Senin, 24 Maret 2014

IDB Jadi Media Partner Ride for Borneo 2014


Indonesiandirbike.com (IDB) menjadi media partner acara Ride for Borneo 2014 yang digagas oleh ProFauna, sebuah organisasi internasional untuk pelestarian hutan dan satwa liar Indonesia. Selain IDB, ada juga NET TV dan Bumi Hijau TV yang secara resmi menjadi media parnert dari acara yang akan dlakukan di Kalimantan dan Malaysia itu.

Dukungan IDB terhadap Ride for Borneo selain karena turut peduli akan kelestarian hutan Kalimantan, juga karena kampanye hutan itu dilakukandengan menggunakan motor trail. Tahu sendiri khan kalau IDB sejak tahun 2008 selalu serius dalam mempromosikan kegiatan offroad motor trail yang aman, nyaman dan ramah lingkungan. Begitu ditawari untuk menjadi media partner Ride for Borneo, IDB langsung menyambut positif ajakan ini.

Situs Indonesiandirtbike.com yang dikunjungi hampir 1 juta orang ini merasa bangga bisa mendukung Ride for Borneo 2014 yang bukan sekedar petualangan biasa, namun punya misi mulia yaitu mempromosikan pelestarian hutan Kalimantan. Informasi tentang Ride for Borneo 214 silahkan lihat di situs ProFauna berikut ini: http://www.profauna.net/id/content/profauna-umumkan-akan-lakukan-program-ride-borneo-2014

Minggu, 23 Februari 2014

AJP Motor dari Portugal Akan Jadi Pesaing Berat KLX


Dunia motor trail di Indonesia akan semakin ramai dengan rencana kehadiran AJP Motor dari Portugal. Menurut sumber IDB, sebetulnya AJP sudah siap dipasarkan di Indonesia, namun karena kurs Euro sedang tinggi, rencana memasarkan AJP ditunda dulu. Jika AJP diluncurkan di Indonesia, ini akan jadi pesaing berat dari Kawasaki KLX 150 yang merajai motor trail lokal tanah air. Bisa-bisa market KLX akan digerus oleh AJP, karena faktor harga yang relatif tidak beda jauh, namun dengan spek AJP yang diatas KLX.

Menurut deler yang rencananya akan memasarkan AJP di Indonesia, motor yang akan dimasukan itu mulai tipe 125 cc hingga 240cc. Semuanya tipe enduro yang akan cocok untuk melibas medan offroad. Untuk yang 125 cc itu lingkar ban belakang 17 dan depan 19, sedangkan yang 240 cc itu ban belakang ukuran 18 dan depan 21. Mantapnya, harga motor trail ini kabarnya akan dipatok dibawah angka Rp 30 juta!

Dengan harga dibawah Rp 30 juta jelas AJP akan berhadapan langsung dengan KLX 150 dan KLX 250. Namun spesifikasi AJP masih berada diatas KLX 150. Dengan suspensi marzocchi  yang terkenal handal, AJP akan enak untuk main di jalur offroad. Seperti halnya KLX, AJP juga masih pakai sistem karburator yang tentunya lebih enak untuk settingnya, tidak seribet motor injeksi.

Hasil penelusuran IDB , kabarnya mesin yang dicangkokan ke AJP motor itu mesin Honda. Secara spek, AJP mirip dengan Honda CRF 150F dan CRF 230F, namun bedanya di motor AJP itu sistem pengereman depan belakang sudah pakai disc brake. Tak heran jika bagian dalam mesin AJP itu banyak yang bisa diganti dengan parts Honda seperti Honda Tiger atau Megapro. Nah jadi lebih mantap khan, karena tidak terlalu kuatir soal spare parts. (IDB).

Senin, 03 Februari 2014

Cody Webb dengan Motor Beta 2 Tak Jadi Jawara King of the Motos

Cody Webb, pembalap enduro dari pabrikan Beta berhasil menyabet juara King of the Motos dengan motor tungangannya Beta 300 RR. Di balapan itu Cody Webb mendominasi sejak awal start hingga finish. Posisi kedua ditempati pembalap KTM Taylor Robert dan posisi ketiga adalah Graham Jarvis dari Husqvarna. Kemenangan Webb ini semakin mengukuhkan dominasi motor 2 tak di kejuaraan enduro ekstrim. Motor enduro 2 tak tidak pernah mati bro....

Jawara King of the Motos selengkapnya:
1. Cody Webb (Beta) 2:38:01; 2. Taylor Robert (KTM) 2:40:19; 3. Graham Jarvis (Husqvarna) 2:47:19; 4. Kyle Redmond (KTM) 2:51:19; 5. Noah Kepple 3:30:52… 

Info lebih lanjut: http://www.enduro21.com/index.php/component/k2/item/1640-cody-webb-takes-king-of-the-motos-win#sthash.G4cpNwHV.dpuf

Rabu, 22 Januari 2014

KTM Masih Merajai Dakar 2014

Pabrikan KTM masih menjadi raja di rally terganas di dunia, Dakar 2014. Dominasi ini dikukuhkan dengan rider KTM Marc Coma yang berada di posisi teratas. Ini adalah mahkota juara Dakar keempat yang diraih oleh Marc Coma. Marc Coma resmi jadi rider KTM factory sejak tahun 2003. Kemenangan pertamanya diraih pada tahun 2006 di Afrika, kemudian pada tahun 2009 dan 2011 di Amerika Selatan. Pada tahun 2013 Coma tidak ikut bertanding karena didera cidera.

Posisi kedua di Dakar 2014 juga diraih pembalap KTM Jordi Viladoms dari Spanyol, negara yang sama dengan Marc Coma. Menariknya di posisi ketiga hingga kelima, pabrikan motor asal Jepang yaitu Honda dan Yamaha mampu menyodok di lima besar. Cyrill Despres yang sang jawara tahun lalu harus puas berada di poisisi 4 dengan motor Yamaha YZ450F versi rally.

Naiknya Yamaha dan Honda di lima besar sepertinya akan menjadi ancaman serius bagi dominasi KTM di masa mendatang. Apalagi tim merah Honda sedang giat melakukan riset untuk upgrade motor andalannya CRF 450X yang digunakan untuk berbagai kejuaraan enduro dan rally. Kita lihat saja perkembangannya, apakah motor Jepang akan mampu menumbangkan dominasi motor Eropa KTM, let's see!

Berikut daftar jawara Dakar 2014 sampai stage 13:

1. Marc Coma (ESP, KTM) 54:50:53 hrs
2. Jordi Viladoms (ESP, KTM) +01:52:27
3. Olivier Pain (FRA, Yamaha) +02:00:03
4. Cyril Despres (FRA, Yamaha) +02:00:38
5. Helder Rodrigues (PRT, Honda) +02:11:09
6. Jakub Przygonski (POL, KTM) +02:31:46
7. Joan Barreda (ESP, Honda) +02:54:01
8. Daniel Gouet (CHL, Honda) +03:10:34
9. Stefan Svitko (SVK, KTM) +03:50:10
10. David Casteu (FRA, KTM) +03:58:09 - 

See more at: http://www.enduro21.com/index.php/component/k2/item/1606-dakar-rally-%E2%80%93-stage-13#sthash.4PwPNGeK.dpuf

Minggu, 19 Januari 2014

Test Ride Semua Tipe Enduro Husqvarna 2014

Akhirnya Indonesiandirtbike.com (IDB) mendapatkan kesempatan untuk uji coba hampir semua tipe motor Husqvarna versi 2014. Dalam uji coba yang dilakukan di sirkuit motocross Djagung pada hari Minggu (19/1/2014) itu IDB melakukan uji coba semua tipe enduro, antara lain TE 125, TE 250, FE 250, FE 350, FE 450 dan FE 501. Tipe TE itu menunjukan motor yang mengusung mesin 2 tak, huruf T itu artinya “Two”. Sedangkan jika motor memakai kode FE itu berarti motor 4 tak, huruf F kepanjangan dari kata “Four” alias empat tak.

Sedangkan tipe FC itu menunjukan tipe motocross. Karena keterbatasan waktu, IDB tidak sempat melakukan uji coba yang tipe FC. Untuk tipe motocross, Husqvarna bukan hanya mengeluarkan tipe 4 tak, namun juga 2 tak, termasuk untuk kelas 85 cc.

Kondisi motor pada waktu test ride semuanya dalam kondisi standar, namun kaca spion dan lampu sein dilepas semua. Maklum, kalau jatuh biar tidak pecah bro, khan yang melakukan uji coba bermacam-macam karakter orangnya. Ada yang langsung betot gas, ada juga yang kalem untuk adaptasi dulu. Khusus untuk FE 250, IDB mengamati knalpotnya sudah diganti FMF, tidak standar pabrikan lagi.

Lokasi test ride dilakukan di sirkuit Djagung di kawasan Buring, Malang. Namun jalur yang dipakai bukan jalur yang biasa dipakai untuk motocross, namun dibuatkan jalur khusus untuk enduro yang tidak banyak jumpingannya. Pada waktu uji coba, cuaca cerah dan jalur kering, namun tidak berdebu. IDB melakukan uji coba dengan mengelilingi jalur yang telah disiapkan sebanyak 2 lap.

Bagaimana hasil uji coba IDB tentang performa motor Husqvarna versi 2014? Baca terus artikelnya di bawah ini!

Husqvarna FE 250

Performa mesin dan suspensi sangat mumpuni, enak sekali untuk melibas jalur keriting. Motor terasa ringan dibanbdingkan yang versi FE 350. IDB merasakan tenaga bawah dari FE 250 ini lebih responsif dibandingkan FE 350, mungkin karena faktor knalpot FMF yang ditancapkan di FE 250. Sementara FE 350 yang dicoba IDB itu masih memakai knalpot bawaan pabrik. Sepertinya FE 250 sangat cocok dipakai untuk main offroad dalam waktu yang lama, terasa lebih hemat energi karena tenaga motor pas untuk ukuran kebanyakanorang Indonesia.

Husqvarna FE 350

Motor ini diciptakan untuk orang yang ingin tenaga lebih dibandingkan 250, namun ogah naik 450 yang bobotnya lebih berat. Secara umum FE 350 terasa enak dipakai di jalur offroad. Namun untuk IDB, lebih menyukai FE 250 dibandingkan FE 350, karena ketika dikendarai FE 250 terasa lebih lincah dan ringan.

Husqvarna FE 450

Untukyang gemar tenaga gede, bisa mencoba FE 450. Tenaga mesin terasa mengisi terus, tidak ada habisnya. Meskipun bobot motornya relatif lebih ringan dibandingkan motor jepang, tetapi jika diibandingkan FE 250 atau FE 350, tentu saja akan terasa lebih berat. Bagi yang suka tenaga gede dan main offroad di jalur terbuka, FE 450 akan jadi senjata mau untuk melibas jalur itu.

TE 125

Ketika mau mencoba TE 125, IDB berharap akan mendapatkan sensasi “ganas” dan lincah dari motor yang mengusung nada 2 tak ini. Dari sudut bobot motor, jelas ini sangat ringan, cocok untuk pemula yang baru mencicipi dunia enduro. Namun ketika melakukan uji coba, IDB merasakan tenaga motor ini tidaklah responsif, harus banyak memainkan kopling untuk menjaga motor ini dalam performa terbaiknya. Jika dibandingkan dengan Husqvarna WR 125 yang lama, IDB menilai masih lebih enak WR 125. WR 125 terasa lebih responsif dibandingkan TE 125.Sepertinya TE 125 dirancang untuk pemula atau remaja yang beranjak dewasa yang ingin merasakan nikmatnya jalur offroad dengan motor yang super ringan dan tidak galak.

TE 250

Begitu IDB membuka gas motor ini terasa sekali tidaklah asing. Karakter motornya persis sekali dengan Husaberg TE 250. Maklum, khan memang Husqvarna yang versi 2014 itu merupakan reinkarnasi dari Husaberg setelah “dilebur” oleh KTM. Motornya terasa irngan namun bertenaga. Suspensi juga sangat mumpuni. TE 250 adalah senjata yang ampuh untuk dipakai melibas jalur offroad ekstrim atau yang penuh dengan single track. Ini motor pilihan bagi rider yang suka jalur offroad ekstrim. Sayang dalam sesi test ride tidak tersedia versi TE 300, padahal IDB penasaran sekali uji cobayang tipe 300, karena IDB selama bertahun-tahun terbiasa memakai Husaberg TE 300 dan KTM 300 EXC.

Pilih yang Mana?

Husqvarna versi 2014 jelas motor yang berbeda sama sekali dengan Husqvarna versi 2013. Versi 2013 buatan Itali, kini setelah melebur jadi satu dengan Husaberg, motor dibuat Swedia dan beberapa tipe dibuat di Austria. Untuk anda yang suka KTM atau Husaberg, pasti akan jatuh cinta dengan Husqvarna 2014 ini. Boleh dibilang 90% ini sama dengan KTM, hanya beda warna. Daniel Tangka, distributor Husqvarna wilayah Jawa Timur, mengatakan ke IDB, “Husqvarna dan KTM sudah menjadi satu payung, kedua merek ini tidak akan berkompetisi, karena orang yang suka KTM dan ingin sensasi lebih bisa memilih Husqvarna”. Daniel yang juga masih aktif main motocross ini menambahkan, “boleh dibilang husqvarna itu adalah kelas premium dari KTM”.

Tipe husqvarna 2014 yang keluar begitu banyak, tergantung mana yang anda sukai. Untuk memilih motor tentunya bukan sekedar memilih volume mesin (cc) belaka, namun juga harus disesuaikan dengan karakter riding anda dan juga jalur yang akan dilalui. Untuk tips memilih motor bisa dilihat di artikel IDB berikut ini:

FE 250 dan FE 350 sepertinya akan jadi pilihan favorit bagi rider Indonesia. Bobot motor yang tidak terlalu berat namun dengan tenaga yang lebih dari cukup, akan jadi pilihan rasional bagi kebanyakan orang indonesia. Untuk yang suka offroad di jalur single track, TE 250 akan jadi pilihan jitu. Untuk pemula, silahkan coba TE 125. Jadi ada banyak pilihan, silahkan disesuaikan dengan kebutuhan anda.

Harga Husqvarna 2014

Bagaimana dengan harga Husqvarna 214? Setelah menjadi “satu” dengan KTM, harga Husqvarna yang versi 2014 ikutan naik. Kenaikan harga ini menjadi wajar, karena memang secara kualitas dan performa juga meningkat. Apalagi Husqvarna kini digadang-gadang menjadi kelas premiumnya KTM. Berikut harga Husqvarna 2014 yang disampaikan oleh Daniel Tangka ke IDB:
  • TE 125: Rp 109.000 (off the road)
  • TE 250: Rp 125.000 (off the road)
  • FE 250: Rp 138.000.000 (off the road)
  • FE 350: Rp 148.000.000
  • FE 450: Rp 152.000.000
  • FE 501: Rp 157.000.000
  • FC 250 (tipe cross): Rp 125.000.000

Melihat daftar harga di atas, memang harganya naik jauh dibandingkan Husqvarna versi 2013 yang untuk 250 cc itu harganya dibawah Rp 100 juta. Kini harga husqvarna 2014 semuanya berada di angka di atas Rp 100 juta.  Namun naiknya harga itu dibayar dengan meningkatkannya kualitas produk untuk menjamin kepuasan konsumen.

Semoga dengan harga yang relatif tinggi di versi 2014, Husqvarna Indonesia bukan hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga pelayanan yang yahud untuk spare parts, servis dan purna jual. Daniel Tangka mengatakan, “Husqvarna Indonesia menjamin soal servis dan spare parts, termasuk juga untuk husqvarna  versi lama yang sebelum tahun 2014”. (IDB).

Minggu, 12 Januari 2014

Volume Oli Mesin Motor Enduro dan SE

Ada banyak pembaca IDB yang membeli motor enduro atau SE (motor tipe cross) build up second yang tidak dilengkapi dengan buku manual dan bingung ketika mau ganti oli mesin. Kebanyakan mereka bingung tentang volume oli mesinnnya dan kekentalanya(vikosistas). Biar tidak bingung lagi, ini IDB merangkum volume isi mesin untuk beberapa motor enduro dan SE yang populer dipakai di tanah air. Semuanya itu untuk motor tahun 2012 ke atas. Disarankan untuk selalu memakai oli mesin berbahan dasar sintentis, karena punya kualitas yang lebih baik dibandingkan yang berbahan dasar mineral.
  • KTM 350 XCF, volume 1,1 liter, kekentalan SAE 10W/50
  • KTM 350 six days/350 EXCF, volume oli 1,2 liter, kekentalan 10W/50
  • KTM 250 EXCF, volume 1,2 liter, kekentalan 10W50
  • KTM 200 EXC, volume oli 700 ml, kekentalan 15W50
  • Husaberg TE 300/KTM 300 EXC, volume oli 800 ml, kekentalan 15W50
  • Husqvarna TE 250R, volume oli 850 ml, kekentalan 10W40
  • Kawasaki KX250F, volume oli 700 ml, kekentalan 10W40

Jumat, 03 Januari 2014

Offtroad ke Tirtoyudo di Awal Tahun Baru 2014

Beberapa angota tim CHEELA mengisi awal tahun baru 2014 dengan melakukan offroad panjang ke Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada tanggal 1 Januari 2014. Offroad yang dilakukan empat orang yang menunggangi motor KTM 150 XC, Husaberg TE 300, Honda CRF 150F dan Kawasaki KLX 150 itu dilakukan mulai pagi hingga petang hari dengan jalur yang kebanyakan double track. Sepanjang jalur banyak sekali gundukan tanah alami yang membuat motor mau gak mau terbang melintas gundukan yang mengasyikan itu.

Meski sejak awal start dari Poncokusumo itu sudah dibalut dengan hujan rintik-rintik, empat orang penggila offroad motor trail tetap saja memacu motornya dengan penuh semngat. Nanggung untuk berhenti menunggu hujan, apalagi diperkirakan hujan gak akan berhenti di awal tahun itu. Praktis sepanjang perjalanan lebih dari 100 km itu kami berbasah ria. Meski demikian, semuanya senang, karena memuaskan dahaga akan asyiknya berjibaku dengan jalur offroad yang full speed offroad.

Benny yang menyandang nomor anggota C009 beberapa kali terjungkal menyium tanah berpasir. Maklum dia sudah lama tidak mencicipi jalur offroad, tenggelam dalam tumpukan pekerjaan yang tak kunjung habis. Di awal tahun itulah BN melampiaskan kerinduannya akan jalur offroad, meskipun harus ditebus dengan beberapa kali gedubrak ke tanah.

Agus C11 yang menunggang KTM 150 XC bilang, “wah jalur yang dari Dampit itu kelihatan mudah, tetapi menguras energi karena banyak sekali tanah berlubang”. Keempat orang anggota Cheela itu benar-benar menikmati awal tahun baru dengan berasyik ria di jalur offroad, mumpung ada kesempatan. Maklum kebanyakan anggota Cheela itu pekerja yang sibuk, jadi susah banget untuk berkumpul. Sampai ketemu di jalur offroad berikutnya! (C01).