Senin, 05 Desember 2016

Mantap, AHM Akhirnya Positif Akan Jualan Motor Trail 150 cc Pesaing KLX 150

Honda CRF 150F
Kabar tentang Astra Honda Motor (AHM) akan jualan motor tipe trail di Indonesia sudah berhembus  kencang lama, sejak beberapa tahun yang lalu. Sebagian penggemar trail honda juga sudah “pasrah” karena AHM tidak kunjung mengeluarkan motor trail-nya. Akhirnya mereka lari ke geng hijau, nebus Kawasaki KLX 150 yang harganya naik terus.

Tapi jangan pasrah dan galau dulu bro, karena sepertinya AHM semakin serius untuk jual motor trail di tanah air. Bahkan sesuai harapan IDB, motor trail yang akan dijual itu mengusung mesin 150 cc, sehingga harganya akan terjangkau. Di pasaran trail Honda ini akan jadi pesaing tangguh KLX 150.

Di bawah ini berita dari motorplus tentang AHM akan luncurkan motor trail 150 cc;

Awalnya PT Astra Honda Motor akan meluncurkan trail dalam kapasitas 250 cc. Kapasitas mesin seperempat liter itu memanfaatkan mesin CBR250 1 silinder. Tapi, rupanya setelah dihitung ulang dan hasil meeting terakhir sekitar Juni atau  Juli lalu, diputuskan jadi menggunakan mesin 150 cc.

Margono Tanuwijaya, Direktur Marketing PT AHM pernah bilang, mesin akan menggunakan flatform yang sudah ada. Misalnya menggunakan mesin 150 cc dari Honda Sonic. Tapi, secara cost tetap lebih tinggi. Paling simpel menggunakan mesin Honda Verza 150.

Dari perhitungan juga masuk akal. Mesin Verza menggunakan pendingin udara alias tanpa radiator. Secara cost produksi lebih murah. Secara aplikasi di lapangan juga lebih simpel. Dipakai off road atau adventure tidak rewel dan tidak takut kebentur batu atau krikil.

Perhitungan secara market juga masuk akal. Lawannya cuma Kawasaki KLX150 yang mesih menggunakan mesin pendingin udara alais pakai sirip. Harganya akan bisa dipangkas jauh dibanding mesin pendingin air.

Mesin Verza juga sudah terbukti di adventure. Seperti Ocin Mulyanto dari Indramayu, menggunakan mesin Honda Verza untuk motor adventure. Menurut Pak Ocin, mesin ini torsinya besar. Pas untuk main adnventure. Dibanding mesin Tiger, dapur pacu Verza lebih ringan dan bertenaga di trek tanah.

Secara modifikasi juga mesin Verza lebih mudah. Gampang dioprek dan tidak mudah bocor seperti mesin pendingin air.

Namun kabar tidak sedapnya, katanya kepala silinder mesin Verza banyak dibuat di Cina. Atau memang hanya kemiripan saja. Tapi, lebih enak bagi yang suka oprek-oprek. Banyak tersedia head murah jika mau dipasangi klep lebar.  Mantap dah.

Sumber: motorplus-online.com

Kamis, 01 Desember 2016

Tips Memilih Oli 2T untuk Motor Trail 2 Tak (bagian 2)

Sebelum membaca lebih lanjut artikel ini, agar tidak bingung, silahkan baca dulu artikel bagian pertamanya di link berikut ini: http://www.indonesiandirtbike.com/2016/11/tips-memilih-oli-2t-untuk-motor-trail-2.html

IDB dengan KTM 200 XC yang pakai oli 2T harga murah
Jadi sebelum membeli  oli 2T untuk motor trail yang mengusung mesin 2 tak, itu lihat dulu kode JASO yang tertera di kemasan oli. Gunakan minimal JASO FC, karena ini sudah cukup bagus dan IDB sudah membuktikannya bertahun-tahun. Lebih dari 10 tahun IDB memakai oli JASO FC yaitu Shell Advance VSX dan Castrol Active 2T untuk motor KTM  2 tak.

Tentunya jika mau memakai oli 2T JASO FD itu akan lebih baik dibandingkan JSO FC. Namun harganya tentu saja lebih mahal. Pilihan yang logis adalah, kalau memakai oli 2T dengan spesisfikasi JASIO FC saja performa motor sudah bagus dan tidak masalah, kenapa kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk oli 2T yang harga mahal?

Beda ceritanya kalau bro itu memakai motornya untuk balap, tentunya butuh oli yang super, sehingga menjadi keharusan memakai oli yang kualitas lebih bagus. Tetapi kalau hanya untuk offroad seminggu sekali atau bakan sebulan sekali dan kita juga belum mampu membetot maksimal gas motor, IDB merasa pakai oli 2T JASO FC yang dijual tidak sampai Rp 35.000 per botol itu sudah lebih dari cukup.

IDB sudah membuktikan lebih dari 10 tahun pakai oli 2T Shell Advance VSX dan Castrol Active 2T yang harganya tidak lebih dari Rp 35.000 di motor KTM (KTM 150 XC, KTM 200 EXC, KTM 200 XC, KTM 250 XCW, dan KTM 300 XCW) yang baik-baik saja motornya. Soal performa motor  juga masih istimewa.

Berikut di bawah ini contoh oli 2T berdasarkan bahan dasarnya dan spesifikasi JASO.

Mineral
  • Shell Advance SX JASO FB
  • AGIP 2T JASO FB
  • Castrol GO! 2T JASO FB
  • Total 2T Special API TC JASO FB
Semi Sintetis
  • Castrol Activ 2T Low Smoke JASO FC
  • Shell Advance VSX JASO FC
  • AGIP City 2T JASO FC
  • AGIP 2T F1 Semi Synthetic JASO FC
  • ELF IndoOil CX800 2T Smokeless Perfumed Semi Synt JASO FC
  • ELF 2T Moto Sport SP Semi Synthetic JASO FC
  • Eneos 2T City Semi Synt JASO FC
  • Fuchs Comp-2 Injector JASO FC
  • Gulf Power Trac 2T JASO FC
  • Idemitsu Racing 2T Semi Synthetic JASO FC
  • Idemitsu Extreme Semi Synthetic JASO FC
  • Kawasaki Genuine Oil 2T Semi Sinthetic JASO FC
  • Motul 510 Technosynthese JASO FD
  • Nixol 2TRX Semi Synthetic JASO FC
  • Total 2T Grandprix API TC
  • Total 2T Racing API TC
  • Valvoline 2T API TC
Sintetis
  • Castrol Power 1 JASO FD
  • AGIP 2T Speed Full Synthetic JASO FC
  • Bardahl 2T Synthetic JASO FC
  • Gasoli 2T Super Sporty G1000 API TC
  • Motul 710 100% Synthese JASO FD
  • Motul 800 Offroad Factory Line Ester 100% Synthese
  • Petronas Sprinta 2T 5000 100% Synthetic JASO FC
  • RedMax ProBlend 2 Cycle Engine Oil JASO FD
  • Repsol 2T Syntetico API TC JASO FC
  • STP 2T Low Smoke Perfumed Synt JASO FC
  • TOP 1 2T Synthetic Low Smoke
  • Total 2T Hi-Perf Full Synthetic JASO FD
  • Vistra 2T 500 Full Synthetic JASO FC
Sintetis - Racing
  • Motorex Cross Power 2T JASO FD
  • Maxima Castor 927
  • Castrol A747 Castor
  • Castrol TTS 2T Full Synthetic Racing
  • Motul 800 Road Racing Factory Line Double Ester 100% Synthese
  • Silkolene 2T PRO2Electrosyntec 100% Synthetic Ester
  • Silkolene 2T Comp Plus Electrosyntec Sythentic Ester JASO FD
  • Shell Racing X 2T
Artikel terkait: http://www.indonesiandirtbike.com/2011/10/campuran-oli-motor-trail-enduro-2-tak.html

Senin, 28 November 2016

Tips Memilih Oli 2T untuk Motor Trail 2 Tak

KTM 200 jadi motor enduro favorit di tahun 2000-an
Kalau untuk harian motor 2 tak itu sudah tidak diproduksi lagi, namun beda dengan motor trail enduro dan motocross yang terus mengeluarkan motor trail 2 tak. Di sebagian besar kejuaraan enduro ekstrim kelas dunia itu juga masih didominasi motor 2 tak keluaran pabrik Eropa seperti KTM, Husqvarna, dan Beta.

Pabrikan Jepang juga memberikan kejutan ketika tahun 2016 Yamaha meluncurkan motor enduro 2 tak yaitu YZ250X. Tipe ini di kelasnya akan bertarung dengan KTM 250 XC yang dikenal mempunyai tenaga ganas.

Keluarnya YZ250X Ini menunjukan pabrikan Jepang khususnya Yamaha semakin serius menggarap pasar offroad motor trail. Mereka melihat bahwa penggemar motor trail 2 tak masih banyak dan terbukti sangat kompetitif di kompetisi enduro. Tidak ada yang meragukan kedahsyatan motor enduro 2 tak di dunia kompetisi hard enduro.

Pada awal tahun 2000-an motor enduro build up di tanah air dikuasai KTM 200 EXC. Sementara untuk motor lokal ada Suzuki TS125 yang hingga sekarang masih melumpur di berbagai acara offroad.

Kemudian diatas tahun 2007, motor trail 2 tak sempat meredup, dihajar munculnya motor-motor enduro 4 tak yang semakin bertenaga dan ringat bobotnya. Penunggang KTM 200 EXC beralih ke motor 4 tak seperti KTM 250 EXCF, 350 EXCF dan 450 EXCF. Dari kubu Jepang juga hadir Honda CRF 250X dan Yamaha WR250F.

Ketika banyak offroader di tanah air ramai-ramai ganti tunggangannya dengan motor 4 tak, IDB tetap setia menyimpan motor trail enduro 2 tak, KTM 300 dan KTM 250.

Kini minat motor trail 2 tak di Indonesia semakin naik lagi. Ini efek dari banyak penghobby yang “melek” internet dan melihat fakta di kejuaraan hard enduro dunia itu ternyata masih dikuasai motor 2 tak. Lihat saja dominasi Graham Jarvis dengan Husaberg/Husqvarna 300 (2 tak) atau Cody Webb dengan KTM 300 di berbagai kejuaraan enduro. Taddy Blazusiak juga sempat malang melintang menjadi raja di kejuaraan Endurocross dengan KTM 300 EXC, sebelum dia beralih ke KTM 350 (4 tak).

Seiring dengan semakin tingginya penunggang motor trail 2 tak di Indonesia, ini juga berefek dengan semakin tingginya kebutuhan akan oli 2 tak yang sering disebut oli samping. Sebutan oli samping karena dulu motor 2 tak seperti TS 125 atau RX King itu oli campurnya diletakan di samping rangka motor.

Lihat kode JASO di kemasannya
Seringkali rider motor trail 2 tak kebingungan ketika harus membeli oli 2T untuk campuran bensin motornya. Di pasar ada banyak pilihan, mulai merek branded seperti Maximma, Motorex, dan Motul, hingga merek ‘umum’ yang juga dipakai di motor harian seperti produk Pertamina, Shell, Castrol, Top One dan lain-lain.

Banyak yang berfikir bahwa oli 2T yang mahal itu pasti lebih bagus dibandingkan dengan harga yang lebih murah. Belum tentu bro, karena faktor mahal itu bukan sekedar soal kualitas tetapi juga soal asal negara produksi. Kalau oli-nya masih impor tentu saja harganya akan lebih mahal dibandingkan ketika sudah diproduksi di Indonesia.

Untuk memilih oli 2T jangan hanya berpatokan kepada oli impor yang mahal, tetapi berpatokan kepada standar spesifikasi, bahan dasar oli dan kebutuhan motornya.
Standar spesifikasi oli itu ditentukan oleh JASO, API, dan ISO. 

JASO (Japanesse Automobile Sandard Organization) itu standar yang digunakan negara Jepang untuk spesiikasi oli baik 4T maupun 2T. Sedangkan API (American Petrolium institute) itu standari dari Amerika dan ISO (International Standards Organization) itu untuk Eropa.

Tingkatan JASO itu antara lain:
  • JASO FA = sudah tidak diproduksi lagi
  • JASO FB = kualitas diatas JASO FA
  • JASO FC = kualitas diatas JASO FB
  • JASO FD = kualitas diatas JASO FC
Di setiap kemasan botol oli itu wajib dan pasti tertulis spefisikasi JASO-nya. Rekomendasi IDB, oli yang dibeli itu minimal JASO FC. Bisa saja pakai oli JASO FB, tetapi kualitasnya lebih rendah sehingga penumpukan kerak di piston akan lebih tebal.

JASO FB itu biasanya bahan dasar olinya adalah mineral, sedangkan JASO FC itu semi sintetis. Spesiikasi oli yang tinggi adalah JASO FD karena bahan dasarnya sudah sintetis.

Nah oli 2T apa saja yang masuk kategori JASO FB, FC dan FD yang beredar di Indonesia? Tunggu dulu di artikel IDB berikutnya bro dan sist, harap bersabar. (IDB).

Minggu, 20 November 2016

Hati-Hati Sepatu Off Road yang Mahal Kalau Tidak Pakai Malah Bisa Rusak

Punya sepatu offroad alias sepatu cross yang mahal jangan disimpan aja bro, nanti malah bisa hancur kayak bubur. Lho kog bisa? Ini pengalaman IDB yang pernah menyimpan sepatu offroad yang masih baru, maksud hati sebagai sepatu cadangan jika sepatu utama sudah rusak. Tapi setelah setahun disimpan dalam kardusnya, ketika dibuka sepatunya sudah hancur lebur.

Ini hancur betulan, karena bagian plastik dan karet ketika dipegang langsung hancur seperti roti. Yang tersisa hanya sol dan pengait sepatu.

Ternyata kejadian ini juga menimpa admin IDB yang lain yang menyimpan Sepatu merek Scott yang harganya waktu beli hampir Rp 4 jutaan, ternyata kemudian rusak. Rusaknya bukan karena sering dipakai, justru belum pernah dipakai sama sekali dan disimpan rapi di rak sepatu.

Sepatu alpinestar Tech 3 milik IDB yang mulai rusak ,
padahal tidak pernah dipakai offroad
Pengalaman buruk IDB itu jadi pembelajaran bahwa sepatu offroad, meskipun harganya mahal itu tetap punya usia. Yah kayak manusia dong, ada usianya hehehe. Betul bro, biasanya sepatu offroad itu akan mulai rusak begitu menginjak usia diatas 2 tahun pemakaian.

Jadi untuk bro dan sist yang baru beli sepatu offroad, meskipun itu harganya mahal, jangan sayang untuk memakainya. Jangan disimpan saja di lemari, karena takut kotor. Namanya juga sepatu, kalau dipakai pasti kotor, apalagi sepatu offroad.

Kalau sepatu rusak karena sering dipakai itu masih wajar, dan masih ada "kepuasaan" karena kita telah memakainya. Tapi kalau sepatu jarang dipakai kemudian rusak, khan hati jadi "gelo" alias kecewa. Makanya yang sering offroad dengan sepatu kesayangan anda, jangan dipajang saja! (IDB).

Kamis, 17 November 2016

Uji Coba Sepatu Cross Harga Dibawah Rp 2 juta: Thor Blitz

Ada banyak pilihan sepatu cross untuk offroad motor trail yang beredar di tanah air. Mulai sepatu lokal dengan harga Rp 300 ribuan hingga sepatu impor dengan harga diatas Rp 5 juta. Sepatu yang laris manis di pasaran itu biasanya yang harga dibawah Rp 2 jutaan, karena terjangkau untuk smeua lapisan.

IDB melakukan beberapa uji coba sepau cross yang harganya dibandrol dibawah Rp 2 jutaan, Kenapa bukan sepatu mahal yang diatas Rp 3 juta? Jawabannya ada dua bro. Pertama, sepatu mahal itu hanya bisa dibeli oleh yang punya kantong tebal, bukan sepatu “sejuta umat”. Kedua, sepatu yang mahal biasanya punya kualitas yang memang lebih bagus (meskipun belum tentu pas untuk dipakai di medan offroad lho, karena ada yang dirancang hanya untuk di sirkuit motocros, bukan untuk offroad).

Setelah melakukan uji coba sepatu Oneal tipe Rider, kini IDB mencoba sepatu Thor tipe Blitz yang dijual seharga Rp 1,7 juta. Pertama dipakai memang agak kaku, seperti juga sepatu cros lainnya. Tetapi ketika dipakai riding, langsung terasa nyaman, cepat menyatu dengan kaki.

Thor Blitz ternyata enak sekali dipakai offroad, tidak membuat kaki kaku. Ketika dipakai untuk jalan kaki juga lumayan nyaman. Lebih nyaman dibandingkan Oneal tipe Rider.

Jika punya anggaran dana kurang dari Rp 2 juta dan ingin beli sepatu cross yang branded, coba beli Thor Blitz. Sepatunya nyaman dan lumayan awet. IDB pernah memakai Thor blitz selama 3 tahun dan kondisi sepatunya masih layak pakai selama 3 tahun itu. Selamat mencoba. (IDB).

Rabu, 16 November 2016

AHM Beri Sinyal Tertarik Jualan Trail 150cc di Tanah Air

Kabar tentang Astra Honda Motor (AHM) akan jualan motor trail di Indonesia sudah gencar beredar sejak beberapa tahun terahir ini, namun belum ada wujudnya. Tapi sinyal AHM tertarik untuk jualan motor trail itu sepertinya semakin kuat bro dan sist. Paling tidak itu tercermin dari pernyataan dari Direktur Pemasarn PT AHM seperti yang disampaikan ke Liputan6.com.
Menariknya justru yang mungkin dijual di tanah air itu adalah trail Honda yang mengusung mesin kapasitas 150cc. Bisa jadi ini adalah CRF150F, tipe yang akan menjadi pesaing berat bagi Kawasaki KLX 150.
Honda CRF150F 
IDB sendiri tidaklah asing dengan motor trail Honda. Selama bertahun-tahun IDB merasakan nyamannya CRF150F di medan offroad. Motornya tahan banting, perawatan mudan dan murah, Selain itu jika sama-sama standar, CRF 150F ini lebih kencang dan stabil lho dibandingkan KLX 150.
Di bawah ini berita dari Liputan6.com tentang AHM juga tertarik jualan motor trail di anah air yang diunggah tanggal 13 November 2016;
 Liputan6.com, Legian - Honda saat ini menjadi penguasa pasar sepeda motor di Indonesia. Di segmen skutik, posisi pabrikan berlambang sayap mengepak itu tidak tergoyahkan. Sedangkan di segmen sport, Honda mulai menggeser Yamaha.

Satu-satunya kelas yang saat ini belum digarap Honda adalah trail. Meski volumenya tidak sebesar model lainnya, segmen ini dinilai memiliki potensi yang cukup besar.
Hingga kini Kawasaki leluasa bermain di kelas ini. Viar yang di atas kertas masih berada di bawah pabrikan Jepang, tentu bukan lawan sepadan bagi KLX cs.


Honda CRF150F tangguh dan stabil di jalur offroad
Marketing Director PT Astra Honda Motor Koji Sugita mengakui, penting bagi pihaknya untuk memiliki model trail. "Cuma kami tidak bisa sebutkan apa modelnya, kapan hadir. Tapi yang pasti kami harus punya karena kami melihat orang-orang begitu menikmati motor ini," jelasnya di sela acara test ride Honda CBR250RR di Bali.

Sugita mengisahkan, dirinya pada suatu waktu pernah ikut main trail. Di sana ia melihat, dengan motor trail orang bisa bersenang-senang. "

Saya lihat banyak masyarakat yang modifikasi motornya menjadi model trail. Contohnya seperti MegaPro. Mereka hanya ingin bersenang-senang," katanya.

Jikapun nantinya Honda ikut bermain di kelas ini, mesin 150 cc akan diprioritaskan ketimbang 250 cc. "Menurut saya mesin 150 cc cukup. Untuk off road ringan tidak perlu tenaga yang sangat besar. Selain itu harga juga bisa menjadi salah satu pertimbangan," tutup Sugita.

Kamis, 10 November 2016

Tampang Motor Enduro Gas Gas Versi 2017, Merah Garang

Gas Gas, pabirkan motor asal Spanyol sepertinya tidak patah semangat untuk bangkit dengan mengeluarkan motor enduro, meskipun beberapa tahun yang lalu sempat terpuruk. Dalam acara EICMA Motor Show di Milan, Gas Gas mengenalkan motor enduronya yang baru EC 250/300 dua tak.

Motor ini memakai frame dan mesin baru yang diklaim jauh lebih istimewa dibandingkan versi sebelumnya. Suspensi depan dan belakang pakai KYB, sementara knalpot standarnya sudah pakai FMF Powercore di bagian silencer-nya.

Dengan frame dan mesin baru itu bobot Gas Gas menjadi semakin ringan. Diklaim bobotnya sekitar 105 kg saja. Wow ringan sekali ini untuk motor 250/300 cc.

Sebenarnya Gas Gas pernah mencoba peruntungannya dengan membuka deler di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Sayangnya Gas Gas belum mampu menembus ketatnya belantara persaingan motor enduro di tanah air yang kelas premium masih dikuasai KTM dan Husqvarna.

Harga Gas Gas yang pada waktu itu dijual cukup tinggi, membuat kurang diminati oleh maniak trail tanah air. Beda strateginya ketika pertama kali Husqvarna masuk Indonesia itu harganya dibawah KTM dan Husaberg, sehingga motor trail Husky menjadi laris manis sebagai pilihan altenatif selain KTM dan Husaberg.

Semoga Gas Gas 2017 dijual lagi di Indonesia tapi dengan harga yang lebih bersahabat. Harga harus dibawah KTM atau Husqvarna, sehingga menjadi pilihan bagi penggemar trail yang mau 'naik kelas' dari trail lokal ke build up. (IDB).