Selasa, 23 Mei 2017

Honda CRF250R Versi 2018 Pakai Electric Stater?

Menghidupkan motor trail dengan mengengkol alias kick stater sepertinya perlahan mulai ditinggalkan. Pabrikan motor Eropa seperti KTM dan Husqvarna untuk motor tipe trailnya yang 250 cc keatas, termasuk tipe cross sudah pakai electric stater. Tinggal pencet tombol saja, motor langsung nyala "jreng".

Zaman dulu motor tipe cross seperti "haram" memakai electric stater dengan alasan akan membuat motor lebih berat dan performanya kurang sip. Tapi seiring dengan kemajuan tehnologi, anggapan itu ditepis, Terbukti motor tipe cros KTM dan Husqvarna yang pakai electric stater itu sangat mumpuni, buktinya Ryan Dungey yang naik KTM 450 SXF menjadi jawara supercross empat kali.

Trend motor tipe ross pakai electric stater sepertinya akan merembet ke pabrikan Jepang. Dalam foto yang beradar di dunia maya, terlihat Honda CRF 250R tidak ada kick staternya. Kalau tidak ada kick staternya pasti itu pakai electric stater, gak mungkin khan pakai tenaga dorong manusia.

Bisa jadi CRF250R yang tampak dalam foto di atas itu adalah versi CRF250R tahun 2018. Kita tunggu saja kabar baik dari Honda. IDB berharap memang benar Honda akan meluncurkan motor tipe cross-nya yang dilengkapi dengan electric stater, sehingga akan lebih nyaman ketika dipakai untuk offroad atau main enduro, Semoga demikian. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com).

 Photo : Zeta_DRC_Japan


Rabu, 17 Mei 2017

KTM Luncurkan Motor Enduro 2 Tak Injeksi, Tidak Perlu Lagi Mencampur Oli Secara Manual


KTM dari Austria terus menguatkan jati dirinya sebagai ‘raja’ motor offroad, bukan saja karena banyak mendominasi berbagai kejuaraan enduro kelas dunia, tapi juga soal inovasinya. Kini KTM meluncurkan motor enduro 2 tak 250 dan 300 cc yang mengusung tehnologi injeksi yang dikenal dengan nama TPI (Transfer Port Injection).

Disematkannya tehnologi full injeksi di motor KTM enduro 2 tak ini merupakan sebuah revolusi dan diklaim pertama kalinya di dunia. Dengan tehnologi baru ini, kini oli samping sudah ada tempat sendiri, tidak perlu dicampur secara manual ke tengko bensin. Tentunya konsumsi bensin akan jauh lebih irit, tapi powernya tidak akan berkurang bro.

Tehnologi full injeksi itu akan sudah ada di KTM 250 dan 300 EXC versi 2018. Ini menunjukan komitmen tinggi KTM untuk terus memproduksi motor 2 tak yang lebih ramah lingkungan, tanpa mengurangi performanya di jalur offroad.

Keuntungan motor KTM dengan tehnologi full injeksi TPI ini antara lain:
  • Lebih irit bensin
  • Tidak memerlukan jetting untuk ketinggian tempat yang berbeda
  • Mengurangi emisi (lebih ramah lingkungan)
  • Lebih smooth yang akan lebih nyaman di jalur offroad
  • Mengurangi penguapan bensin
  • Tidak perlu lagi mencampur oli dan bensin secara manual
  • Tidak ada lagi istilah bensin ‘ngelotor’ atau banjir


Selasa, 16 Mei 2017

Offroad Seru: Tupai Santai – Panderman – Coban Rondo – Gunung Mujur

Usai baksos di SDN 3 Kucur, tim CHEELA merapat ke cafe Tupai Santai yang ada di depan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC). Sambil menunggu GW yang menambal ban YZ250FX-nya, kami menyantap makanan ringan tradisional yang disajikan di Tupai Santai. Ada tempe menjes dan pisang goreng, hemm nikmat sekali.

Ketika jam menunjukan pukul 11.30 wib, kami perlahan meninggalkan Tupai Santai. Delapan orang itu memacu tungangannya dengan perlahan. Tidak sampai 3 menit melewati jalur aspal berlubang, di hadapan tim sudah tersuguhkan jalur tanah yang agak naik. Tim mulai membetot gas agak dalam, meskpun belum gas pol.

Tidak sampai menghabisikan bensin 1 liter, tim dihadang jalur offroad single track yang menanjak di sela-sela pohon pinus. Jalur terlihat penuh cerukan dalam dan ngeril. Meskipun tanah hari itu kering, tidaklah mudah untuk melewati jalur di tengah hutan pinus itu.

AR menjadi rider kedua yang berhasil sampai puncak
RK yang berada di barisan depan langsung buka gas KTM 300 XCW-nya. Meskipun sempat masuk ke dalam ceruk, namun RK lumayan mulus melewati jalur itu hingga puncak.

Nasib berbeda dialami sobat-sobat RK. DW yang naik Yamaha YZ250FX ban belakangnya tergelincir ke dalam lubang, yang membuat motornya meraung-raung berusaha naik, namun tidaklah mudah.

Terjebaknya motor DW ke dalam ceruk, membuat AR menyalipnya dan berusaha keras menaklukan jalur itu dengan KTM 300 XC. AR menjadi rider kedua yang berhasil sampai puncak.

Jalur offroad di kaki Gumuk ini memang pendek, tetapi karena penuh ceruk dalam dan sempit jalurnya, butuh lumayan extra tenaga untuk melampuinya. Terbukti lebih dari 40 menit kedelapan orang tim CHEELA tersebut untuk semuanya lolos sampai puncak.

Motor JN yang terguling setelah penuh perjuangan menuju puncak
Bahkan JN yang baru pertama kalinya offroad bersama tim CHEELA harus tergeletak bersama motornya begitu sampai di puncak. Wajah hitam dan keringatnya yang membanjir tidak bisa menutupi fakta kalau dia kelelahan.

Diperasnya tenaga di jalur pinus itu, membuat tim memutuskan istirahat di bawah naungan rimbunnya pepohonan. DW sambil meringis, bilang, “aduh mas tolong pijit pundak saya, sepertinya keseleo waktu ngangkat motor tadi”.

RK dengan baik hati memijat pundak sobatnya itu. Sementara yang lain menyantap bekal makan siang, karena jam di HP sudah menunjukan pukul 12.30 lebih.


Setelah setengah jam istirahat, kami memutuskan untuk lanjut perjalanan. Sayangnya DW dan RZ tidak bisa lanjut. DW tidak memungkinkan melanjutkan offroad karena tangannya cidera, sedangkan RZ harus kembali ke Kota Pasuruan sebelum sore karena istrinya sedang hamil tua.

Tinggallah enam orang yang melanjutkan offroad di hari yang cerah itu. Setelah menunjukan jalan aspal arah kota Malang ke DW dan RZ, tim langsung masuk jalur offroad lagi arah Gunung Panderman, Batu.
Sayangnya di jalur menuju Panderman ini, lagi-lagi tim kehilangan satu orang lagi. JN sepertinya tidak sanggup mengikuti irama offroad tim CHEELA, sehingga dia memutuskan diri untuk balik arah. Apalagi menurut JN itu motor Husqvarna TE 250nya kurang sehat.

Jalur ke Gunung Panderman ini full single track. Di beberapa titik, jalur masih basah dan agak licin, maklum tajuk begitu rapat sehingga sinar matahari tidak menembus sebagian tanah yang ada.

Apalagi ketika melewati jalur air yang sempit dan menanjak, butuh konsentrasi tinggi agar bisa melewatinya. Di jalur ini GW dengan Yamaha YZ250FX-nya terlihat susah payah untuk menaklukan jalur basah. Motornya meraung-raung, namun ban hanya berputar di tempat.
Motor GW dan TG terpaksa harus didorong dan ditarik untuk lolos jalur ini
Bahkan ketika RK berusaha menjadi joki penggantipun, motor tetap ngambek tidak mau naik. Akhirnya motorpun terpaksa didorong ramai-ramai. Nasib sama juga dialami motor TG yang maunya juga didorong. Ini motor manja namanya hehehehe.

Sementara pasukan motor 2T tidak ada halangan berarti melibas jalur air itu. YD dengan KTM 250 XC dan AR yang naik KTM 300 XC berhasil lolos melewati jalur ini tanpa bantuan aksi dorong-mendorong.

Lolos jalur air, tim masih harus melewati jalur single track di tengah hutan pinus. Beberapa jalur masih agak licin, sehingga kami harus waspada.

Sekitar pukul 15.30 tim sampai di kampung Seruk, kampung yang berada persis di kaki Gunung Panderman. Kami istirahat sejenak untuk memberi kesempatan kepada anggota tim yang hendak sholat ashar.

Waktu istirahat, YD sebetulnya sudah minta agar offroad disudahi dan kembali ke kota Malang lewat jalan aspal. Namun setelah dirayu sobat-sobatnya, akhirnya YD mau juga melanjutkan offroad ke arah Coban Rondo.
YD berhasil dirayu untuk lanjut pulang lewat jalur offroad
Jalur dari Panderman ke Coban Rondo itu full offroad dan single track. Jalurnya meliuk-liuk dan terkadang harus menyisiri jalur sempit di atas jurang.

Jika memacu motor dengan kecepatan tinggi, jalur offroad menuju Coban Rondo ini lumayan menguras energi. GW dan TG sudah mengeluh kalau tangannya sudah seperti lumpuh ketika mengendalikan motor. AR juga sempat terjungkal mencium tanah di jalur ini.
Jam 4 sore lebih tim akhirnya tiba di Coban Rondo. Setelah mengisi bensin di toko yang ada di dekat patung sapi, tim langsung betot gas lagi menuju arah Gunung Mujur yang ada di lereng Gunung Arjuna.

Karena sudah sore, tim memutuskan jalur ke arah Gunung Mujur dipilih yang tidal full offroad, apalagi sebagian anggota tim sudah tampak kecapekan. Tim memilih jalur santai yang melewati perkebunan apel.

Ketika suara adzan mahrib berkumandang, tim telah melewati peternakan ayam Wonokoyo yang ada di dekat Gunung Mujur. Tim memutuskan menyudahi offroad hari itu. Kami memacu motor dengan pelan melewati perkampungan menuju kota Malang, dengan perasaan puas. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com).

Senin, 15 Mei 2017

Baksos Ala CHEELA untuk Anak-Anak Desa di Jalur Offroad

Minggu pagi yang cerah di pertengahan bulan Mei 2017 membawa rombongan kecil tim CHEELA merapat ke arah SDN 3 Kucur di Kecamatan Dau Malang. Delapan orang dengan pakaian tempur untuk offroad itu menunggangi kuda besi KTM 300 XCW, KTM 300 XC, KTM 250 XC, Yamaha YZ250FX, Husqvarna TE 250 dan Kawasaki KLX 150.

Begitu tim sampai di gerbang sekolah yang berada di kaki Pegunungan Kawi itu pecahlah sorak gembira dari anak-anak yang telah menunggu sejak pagi. Anak-anak desa yang sebagian tidak beralas kaki itu berhamburan menyambut kedatangan kami. Anak-anak itu dengan ceria berebut menyalami kami.

Kedatangan tim CHEELA disambut meriah 
Sambutan yang begitu meriah itu diluar dugaan tim CHEELA. Anggota tim CHEELA yang ikut tak kuasa menunjukan raut muka terharu dengan sambutan tulus itu.

Ya di hari yang cerah itu tim CHEELA dengan didukung oleh IDB dan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) melakukan aksi bakti sosial atau yang biasa dikenal dengan nama baksos. Baksos yang dilakukan tim CHEELA tidaklah muluk-muluk, kami hanya ingin berbagi kebahagiaan.

CHEELA mengandeng P-WEC (www.p-wec.org) karena sekolah itu merupakan sekolah dampingan P-WEC. Selama bertahun-tahun tim P-WEC membantu dengan menyediakan guru bantu dan mendidik anak-anak desa itu untuk peduli lingkungan. Jadi P-WEC tahu banyak tentang sekolah itu, termasuk apa yang dibutuhkan oleh anak-anak.

Yang membuat hati terenyuh, ternyata sebagian besar anak-anak desa itu tidak punya kaos kaki yang layak pakai. Rata-rata mereka hanya punya satu pasang kaos kaki yang dpakai selama seminggu atau bahkan lebih. Kebayangkan gimana baunya?

Jadi kemudian tim CHEELA kami memutuskan untuk membantu kaos kaki dan buku tulis yang memang dibutuhkan oleh mereka. Awalnya hanya satu kelas yang akan kami bantu, tetapi kemudian dengan dukungan P-WEC kami bisa membantu untuk semua murid termasuk guru-gurunya.

Sengaja kami memilih SD Kucur itu karena SD ini meskipun berada di Kabupaten Malang di tanah Jawa, namun lokasinya berada di ujung desa yang berada di Kaki Pegunungan Kawi. Sebelah sekolah ini adalah jalur ofroad yang sering tim CHEELA lalui. Kami memilih sekolah desa yang dekat jalur offroad yang sering kami lewati.

Kepala sekolah SDN 3 Kucur dalam sambutan menyatakan kegembiraannya dengan bantuan CHEELA dan P-WEC ini. “Kami berharap komunitas trail ini memberi petunjuk ke anak-anak tentang mengendarai motor yang benar karena mereka hidup di desa terpencil yang mengharuskan mereka untuk bisa naik motor meskipun usianya belum mencukupi,” kata pak kepala sekolah.

“Semoga komunitas ini juga sedikit bisa memberi hiburan kepada anak-anak,” tambah pak kepala sekolah yang ramah itu.

Permintaan kepala sekolah diamini oleh tim CHEELA. RK, sang kepala suku tim CHEELA meminta DW untuk melakukan atraksi diatas motor trail sekaligus memberikan pengarahan kepada anak-anak tentang keamanan dalam berkendara.

DW-pun dengan sumringah naik motor trail yang baru dibelinya, YZ250FX. Setelah putar-putar sejenak di halam sekolah yang masih tanah itu, DW melakukan aksi wheelie atau mengangkat roda depan motor.

“Horeeee!” anak-anak pun beteriak dengan gembira sambil bertepuk tangan riuh.

Tepukan tangan anak-anak itu semakin membuat DW menggila dengan aksinya. Beberapa kali DW melakukan adegan wheeiie dan sliding. Setiap aksi DW itu selalu mendapat aplaus meriah dari anak-anak.

Ketika DW menyudahi atraksinya, anak-anak berteriak, “lagi lagi lagi!”


Itulah secuil kebahagian yang coba kami bagi dengan anak-anak desa. Tidak muluk-muluk memang, tidak juga berupa event motor yang melibatkan ribuan orang. Kami hanya mencoba berbuat kecil yang semoga itu membawa kebahagiaan kepada anak-anak, meskipun mungkin hanya sehari.

“Hidup hanya sekali, buatlah berarti,” kata RK yang memang dikenal dengan aktivitas sosialnya selama puluhan tahun. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Selasa, 09 Mei 2017

Honda CRF 450R Versi 2018 Kini Pakai Electric Stater


Motor tipe MX alias kompetisi cross yang dilengkapi dengan electric stater kini bertambah jumlahnya. Honda CRF 450R versi tahun 2018 kini juga dilengkapi dengan electric stater, tidak lagi pakai kick stater. Tentu ini akan semakin mempermudah rider untuk menghidupkan motor, apalagi ketika motor habis terguling dalam kompetisi.

Era motor cros yang pakai electric stater sepertinya akan menjadi trend di masa mendatang. Sebelumnya KTM dan Husqvarna yang mendahuli memakai electric stater. Kini disusul Honda, bukan tidak mungkin Kawasaki, Yamaha dan Suzuki juga akan menyusul.

Dulu motor tipe cross sepertinya "haram" pakai electric stater karena diklaim akan membuat motor menjadi lebih berat. Tapi seiring dengan kemajuan tehnologi, penambahan electric stater tidak selalu membuat motor menjadi lebih berat.

IDB memprediksi dalam 5 tahun kedepan semua motor tipe cross (kalau tipe enduro itu sudah pasti) akan dilengkapi dengan electric stater. Konsumen semakin "manja" dan ingin yang lebih enak. Kalau bisa menghidupkan moto dengan sekali 'pencet' kenapa harus keluar energi lebih dengan 'mengengkol', kira-kira begitu pemikiran kebanyakan konsumen. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Jumat, 28 April 2017

Test ride IDB: Perfoma Honda CRF250 Rally (bagian 2)

Sebelum membaca lebih lanjut review Honda CRF 250 Rally bagian kedua ini, perlu dulu baca bagian pertamanya di: http://www.indonesiandirtbike.com/2017/04/test-ride-idb-perfoma-honda-crf250-rally.html

Test ride CRF 250RL juga dilakukan di jalur light offroad
Tampang CRF 250 Rally yang tinggi besar, awalnya membuat tester IDB yang mempunyai tinggi 173 cm agak ragu ketika menaikinya. Apalagi bobot motor yang diklaim seberat 155 kg itu membuat IDB membayangkan kegitu beratnya motor ini.

Namun kesan berat itu hilang ketika IDB mulai membuka gas. Motor melaju dengan halus dan mulus. Ketika IDB mencoba manuver dengan meliuk-liukan motor dan menikung sambil miring, motor nurut, tanpa ada gejala mau jatuh.

Ternyata CRF 250 Rally ini ketika dikendarai kesan beratnya menjadi hilang bro, motor terasa ringan. Bahkan perasaan IDB ketika melaju, CRF 250 Rally terasa lebih ringan dibandingkan Kawasaki KLX 250. Padahal secara teori, bobot KLX 250 itu lebih ringan 19 kg dibandingkan CRF 250 Rally.

Karena ternyata motor tidak terasa berat ketika dikendarai, IDB semakin berani membetot gas. Tarikan motor ini terasa halus tetapi kencang sekali di jalanan. Meski motor masih baru, IDB mencoba buka gas lebih dalam dan di gigi 4 bisa tembus 110 km/jam. Masuk gigi 5, bisa menggapai angka 115 km/jam dengan mudah. Padahal CRF 250 rally dilengkapi dengan gigi 6 percepatan, jadi kebayang khan motor berdarah adventure ini ternyata bisa kencang.

Jangan bayangkan tenaga CRF 250 Rally ini meledak-ledak kayak motor trail enduro atau cros. Karakter mesinnya smooth. Untuk tenaga bawahnya, IDB merasa KLX 250 itu lebih bertenaga. Tetapi tenaga tengah dan atas (top speed) itu CRF 250 Rally lebih baik dibandingkan KLX 250.

Jok CRF 250 Rally lebih lebar dibandingkan KLX 250, jadi terasa lebih nyaman untuk riding jarak jauh. Ketika IDB mencoba berboncenganpun yang dibonceng merasa lebih nyaman dibandingkan ketika dibonceng dengan KLX 250.

Kopling dan sektor pengereman bekerja cukup bagus. Tarikan tuas kopling tidak terasa berat. Rem depan dan belakang yang sudah memakai disc brake boleh dibilang lumayan meredam laju motor, meskipun tidak bisa dibilang istimewa.

Performa Suspensi

Suspensi CRF 250 Rally terbilang istimewa, terasa empuk untuk melibas jalan keriting. Suspensinya lebih empuk dibandingkan KLX 250 atau Yamaha WR250R. Ketika dihajar lewat jalan macadam berbatu, suspensi CRF 250 Rally mampu meredamnya dengan baik.

Suspensi nyaman untuk melibas jalan berbatu
Namun suspensi yang empuk ini menjadi kurang nyaman jika dipakai di jalur offroad dengan kecepatan tinggi. Motor akan terasa oleng jika dibuat menikung dengan kecepatan tinggi.

Honda CRF 250 Rally memang tidak dirancang untuk hard offroad, tetapi untuk touring adventure. Tetapi dipakai untuk light offroad juga masih terasa  nyaman.

“Suspensi CRF 250 Rally ini benar-benar nyaman khas Honda, jadinya pingin riding terus,” kata Gendut, mekanik spesial trail ketika mencoba motor ini.

Rangka dan suspensi CRF 250 Rally yang pas membuat handling motor menjadi enak. Motor nurut untuk dibuat menikung, rebah dan dibetot di jalanan semi offroad.

Upgrade CRF 250 Rally Agar Lebih Gahar

IDB merasa CRF 250 Rally standar pabrikan itu gigi percepatannya terlalu panjang-panjang, kurang kuat tarikannya. Di jalur pegunungan yang meliuk-liuk dan pendek, membuat hampir mustahil bisa membetot motor hingga gigi 6.

Dengan gir standar untuk melibas jalur semi offroad yang menanjak dan sempit itu lebih banyak pakai gigi 1 dan 2. Jadi motor terasa kurang bertenaga.

Knalpot FMF mendongkrak performa motor
IDB pun mengganti gir belakang standar yang berukuran 40 T dengan gir lebih besar ukuran 45 T. Gir pengganti memakai merek Daytona. Karena gir diperbesar ukurannya, otomatis rantai juga perlu diganti dengan ukuran yang lebih panjang. IDB memilih rantai merek TK Japan, karena selain harganya lebih murah dibandingkan merek RK atau Renthal, tetapi kekuatannya juga sudah teruji.

Selain mengganti gird dan rantai, IDB juga mencopot knalpot standar CRF 250 Rally dan menggantinya dengan merk FMF yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya di dunia offroad. IDB memilih FMF tipe Q4 karena suaranya tidak terlalu menggelegar, tetapi performanya mantap.

Meskipun CRF 250 Rally sudah dilengkapi dengan handguard dari pabrik, IDB tidak pede dengan handguard model terbuka yang terbuat dari plastik itu. IDB menggantinya denga handguard Fastway yang terkenal kuat di dunia offroad.

Setelah diupgrade, semakin mumpuni untuk adventure
Bagaimana performa motor setelah diupgrade? Wow beda banget, motor lebih bertenaga dan tarikannya lebih nendang. Di tanjakan panjang menuju Gunung Kawi, IDB bisa membetot gas CRF 250 Rally dengan kecepatan rata-rata 110 km/jam. Tenaganya ngisi terus, tanpa ada gejala ngedrop.

Yang menarik, ketika CRF 250 Rally ini diganti dengan knalpot racing FMF itu tidak ada gejala suara nembak ketika gas motor ditutup. Beda dengan KLX 250 yang selalu ada gejala suara knalpot yang nembak jika knalpotnya diganti dengan tipe racing.

Secara umum, IDB menilai performa Honda CRF 250 Rally ini mantap. Dengan harga Rp 63 juta plus surat resmi, IDB menilai harganya itu relatif murah jika dibandingkan dengan performanya yang cukup mantap.

Proyek IDB berikutnya adalah ingin upgrade CRF 250 Rally untuk menjadi spek full offroad yang siap melahap medan offroad berat. Bagaimana ya hasilnya? Pantau terus saja blog IDB ini. (IDB/email: indodirtbike@gmail.com)

Rabu, 19 April 2017

Ayo Berpetualang ke Timur Dalam I6DE Flores 2017

Event enduro kelas nasional dengan tajuk Indonesian Six Days Enduro (I6DE) kembali akan digelar oleh Enduro Total Indonesia. Di penghujung tahun 2017 ini ISDE akan digelar di Indonesia bagian timur, tepatnya di Flores. Pulau Slores adalah sebuah tempat yang akan memuaskan dahaga para petualang karena keindahan alam dan keunikan budayanya.

Dalam I6DE Flores 2017 ini, IDB turut menjadi media partner-nya. Berikut ini info tentang ISDE Flores 2017 yang disampaikan oleh bro Erickson ke IDB:

I6DE ( INDONESIAN SIX DAYS ENDURO ) 2017

LOKASI :
MAUMERE - LABUAN BAJO

TANGGAL PELAKSANAAN :
 20 - 25 NOVEMBER  2017

PENDAFTARAN :
Rp 8 JUTA

FASILITAS MELIPUTI :
  • AKOMODASI SELAMA 6 HARI ( MAKAN DAN TIDUR )
  • SERVICE CAR
  • MERCHANDISE XLUSIVE (JERSEY , T SHIRT + PIAGAM )
Note : biaya pendaftaran tidak dapat di kembalikan atau di alihkan !!!

BATAS AHIR PENDAFTARAN
30 APRIL 2017 (PESERTA DI BATASI 70 RIDER)

WARNING :
PERJALANAN INI MENGUNAKAN SISTEM GPS (TIDAK ADA PENANDAAN JALUR)

REK BCA
ERICKSON T ANDI LOLO : 6030786961
REK MANDIRI
ERICKSON ANDI LOLO :
1280004954746


PERLENGKAPAN STANDART WAJIB :
 
1. HELM FULL FACE 
2. GOGGLE  /  PELINDUNG MATA 
3. BODY PROTECT /  PELIDUNG BADAN 
4. ELBOW PROTECT / PELINDUNG SIKU
5. ENDURO PANTS / CELANA ENDURO
6. GLOVE / SARUNG TANGAN 
7. KNEE PROTECT /  PELIDUNG LUTUT
8. BOOTS ENDURO /  SEPATU ENDURO
9. CAMEL BAG / KANTONG AIR MINUM 
10. DAY PACK / TAS PUNGGUNG 
11. LUNCH BOX / KOTAK NASI / MAKANAN KECIL
12.GPS /  ALAT NAVIGASI 
13. MEDICAL KIT / P3K /  OBAT OBATAN  PRIBADI 
14. ALAT MANDI , TIDUR  N ALAT MASAK 
15. TOLS KIT DAN PARTS / KUNCI KUNCI STANDART DAN SPARE PARTS SEUAI KEBUTUHAN ANDA 
16. ALAT DOKUMENTASI / KAMERA / CAM 
17. ALAT KOMUNIKASI 
18. UANG DAN ID CARD / KTP / SIM  
 
KENDARAAN :
MOTOR HARUS BERBASIS TRIL BUKAN RAKITAN ATAU MODIFIKASI DENGAN KAPASITAS ESIN MINIMAL 125 cc (2T) ATAU 150 CC (4T)
 
KELISTRIKAN :
LAMPU WAJIB  MENYALA DAN TERANG 
 
PENGAMAN  :
  • PELINDUNG TANGAN ( HAND GUARD )
  • PELINDUNG TANGAN ( HAND GUARD )
  • PELINDUNG MESIN  (  ENGINE GUARD )
  • PELINDUNG MESIN  (  ENGINE GUARD )
  • TENSIONER RANTAI
  • TENSIONER RANTAI


NAVIGASI : 
Harap peserta sudah mempunyai GPS pribadi dan mengetahui cara pemakaiannya agar tidak hilang orientasi ketika melakukan perjalanan mengingat perjalanan ini akan ditempuh dengan waktu & jarak yang panjang juga area yg luas (PENYELENGARA TIDAK AKAN MEMASANG TANDA DI JALUR JADI HARAP SUDAH MEMBAWA GPS PRIBADI. SAAT TEHNICKAL MEETING UTK DIISI PETA JALUR)
 
RECOVERY : 
Peserta wajib mengetahui cara evakuasi motor ( membetulkan mesin & electrikal sederhana ) dalam situasi yang tidak diinginkan dan mempersiapkan alat recovery :# strap ( tali )
# tools kit standart
# parts
# alat komunikasi
# medical kit ( P3K )# camping gear (peralatan berkemah )
# makanan & minuman 
 
SURVIVAL :
Hal ini harus di pelajari apabila terjadi hal yg tidak di inginkan misalnya terjadi kecelakaan atau kendaraan rusak di tengah hutan , hal yang  wajib dilakukan:
  • Jangan panik
  • Pelajari masalah anda
  • Mempersiapkan alat  RECOVERY
  • Melakukan tindakan  RECOVERY
  • Meminta bantuan jika tidak bisa diatasi

NOTE :  HARAP TIDAK KELUAR DARI LINTASAN ANDA AGAR  MUDAH DI EVAKUASI KETIKA TEAM SWEEPER MENUJU LOKASI ANDA ( NO HP RESCUE TERTERA DI STICKER ID YANG TERTEMPEL DI KENDARAAN ANDA )
 
ATURAN UMUM  DALAM PERJALANAN : 
# DILARANG MERUSAK LINGKUNGAN, 
# DILARANG MERUSAK TANAMAN PENDUDUK  
# DILARANG MEMBUAT LINTASAN BARU 
# DILARANG MENINGGALKAN SAMPAH DI LINTASAN   
# DILARANG MENGENDARAI KENDARAAN SECARA AROGAN DI JALAN RAYA MAUPUN PERKAMPUNGAN PENDUDUK

INFO:
ERICK
HP  WA N LINE : 081282602040, PIN : D7F02CB6