Sabtu, 20 Januari 2018

Tim KTM Kembali Kuasai Rally Dakar 2018, Matthias Walkner Menjadi Jawaranya


Tim KTM kembali menguasai kejuaraan rally terganas di planet ini, Dakar 2018. Matthias Walkner, pembalap KTM dari Austria menempatkan dirinya pada posisi teratas menjadi jawaran Rally Dakar 2018. Posisi kedua diraih oleh pembalap Honda Monster Energy, Kevin Benavides.

JIka dilihat 12 besar jawara dalam rally yang diadakan di tiga negara yaitu Peru, Bolivia dan Argentina itu meskipun masih didominasi KTM tetapi lebih bervariasi merk motornya. Dalam dua besar tersebut tercatat selain KTM juga ada Honda, Gas Gas, Hero, Husqvarna dan Sherco. Sayangnya Yamaha terpaksa harus keluar dari barisan 12 besar setelah pembalap utamanya terjatuh.

Menariknya, motor yang masuk dalam 12 besar itu mencuat satu merk yang mungkin masih asing di telinga kita, yaitu Hero. Motor Hero asal India ini dengan pembalapnya Oriol Mena sukses berada di posisi 7. Ini bukan prestasi main-main lho.
Laia Sanz, pembalap wanita dengan prestasi gemilang
Pembalap wanita, Laia Sanz asal Spanyol kembali menorehkan prestasi gemilang di balap rally yang didominasi kaum pria ini. Laia dengan KTM 450 Rally-nya dengan pertarungan ketat akhirnya berhasil berada di posisi 12. 

Ini dia daftar 12 besar pemenang Rally Dakar 2018:

1. Matthias Walkner (Austria), KTM
2. Kevin Benavides (Argentina), Honda
3. Toby Price (Australia), KTM
4. Antoine Meo (Perancis), KTM
5. Gerald Farres (Spanyol), KTM
6. Johnny Aubert (Perancis), Gas Gas
7. Oriol Mena (Spanyol), Hero
8. Pablo Quintanilla (Chili), Husqvarna
9. Daniel Oliveras (Spanyol), KTM
10. Jose Ignacio Cornejo (Chili), Honda
11. Juan Pedrero Garcia (Spanyol), Sherco
12. Laia Sanz (Spanyol), KTM

Sumber: dakar.com

Selasa, 16 Januari 2018

Kemampuan Honda CRF 150L di Jalur Offfroad Licin Diluar Dugaan


Kemampuan Honda CRF150L dalam melibas jalur offroad yang licin itu diluar dugaan IDB. Dengan power mesin standar yang tidak terlalu istimewa, yang setara dengan Kawasaki KLX 150 BF itu awalnya IDB ragu dengan kemampuan CRF150L untuk melahap jalur offroad yang licin.

Tetapi ketika IDB dan tim CHEELA sudah beberapa kali melakukan offroad ke jalur pegunungan dan hutan yang licin, IDB terkejut denga kemampua n CRF150L yang dibandrol sehaga Rp 32 jutaan in. Ternyata CRF 150L mampu melibas jalur offroad yang licin itu dengan baik.


Dalam  liingkaran IDB dan tim CHEELA ada empat rider yang menunggangi CRF150L. Semua rider itu memang bukanlah pemula tetapi sudah kenyang dengan bau tanah medan offroad .


Jalur offroad yang kami lalui itu dikenal dengan jalur super licin dikala musim hujan. Jalur itu adalah jalur Gunung Kawi, Gunung Arjuna, Gunung mujur dan Pujon. Di jalur-jalur single track, ngeril dan licin itu rider yang naik CRF150L relatif mampu melewatinya bersama sahabat lain yang naik Husqvarna FE 250 dan Husaberg TE 250.

Spesifikasi Honda CRF 150L yang dinaiki IDB dan tim  CHEELA kebanyakan sama, yaitu hanya ganti knalpot model free flow, ganti ban tipe offroad dan gir depan ukuran 13T. Knalpot yang kami pakai merek 3Two dan ProSpeed. Kedua knapot ini beda harga, yang 3Two seharga Rp 700 ribu plus header dan ProSpeed seharga Rp 2 jutaan. Sedangkan sektor mesin masih tetap standar pabrikan.


Semburan tenaga CRF 150L yang smooth itu justru memberi keuntungan di jalur offroad yang licin. Roda belakang tidak mudah spin. Dengan memainkan ritme bukaan gas yang tepat itu CRF 150L mumpuni melibas jalur offroad yang licin.

Mesinnya juga tangguh. Digeber dengan bukaan gas dalam di jalur yang licin itu tidak ada gejala mesin overheat. Dengan ditunjang suspensi yang nyaman, itu CRF 150L memang jadi mainan yang menyenangkan untuk offroad di akhir pekan. (IDB)

link terkait:

Senin, 01 Januari 2018

Jatuh Bangun di Jalur Offroad Gunung Kawi- Gunung Panderman – Coban Rondo


Delapan orang perlahan meninggalkan sekretariat tim CHEELA pada hari Minggu (31/12/2017) untuk offroad akhir tahun. Mereka yang naik Husqvarna FE 250. Husqvarna TE 250, Husaberg TE 250, Kawasaki KLX 150 dan Honda CRF150L itu memacu motornya dengan perlahan ketika melewati perkampungan.

Tidak sampai 5 menit, tim langsung memasuki jalur offroad di atas perumahan Oma Campus, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Karena sudah memasuki jalur offroad dan tampak sepi, tim langsung buka gas motor lebih dalam. RK dan DW melesat di depan, menyemburkan lumpur yang terlontar ke sobat-sobatnya yang ada di belakang.

Sejak start awal, jalur offroadnya sudah mulai licin, karena memang hujan sedang deras-derasnya di bulan Desember itu. Jalur di tengah ladang itu kelihatannya mudah karena datar, namun salah buka gas dan keliru memainkan tehnik pengereman, bisa jadi akan terjungkal mencium kotornya lumpur.

Tak lama kemudian tim memasuki Desa Selokerto yang dikenal dengan agrowisata jeruknya. Tim memacu motornya dengan perlahan, karena gak keren kalau lewat perkampungan dengan kencang apalagi bleyer-bleyer knalpot hingga memekakan telinga.

Begitu masuk kembali jalur offroad, tim membetot gas motor. Kali ini jalurnya lebih licin, karena berupa tanah padas mengkilat di sela-sela hutan pinus dan perladagangan. DW yang memacu Husabernya di barisan depan harus terjungkal persis di depan RK.

Cek video ini: Husqvarna Fe 250 vs CRF 150L

DV yang biasa naik moge yang ikut offroad hari itu juga harus jatuh bangun melewati jalur licin. Setelah ban belakang motornya dikempesin dikit, baru dia mulai bisa melibas jalurnya dengan lebih enak, meskipun tetap tampak kesusahan.

Setelah tim menyebarangi sungai kecil, jalur mulai ngeril dalam. Tim harus berjuang extra keras untuk lolos jalur ini. RZ yang naik KLX 150-pun motornya tertancap di jalur ngeril tanpa bisa beregerak sama sekali. Semakin digas motornya, semakin dalam roda belakang tertancap di tanah. Akhirnya RZ menyerah pasrah.

Video motornya yang nancap di tanah: Motor nancap di tanah

ER yang baru pertama kali ikut offroad tim CHEELA juga harus menguras energi untuk melewati jalur di tengah pinus ini. Untungnya fisik ER kuat dan semangatnya menggebu, sehingga dia terus mampu mengkuti irama offroad para senior di tim CHEELA.

Setelah istirahat sejenak, tim melanjutkan perjalanan. Jalurnya tetap full single track, licin dan ngeril. Benar-benar butuh kosentrasi tinggi, fisik prima dan tentu saja motor yang sehat untuk lolos jalur ini.

Di jalur ini WW, AW dan DV sempat tersesat. Untung jalurnya buntu sehingga mereka bisa balik arah dan kembali menemukan anggpta tim lainnya yang menunggu di bawah rindangnya pohon hutan.

Sekitar jam 11.30, tim memasuki kawasan  Goa Jepang. Wajah rider dan warna motor sudah semakin tidak jelas, tesamarkan dengan cipratan lumpur. Disinilah WW yang naik CRF150L mengangkat bendera putih alias menyerah untuk tidak melanjutkan offroad.

“Tangan saya sakit pak, maaf tidak bisa lanjut offroad, saya akan lewat jalur on road aja,” kata WW.

Tim yang kini berjumlah tujuh orang kembali melanjutkan offroad, Jalurnya kali ini membuat tim tersenyum, karena sedikit kering dan meliuk-liuk di perbukitan, sehinga tim bisa membetot gas motor lebih dalam.

Tidak sampai setengah jam, tim memasuki jalan raya lintas barat Kota Batu. Wah jalannya macet karena wisatawa yang mau berkunjung ke Coban Rais.

Tim istirahat sejenak di sebuah warung yang ada di tepi jalur Jalibar. Sambil menyantap makan siang, kami ngobrol banyak hal tentang dunia motor trail. Dari obrolan ini kami baru tahu bahwa DV itu sebelum pindah ke Malang itu dia tinggal di Bandung dan sejak lama memang dia suka motor.
Istirahat sejenak di warung sekalian makan siang
“Saya sudah sejak lama tahu akan IDB dan CHEELA, dan baru sekarang bisa offroad bareng,” kata DV yang naik Husqvarna FE 250.

Setelah dirasa cukup istirahat, tim melanjutkan offroad. Kali ini jalurnya menyisiri lereng Gunung Panderaman yang tak kalah licinnya.

Di beberapa titik, DV kesulitan melewati jalur Panderman ini. Ban motor yang sudah mati, membuat DV kesulitan melibas jalur licin. Jatuh bangun sudah menjadi hal biasa untuk lolos jalur ini.

TG yang usianya paling mudapun juga harus mengeluarkan extra tenaga untuk melibas jalur. Dia juga sempat terjungkal bersama Husqvarna TE 250-nya.

Jalur lereng Gunung Panderman ketika musim hujan memang terkenal licin, karena karakter tanahnya itu padas keras tapi licin.



Setelah satu jam berasyik ria di jalur offroad lereng Panderman, akhirnya tim tiba di kawasan wisata Coban Rondo. Ini adalah kawasan wisata air terjun yang terkenal di Malang.

Dari Coban Rondo kami meluncur arah desa wisata Kungkuk lewat jalur Paralayang Batu. Dari Desa Kungkuk kami menuju arah lereng Gunung Arjuna lewat tengah perkebunan apel dan jeruk.

Di jalur menuju lereng Arjuna ini jadi ‘bonus’bagi tiim karena jalurnya lebar dan kering. Tim membetot gas dengan dalam dan meliuk-liuk di jalur speed offroad ini. DW dengan motor 250 dua tak langsung melesat di depan tanpa terkejar.

ER yang masih pemula juga terbawa irama speed offroad yang dimainkan tim CHEELA sore itu. ER punya nyali dan fisik yang mumpuni, tetapi skill riding masih minim. Di jalur lurus dia bisa buka gas pol, tetapi begitu masuk tikungan dia lurus saja dan nyungsep nabrak pagar tanaman!

RZ, anggota tim CHEELA nomor 20 tampak begitu menikmati jalur speed offroad ini. Meskipun fork depan motornya bocor, dia masih ngotot untuk buka gas melawan senior RK.

“Puas rasanya offroad akhir tahun ini, jalurnya lengkap, ada single track dan juga speed offroad,” kata RZ yang berasal dari Pasuruan.

Jalur speed offroad itu menajdi pamungkas rangkaian offroad akhir tahun tim CHEELA. Terima kasih atas kebersamaan dan persahbatan di jalur lumpur ini, sampai ketemu di jalur offroad berikutnya. (IDB)

Rabu, 27 Desember 2017

Pengalaman Seru Tak Terlupakan Menjelajah Alam Flores dalam I6DE 2017


Indonesian Six Days Enduro (I6DE) 2017 yang diadakan pada tanggal 4-9 Desember 2017 di Flores pastinya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi pesertanya. Kenangan indah itu terpatri dalam hati peserta yang hanya dibatasi 20 orang dan dengan indahnya diabadikan dalam foto-foto menakjubkan karya Kadek Ramayadi.

I6DE selalu menjadi ajang offroad motor trail yang spesial, karena jalurnya mantap dan jumlah pesertanya juga dibatasi. Even tanpa embel-embel hadiah ini selalu menarik bagi offroader sejati yang lebih ingin menikmati jalur offroad dan keindahan alam, bukan sekedar memburu hadiah atau menikmati hiburan.

Menariknya, dalam I6DE 2017 ini tidak ada penandaan jalur, tetapi menggunakan sistem GPS. Otomotis selain dituntut skill riding yang mumpuni dalam melibas jalur offroad, peserta juga wajib bisa membaca GPS dengan baik.

“Thanks Flores, ini akan menjadi cerita indah sepanjang masa dan akan kami ingat sampai mati,” kata Erick, sang penggagas I6DE.

Ini dia foto-foto pilihan dari I6DE Flores 2017:

Sampai jumpa di I6DE 2018 di Sulawesi

Minggu, 17 Desember 2017

Review Goggle SND Seri Re-Actic

Ketika IDB membeli Honda CRF150L ternyata mendapat bonus berupa helm cross warna merah dan goggle merk SND. Goggle ini menarik perhatian IDB karena modelnya terlihat keren, mirip goggle impor branded ternama.

Apalagi fitur yang disebutkan di kardus bungkusnya sangatlah lengkap. Disebutkan bahwa goggle ini anti-fog dan kaca lapisan luar 100% UV coated. Kaca bagian luar memang berwarna pelangi atau mengkilap yang biasanya kalau di goggle merek luar seperti Scott atau Smith itu memang meredam sinar UV sehingga membuat pandangan terasa adem.

Di situs jual beli Bukalapak, Goggle SND seri Re-Actic ini rata-rata ditawarkan seharga Rp 400.000. Harga segitu itu sekelas dengan goggle merk 100% yang lagi naik daun.

Ketika dipakai, Goggle SND Ee-Actic ini enak. Angin dan debu tidak masuk ke mata. Posisi nempel ke wajah juga terasa pas.

Tetapi ketika dipakai offroad waktu hujan gerimis, goggle ini langsung berembun di bagian dalam. Beberapa kali IDB harus berhenti untuk mengusap embun di kaca bagian dalam itu.

Karena hanya hujan gerimis, IDB lanjut offroad dengan tetap memakai goggle SND ini. Sambil mengendarai motor, beberapa kali IDB mengusap kaca bagian luar dengan sarung tangan agar air hujan tidak menutupi goggle.

Wah ternyata lapisan kaca luar yang berwarna pelangi itu luntur! Bahkan ketika dibersihkan dengan kertas tissu basah itu lapisan pelanginya langsung terkelupas. Padahal ini baru dipakai sekali.


Hemm ternyata kualitas goggle SND Re-Actic kalau dipakai offroad waktu hujan itu kurang mumpuni. Selain berembun, lapisan pelangi kaca luar juga luntur ketika dibersihkan. Kaca sudah berembun meskipun tidak hujan deras. (IDB)

Kamis, 14 Desember 2017

Penjual Motor Trail dan Aksesorisnya yang Terpercaya 2017 Versi IDB


Dunia motor trail di Indonesia tumbuh dengan pesat, bagaikan jamur di musim hujan. Pesatnya hobby motor trail ini juga diikuti dengan semakin banyaknya bermunculan toko yang menjual motor trail ataupun aksesorisnya. Membeli motor trail impian, kini tidaklah sulit, asal ada duit. Motor trail jenis apapun bisa masuk ke tanah air. Toko online yang menjual lewat jejaring sosial semacam Facebook atau instagram juga tumbuh pesat.

Parahnya banyak juga ternyata toko (online) yang fiktif. Sudah banyak korban berjatuhan menjadi korban penipuan jual beli di dunia maya. Beberapa anggota tim CHEELA juga sempat jadi korban. Ada yang menjual motor trail dengan murah, namun ketika uang muka sudah ditransfer ternyata motor tidak kunjung datang. Ujung-ujungnya ternyata itu fiktif alias penipuan.

Kasus lain, ada yang pesan aksesoris motor trail di sebuah toko. Dijanjikan barang akan datang seminggu, dengan catatan uang dibayar di depan. Seminggu lewat, dua minggu berlalu dan menginjak bulan, namun barang tidak kunjung datang. Ketika uang diminta kembali, ternyata “ruwet” dan “mbulet”.


Ada juga teman yang pesan motor trail build up di sebuah toko. Uang muka diberikan sesuai dengan kesepakatan dan dijanjikan motor akan datang dalam waktu 2 minggu, karena katanya motor sudah dalam perjalanan ke Indonesia. Ternyata motor baru datang 3 bulan kemudian.


Tentunya anda tidak ingin kecewa dan tertipu ketika belanja motor trail atau aksesorisnya. Apalagi harganya rata-rata terbilang mahal. Untuk itu IDB berbagi pengalaman belanja ke toko-toko trail yang terpercaya.

Di bawah ini adalah daftar beberapa toko trail yang bisa dipercaya (berdasarkan pengalaman IDB dan tim CHEELA yang sudah bertransaksi) versi tahun 2017. Jadi semua ini berdasarkan pengalaman sudah melakukan transaksi, bukan berdasarkan iklan atau pesanan sponsor.

Acay Motor
JL Aceh No 18 Bandung
Telp O22 4231216 / 022 76900099

AHRS

Jl. Tole Iskandar no. 162 Depok 16417.
Tel. 021 77820649, 7701195
Website: http://www.ahrsproducts.com/

Ardian Motocross Shop

Jl.Parangtritis km 4.5
Ph :0274 374439, Mobile :088802857009, 081392257575
Yogyakarta, Indonesia

Catatan tambahan: menyediakan spare parts SE, motor trail build up dan aksesorisnya

ART Motor X

Jl. Raya Mondoroko Kav.31-C Km.2 Singosari Malang
Telp. 081249690333, 0341-452252

DP Planet Motor
Jl. Patimura Batu
Hp/WA 082234222220, 081233330202
Catatan: toko aksesoris trail terlengkap di Malang raya, jual mini trail, ATV

Ericson (Jakarta)
081282602040 or PIN 29D8C286
Catatan tambahan: menjual motor enduro baru dan bekas

EX PRO Bali
WA 081558997800
Catatan: menjual spare parts KTM dan Husqvarna, piston dan gasket

Galunggung Motor
Jl. Galunggung Malang (dekat perempatan lampu merah)
Catatan: jual aneka ban trail, aksesoris KLX 150


Garasi Adventure Shop
JL.Gayungsari No 1 Surabaya
Telpon 811326674, WA 081330202626, 
Catatan tambahan: Juga menjual motor build up enduro seperti husaberg dan KTM
Husqvarna Motor Indonesia
Jl. Bypass Ngurah Rai 108X, Pesanggaran,
Denpasar Selatan, Bali Tel. +62 361 724099, 
WA 0821 4693 6546
Catatan tambahan: dealer resmi motor Husqvarna di Indonesia

Karya Indah Motor (KIM)
Bungur Besar 153 Jakarta 10460
Telp (021) 4241153, 4246573, Hp/WA 081210709777
Catatan: Menjual motor KTM/Husqvarna dan spareparts-nya

Kawasaki Greentech
Jl. Soekarno-Hatta No. 1,2,3 Pekanbaru 
Telp. 0761-862020, Hp/WA 082171430800
Catatan tambahan: jual trail kawasaki build up (KX series) dan spareparts-nya

KTM Indonesia
Taman Tekno Blok L1 no 12. BSD City
Serpong Tangerang, Banten -
Telp : +62 (21) 758 764 51
Email : info@ktmindonesia.com
Catatan tambahan: importir resmi KTM di Indonesia
KTM Racing Indonesia
WA 081382175989, Catatan: jual motor baru dan bekas KTM
MSD
Ruko Surya Indah Blok A-5
Jl. By Pass I Gusti Ngurah Rai (Kelan) 12A/99
Tuban-Kuta, Bali 80362
Phone: 62-361-704-769, WA 081999957085
MSD Surabaya: (031) 599-1487, WA 082230575199
MSD Jakarta: (021) 722-8972, 722-8973, WA 081510558547
Website: http://www.msd-indy.com
Catatan tambahan: Menyediakan spare part SE, khusus aksesoris original dan branded
Robert Cycle Supply
Jl.Maleer III No 3. Bandung
HP. 0815-6029448
Catatan tambahan: Juga menjual motor SE baru atau second
Roby Steam
Jalan Panjang arteri raya Kelapa Dua, depan jalan sasak 2 No.25 Kebon Jeruk RCTI Jakarta Barat HP 081584373267, Telp 0215321309,  WA 087889100200, Website: www.robysteam.comCatatan : menjual motor enduro baru dan bekas, aksesoris trail
Rossy MX Shop
Perum Griya Satria Blok W No 3
Bantar Soka, Purwokerto 53133
Tel. 0281-7624580/628523, WA 081327191072
Website: http://www.rossymx.com/
Roz Motor Batam
WA 08126113018Catatan: menjual aksesoris trail merk Roz, EBC, pelek, filter udara
Variasi MX
Komplek Taman Mutiara
Ruko Blok M No. 6 Cimahi, Bandung
Telpon 0226631416, WA 081224369199
Website: www.variasimx.com
Yamaha CBU Offroad
Jalan Gatot Subroto ruko alicante blok c11-12 Gading Serpong Tangerang Banten 15810.Hp/WA 082221168311Catatan: menjual trail build up Yamaha (YZ series), tetapi harus inden

Selasa, 12 Desember 2017

Mempercantik dan Melindungi Mesin KLX 150 dengan Produk 3Two


Mesin menjadi kompnen vital bagi motor trail yang dipakai offroad. Selain dalaman mesin yang mumpuni untuk melibas jalur offoad, bagian luar mesin juga patut dilindungi dari benturan benda keras.

Maklum namanya juga offoad, tanpa diduga itu bisa saja mesin terbentur batu, akar kayu atau sekedar lontaran kerikil. Ada kasus sahabat IDB yang tutup mesin samping motor KLX 150-nya itu pecah kena batu ketika offrod bareng IDB. Akhirnya terpaksa motor dievakuasi.

Untuk itu pelindung mesin menjadi wajib dipasang di motor yang dipakai offroad. Pelindung mesin juga banyak variasi bahannya, ada yang dari almunium atau ada juga yang dari plastik.
Pelindung mesin bagian kiri
IDB mencoba memasang pelindung mesin di Kawasaki KLX 150 tahun 2017 dengan produk 3Two (baca: triple two). Pelindung mesin KLX 150 ini bukan hanya melindungi mesin bagian bawah, tepai juga samping kiri dan kanan, sehingga juga melindungi mesin dari goresan sepatu.

Begitu dipasang, langsung KLX 150 terlihat lebih cakep bro. Estetika produk 3Two patut diacungi jempol, membuat motor terlihat lebih keren.

Mantapnya lagi harga pelindung mesin KLX 150 keluaran 3Two berbahan plastik lentur ini relatif murah meriah, hanya Rp 125.000 sudah full set. Murah bukan? Ternyata untuk tampil keren tidak harus merogoh kocek dalam-dalam.

Soal kualitas kekuatan produk ini, IDB masih melakukan uji coba. Tetapi dari sudut harga dan penampilan fisik, pelindung mesin KLX 150 merek 3Two boleh dibilang sudah bagus. Tinggal kita tunggu bagaimana daya tahannya ketika dipakai di jalur offroad. (IDB).