Jumat, 26 Juni 2015

Cara Melepas Hand grip Motor Trail


Fungsi hand grip alias selongosng karet yang membungkus putaran gas di motor tidak bisa dipandang remeh, apalagi untuk motor trail yang diajak offroad. Handgrip yang kurang nyaman akan membuat cepat capek telapak tangan, apalagi jika offroad lebih dari 5 jam. Hand grip yang licin, juga bikin capek tangan terutama di musim hujan, apalagi jika medannya berlumpur.

Makanya jika hand grip sudah aus perlu segera diganti, jangan ditunda. Apalagi harganya juga relatif tidak mahal. Ada yang harganya hanya Rp 50 ribuaan, tapi kualitasnya sudah lumayan untuk  ber-offrod-ria.
Tapi seringkali ketika mau mengganti hand grip itu kesusahan waktu melepas hand grip yang lama. Apalagi kalau itu masih bawaan dari pabrik, biasanya ada perekatnya, jadi susah dilepas. Berikut tips melepas dan memasang hand grip di motor trail;

1.   Masukan obeng (obeng minus) yang tipis ke dalam selongsong hand grip.
2.  Dari lubang yang tesingkap karena obeng itu masukan sedikit bensin. Kemudian coba diputar-putar, pasti hand grip akan mudah ditarik keluar alias dilepas
3. Setelah hand grip lama berhasil dilepas, bersihkan stang motor dengan lap (kain bekas).
4. Setelah bersih, di bagian stang tersebut olesi sedikit dengan shampo (bisa  shampo rambut atau mobil) atau sabun colek.
5.  Masukan hand grip, dijamin akan mulus masuknya.
6. Motor siap dibetot lagi gasnya.

Selamat mencoba dan ingat tetap utamakan keselamatan dalam offroad. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Jumat, 19 Juni 2015

AHM Akan Jualan Trail Honda CRF?


Ketika IDB sedang asyik mengotak-atik KTM 300 XCW, tiba-tiba dapat pesan singkat dari seorang teman di Jakarta yang menghembuskan kabar bahwa PT Astra Honda Motor (AHM) ada rencana mau memasukan motor trail Honda seri CRF ke Indonesia. Wow, kalau ini benar, ini akan jadi kabar yang menggembirakan bagi maniak trail tanah air.

Honda punya banyak produk global untuk jajaran motor trail enduro ada CRF 150F, CRF 230F, CRF 250X dan CRF 450X. Untuk pasukan motocross, Honda punya CRF 150R, CRF 250R dan CRF 450R. Untuk tipe touring adventure, Honda dulu juga punya motor XR 600 yang terkenal tangguh.

Meskipun, seri CRF enduro itu tidak banyak perubahan sejak diluncurkan sekitar tahun 2004, namun CRF 250X dan 450X bukanlah motor enduro kelas dua. Motor ini juga tangguh dan enak, meskipun karakternya tidak seagresif motor enduro KTM.

Untuk tipe trail, CRF 230F telah lama merajalela di Indonesia dan disukai banyak trail mania. Motornya yang ringan, perawatan mudah, tangguh dan parts yang banyak persamaannya degan motor harian yang beredar di Indonesia, membuat CRF 230F mempunyai tempat tersendiri di hati penggila offroad motor.

Seandainya AHM serius akan jualan CRF, IDB menyarankan untuk jualan tipe CRF 250X untuk kelas menengah atas dan CRF 150F untuk kelas pemula. Kehadiran CRF 150F akan jadi pesaing berat Kawasaki KLX 150 yang harganya semakin mahal namun dengan kualitas yang tidak berubah signifikan.


Jika CRF 150F dijual seharga sekitar Rp 30 jutaan, IDB percaya Kawasaki akan kalang kabut karena mainannya di segmen trail entry level akan terusik. Apalagi CRF 150F itu punya nama besar dan sudah terbukti ketangguhannya.

Semoga AHM tidak “salah pilih” seperti Yamaha Indonesia yang telah memasukan motor enduro “tanggung” yaitu WR250R. Honda punya pesaing yang satu kelas dengan Yamaha WR250R yaitu CRF250L. Ini sekelas juga dengan Kawasaki KLX 250S. Motor-motor tipe ini cocoknya hanya untuk touring adventure, bukan untuk offroad, karena motornya beratnya minta ampun bro.

IDB berharap AHM akan memasukan motor trail yang benar-benar siap untuk tempur di medan offroad, yaitu CRF 150F, CRF 230F, CRF 250X dan CRF 450X. Bukan memasukan motor ‘tanggung” seperti CRF 250L. Semoga. (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Yamaha Mengeluarkan Motor Enduro 2 Tak: YZ 250X


Yamaha akhirnya mengeluarkan motor enduro yang mengusung mesin 2 tak, YZ 250X. Basis mesin dari motor ini diambil dari YZ 250, namun disesuaikan dengan spek enduro plus tambahan standar samping motor (kickstand), transmisi untuk enduro dan ban belakang ring 18.

Kehadiran YZ 250X yang akan mulai dijual tahun 2016 ini sangat menggembirakan dan diharapkan menjadi penantang tangguh bagi dominasi motor enduro Eropa yang mengusung mesin 2 tak seperti KTM 250/300 EXC atau Husqvarna TE 250. Apalagi motor Yamaha dikenal tangguh dan biaya perawatannya relatif lebih ringan dibandingkan motor Eropa.

Motor enduro 2 tak sebetulnya bukan mainan baru bagi Yamaha. Di tahun 1990-an, Yamaha punya motor enduro 2 tak yaitu WR 250 yang stop produksi sekitar tahun 1997. Kini motor 2 tak Yamaha telah kembali! Akankah Yamaha Indonesia mau memasukannya? (IDB, email: indodirtbike@gmail.com)

Kamis, 04 Juni 2015

Galeri Foto IEC 2015 Seri Pertama Coban Talun, Batu

Indonesia Enduro Championship (IEC) 2015 seri pertama telah sukses diadakan di Coban Talun, Batu pada tanggal 30-31 Mei 2015. IDB yang menjadi media partner IEC mengabadikan momen-momen menarik dalam ajang kompetisi enduro itu. Simak-simak foto-foto hasil bidikan IDB ini!


Minggu, 31 Mei 2015

Adi Setiawan Jawara IEC Coban Talun Kelas E1

Pembalap enduro dari tim Pro Speed Gudang Garam merajai kejuaraan Indonesia Enduro Championship (IEC) 2015 seri pertama di Coban Talun, Batu yang diadakan tanggal 30-31 Mei 2015. Posisi pertama dan kedua untuk kelas motor build up pro E1 disabet pembalap Gudang Garam yaitu Adi Setiawan (Adis) di posisi teratas dan Savona Oky di posisi kedua.

Sejak start, Adis yang memakai motor KTM melesat meninggalkan lawan-lawannya. Jarak dengan posisi dua semakin menjauh ketika berjalan 1 lap dari 3 lap yang dipertandingkan. Tepat pukul 17.10 wib Adis memasukin gerbang finish yang disambut gegap gempita oleh tim Pro Speed Gudang Garam.

Berikut daftar juara E1 berdasarkan pemantauan IDB sampai pukul 17.15 wib. Hasil resminya masih menunggu dari panitia IEC.

1. Adi Setiawan (Adis), tim Pro Speed Gudang Garam
2. Savona Oky, tim Pro Speed Gudang Garam
3. Agi Agasi, tim Husqvarna
4. Sigit Bayu, Sherco

Tunggu daftar lengkap para juara IEC seri pertama Coban Talun yang akan dipublikasikan segera oleh IDB.

Jumat, 29 Mei 2015

Bocoran Jalur IEC Coban Talun Batu

Indonesia Enduro Championship (IEC) 2015 yang seri pembuka akan diadakan di Coban Talun, Batu sepertinya akan lebih seru dan menegangkan. Hajatan yang diadakan oleh Merah Putih Project ini menyuguhkan jalur yang akan menguras kemampuan dan tenaga rider untuk menaklukannya. Ini juga akan jadi suguhan menarik bagi penonton yang haus akan olahraga motor trail yang menarik untuk ditonton.

IDB melakukan penelusuran jalur IEC Coban Talun pada hari Jumat (29/5). Dari penelusuran ini IDB sudah mencium aroma 'hard enduro' yang menegangkan. Seperti apa jalurnya? Ini bocoran beberapa titik jalur yang akan ditempuh di IEC Coban Talun;

Senin, 25 Mei 2015

Offroad Seputar Petungsewu Adventure


Minggu (24/5/2015) IDB mengikuti tim CHEELA offroad di seputar Petungsewu Adventure (www.petungsewuadventure.com), Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Peserta yang ikut hanya 6 orang yang membawa motor KTM 300 XCW, Husaberg TE 300, Honda CRF 150F dan Kawasaki KLX 150.

Justru karena hanya 6 orang itulah, offorad bisa asyik dan betot gas lumayan dalam, meskipun di jalur single track. Selama 6 jam offroad, jalur didominasi single track yang menguras energi. Maklum ada jalur sepanjang satu kilo meter yang memaksa riders untuk menunduk dan bahkan merayap karena melewati ‘goa’ yang terbentuk dari rerimbunan pohon pahitan.

Offroad diakhiri dengan makan siang dan istirahat di Petungsewu Adventure. Tempatnya asyik dan cocok untuk para offroader, karena jalur offroad hanya 5 menit dari Petungsewu Adventure. Berikut ini beberapa foto offroad IDB bersama tim CHEELA: