, ini motor serius untuk offroad (bukan seperti WR250R). Ketiga, YCOI berani memberikan leasing untuk membeli motor offroad yang tidak dilengkapi dengan STNK ini. Keempat, YCOI punya peluang untuk mengandeng jaringan Yamaha Motor Indonesia yang sudah tersebar luas di seluruh tanah air.

Ahh IDB kog jadi seperti mempromosikan Yamaha sih? Bukan bro, IDB tetap netral dan obyektif. Semua pandangan ini adalah dari sudut konsumen.

IDB dan tim CHEELA pun sampai sekarang masih mengkoleksi KTM, Husqvarna dan Husaberg. Namun kehadiran motor trail Yamaha ini benar-benar menggoda karena YCOI menawarkannya dengan harga yang lebih ramah.

Yamaha juga bukan motor baru bagi IDB, karena sebelumnya IDB sudah pernah memakai YZ250F untuk offoad dan juga WR250F. IDB juga pernah mencicipi WR450F. Jadi motor trail Yamaha bukanlah sesuatu yang baru buat IDB.

Yang terpenting buat YCOI adalah pelayanan yang baik untuk konsumen. Filosofi jualan "konsumen adalah raja" sebaiknya dipegang, sehingga ketika membeli motor kelas premium itu mudah ketika mencari spare parts-nya. Tim CHEELA pernah punya pengalaman buruk ketika mempunyai motor trail build up Eropa yang motornya istemewa, tapi sayang pelayanan penjualnya mengecewakan.

Ini daftar harga yamaha Offroad tahun 2016 yang ditawarkan oleh YCOI yang bisa dihubungi di nomor 08129767 6537;

- YZ 250 FX (enduro cross country), Rp 91.000.000
- YZ 250F (moto cross), Rp 88.000.000
- YZ 250X (dua tak), Rp 85.000.000
- YZ 125 (dua tak, tipe cross), Rp 66.000.000

Kalau melihat daftar harga di atas, memang jadi kelihatan mahal kalau dibandingkan dengan misalnya Kawasaki KLX 150 atau Kawasaki KLX 250, Tapi ingat, itu motor beda kelas, performa juga berbeda jauh.

Coba bandingkan dengan harga di importor umum yang menawarkan YZ250F dengan harga diatas Rp 120 juta, sementara YCOI hanya Rp 88 juta. Beda jauh khan. 

Saran IDB sih, berharap YCOI juga jualan motor trail entry level seperti seri TTR, sehingga akan lebih banyak konsumen punya pilihan sesuai dengan anggaran dananya. TTR akan bisa menjadi pesaing tangguh melawan dominasi KLX di kelas pemula. (IDB).

Sabtu, 13 Agustus 2016

Kesan Pertama IDB Mencicipi Yamaha YZ 250 FX

Ada banyak penggemar IDB yang minta agar IDB melakukan review  motor enduro Yamaha YZ 250 FX dan YZ 250X (dua tak). Untungnya IDB mempunyai kesempatan menjajal motor andalan Yamaha ini, meskipun baru yang tipe 4 tak yaitu YZ 250 FX.

Jangan kuatir IDB akan review total YZ 250 FX (dan semoga berikutnya YZ 250 X, halo Yamaha apa bisa YZ 250X diuji coba oleh IDB?) setelah dipakai berulang kali di jalur offroad. Seperti biasanya, review IDB akan selalu obyektif, tidak terkait dengan pemasaran produk-produk tertentu.

Kesan pertama IDB mencicipi sebentar YZ 250 FX, performa motor bagus dengan tampang agresif. Namun untuk rider dengan tinggi 173 cm dengan berat badan 80 kg, itu stang YZ 250 FX terasa pendek, jadi kurang nyaman ketika posisi ridingnya sambil berdiri. tetapi ini perkara mudah, tinggal menambah peninggi stang.

Suspensi depan (fork) setelan standar dari pabrik terasa kurang pas, kurang stabil ketika melibas jalur keriting. Kalau suspensi belakang sudah mantap. Tapi soal suspensi ini juga bisa disetting, no problem.

Uppps jangan banyak-banyak dulu bocoran review soal YZ 250 FX, karena IDB masih harus mencobanya berulang kali di jalur offroad. Sabar dulu bro. (IDB).

Jumat, 12 Agustus 2016

Honda Luncurkan Senjata Baru untuk Kompetisi Enduro: CRF 450 RX

Setelah Yamaha mengejutkan dunia enduro dengan meluncurkan YZ250/450 FX dan YZ 250X, pabrikan Honda tidak mau kalah. Baru-baru ini Honda mengumumkan andalan baru mereka untuk kompetisi enduro yaitu CRF 450RX.

Kenapa ini dibilang untuk kompetisi enduro? Karena ini adalah motor yang mesinnya berbasis motor cross CRF 450R yang dikonversi untuk enduro. Honda punya tipe trail enduro tulen yaitu CRF 250X dan CRF 450X, Dua motor ini IDB sudah pernah mencicipinya.

CRF 250 X atau CRF 450X motor yang enak untuk offroad, cuma bagi IDB tenaganya kurang agresif dan bobot motor masih relatif berat. Jika dibandingkan dengan misalnya KTM 250/450 EXCF, Honda CRF 250/450X masih kalah gahar soal performa di jalur offroad.

Kekurangan itu sepertinya akan dibayar oleh Honda dengan keluarnya CRF 450X yang akan menjadi pesaing motor tipe cross country lainnya seperti KTM 450 XCF, Husqvarna 450 FX atau Yamaha 450 FX. Tipe cross country ini tidak dilengkapi dengan lampu, khan hanya untuk kompetisi.

IDB berharap Honda (AHM) minat jual juga tipe ini. Tetapi sepertinya kecil kemungkinannya ya, karena AHM sudah terbuai dengan zona nyaman dengan larisnya motor matic, bebek dan sport mereka.

Yamah sudah jualan motor tipe offfroad di tanah air dengan harga relatif murah. Semoga Honda menyusul langkah Yamaha, sehingga konsumen lebih punya banyak pilihan motor offroad kelas premium yang selama ini didominasi oleh KTM dan Husqvarna. (IDB)

Senin, 25 April 2016

Agar Tidak Tertipu, Ini Dia Cara Mengetahui Model Tahun Motor KTM dan Husqvarna

Di bawah ini adalah ulisan dari Rudy Poa, sahabat IDB yang juga pemilik toko Karya Indah Motor yang jualan parts dan aksesoris motor KTM, Husqvarna dan Husaberg. Tulisan ini akan membantu bro dan sist yang mungkin mau membeli motor trail second, karena seringkali penjual itu menyebut usia motornya lebih muda. Semoga bermanfaat.
Sebagai pemasok parts dan aksesoris KTM dan Husqvarna, kami selalu menanyakan tahun dan model dari motor yang membutuhkan spare parts atau aksesories. Sering kali pelanggan menyebutkan model tahun dari motor yang membutuhkan, tapi sering kali kami ragu dan menanyakan VIN atau nomor rangka dari motor yang bersangkutan. Tidak jarang hasilnya berbeda, dan mayoritas tahun pengakuan kelebihan, dalam arti pengakuannya kemudaan.
Biasanya hal ini terjadi dari pemilik yang membeli motornya second hand atau bekas, atau tidak pakai dari baru. Kata simplenya ya KETIPU! Beli motor tidak sesuai tahun.
Saya akan uraikan bagaimana cara mengetahui model tahun, bukan tahun produksi? Kenapa bukan tahun produksi, karena tahun produksi KTM 6 days Slovenia 2016 tetap dibuat July 2015, tapi indentitas motor ini tetap sebagai model KTM 2016. Jadi tahun pembuatan/perakitan tidak masalah, namun model tahunnya yang penting.
Foto di bawah menunjukan apa artinya ke 17 angka nomor rangka. Digit atau angka ke 10 mununjukan tahun pembuatan, dan dimulai tahun 2010 urutan adalah sbb:

A = 2010
B = 2011
C = 2012
D = 2013
E = 2014
F = 2015
G = 2016
Dan seterusnya
Sebelum tahun 2010, digit ke 10 akan menunjukan angka. contohnya:
9 = 2009
8 = 2008
7 = 2007
Dan seterusnya.
Dibawah tahun 2000 akan kembali ke Huruf lagi.
Semoga informasi ini dapat membantu saat membeli motor bekas pakai atau saat memesan spare parts.
Tata cara membaca nomor rangka ini berlaku untuk semua merk motor baik buatan Jepang atau Eropa, bahkan kembanyakan mobil pun menggunakan system yang sama.

Tolong bantu di share informasi ini agar konsumen agar lebih trampil dalam memilih dan megurus motornya.