Kamis, 20 November 2014

Yamaha WR250R, Akankah Laku?


Berita Yamaha Indonesia akan meluncurkan motor trail, membuat gembira penggemar motor garuk tanah di tanah air. Paling tidak ada pesaing buat Kawasaki yang selama ini menggempur jalanan offroad dengan KLX 150 dan juga KLX 250. Kawasaki Indonesia juga sempat menjual tipe cross KXF 250 dan KX 85, yang sayangnya kemudian kabarnya penjualannya dihentikan karena pasar tidak menyerapnya dengan baik. Itu wajar, khan pelaku motocross tidaklah sebanyak pelaku offroad adventure.

Sayangnya berita gembira Yamaha Indonesia akan jualan motor trail itu membuat IDB pesimis. IDB kuatir motor trail Yamaha yang akan dijual di Indonesia itu akan kurang laku, nasibnya akan sama dengan Kawasaki KLX 250. Kenapa?

Kabarnya dan juga sudah dipamerkan di ajang Indonesia Motorcycle Show 2014, motor trail Yamaha yang akan dipasarkan di Indonesia adalah tipe WR250R. Begitu tahu yang akan dijual adalah tipe WR250R, IDB langsung kecewa, karena ini bukan motor enduro murni. WR250R ini tipe dual purpose, sekelas KLX 250.
Memang secara spesifikasi WR250R sedikit diatas KLX 250, namun soal harga jauh banget bro. KLX 250 di pasaran dijual sekitar 60 juta dan WR250R kabarnya akan dilego seharga Rp 90 jutaan! Beda Rp 30 juta bro!

KLX 250 yang dijual seharga Rp 60 juta itu saja kembang kempis penjualannya. Motornya yang berat dan tenaga yang kurang powerfull, membuat KLX 250 kurang mantap ketika dipakai di jalur offroad. Tapi kalau dipakai untuk di jalanan, untuk adventure riding, KLX 250 memang asyik. Khan memang gen KLX 250 dari pabrikan itu lebih untuk dual purpose dengan porsi jalanan raya yang lebih besar.

Gen WR 250R itu kurang lebih sama dengan KLX 250, meskipun diklaim lebih mumpuni. Tapi tetap saja WR250R itu dirancang lebih untuk adventure riding, bukan untuk hard offroad! Dengan berat motor sekitar 130 kg, nasib WR250R akan sama dengan KLX 250 ketika diajak bermain di jalur offroad:  berat dan bikin nafas pengendara ngos-ngosan!

Apalagi dengan harganya yang jauh diatas KLX 250, yaitu sekitar Rp 90 jutaan, Yamaha WR250R akan sulit mendapatkan tempat di hati maniak motor trail Indonesia. Bagi yang punya duit lebih, akan cenderung memilih motor enduro murni  yang sudah teruji di medan offroad seperti KTM tipe EXC, Husqvarna tipe FE atau Gas Gas.

Ceritanya akan lain kalau yang dimasukan Yamaha Indonesia adalah tipe WR250F, ini baru motor yang mantap karena spek-nya enduro murni. WR 250F memang dirancang untuk main di jalur offroad. Ini sekelas dengan tipe enduro semacam KTM 250 EXCF, Honda CRF 250X atau Husqvarna FE 250.

Seandainya yang dijual di pasaran tanah air itu Yamaha WR250F dengan harga Rp 90 jutaan dengan surat lengkap, ini baru mantap! IDB percaya dengan harga dibawah Rp 100 juta, WR250F akan laku, tapi kalau yang dijual itu tipe WR250R, hemmm IDB pesimis ini akan laris manis. Mungkin akan laris di awal penjualan saja, karena orang masih penasaran akan performanya.

Semoga Yamaha Indonesia membaca tulisan IDB ini!

Jumat, 14 November 2014

Kawasaki KX 85, Apakah Asyik untuk Offroad?


Gen Kawasaki KX 85 itu dari pabriknya dirancang untuk balap garuk tanah di lintasan motocross. Di sirkuit motocross, KX 85 bertarung melawan KTM 85 SX, Honda CRF 150R, Yamaha YZ 85 dan Suzuki RM 85. Masa kecil pembalap supercross dunia James Stewart juga kenyang main dengan KX 85. Jadi KX 85 itu bukan motor baru, sudah lama malang melintang di dunia motocross.

Setelah sekian lama KX 85 memakai baju yang terlihat jadul, mulai tahun 2014 itu KX 85 tampil lebih segar dan garang. Bentuk bajunya, alias cover plastiknya meruncing sehingga terlihat modern dan sexy. Ini yang membuat Indonesiandirtbike.com (IDB) kepincut untuk mencobanya di jalur offroad. Ya di jalur offroad bro alias di jalur hutan, bukan di lintasan sirkuit motocross.

Setelah berulang kali dicoba di jalur offroad dengan variasi medan berupa single track, double track, pasir, batu, dan tanah padas licin di tengah hutan, saatnya IDB berbagi tentang bagaimana performa KX 85 di jalur offroad. Baca terus ulasannya!

Power dan Karakter Mesin

KX 85 yang mengusung mesin 2 tak ini suaranya mesihnya renyah, creng creng creng, Begitu gas dibuak lebih dalam keluarlah suara garangnya, khas motor 2 tak. Mendengung seperti kumpulan lebah yang siap menyerang.

Motor ini tidak dilengkapi dengan electric starter, hanya kick starter. Namun menghidupkan motornya sangat mudah. Tinggal dipancal dengan kaki, motor akan hidup dengan mudah. Tidak ada gejala berat atau susah menghidupkan motor, seperti kebanyakan motor SE 4 tak.

Karena pakai mesin 2 tak, tentu saja perlu campuran oli di bensinnya. Campurannya adalah 1 liter bensin dicampur 31 mililiter oli. Jadi kalau tengki KX 85 yang punya kapasitas 5 liter itu diisi penuh, maka tambahan oli sampingnya itu hanya 155 cc oli saja.

Karakter powernya galak. Membawa KX 85 di jalur offroad itu mengasyikan, karena kita harus aktif memainkan gas, kopling dan gigi perseneleng. Di RPM yang tepat, tubuh rider terasa sekali ketarik-tarik ke belakang ketika gas dibetot.

Di bawa ke jalur single track atau menanjak cukup ekstrim, KX 85 enteng saja melibasnya. Perpindahan gigi perseneleng memang harus cepat dilakukan, tidak boleh malas seperti membawa motor mesin 4 tak.

Meskipun tanpa alat ukur, tetapi hanya berdasarkan pengalaman bertahun-tahun, jelas soal power KX 85 ini jauh diatas saudaranya yang bergenre trail yaitu KLX 150. Meski hanya mengusung mesin kapasitas 85cc, tetapi soal power itu tidak kalah bro sama motor 150cc 4 tak. Apalagi KX 85 itu mengusung 6 percepatan (speed), jadi gak akan kehabisan nafas deh.

IDB pernah menggeber KX 85 ini selama 8 jam non stop di jalur offfroad single track. Beberapa jalur juga membutuhkan skill untuk melintasinya. Hasilnya, KX 85 bisa melibasnya dengan mudah. Tidak ada masalah dengan mesin. Mesin sehat walafiat, tidak ada gajala panas berleibih alias over heat.

Handling dan Suspensi

Dengan bobot kosong tidak sampai 70 kg (jika ditambah bensin penuh dan oli, bobotnya jadi sekitar 75 kg), KX 85 terasa super ringan. Bandingkan dengan berat kosong KLX 150S yang berbobot 108 kg, yang berarti beratnya beda lebih dari 30 kg dibandingkan dengan KX 85.

Bobot motor yang ringan ini jadi nilai plus keika melewati jalur single track. Motor enak dibuat meliuk-liuk dan rebah. Untuk rider yang tingginya tidak melebihi 160 cm dan bobot tubuh kurang dari 60 kg, KX 85 akan jadi mainan yang menyenangkan di jalur offroad.

Suspensi depan belakang KX 85 enak sekali dipakai di jalur offroad. Apalagi kalau dipakai untuk melibas gundukan tanah, suspensi meredam dengan baik. Tapi kalau dipakai di jalur batu, terasa tangan agak kesemutan karena ada getaran suspensi yang mengalir sampai tangan.

Suspensi bisa disetel ketinggian dan daya redamnya. Jadi bisa disesuaikan dengan bobot tubuh pengendaranya. Suspensi depan yang sudah upside down sangat mumpuni untuk hard offroad.

Daya pengereman disc brake di KX 85 juga cukup mumpuni. Dicoba dengan membetot gas dalam-dalam di jalur tanah yang lurus dan kemudian mengeremnya, motor bisa berhenti dengan sempurna.

Nilai plus KX 85:
  • Bobot motor ringan
  • Suspensi mumpuni untuk jalur offroad
  • Motor tidak terlalu tinggi, cocok untuk rider yang tingginya kurang dari 160 cm
Nilai negatif KX 85:
  • Karakter mesin kurang cocok untuk jalur licin, karena roda belakang mudah spin
  • Tidak ada lampu, jadi tidak bisa dipakai offroad malam hari
SPESIFIKASI KX 85:
Mesin: 2 tak 85cc, 6 speed
Berat kosong: 69 kg
Diameter roda depan: 19
Diameter roda belakang: 16
Kapasitas tengki bensin: 5 liter
Harga di pasaran: Rp 58 juta

Jumat, 03 Oktober 2014

Uji Coba Sekilas Sherco 250


Ketika melakukan uji coba motor enduro Husqvarna 2015, IDB sempat melakukan uji coba singkat Sherco 250 yang mengusung mesin 2 tak. IDB tertarik mencobanya. Karena motor Sherco ini terlihat lebih ramping dan kecil dibandingkan dengan motor enduro Eropa lainnya seperti KTM, Husqvarna atau Husaberg.

Begitu mencoba menaiki Sherco 250, IDB yang mempunyai tinggi 173 cm langsung merasa nyaman, kaki tidak jinjit seperti ketika menunggangi motor Eropa lainnya. IDB membuka gas dengan lembut dan motor mulai melaju dengan sensasi ringan. Gigi 1, 2 dan 3 terasa pendek, namun begitu memasuki gigi 4 ke atas, motor melesat dengan dahsyat. Karakter motor 2 tak ala Husqvarna dan KTM, terasa kental di Sherco 250 ini.

Soal performa mesin dan handling, Sherco tidak kalah dengan Husqvarna atau KTM. Namun ukurannya yang lebih ramping dan kecil, membuat Sherco ini sangat cocok untuk kebanyakan orang Indonesia yang rata-rata tinggi dan berat badannya di bawah orang Eropa. Untuk orang yang tingginya tidak sampai 170 cm, akan nyaman sekali pakai Sherco 250 ini di jalur single track. Bobot motor yang ringan, yang hanya sekitar 103 kg yang dikombinasikan dengan body yang ramping, akan membuat Sherco 250 ini menjadi mainan yang istimewa di jalur single track.

Semoga IDB mendapatkan kesempatan untuk melakukan uji coba secara penuh motor enduro Sherco, sehingga bisa mengulasnya dengan lebih dalam!

Rabu, 24 September 2014

Harga Husqvarna 2015, Beda Tipis dengan yang Versi 2014


Harga motor Husqvarna yang versi 2015 baik tipe motocross maupun enduro lebih mahal sedikit dibandingkan yang versi 2014. Rata-rata yang vesi 2015 itu lebih mahal Rp 3-5 juta saja dibandngkan dengan yang versi 2014. Simak daftar lengkap harga motor Husqvarna 2015 di bawah ini.
  • TC 85 (motocross, 2 tak), Rp 85.000.000
  • TE 125 (2 tak), Rp 114.000.000
  • TE 250 (2 tak), Rp 127.500.000
  • FE 250, Rp 142.000.000
  • FC 250 (motocross), Rp 130.000.000
  • FC 350 (motocross), Rp 135.000.000
  • FE 350, Rp 152.000.000
  • FE 450, Rp 155.000.000
  • FE 501, Rp 160.000.000
Untuk hasil uji coba Husqvarna 2015 yan dilakukan IDB bisa dicek di link berikut: http://www.indonesiandirtbike.com/2014/09/uji-coba-trail-enduro-husqvarna-2015.html

Selasa, 23 September 2014

Uji Coba Trail Enduro Husqvarna 2015 (bagian 2)


Dalam uji coba motor enduro Husqvarna versi 2015 yang diadakan di Kintamani Bali, ada dua tipe motor yang mengusung mesin 2 tak yang siap untuk dicicipi, yaitu TE 125 dan TE 250. Sayang untuk TE 300, Husqvarna Indonesia tidak memasukannya, namun jangan kuatir untuk penggila 300 two stokes, akan ada paket bore up TE 250 yang akan membuatnya jadi seperti TE 300. Kalau dihitung-hitung paket bore up ini akan membuat harganya mejadi lebih murah, dibandingkan jika langsung membeli  model TE 300.

Selama bertahun-tahun IDB sangat terbiasa dengan motor enduro 2 tak. Berbagai motor 2 tak semacam Husqvarna WR 125, KTM 150 XC, KTM 200 XC, KTM 250 XCW, KTM 300 EXC, dan Husaberg TE 300 sudah kenyang dinaiki oleh IDB dan juga tim CHEELA yang jadi parner IDB dalam uji coba motor. Jadi ketika dalam uji coba Husqvarna 2015 terdapat TE 125 dan TE 250 itu membuat IDB bergairah, tidak sabar untuk mencobanya. OK bro and sist, simak review IDB berikut ini!

TE 125

Menaiki TE 125 ini serasa naik speda gunung, motornya ringan sekali. Dengan bobot motor hanya sekitar 96 kg, membuat TE 125 sangat asyik untuk diajak bermain di jalur single track di tengah hutan. Motor akan enak untuk diajak manuver meliuk-liuk. Jika misalnya terjungkal di jalur offroad, untuk mendirikan motornya terasa ringan sekali, tidak perlu kehabisan energi seperti ketika mendirikan motor 4 tak!

Karena mengusung mesin 2 tak dengan kapasitas mesin yang kecil, dibutuhkan pengendara yang ‘aktif’ ketika melibas jalur offroad. Pengendara harus rajin menjaga RPM motor ini, sehingga harus sering main tuas kopling untuk menjaga TE 125 dalam performa terbaiknya. Tapi justru ini yang membuat fun, mengendari jadi tidak membosankan.

Sayang dalam uji coba di Kintamani itu jalurnya penuh debu dan pasir dalam, yang membuat TE 125 kurang bisa maksimal menunjukan kemampuannya. Motornya yang ringan dan cc mesin yang kecil membuat TE 125 harus rajin main kopling untuk bisa melibas jalur itu. Andai saja jalurnya tanah yang padat, hemmm TE 125 akan lincah menari-nari seperti kijang liar!

TE 250

Sejak awal mau uji coba Husqvarna 2015, IDB sudah mengincar TE 250, karena penasaran ingin membandingkannya dengan TE 250 versi 2014 dan Husaberg TE 300 yang jadi ‘saudara tua’ TE 250. Begitu IDB naik di atas jok TE 250 dan memegang stang, ahhh sudah terasa aroma nikmat dan ringannya motor ini. Ketika motor digoyang ke kanan ke kiri, terasa sekali ringannya. Beda jauh dengan motor 4 tak, apalagi jika dibandingkan dengan FE 450 atau FE 501.

Untungnya ketika IDB melakukan uji coba TE 250 ini jalurnya dimasukan ke jalur single track, karena di jalur inilah TE 250 menunjukan kesaktiannya. Power motor dahsyat, terutama ketika sudah memasuki gigi 3. Motor melesat bagai anak panah, tidak pernah kehabisan nafas.

Dengan bobot motor sekitar 104 kg, TE 250 sangat lincah untuk dibuat mainan di jalur offroad di tengah pepohonan. Motor ini enak dipakai meliuk-liuk, rebah ataupun terbang melibas gundukan kecil di tengah hutan. Ketika memasuki jalur yang sempit dengan turunan tajam karena pemandu sempat lupa arah jalurnya, IDB merasa nyaman di atas jok motor ini. Tidak merasa capek menahan berat motor. Apalagi untuk menghidupkan TE 250 cukup dengan pencet tombol electric starter, jrengggg, langsung motornya siap ngacir bro!

Ketika memasuki jalur double track dan juga pasir, TE 250 masih menunjukan performanya yang istimewa. Motor ini tidak kalah dengan motor 4 tak seperti FE 350 atau bahkan FE 450. Begitu masuk gigi 4 atau 5 dan ditambah sentuhan kecil di kopling, TE 250 akan melesat, siap untuk mengimbangi FE 350 atau 450.
TE 250 dilengkapi dengan electric starter dan juga kick starter. Keduanya bekerja dengan baik. Ketika IDB mencoba menghidupkannya dengan kick starter, dengan sekali pancal, motor langsung hidup, Jrengggg! Di versi lama, yaitu Husaberg TE 250 atau TE 300 yang tahun 2013 atau tahun yang lebih lama itu ada banyak masalah di electric starter. Rata-rata setelah dua tahun, electric starter jadi ngadat alias mogok kerja. Demikian juga di KTM 300 EXC yang lama. Semoga di Husqvarna TE 250 versi 2015 masalah itu sudah diatasi oleh pabrikan.

Tapi kalau menurut IDB, seandainya motor 2 tak seperti TE 250 itu tidak ada electric starter-nya juga tidak masalah, karena menghidupkan motornya sangat mudah. Bahkan di kejuaraan enduro ekstrim kelas dunia, itu banyak yang electric starter-nya dilepas untuk mengurangi berat motor. Padahal tanpa membuang sistem electric staternya itu TE 250 juga sudah ringan bobotnya. Hanya saja adanya electric starter di TE 250 itu membuat lebih fun dan enak, terutama ketika motor mendadak mati di jalur yang menanjak misalnya.

Dibandingkan dengan TE 250 tahun 2014, sebetulnya tidak banyak perubahan pada versi 2015 ini. Secara fisik yang kelihatan hanya berubah di graphic, lampu depan dan fender depan. Namun ketika IDB mencobanya di jalur offroad, yang versi 2015 ini powernya terasa lebih renyah dan smooth. Suspensi juga terasa lebih enak dalam meredam guncangan. Sepertinya ada revisi di seting karburator, revalve suspensi depan dan juga knalpot.

Harga Husqvarna 2015 dan best of the best

Harga Husqvarna 2015 tidak terlalu beda jauh dengan yang versi 2014. Berapa harganya? IDB sudah mengantongi daftar harganya yang diberikan oleh deler Husqvarna Indonesia, tapi sabar dulu, untuk daftar harga dan juga motor mana yang terbaik untuk anda, akan kami ulas di bagian ketiga dari seri tulisan tentang uji coba enduro Husqvarna 2105. Sabar dulu ya bro dan sist……

Untuk yang belum baca review Husqvarna 2015 yang mengusung mesin 4 tak, baca di: http://www.indonesiandirtbike.com/2014/09/uji-coba-trail-enduro-husqvarna-2015.html

Senin, 22 September 2014

Uji Coba Trail Enduro Husqvarna 2015 (bagian 1)


Ketika IDB mendapat undangan untuk melakukan uji coba motor trail enduro Husqvarna versi 2015, IDB langsung menyambutnya dengan antusias. Rasa penasaran akan performa motor disebut-sebut kelas premium ini membuat IDB bertanya-tanya seperti apakah rasanya yan versi 2015. Motor Husqvarna bukanlah mainan baru di IDB dan tim CHEELA, sebuah komunitas kecil yang hobby berat dalam olahraga motoadventure yang menjadi partner IDB. Di tahun 2003, jauh sebelum Husqvarna secara resmi membuka dealer di Indonesia, IDB sudah mencicipi Husqvarna WR 125 yang warna kuning biru.

Ketika husqvarna secara resmi membuka jaringan dealer di Indonesia pada tahun 2010, IDB dan tim CHEELA jadi punya kesempatan merasakan berbagai tipe motor Husqvarna, antara lain WR 125, WR 250, TXC 250 (tipe cross country), TE 250, TE 310 dan TE 250 red head. Dengan pengalaman panjang memakai berbagai tipe motor Husqvarna itu membuat IDB semakin penasaran dengan Husqvarna 2015 yang sebetulnya sejak tahun 2014 itu Husqvarna mengalami proses, “reinkarnasi" dari Husaberg.

Pada tahun 2014, IDB juga sudah melakukan uji coba semua tipe enduro Husqvarna, dengan sebuah kesimpulan yang memang untuk versi 2014 sangat memuaskan. Hasil uji coba Husqvarna yang versi 2014 bisa dilihat di: http://www.indonesiandirtbike.com/2010/06/test-ride-trail-husqvarna.html

Kalau uji coba yang versi 2014 itu dilakukan di sirkuit motocross, nah untuk uji coba yang versi 2015 ini dilakukan di jalur offroad di seputaran Kintamani, Bali. Dalam uji coba yang dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2014 itu IDB melakukan uji coba semua tipe enduro antara lain TE 125 (2 tak), TE 250 (2 tak), FE 250, FE 350, FE 450 dan FE 501.

Kondisi jalur untuk uji coba itu bervariasi, mulai dari jalur single track, double track, batu dan pasir. Kondisinya secara umum full debu dan kering. Huk huk huk, bikin IDB batuk-batuk dihajar debu yang seperti bom meledak itu. IDB secara terpisah akan mengulas tentang jalurnya, jadi sabar dulu bro. Untuk kali ini kita fokus dulu untuk mencicipi enduro husqvarna 2014, apalagi kita termasuk orang yang pertama kali di Indonesia yang menunggangi motor Husqvarna 2015 di jalur offroad!

Hasil Uji Coba

Semua motor yang diuji coba itu dalam kondisi standar pabrikan. Semua motor masih terlihat kinyis-kinyis. Tampil fresh dengan pola graphic yang terkesan klasik, tapi elegan. Dengan dominasi warna putih yang dibalut permainan garis warna biru dan kuning, membuat Husqvarna 2015 ini terlihat sexy.

Menurut data dari pabrikan, beberapa item yang tampak baru di Husqvarna 2015 untuk tipe enduro itu antara lain:
  • Lampu depan yang baru, yang versi 2014 masih menggunakan lampu yang sama persis dengan husabaerg.
  • Fender depan (spakbor) sama dengan yang dipakai di tipe motocross
  • Kualitas handguard yang lebih baik
  • Graphic baru yang mirip dengan tipe motocross.

Bagaimana dengan hasil uji cobanya? Sabar dulu, sebelum membahas hasil uji cobanya, perlu diketahui bahwa situs IDB ini dibuat oleh komunitas hobby berat motor trail. Semua hasil uji coba produk apapun itu bersifat independen dan lebih dari sudut pandang dari pengguna atau konsumen. Simak hasil uji cobanya, di laporan di bawah ini.

FE 250

FE 250 adalah motor yang mengusung mesin 4 tak dengan cc terkecil di jajaran motor enduro Husqvarna. Versi pabriknan, ada revisi di sektor gigi gi yaitu untuk gigi 6 itu lebih panjang nafasnya. Yap, memang untuk semua motor enduro Husqvarna itu mengusung gigi 6 percepatan. Jadi nafasnya bisa panjang bro untuk di jalur offroad, gak bakalan nafasnya tersenggal-senggal, apalagi sampai ngadat.

Awalnya IDB agak pesimis dengan performa FE 250 yang hanya mengusung mesin 4 tak 250 cc. Dalam benak sempat terpikir apakah motor ini mampu melibas jalur offroad yang penuh debu dan pasir dalam itu? Karena di jalur seperti ini dibutuhkan power yang mumpuni, sehingga cukup mudah untuk keluar dari jebakan jalur yang sering tergerus itu.

Keraguan itu langsung sirna, ketika IDB membetot gas FE 250. Motor ini nyaman sekali, powernya smooth, namun cukup bertenaga. Untuk melibas jalur berdebu dan pasir yang dalam masih mumpuni. Apalagi ketika dipakai di jalur single track, FE 250 lincah sekali meliuk-liuk dengan enaknya.

Dengan bobot motor hanya sekitar 107 kg, FE 250 sangat nyaman untuk dipakai offroad di segala medan. Handling motor juga enak. Yang terasa istimewa itu adalah suspensinya. Enak sekali bro! Melibas jalur batu, pasir dan rintangan kecil seperti akar pohon yang melintang itu suspensi mampu bekerja dengan baik. Membuat tangan tidak terasa cepat capek.

Jika dibandingkan dengan Husqvarna generasi terakhir sebelum “melebur” dengan Husaberg, yaitu TE250R yang sama-sama mengusung mesin 4 tak itu FE 250 unggul di sektor handling dan suspensi. Sangat jelas FE 250 ini lebih enak dibandingkan TE 250R tahun 2013.

FE 350

Tipe FE 350 itu dibuat untuk rider yang merasa power dari FE 250 itu kurang, namun untuk naik FE 50 merasa terlalu berat, Makanya diciptakanlah FE 350 yang disebut-sebut handling seperti 250 namun soal power masih bisa ngimbangi motor yang mengusung mesin 450 cc.

Begitu FE 350 dibawa masuk jalur offroad, memang terbukti FE 350 adalah motor yang luar biasa! Handling terasa ringan seperti 250, namun soal power bisa diadu. Tinggal betot gas, motor akan melaju melibas berbagai rintangan. Mau jalur single track, double track atau pasir, FE 350 mampu melibasnya dengan baik.

Soal suspensi FE 350, sama dengan lainnya, enak sekali. Yang menurut IDB itu yang paling istimewa adalah di bagian handling. Dengan mengusung mesin 350 cc, motor ini sangat enak sekali dibuat meliiuk-liuk di jalur single track. Powernya tidak kurang dan juga tidak berlebihan. Dengan demikian, pengendara menjadi tidak cepat capek. Karena kalau power kegedean, di jalur yang sempit juga akan membuat kedodoran si pengendaranya.

FE 450

Untuk yang suka power besar, FE 450 adalah pilihan yang pas. Motor ini mulai tenaga bawah hingga atas mengisi terus. Apalagi ketika dipakai di jalur terbuka, motor inii jadi rajanya! Dengan bobot motor sekitar 113 kg, motor ini akan membuat tersenyum bagi penggemar motor dengan tenaga besar.

Motor masih enak dipakai di jalur single track, meskipun memang butuh skill dan fisik yang prima utnuk bisa mengendalikan FE 450 di jalur single track. Tetapi begitu masuk jalur double track dan terbuka, motor ini akan melesat dengan dahsyat!

FE 501

Ini adalah motor enduro dengan mesin kapasitas terbesar di jajaran Husqvarna 2015. Awalnya teman-teman jurnalis yang lain sudah “ngeri” duluan untuk mencoba FE 501, karena tidak terbayang power motor dengan mesin 500 cc itu. Sehingga di sesi pertama uji coba, IDB yang didaulat untuk mencoba motor ini. Dan justru uji cobanya langsung masuk jalur offroad yang kebanyakan single track.

Meskipun mengusung mesin 501 cc, sebetulnya ketika dipakai di jalur offroad itu justru FE 501 terasa lebih smooth dibandingkan FE 450. Tenaganya yang smooth membuat tidak cepat capek pengendara, tinggal buka gas, motor ini akan melaju dengan santainya. Kalau di daerah terbuka, motor ini menunjukan performa terbaiknya. Tetapi untuk jalur single track, akan butuh ekstra tenaga dan skill dari pengendara, karena motor terasa lebih berat dibandingkan yang 450 apalagi dengan yang 250 atau 350.

TE 125

Husvarna dan juga motor Eropa lainnya seperti KTM dan Sherco, masih setia memproduksi motor 2 tak. Bobot motor yang ringan, power yang bertenaga dan perawatan yang relatif lebih mudah itu membuat motor 2 tak masih menjadi favorit di dunia enduro. Lihat saja kejuaran enduro ekstrim kelas dunia, masih didominasi motor 2 tak yang menjadi jawaranya!

Bagi yang masih meragukan motor enduro 2 tak, coba deh simak tulisan yang ini: http://www.indonesiandirtbike.com/2013/04/2-tak-vs-4-tak-mana-yang-lebih-murah.html

Bagaimana dengan performa motor enduro 2 tak dari Husqvarna 2015? Sabar dulu, tunggu review IDB di tulisan berikutnya! (IDB/C001)

Selasa, 09 September 2014

Konsumsi BBM Kawasaki KX 85 di Jalur Offroad


Selama test ride new Kawasaki KX 85 di jalur offroad, IDB mencoba melakukan pengukuran konsumsi BBM motor super ringan ini. BBM yang digunakan adalah pertamax plus yang punya oktan 95. Cara mengukurnya sederha saja, yaitu dengan mengisi penuh tengki KX itu dengan pertamax plus, kemudian langsung dipakai di jalur offroad. Untuk mngukur jarak tempuhnya, KX itu ditemani motor enduro Husqvarna yang ada odometer-nya, dengan demikian bisa mengetahui jarak yang ditempuh. Maklum khan KX itu tidak dilengkapi dengan odometer atau speedometer.

KX85 yang mempunyai isi tengki 5 liter itu kemudian dipakai offroad selama beberapa jam. Jarak tempuh di odometer menunjukan telah menempuh jarak 37 km. Setelah itu kami isi lagi tengki bensin sampai penuh yang ternyata membutuhkan 1,5 liter untuk menjadi penuh. Jadi untuk menempuh jarak 37 km di jalur offroad itu membutuhkan konsumsi BBM 1,5 liter. Berarti KX 85 itu konsumsi BBM-nya itu 1 liter bisa menjelajah sampai jarak 24,6 km. Jadi kalau full tank motor ini bisa menempuh jarak lebih dari 100 km. Wah lumayan irit untuk motor SE yang punya tenaga galak ini! (IDB)