Senin, 16 Januari 2017

KTM Kuasai Reli Terdahysat Awal Tahun ini, Dakar dan Africa Eco Race

Kedigdayaan pasukan KTM belum tergoyahkan di ajang reli kelas dunia. Awal tahun 2017 ini pecinta reli disuguhi dua balap reli terganas di muka bumi ini yaitu Reli Dakar dan Africa Eco Race. Jika Reli Dakar melintas di tiga negara yaitu Paraguay, Argentina, dan Bolivia, sedangkan Africa Eco Race sesuai dengan namanya tentunya diadakan d benua Afrika.

Meskipun diadakan diwaktu yang bersamaan, kedua rali ini membuahkan hasil yang sama untuk para jawaranya. Sama dalam hal motor yang dipakai oleh pereli yang beralaga di reli dengan jarak ribuan kilometer itu. Pembalap yang menunggangi motor KTM  menjadi raja di kedua reli itu.

Pencapaian KTM di rali Dakar ini benar-benar mengagumkan. Selama 16 tahun, tim KTM bercokol di posisi teratas Reli Dakar. Di tahun 2017 ini sebenarnya dominasi pasukan KTM sempat digoyang oleh tim Honda lewat rider Joan Barreda yang naik CRF 450 rally. Sayang, Barreda kena hukuman pengurangan catatan waktu karena dianggap melanggar ketentuan mengisi BBM.

Selamat untuk jawara Reli Dakar dan Africa Eco Race 2017, ini dia daftar jawaranya:

Jawara (3 besar) Reli Dakar 2017:
  1. Sam Sunderland, KTM
  2. Matthias Walkner, KTM
  3. Gerrad Farres, KTM
Jawara (3 besar) Africa Eco Race 2017:
  1. Gev Sella, KTM
  2. Pal Anders Ullevalseter, KTM
  3. Martin Benko, KTM


Kamis, 12 Januari 2017

Ahh kog Honda Jualan CRF250L, Harusnya Trail Spek Offroad Dong

Honda CRF250L Rally
Motor trail keluaran Honda semakin mendekati kenyataan akan segera beredar di tanah air, seperti diberitakan oleh Otomotifnet.com pada tanggal 12 Januari 2017. Sayangnya disebut-sebut motor trail akan dipasarkan itu adalah tipe CRF 250L Rally.

Awalnya IDB berharap yang akan keluar adalah tipe enduro murni yaitu CRF 250X atau tipe offroad untuk pemula yaitu CRF 150F dan CRF 230F. Tapi ternyata kemungkinan besar yang keluar malah CRF 250L yang “senada” dengan Kawasaki KLX 250 dan Yamaha WR250R. Ini motor tipe dual purpose yang performanya tidak mumpuni untuk offroad, kalau untuk touring adventure sih memang menyenangkan.

Sementara versi rally-nya itu kalau hanya mengusung mesin 250 cc itu juga akan nanggung, tidak powerful. Di pasaran Indonesia, CRF 25OL Rally akan bertarung dengan Kawasaki Versys 250.

Sebagai media untuk penggemar berat offroad motor trail, tentu saja IDB berharap motor trail yang dijual oleh AHM itu benar-benar motor trail yang spek untuk offroad. IDB sudah mencoba dan juga punya motor tipe dual purpose seperti KLX 250, CRF250L dan Yamaha WR250R. Dan hasilnya kalau untuk offroad, benar-benar offroad lho, bukan di jalanan aspal, ketiga motor itu tidaklah istimewa. Mending pakai Kawasaki KLX 150 kalau untuk offroad.

Pupus sudah harapan IDB agar AHM mengeluarkan motor tipe trail yang benar-benar mumpuni melibas jalur offroad seperti CRF230F, CRF150F atau kelas lebih tingginya yaitu CRF 250X.  Tapi masih ada harapan, karena kabarnya AHM akan mengeluarkan juga trail 150 cc dengan basis mesin Versa. Hemm kita tunggu saja, semoga tidak PHP alias pemberi harapan palsu.

Ini berita di Otomotifnet.com:

Honda dikabarkan akan segera memasarkan CRF250 Rally untuk pasar Indonesia. Seperti dibocorkan oleh satu sumber dari dealer Big Wing, infonya akan resmi dijual sekitar Maret-April 2017. Lalu berapa harganya?

“Infonya akan dibanderol sekitar Rp 62-67 juta,” ujarnya sembari berbisik untuk jangan ditulis namanya. Wah harganya sangat menarik ya! “Bahkan kalau berminat sudah bisa inden dari sekarang,” imbuhnya. Wuih segera deh ke dealer kalau berminat.

Honda CRF250 Rally pertama diperkenalkan di EICMA Milan 2016 ini berbasis dari CRF250L. Bedanya punya tampang yang lebih rally, seperti besutan Rally Dakar. Terlihat bentuk lampu dan windshield mungilnya, lalu pelindung mesin yang membuat terlihat begitu tangguh. Apalagi dibalut warna khas Honda Racing, merah-putih-biru.
Versi Rally dibikin lebih tinggi dari CRF250L, dengan menggunakan upside down 43 mm dan monosok berjarak main lebih panjang. Kedua roda menggunakan ukuran 21 inci di depan dan 18 inci di belakang. Dan tentu saja dibalut ban dengan kembangan kasar khas trail, depan pakai 3.00-21 dan belakang 120/80-18.

Pembeda lain dengan CRF250L ada pada kapasitas tangki, di CRF250 Rally diperbesar jadi 10,1 liter, sehingga jarak tempuh makin jauh, cocok deh buat adventure jarak jauh.  

Mesin CRF250 Rally berbasis Honda CBR250R, satu silinder 4 langkah DOHC 4 klep berpendingin cairan. Punya tenaga maksimal 24,4 dk/8.500 rpm dan torsi 22,6 Nm/6.750 rpm. penyaluran tenaga ke roda lewat transmisi 6 speed.  

Minggu, 01 Januari 2017

Serunya Offroad Akhir Tahun ke Tirtoyudo

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap penghujung tahun tim CHEELA selalu melakukan offroad full day. Menutup tahun 2016 IDB bersama tim CHEELA memutuskan untuk offroad ke Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang dikenal dengan jalur penuh dengan seribu gundukan tanah.

Tepat pukul 10.00 wib empat orang yang menunggangi kuda besi KTM 350 SXF, KTM 250 SXF, KTM 250 XC dan Husqvarna TE 250 berangkat meninggalkan Desa Pandasari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tim memacu kendaraan dengan lambat, maklum ini melewati perkampungan, jadi tidak perlu sok gaya dengan blayer-blayer knalpot, khan mengganggu warga kalau seperti itu.

Tidak sampai lima menit, tim sudah memasuki jalur offroad sempit. RK dengan KTM 350 SXF-nya langsung buka gas, diikuti sahabat-sahabatnya. Jalur yang sepi, membuat tim bisa melakukan pemanasan dengan membuka gas lumayan kencang. Empat motor trail Eropa itupun menari-menari di jalur sempit.

Tak lama kemudian tim memasuki perkampungan lagi. RK memberi aba-aba agar tim memperlambat laju motornya, agar tidak mengganggu warga desa. Beberapa anak kecil melambaikan tangannya dan bersorak kegirangan melihat kedatangan kami. Mereka teriak, “horee motor cros, om tolilet om...”. Lho kog motor trail ada tolilet....

Setelah melewati Kampung Jajang, tim masuk lagi jalur offroad yang agak lebar, sekitar 2 meteran. Di jalur menurun itu tim memacu motornya dengan kencang. YD dengan KTM 250 XC yang masih trauma di jalanan menurun berada di bagian paling buncit.

Kurang dari lima belas menit, setelah melewati Desa Wonokerto, tim belok arah kanan memasuki jalur lintasan truck pengangkut pasir. Jalanan agak naik dan penuh dengan gundukan tanah. Tipe tanah yang berpasir membuat jalur ini tidaklah licin meskipun habis diguyur hujan. Tim-pun memacu motornya dengan kencang, menikmati asyiknya jalur berpasir.

Istirahat sejenak, sambil ngumpulkan energi 
Setelah betot gas di jalur pasir sepanjang sekitar 3 km, tim memutuskan untuk istirahat. Tarik nafas dulu, maklum semua rider di tim CHEELA ini semua usianya diatas 40 tahun, kecuali AR yang masih 30 tahunan. AR yang naik KTM 250 SXF bilang, “wah ini tua-tua keladi, membawa motornya kayak anak usia 20 tahunan”.

Puas istirahat dan merokok untuk yang ‘ahli hisap’, tim melanjutkan perjalanan. Jalanan masih full offroad, sehingga bisa buka gas lumayan dalam. Mumpung jalur sepi, sehingga tim bisa puas menikmati asyiknya jalur ofroad di pagi yang cerah itu.

Kurang dari 30 menit, tim sudah memasuki wilayah Kecamatan Wajak. Kali ini jalanan berupa tanah berbatu alias makadam. Tim memperlambat laju motor, ini menjaga agar ban motor tidak cepat rusak dihajar batu.

Usai melintasi jalan makadam sepanjang sekitar 1 km, tim kembali memasuki jalur tanah. Jalurnya single track, penuh gundukan kecil, berlubang dan meliuk-liuk. Jalur yang seru ini melintasi perladangan dan hutan mahoni.

Ketika jam menunjukan di angka 12.00, tim memutuskan untuk istirahat sejenak di Desa Bambang, Kecamatan Wajak. Tim berisitrahat di sebuah warung langganan sekaligus mengisi bensin. Asyiknya di warung ini, mereka juga jualan bensin Pertamax Turbo. Jadi selain mengisi perut rider, kuda besinya juga nenggak pertamax turbo.

Sejam kemudian tim melanjutkan perjalanan offroad menuju arah Kecamatan Tirtoyudo. Jalur berupa jalan makadam yang sepi. Tak lama kemudian, tim belok kiri di jalanan menurun melintasi jembatan menyeberangi sungai kecil. Kali ini jalurnya sempit dan meliuk-liuk di sela-sela pohon pinus. Tim membetot gas lumayan dalam di jalur ini.

Di pertigaan di tengah perladangan, tim berhenti sejenak. Lho tapi kog jumlah tim hanya dua orang, hanya RK dan DW. Setelah ditunggu 10 menit, DW memutuskan balik arah untuk menjemput YD dan AR. Sementara RK menunggu sekaligus mendinginkan badan yang mulai kepanasan dan penuh dengan peluh.

Agak lama RK menunggu tim yang lain, sekitar 15 menit. Ternyata AR terjungkal di sebuah tikungan jalanan makadam. Handguard di motor AR itu tampak terlepas. RK bilang, “makanya kalau beli handguard itu beli handguard yang bagus, jangan handguard palsu yang mudah patah, karena fungsi handguard itu bukan sekedar untuk gaya-gayaan ”.

Tim kemudian melanjutkan perjalanan melintasi jalur offroad di tengah ladang itu. Jalurnya kelihatan mudah, tapi lumayan menguras energi karena penuh dengan lubang yang tidak terduga.

Setelah melewati jalur offroad di tengah ladang, tim mulai memasuki jalur offroad lebar di tengah hutan pinus di Desa Sumberputih. Jalannya cukup lebar, sekitar 3 meteran, dan penuh gundukan tanah yang lumayan tinggi.

Karena jalur tampak sepi, tim lagsung betot gas dengan keras. Empat orang itupun tampak terbang melibas gundukan tanah yang jumlahnya tidak terhitung. 
Baru saja roda motor mendarat di tanah, di depan sudah ada gundukan tanah lagi. Mau gak mau, motorpun terbang lagi. Benar-benar seru.

Sekitar pukul 14.30 tim merapat di Desa Tamansatriyan. Di desa ini wajah YD terlihat menghitam, ini tanda-tanda YD sudah kecapekan. Benar dugaan RK, ternyata kepala YD pusing. Untung ada warung yang jual obat sakit kepala. Dan untung lagi ada penjual bakso, sehingga YD-pun menyantap bakso dengan beringas, dan setelah itu pusingnya lenyap. Nah ini pusing karena capek atau kelaparan bro hehehe.

Puas istirahat, tim melanjutkan perjalanan arah Desa Tamansari yang ada situs purbakalanya. Karena lama tidak lewat jalur ini, tim sempat tersesat sedikit, tetapi setalah tanya ke seorang petani, tim bisa kembali ke jalur yang benar.

Jalur kali ini jalur sempit, tidak lebih dari satu meter lebarnya dan sebelah kanan jurang menganga. Meksi di jalur sempit, tim memacu motornya lumayan kencang. Mumung jalurnya lagi sepi.

RK yang ada di barisan depan membuka gas KTM-nya dengan kencang, diikuti YD, DW dan AR. Tiba-tiba di depan terlihat ada percabangan  jalan, RK-pun mengerem motornya mendadak. Tiba-tiba terdengar suara, “gedubrakkk!”.

Terjungkal karena mengerem mendadak
Ternyata karena mengerem mendadak, YD dan DW saling bermesraan di jalur tanah. Mereka terjungkal bersama. Untungnya baik rider maupun motor tidak ada masalah, sehingga offroadpun kembali berlanjut.

Setelah sukses melewati jalur sempit yang meliuk-liuk, tim memasuki jalur yang agak lebar di tengah perkebunan. Meski lebar, di jalur ini harus berhati-hati karena kadang ada batu dan lubang tanah yang tidak terlihat jelas.
Sekitar pukul 16.00 wib tim memasuki Desa Tamansari, Kecamatan Tirtoyudo. Kami berhenti sejenak sambil ngobrol dengan petani sahabat kami.

“Waduh pak, saya sudah nyerah, gak sanggup lagi deh untuk lanjut offroad. Ini tangan sudah gemetar dan kalau diteruskan bisa muntah saya”, kata AR dengan wajah penuh keringat.

DW dan RK tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan AR. “Ok deh kita akhiri offroad hari ini dan kembali ke Desa Pandansari, tapi tetap beberapa jalur akan melewati jalur offroad, tidak mungkin melewati jaalanan aspal”, kata RK.
Akhirnya tim memutuskan untuk menyudahi offroad akhir tahun yang menyenangkan itu. Tim-pun kembali ke titik awal keberangkatan, tetap lewat jalur offroad namun dipilih jalur yang lebih singkat. Menjelang mahrib, tim istirahat sejenak di sebuah masjid, sekaligus lapor kepada Sang Pencipta yang telah memberi kesenangan kepada kami di hari itu. (IDB).

Senin, 26 Desember 2016

IDB Uji Coba Gir Trail Merk Roz, Apakah Kuat?

Gir di motor trail jelas mempunyai fungsi yang sangat vital, karena ini menjadi piranti mekanis yang menggerakan roda. Di pasaran ada banyak gir (sprocket) untuk moto trail, mulai dari buatan lokal hingga barang import yang harganya selangit.

Pemakai motor trail build up kebanyakan lebih memilih memakai gir buatan luar negeri seperti merk Renthal, Pro Taper, Superprox atau produk ori bawaan pabrik. Soal harga, memang gir impor tersebut dibandrol tinggi, rata-rata harganya diatas Rp 800 ribu untuk gir belakang saja. Jadi kalau mau ganti gir belakang, depan dan rantainya, siapkan anggaran sekitar Rp 2 juta bro.

Saat ini IDB sedang mencoba gir belakang merk Roz yang pusatnya di Batam, Indonesia. Gir buatan Roz itu mirip produk Superprox. Bedanya di harga, jika gir Superprox dijual diatas Rp 1 juta, untuk gir merk Roz dilego seharga Rp 750.000 saja.

Gir belakang Roz tersebut dijicoba IDB di motor KTM 350. Nah bagaimana kualitasnya? Apakah sama dengan gir branded dari luar?

Untuk mengetahui kualitasnya tentu saja harus diuji coba langsung di jalur offroad. Kalau motor hanya didiamkan di garasi, tentu saja gir-nya akan awet hehehe.

Gir belakang Roz di KTM 350 milik IDB itu dipasang pada bulan Desember 2016, sehingga IDB belum bisa melaporkan hasil uji cobanya. Butuh waktu cukup lama untuk membuktikan ketangguhan gir Roz ini. Jadi sabar dulu, jika sudah IDB pakai selama beberapa bulan baru akan ketahuan bagaimana kualitas gir merk Roz ini.Yang jelas soal harga, gir Roz lebih menjanjikan karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan gir impor. (IDB).

Rabu, 21 Desember 2016

Jurus Anti Getar di Motor Trail 2 Tak

Motor trail 2 tak seperti misalnya KTM 250/300 EXC atau Husqvarna TE 300 memang mengasyikan. Powernya dahsyat namun dengan bobot motor yang ringan. Sangat istimewa untuk melibas jalur offroad single track. Tak heran jika sebagian besar pembalap top enduro ekstrim dunia itu memakai motor 2 tak.

IDB selama bertahun-tahun juga bermesraan dengan KTM 2 tak untuk menikmati jalur offroad. Jadi soal motor 2 tak, IDB gak asing lagi deh.

Dibalik tenaganya yang dahsyat, motor trail 2 tak juga menyimpan kelemahan. Rata-rata getaran motor lebih terasa dibandingkan dengan motor 4 tak. Jika tidak terbiasa memakai motor enduro 2 tak, bisa-bisa tangan terasa pegal usai offroad seharian.

Tapi jangan kuatir, ada jurus jitu untuk mengurangi getaran motor 2 tak. Tidak perlu berguru ke padepokan silat untuk mengatasi ini bro, tapi cukup pasang anti getar di stang motor.

Ada banyak merk untuk anti getar yang bisa dipasang di stang motor, salah satunya adalah produk FASST Anti vibration insert. IDB sudah mencobanya di KTM 300 XCW. Hasilnya, lumayan bisa mengurangi getaran motor, sehingga mengurangi rasa capek waktu offroad. Pundak dan lengan tidak lagi terasa pegal dihajar getaran stang motor.

Cara pasang FASST Anti Vibration Insert juga mudah bro, tidak perlu mekanik khusus. Cukup dimasukan ke dalam stang motor. Stang juga masih bisa dipasangi handguard. (IDB)

Senin, 05 Desember 2016

Mantap, AHM Akhirnya Positif Akan Jualan Motor Trail 150 cc Pesaing KLX 150

Honda CRF 150F
Kabar tentang Astra Honda Motor (AHM) akan jualan motor tipe trail di Indonesia sudah berhembus  kencang lama, sejak beberapa tahun yang lalu. Sebagian penggemar trail honda juga sudah “pasrah” karena AHM tidak kunjung mengeluarkan motor trail-nya. Akhirnya mereka lari ke geng hijau, nebus Kawasaki KLX 150 yang harganya naik terus.

Tapi jangan pasrah dan galau dulu bro, karena sepertinya AHM semakin serius untuk jual motor trail di tanah air. Bahkan sesuai harapan IDB, motor trail yang akan dijual itu mengusung mesin 150 cc, sehingga harganya akan terjangkau. Di pasaran trail Honda ini akan jadi pesaing tangguh KLX 150.

Di bawah ini berita dari motorplus tentang AHM akan luncurkan motor trail 150 cc;

Awalnya PT Astra Honda Motor akan meluncurkan trail dalam kapasitas 250 cc. Kapasitas mesin seperempat liter itu memanfaatkan mesin CBR250 1 silinder. Tapi, rupanya setelah dihitung ulang dan hasil meeting terakhir sekitar Juni atau  Juli lalu, diputuskan jadi menggunakan mesin 150 cc.

Margono Tanuwijaya, Direktur Marketing PT AHM pernah bilang, mesin akan menggunakan flatform yang sudah ada. Misalnya menggunakan mesin 150 cc dari Honda Sonic. Tapi, secara cost tetap lebih tinggi. Paling simpel menggunakan mesin Honda Verza 150.

Dari perhitungan juga masuk akal. Mesin Verza menggunakan pendingin udara alias tanpa radiator. Secara cost produksi lebih murah. Secara aplikasi di lapangan juga lebih simpel. Dipakai off road atau adventure tidak rewel dan tidak takut kebentur batu atau krikil.

Perhitungan secara market juga masuk akal. Lawannya cuma Kawasaki KLX150 yang mesih menggunakan mesin pendingin udara alais pakai sirip. Harganya akan bisa dipangkas jauh dibanding mesin pendingin air.

Mesin Verza juga sudah terbukti di adventure. Seperti Ocin Mulyanto dari Indramayu, menggunakan mesin Honda Verza untuk motor adventure. Menurut Pak Ocin, mesin ini torsinya besar. Pas untuk main adnventure. Dibanding mesin Tiger, dapur pacu Verza lebih ringan dan bertenaga di trek tanah.

Secara modifikasi juga mesin Verza lebih mudah. Gampang dioprek dan tidak mudah bocor seperti mesin pendingin air.

Namun kabar tidak sedapnya, katanya kepala silinder mesin Verza banyak dibuat di Cina. Atau memang hanya kemiripan saja. Tapi, lebih enak bagi yang suka oprek-oprek. Banyak tersedia head murah jika mau dipasangi klep lebar.  Mantap dah.

Sumber: motorplus-online.com

Kamis, 01 Desember 2016

Tips Memilih Oli 2T untuk Motor Trail 2 Tak (bagian 2)

Sebelum membaca lebih lanjut artikel ini, agar tidak bingung, silahkan baca dulu artikel bagian pertamanya di link berikut ini: http://www.indonesiandirtbike.com/2016/11/tips-memilih-oli-2t-untuk-motor-trail-2.html

IDB dengan KTM 200 XC yang pakai oli 2T harga murah
Jadi sebelum membeli  oli 2T untuk motor trail yang mengusung mesin 2 tak, itu lihat dulu kode JASO yang tertera di kemasan oli. Gunakan minimal JASO FC, karena ini sudah cukup bagus dan IDB sudah membuktikannya bertahun-tahun. Lebih dari 10 tahun IDB memakai oli JASO FC yaitu Shell Advance VSX dan Castrol Active 2T untuk motor KTM  2 tak.

Tentunya jika mau memakai oli 2T JASO FD itu akan lebih baik dibandingkan JSO FC. Namun harganya tentu saja lebih mahal. Pilihan yang logis adalah, kalau memakai oli 2T dengan spesisfikasi JASIO FC saja performa motor sudah bagus dan tidak masalah, kenapa kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk oli 2T yang harga mahal?

Beda ceritanya kalau bro itu memakai motornya untuk balap, tentunya butuh oli yang super, sehingga menjadi keharusan memakai oli yang kualitas lebih bagus. Tetapi kalau hanya untuk offroad seminggu sekali atau bakan sebulan sekali dan kita juga belum mampu membetot maksimal gas motor, IDB merasa pakai oli 2T JASO FC yang dijual tidak sampai Rp 35.000 per botol itu sudah lebih dari cukup.

IDB sudah membuktikan lebih dari 10 tahun pakai oli 2T Shell Advance VSX dan Castrol Active 2T yang harganya tidak lebih dari Rp 35.000 di motor KTM (KTM 150 XC, KTM 200 EXC, KTM 200 XC, KTM 250 XCW, dan KTM 300 XCW) yang baik-baik saja motornya. Soal performa motor  juga masih istimewa.

Berikut di bawah ini contoh oli 2T berdasarkan bahan dasarnya dan spesifikasi JASO.

Mineral
  • Shell Advance SX JASO FB
  • AGIP 2T JASO FB
  • Castrol GO! 2T JASO FB
  • Total 2T Special API TC JASO FB
Semi Sintetis
  • Castrol Activ 2T Low Smoke JASO FC
  • Shell Advance VSX JASO FC
  • AGIP City 2T JASO FC
  • AGIP 2T F1 Semi Synthetic JASO FC
  • ELF IndoOil CX800 2T Smokeless Perfumed Semi Synt JASO FC
  • ELF 2T Moto Sport SP Semi Synthetic JASO FC
  • Eneos 2T City Semi Synt JASO FC
  • Fuchs Comp-2 Injector JASO FC
  • Gulf Power Trac 2T JASO FC
  • Idemitsu Racing 2T Semi Synthetic JASO FC
  • Idemitsu Extreme Semi Synthetic JASO FC
  • Kawasaki Genuine Oil 2T Semi Sinthetic JASO FC
  • Motul 510 Technosynthese JASO FD
  • Nixol 2TRX Semi Synthetic JASO FC
  • Total 2T Grandprix API TC
  • Total 2T Racing API TC
  • Valvoline 2T API TC
Sintetis
  • Castrol Power 1 JASO FD
  • AGIP 2T Speed Full Synthetic JASO FC
  • Bardahl 2T Synthetic JASO FC
  • Gasoli 2T Super Sporty G1000 API TC
  • Motul 710 100% Synthese JASO FD
  • Motul 800 Offroad Factory Line Ester 100% Synthese
  • Petronas Sprinta 2T 5000 100% Synthetic JASO FC
  • RedMax ProBlend 2 Cycle Engine Oil JASO FD
  • Repsol 2T Syntetico API TC JASO FC
  • STP 2T Low Smoke Perfumed Synt JASO FC
  • TOP 1 2T Synthetic Low Smoke
  • Total 2T Hi-Perf Full Synthetic JASO FD
  • Vistra 2T 500 Full Synthetic JASO FC
Sintetis - Racing
  • Motorex Cross Power 2T JASO FD
  • Maxima Castor 927
  • Castrol A747 Castor
  • Castrol TTS 2T Full Synthetic Racing
  • Motul 800 Road Racing Factory Line Double Ester 100% Synthese
  • Silkolene 2T PRO2Electrosyntec 100% Synthetic Ester
  • Silkolene 2T Comp Plus Electrosyntec Sythentic Ester JASO FD
  • Shell Racing X 2T
Artikel terkait: http://www.indonesiandirtbike.com/2011/10/campuran-oli-motor-trail-enduro-2-tak.html