Rabu, 15 November 2017

Waspada! Suzuki Siapkan Varian Trail 150 Cc, Siap Hadang CRF150L dan KLX150

Suzuki DR200 yang ini tidak dijual bebas
MOTOR Plus-online.com - Kawasaki tidak akan bermain sendiri dikelas motor trail. Pasalnya, Honda belum lama ini ikut bermain dengan merilis Honda CRF150L. Keduanya diprediksi akan berbagi kue dipasar motor garuk tanah ini.

Namun, kedua merek itu harus waspada karena diam-diam Suzuki sedang mempersiapkan amunisi trail 150 cc juga.

Kepala Departemen Penjualan dan Pemasaran SIS, Yohan Yahya, menilai segmen trail 150cc memiliki pangsa pasar dan masa depan yang baik.

"Pada prinsipnya itu (trail 150cc) market yang menarik. Karena punya market tersendiri," kata Yohan, Selasa (14/11/2017).

Produsen dalam negeri yang sudah punya produk trail 150cc selain PT Astra Honda Motor dengan CRF150L-nya, ada juga PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) dengan deretan KLX Series-nya.

Suzuki bukannya tak bermain sama sekali. Ada produk trail yang dipasarkan, yakni DR200S.

Namun sepeda motor dengan kubikasi 200cc ini hanya dipasok khusus untuk kebutuhan operasional Kepolisian Republik Indonesia dan tidak dijual secara bebas.

Sumber: motorplus.gridoto.com

Kamis, 09 November 2017

Honda CRF150L Dibandrol Rp 31,8 juta, Ini Dia Spesifikasinya

Ketika belum diluncurkan pada hari Kamis (9/11/2017), awalnya diprediski harga Honda CRF150L itu akan dibandrol dengan harga diatas Kawasaki KLX 150 BF. Namun ternyata CRF150L dijual seharga Rp 31,8 juta on the road Jakarta, yang artinya Rp 1 juta lebih murah dibandingkan KLX 150BF.

Padahal jika melihat spesifikasinya itu CRF150L lebih unggul dibandingkan KLX150. Tapi soal performa di jalur offroad, IDB belum bisa komentar banyak karena masih belum test ride. Jadi harap bersabar dulu untuk mengetahui performa CRF150L ketika diajak melibas medan offroad.

CRF150L mengusung mesin 150 cc yang mempunyai basis sama dengan Honda Verza, tetapi pasti sudah mengalami berbagai ubahan untuk disesuaikan dengan karakter motor trail. Tenaga maksimum yang dihasilkan yakni 9,51 kW (12,91 dk) / 8.000 rpm dan torsi maksimum yakni 12,43 Nm (1,27 kgf.m) / 6.500 rpm.

CRF150L di atas kertas itu lebih bertenaga dibandingkan KLX 150, karena KLX 150 versi standar powernya 12 dk. Torsi CRF150L juga lebih unggul dengan 12,43 Nm pada 6.500 Nm, sedangkan KLX 150 torsinya 11,3 Nm pada 6.500 rpm.

AHM mengklaim konsumsi bahan bakar CRF150L yang sudah injeksi ini mencapai 39,3 km/liter melalui metode pengetesan EURO 3. Lumayan irit untuk ukuran motor trail.

Sedang suspensi, Honda CRF150L dipersenjatai Showa tipe Long Travel Inverted Front Fork model upside down. Suspensi ini punya ukuran terbesar di kelasnya dengan diameter pipa 37 mm dan panjang stroke 225 mm. Sedangkan suspensi belakang dilengkapi dengan Pro-link yang memiliki jarak main 210 mm. Sepertinya sudah cukup mumpuni untuk meredam jalur offroad.

Honda CRF150L warna merah khas motor tral Honda ini sudah memakai pelek alumunium  berdiameter 21 inci di depan dan 18 inci di belakang. Piranti pengereman sudah memakai disc brake model bergelombang atau wavy, dengan depan ukuran 240 mm dan belakang 220 mm.

Bagian "kepala" juga terlihat lebih modern. Spidometernya sudah digital sehingga lebih mudah terbaca. Lampu depannya juga terlihat keren, mirip dengan CRF250L.Tampang CRF150L untuk sebuah motor trail seharga Rp 30 jutaan memang terlihat keren, tinggal kita lihat performanya di jalur offroad. (IDB)

Wow IDB Masuk dalam Top 40 Dirt Bike Blogs Dunia


Wah tidak disangka Blog IDB mendapat pengakuan dari internasional. IDB yang dipublikasikan sejak tahun 2008 itu dianugrahi award Top 40 Dirt Bike Blogs oleh Feedspot. Yang membanggakan blog IDB itu bersanding dengan blog-blog dirt bike kelas dunia seperti Dirt Rider, Dike Bike Magazine, Motocross Action, Transworld Motocross dan Motocross Action Magazine.
Dalam daftar 40 blog dirt bike paling populer di dunia itu IDB berada di urutan 21 yang dipublikasikan tertanggal 6 November 2017. Cek linknya disini: Top 40 Dirt Bike Blogs

Kriteria pemberian award Top 40 Dirt Bike blogs yang melibakan ribuan blog tersebut berdasarkan beberapa kriteria yaitu:
  • Rangking di googke 
  • Popularitas di media sosial seperti facebook, twitter dll
  • Kualitas dan konsistensi berita
  • Kajian tim ahli Feedspot
Pemberian award yang tidak diduga-duga ini sangat membanggakan IDB dan semakin membuat IDB akan terus menulis dunia motor trail Indonesia secara obyektif dan dari sudut pandang konsumen. Terima kasih atas kepercayaannya terhadap IDB. (IDB)

Rabu, 08 November 2017

Akhirnya Honda Luncurkan CRF150L, Tampangnya Keren Banget


Penantian panjang penggemar motor di tanah air akan produk motor trail Honda terbayar sudah dengan diluncurkannya CRF150L pada hari Kamis (9/11). Setelah diliputi misteri, Astra Honda Motor (AHM) secara resmi meluncurkan jagoan barunya di segmen motor trail yang lagi naik daun.

Seperti dugaan IDB sebelumnya. CRF150L ini mengusung mesin SOHC 150cc yang dirancang untuk medan on dan offroad. Tampang CRF150L terlihat gagah dengan suspensi depan model  up side down. Sementara untuk pelek depen berdiamter 21 dan belakang 18. Ini kombinasi yang mantap untuk melibas jalur offroad.

“Kami mempersembahkan motor ini untuk konsumen yang berani dan suka memacu adrenalin,” kata Presiden Direktur AHM, Toshiyuki Inuma.

Soal performa mesin dan handling, IDB belum bisa bicara banyak karena belum test ride. Sudah menjad kebiaaan IDB akan berbicara berdasarkan pengalamandan setelah melakukan uji coba secara langsung, bukan hanya berdasarkan promo dari produsen.

Tapi jangan kuaitr, pasti IDB akan melakukan review total CRF150L yang akan jadi penantang tangguh bagi dominasi Kawasaki KLX 150 di segmen trail dibawah 250 cc ini. Jadi pantau terus blog IDB ini.

Keluarnya CRF150L ini melengkapi barisan motor trail yang sudah dijual AHM beberapa bulan yang lalu yaitu CRF250 Rally. Ini menunjukan AHM punya keseriusan bermain di semua lini, mulai dari sport, motor bebek, matic, moge,  dan kini trail. Semoga kedepannya AHM juga mempertimbangkan untuk memasukan tipe enduro CRF250X dan tipe motocross CRF250R. (IDB)

Sabtu, 04 November 2017

CRF150 Akan Hadir, Bagaimana Motor Trail Yamaha?


Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) Selaku agen pemegang merek motor Honda di Indonesia sebentar lagi akan meluncurkan produk di segmen motor trail yakni CRF150. Lantas bagaimana dengan motor trail Yamaha?

"Tunggu tanggal mainnya," ujar Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Edy Ang, kepada wartawan, di Jakarta.

Meski saat ini YIMM terlihat fokus dengan segmen motor skuter bongsornya, bukan berarti YIMM tidak melirik pasar motor trail di Indonesia.

"Kami tertariklah, kan pasarnya makin membesar," ucap Edy.

Untuk itu saat meluncurkan produk di segmen motor trail, YIMM akan benar-benar serius membuatnya, tidak cuma asal sekadar motor trail.

"Kami akan lebih serius, Yamaha biasanya jika akan mengeluarkan untuk rally (trail), akan memperhitungkan untuk semua, jadi bukan sekadar untuk jalan raya, untuk kompetisi sekaligus," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini YIMM sudah punya jajaran produknya di segmen motor trail secara global, yakni YZ85LW, YZ250F, YZ250X, YZ250FX, dan WR250R  dan WR250X. (khi/rgr)

Sumber: https://oto.detik.com

Senin, 30 Oktober 2017

Honda CRF150 Meluncur November 2017

Prototype Honda CRF150 yang dipamerkan
Tokyo, KompasOtomotif - Kehadiran CRF150 begitu dinanti oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, sejak 15 Oktober 2017, seluruh diler Honda sudah menerima pemesanan sepeda motor bergenre trail itu.

Estimasi harga pun sudah dibocorkan, yaitu sekitar Rp 30 jutaan, hingga Rp 35 jutaan. Menariknya lagi, motor trail itu juga akan diproduksi di Indonesia. Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya, mengatakan peluncuran akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Sekitar bulan depan, tetapi mengenai waktu tepatnya, akan kita informasikan lagi nanti," ucap Thomas saat berbincang dengan KompasOtomotif di Tokyo Big Sight, belum lama ini.

Animo masyarakat, diakui Thomas begitu besar pada CRF150. AHM menjadi lebih percaya diri untuk meluncurkan motor trail itu di Tanah Air.

"Kita pada intinya meluncurkan motor baru itu untuk bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Kita harapkan produk itu juga nanti seperti itu," kata Thomas.

Mesin

Thomas melanjutkan, untuk spesifikasi resmi nanti akan diinformasikan pada saat peluncuran. Namun kemungkinan bakal menggendong milik Verza, yaitu berkubikasi 150 cc SOHC. Pilihan mesin 150 lainnya juga cukup banyak ulai DOHC 150 cc yang digunakan CBR150R, CB150R, sampai Sonic 150R.

"Spesifikasi lengkap kita lihat saja nanti, lagi pula jadwal peluncuranya juga sebentar lagi," ujar Thomas.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Kamis, 26 Oktober 2017

Test Jangka Panjang IDB: Yamaha YZ250FX Kurang Enak untuk Offroad Single Track?


Sebelum membaca lebih lanjut test jangka panjang IDB tentang performa Yamaha YZ250FX ini, silahkan dulu membaca artikel review IDB tentang YZ250FX di link berikut ini: http://www.indonesiandirtbike.com/2016/09/uji-coba-idb-performa-yamaha-yz250fx.html

YZ250FX merupakan motor tipe cross country yang diirancang untuk enduro kompetisi atau rider yang suka motor enduro namun yang punya karakter lebih agresif. Uji coba jangka panjang IDB tentang performa FZ250FX ini memakan waktu sekitar satu tahun. Uji coba ini melibatkan tim CHEELA yang sudah kawakan menggaruk tanah dengan motor trail.

Ketika pertama kali muncul di tanah air dengan harga sekitar Rp 90 jutaan, IDB merasa gembira, karena ini menjadi angin segar di tengah melambungnya harga motor trail buatan Eropa seperti KTM dan Husqvarna. Kedua motor trail Eropa ini yang 250 cc dibandrol diatas Rp 120 juta.

DW, Anggota senior CHEELA-pun menebus YZ250FX tahun 2017 dengan kondisi kinyis-kinyis alias baru. Untuk mendapatkan YZ250FX ini DW harus rela menunggu waktu berbulan-bulan inden dengan penuh kesabaran, kalau tidak boleh dibilang nyaris putus asa.

Akhirnya dalam lingkaran IDB dan CHEELA ada 3 buah motor YZ250FX tahun 2016 dan 2017. Adanya tiga motor yang berbeda dengan 3 rider yang punya karakter yang berbeda dalam mengendarai motor itu membuat semakin komplit review IDB.

YZ250FX motor yang enak untuk offroad. Apalagi untuk rider yang baru naik kelas, misalnya awalnya naik Kawasaki KLX 150, maka ketika menunggangi YZ250FX akan terkaget-kaget dengan performanya yang mantap.

Di jalur yang terbuka atau double track YZ250FX bisa menunjukan tajinya. Dipakai untuk latihan di sirkuit motocross juga lumayan, meskipun suspensinya perlu diseting ulang jika dipakai untuk motocross.

Tetapi di jalur single track apalagi yang ada jalur ‘ngeril’ itu YZ250FX kehiangan kesaktiannya. Motor ini terasa kurang mumpuni melibas jalur single track. Rider merasa lebih cepat capek naik YZ250FX dibandingkan naik motor enduro lainnya seperti KTM 250 XCF atau Husqvarna FE 250.

Apalagi jika jalur single track-nya itu licin, akan semakin susah payah rider melewatinya dengan YZ250FX. Roda belakang mudah spin di jalur licin. Jika dimasukan gigi 1 misalnya, roda akan spin, tetapi jika dimasukan gigi 2 itu motor tidak mau bergerak naik. Yang terjadi kemudian mesin motor akan panas dan perlu istirahat agar tidak overheat.

Awalnya IDB mengira itu faktor rider yang masih pemula, sehingga kesulitan membawa YZ250FX di jalur single track atau jalur licin. Tetapi IDB yang sudah kenyang main motor enduro belasan tahunpun ternyata merasa kesulitan juga menaklukan YZ250FX di jalur single track.

Bahkan DW, yang punya skill mumpuni mengaku kesulitan nunggangi YZ250FX di jalur single track. Padahal sebelumnya DW yang naik Husqvarna TE250 dan KTM 250 XCF itu tidak pernah mengeluh ketika melibas jalur single track.

“YZ250FX ini susah kalau kena jalur single track, handling-nya kurang lincah dan bikin capek,” kata DW pada waktu offroad dengan IDB baru-baru ini.

GW yang beli YX250FX bareng DW juga merasakan kesulitan yang sama. 

“Aduh ampun kalau kena jalur licin yang susah, motornya gak mau gerak, padahal motor-motor yang lain kog enak aja lewat jalur itu,” kata GW sambil terengah-engah ketika offrroad bersama iDB.

Kesimpulannya, IDB merasa YZ250FX kurang mumpuni melibas jalur single track. Bukannya tidak bisa, tetapi rider merasa lebih capek dibandingkan ketika membawa motor lain. Usaha rider harus lebih extra keras untuk melewati jalur single track licin dengan YZ 250FX.

Mungkin yang paling pas untuk melibas jalur single track itu adalah yang tipe YZ250X yang mengusung mesin 2 tak. Tapi sayang IDB belum pernah mencicipi YZ250X, semoga segera bisa mencobanya. (IDB)