Kamis, 22 September 2016

Review Sepatu Oneal Rider, Harga Terjangkau Tapi...

Sepatu adalah salah satu perlengkapan riding yang wajib dipakai oleh offroader motor trail. Tanpa sepatu yang mumpuni, bisa berakibat fatal jika jatuh atau terkena batu atau akar pohon ketika melibas jalur offroad. Bahkan bisa mengakibatkan kaki cacat loh. Makanya kalau offroad wajib pakai sepatu ya bro and sis.

Saat ini ada beragam sepatu untuk offroad yang dijual di Indonesia, baik lokal maupun impor. Salah satu merek sepatu yang lagi digandrungi oleh penyemplak motor trail di tanah air adalah merek Oneal. Harganya yang relatif terjangkau, menjadikan Oneal sebagai pilihan pertama untuk rider yang ingin memiliki sepatu impor.

IDB telah mencoba Sepatu Oneal tipe Rider untuk dipakai di jalur offroad. Harganya relatif terjangkau, yaitu Rp 1,5 juta. Sebelumnya IDB belum pernah memakai merk Oneal, namun karena ada beberapa permintaan agar IDB mencoba sepatu ini, akhirnya kami membeli juga Oneal tipe Rider.

Soal tampang, Oneal Rider boleh dibanggakan. Cukup keren lah. IDB mencoba memasukan kaki ke dalam sepatu, juga cukup nyaman.

Tapi ketika dicoba untuk dipakai jalan, terasa di bagian mata kaki sakit. Ketika dibuat jongkok, kaki juga terasa sakit. Bagian plastik (guard) di sisi luar sepatu itu menekan mata kaki, sehingga mengganggu ketika dipakai untuk jalan.

Ketika dicoba untuk riding alias naik motor trail dengan Oneal Rider, sepatu lumayan enak untuk oper gigi perseneleng dan juga mengerem. Sepatu cukup nyaman untuk riding.
Hanya saja jika untuk jalan, sepatu ini tidak nyaman. Mungkin ada yang nyeletuk, “loh khan sepatu cros memang tidak untuk jalan-jalan?”

Betul memang tidak untuk jalan-jalan bro, tetapi kalau kita offroad khan tidak mungkin terus menerus berada di atas motor. Pasti akan sering turun dari motor untuk istirahat atau mungkin menikmati pemandangan alam. Apalagi jika melewati jalur licin, bisa jadi kita akan sering turun dari motor untuk membantu kawan yang sedang kesulitan melewati jalur licin itu.

Kalau misalnya IDB punya anggaran di bawah Rp 2 juta dan diberi pilihan untuk meminang sepatu offroad, sepertinya Oneal Rider bukan menjadi pilihan IDB. Alternatifnya IDB akan lebih memilih Thor tipe Blitz atau Oneal tipe Element. (IDB).

Kamis, 15 September 2016

Star Motor, Bengkel Spesialis Trail di Batu dan Malang Raya

Penggemar motor trail di Malang Raya dan Batu, Jawa Timur, tidak perlu kuatir lagi jika ingin menservis motornya, karena ada Star Motor yang siap melayani anda. Star Motor yang beralamat di Proliman, Junrejo, Batu ini piwai menservis motor trail buil up dan juga trail lokal.

Yang punya motor trail Eropa seperti KTM, Husaberg atau Husqvarna ika ada trouble alias masalah di tunggangannya, gak perlu galau lagi. Bawa saja ke Star Motor, motor akan ditangani dengan cermat oleh sang mekanik yang akrab disapa Gendut.

Gendut yang namanya aslinya Romli (bukan rombongn liar loh) ini bukan hanya piwai dalam servis atau tune up motor trail Eropa, tetapi juga motor Jepang seperti Yamaha YZ250F, Honda CRF 250R atau Kawasaki KLX 250.

Motor trail lokal seperti KLX 150 atau Suzuki TS 125, juga siap ditangani oleh Star Motor. Namun harap bersabar, karena garapan Gendut begitu banyak, harus rela antri dulu bro. Kecuali servis ringan itu bisa ditangani dalam sehari oleh Gendut yang memang tidak kurus ini.

"Kadang yang membuat waktu servis lama adalah mencari parts motor yang tidak selalu siap, apalagi motor build up", kata Gendut yang ketika IDB berkunjung ke bengkelnya sedang menggarap motor BMW besutan Polresta Malang.

Servis motor yang ditangani Star Motor memang mantap, apalagi harganya itu tidak bikin megap-megap konsumen. Harga servis relatif terjangkau bro. IDB sudah sejak lama langganan servis di Star Motor ini.

Yang mau servis atau sekedar konsultasi,langsung saja kontak Star Motor di Hp/WA 081246318112 atau 082233269635. (IDB)

Selasa, 13 September 2016

KTM Indonesia Berniat Luncurkan Motor Trail

Motor trail sebenarnya merupakan tulang punggung penjualan KTM. Distributor motor KTM di Indonesia, PT Penta Jaya Laju Motor Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia, rencananya akan segera meluncurkan produk motor trail.

"Trail kita belum mulai saat ini, tapi itu demand-nya cukup besar dan India juga mulai di sana. Jadi kapan pun mereka start kita ikut start," ujar Direktur PT Penta Jaya Laju Motor, Kristianto Gunadi.

Kristianto juga mengatakan bahwa segmen motor trail ini tidak hanya digemari di Indonesia tapi juga dunia.

"Memang kita sudah bicara bahwa trail itu sendiri sesuai dengan demand di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia," ujar Kristinto.

Kristanti juga mengakui bahwa melihat pasar di Indonesia untuk segmen motor trail besar. Terutama yang tipe entry level.

"Di dunia harusnya entry level itu juga besar gitu yah," tambah Kristianto, kepada wartawan, di Sunter, Jakarta Utara.

Selain itu Kristianto mengatakan bahwa dengan
 target 20.000 unit per tahun yang diberikan KTM untuk Indonesia, Indonesia akan jadi prioritas.

"Kalau Indonesia bicara 20.000 target itu bukan engga mungkin kalau kita request, kita dapat prioritas kesana," tutur Kristianto.

Sumber: http://oto.detik.com/

Senin, 12 September 2016

Offroad ke Gunung Kawi Bersama Sahabat dari Jakarta dan Pasuruan

Hari Minggu 11 September 2016 IDB ikut offroad tim CHEELA ke Gunung Kawi, Offroad kali ini terbilang istimewa karena ada pembaca setia IDB dari Jakarta dan Pasuruan yang ikut gabung. Rider yang ikut menunggangi beragam motor trail, antara lain KTM 300 XCW, KTM 250 XCF, Husqvarna TE 250, KTM 200 EXC, Kawasaki KX250FX dan Kawasaki KLX 150.

Untuk bro dan sist yang mau offroad bareng IDB dan tim CHEELA bisa kontak lewat pin BB: D271F656 atau email indodirtbike@gmail.com. 

Ini dia foto-foto offroad-nya:


Jumat, 09 September 2016

Kawasaki Luncurkan KLX 150 dengan Grafis dan Warna Baru

Pabrikan kawasaki motor Indonesia menyegarkan penampilan motor trail KLX 150BF melalui penambahan grafis dan pilihan warna baru. Pilihan warna baru itu terdiri dari hitam, hijau, dan kuning.

Sedangkan untuk tipe SE (Special Edition, bukan Special Engine loh) itu dilengkapi dengan hand guard, pelindung mesin, dan pelek warna hitam. Bahkan yang kuning menggunakan suspensi depan (fork) depan warna emas.

Model tersebut merupakan generasi penerus KLX 15OL. Namun, menggunakan pelek lebih besar yaitu ukuran 21 inci (depan), dan 18 inci (belakang). Suspensi depan sudah upside-down, meskipun ukuran relatif kecil

Soal harga, untuk wilayah Jabodetabek tipe SE kuning dijual Rp 33 juta, sedangkan pilihan warna hitam dan hijau Rp 32,5 juta. Harga ini menurut IDB dengan spesifikasi yang tidak berubah sejak generasi KLX 150S, sebetulnya relatif terlalu mahal.

Karena KLX 150 tidak ada pesaingnya di tanah air, Kawasaki pun percaya diri untuk memasang harga di atas Rp 30 juta. Hemm coba Honda mau mengeluarkan motor trailnya CRF150F, mungkin harganya akan lebih kompetitif. (IDB)

Rabu, 07 September 2016

Uji Coba IDB Performa Yamaha YZ250FX 2016 di Jalur Offroad

Ketika Yamaha meluncurkan motor enduro YZ250FX di tahun 2015, ini menguncang dunia offroad karena Yamaha satu-satunya pabrikan Jepang yang serius meluncurkan motor enduro yang kompetitif untuk menandingi kedigdayaan motor enduro Eropa seperti KTM atau Husqvarna.

Pabrikan Jepang lain seperti Honda, Kawasaki dan Suzuki memang juga punya motor enduro namun sayangnya selama-lama bertahun-tahun mereka tidak memperbaharui secara signifikan motornya. Beda dengan Yamaha yang mengeluarkan YZ250FX dan juga YZ450FX yang benar-benar motor enduro baru.

YZ250FX sudah masuk ke Indonesia akhir tahun 2014 lewat importir umum. Tetapi harganya waktu itu masih relatif tinggi, sekitar Rp 120 juta. Dengan harga segitu, sulit bersaing dengan KTM yang sudah mengakar di hati penggemar motor trail premium di tanah air.

Kemudian tahun 2016 muncul Yamaha CBU Off Road Indonesia (YCOI) yang menawarkan berbagai tipe motor offroad Yamaha dengan harga yang jauh lebih murah. YZ250FX tahun 2016 ‘hanya’ dijual seharga Rp 91 juta. Wow jadi menarik!

Beruntung IDB berkesempatan mencoba performa YZ250FX di jalur offroad. Kalau uji cobanya di jalur aspal sih itu percuma bro, karena YZ250FX itu dilahirkan khan untuk melibas jalur offroad. Bukan untuk mejeng di depan mall.

YZ250FX itu diklaim merupakan motor tipe cross YZ250F yang dikonversi menjadi motor enduro kompetisi. Perbedaan utamanya adalah, YZ250FX mempunyai suspensi yang disetting lebih soft untuk enduro, ring ban belakang 18, electric starter, ada standart samping (kickstands) dan transmisi 6 speed.

YZ250FX sudah pakai injeksi, namun ECU diseting lebih smooth dibandingkan YZ250F. Karena motor ini hanya dipakai di jalur offroad dan dirancang untuk enduro terbatas (tidak di jalanan raya) maka YZ250FX tidak dilengkapi dengan lampu penerangan. Tetapi bila masuk kasih lampu, tinggal belikan lampu enduro misalnya keluaran UFO atau Acerbis.

Pertama kali naik YZ250FX tahun 2016, rider IDB yang mempunyai tinggi badan lebih dari 170 cm, merasa posisi stang itu terlalu rendah, sehingga ketika riding dengan berdiri itu badan terlalu membungkuk. Akibatnya kurang nyaman jika dipakai untuk riding sambil berdiri ketika melibas jalur offroad. Tapi masalah ini bisa diatasi dengan menambah riser stang, no problem.
Power mesin mumpuni melibas jalur offroad
Begitu gas motor dibuka, motor melesat dengan nyaman, namun masih mudah dikendalikan. Jika dibandingkan dengan YZ250F tahun 2015 yang pernah juga dicoba oleh IDB, karakter mesin YZ250FX ini memang tidak segalak YZ250F. Tetapi bukan berarti lemah, hanya lebih smooth. Kalau mau agresif, tinggal tarik sedikit tuas kopling maka YZ250FX akan melesat dengan cepat.

Wow untuk soal power mesin YZ250FX tidak kalah dengan KTM 250 XCF atau KTM 250 EXCF. Tetapi memang KTM terasa lebih agresif dibandingkan dengan YZ250FX ini. Tetapi perbedaan itu hanya bisa dirasakan oleh rider yang terbiasa memakai motor trail build up selama betahun-tahun alias bukan pemula.

Dari Dyno test yang dilakukan beberapa majalah motor di USA, disebutkan memang power mesin KTM 250 XCF itu lebih galak dibandingkan YZ250FX. Tenaga kuda (horsepower) YZ250FX sekitar 35 Hp, sedangkan KTM 250 XCF sekitar 40 Hp. Jadi beda 5 Hp bro.

Gigi pertama YZ250FX menurut IDB terlalu pendek, hampir tidak berfungsi untuk jalur offroad. Biasanya IDB itu menggunakan gigi 1 hanya untuk start, tetapi langsung segera dimasukan ke gigi 2 untuk menghajar jalur offroad. Begitu masuk gigi 3 dan 4, disinilah mulai terasa istemewanya YZ250FX. Powernya ngisi terus bro, sampai gigi 6.

Suara knalpot YZ250FX untuk ukuran motor tipe cross country boleh dibilang tidaklah terlalu keras. Suaranya masih ramah di telinga. IDB selalu suka dengan motor yang suara knalpotnya tidak terlalu keras menggelegar tetapi performanya gahar. Soalnya suara knalpot yang menggelegar itu belum tentu performa motor juga semakin gahar, bisa-bisa sebenarnya drop.

Sektor pengereman juga mampu meredam dengan baik laju motor, pakem bro, Bahkan harus hati-hati dengan rem depan yang justru IDB merasa sangat pakem. Kalau terlalu dalam menarik tuas rem depan bisa-bisa motor berhenti mendadak dan terjungkal.

Kinerja Suspensi di Jalur Offroad

Suspensi YZ250FX  istimewa untuk melibas jalur offroad, mulai dari tanah, pasir, berbatu ataupun single track. Suspensi depan (fork) yang memakai KYB SSS sangat nyaman untuk melibas jalur keriting, bahkan IDB merasa lebih nyaman dibandingkan fork tipe 4CS yang dipakai di KTM tahun 2015.

Tetapi soal kestabilan di jalur speed offroad, IDB merasa KTM 250 XCF lebih unggul dibandingkan dengan YZ 250FX. Untuk IDB yang terbiasa pakai motor tipe cross country dan motocross, fork YZ250FX itu malah terasa sedikit lembut (soft). Mungkin ini yang menyebabkan kurang stabil di kecepatan tinggi.

Tetapi untuk pemula, malah dianggap fork YZ250FX itu terlalu keras ketika untuk menaklukan jalur offroad terutama jalur berbatu dan single track. Ini karena dia terbiasa pakai motor Kawasaki KLX 250s yang memang suspensinya itu lebih lembut soalnya itu motor tipe dual purpose.

Motor tipe cross country seperti YZ250FX itu dirancang untuk offroad yang agresif. Semakin kencang anda bawa motornya (tentunya juga harus dengan skill yang mumpuni) itu suspensi motor akan bekerja dengan lebih baik.

Jadi suspensi YZ250FX tidak bisa dibandingkan dengan motor tipe yang peruntukannya berbeda seperti KLX 250, apalagi dengan KLX 150. Jelas ini beda kelas bro.

Untuk suspensi belakang, IDB merasa nyaman. Dengan seting kompresi dan rebon yang pas, suspensi belakang akan siap melibas jalur offroad apapun.

Kelemahan:
  • YZ250FX belum dilengkapi dengan handguard dan pelindung mesin
  • Bagian kelistrikan dibiarkan terbuka tanpa penutup
  • Dudukan/pangkon untuk stang tidak kuat, begitu jatuh tidak terlalu keras sudah bengkok

Entah kenapa bagian kelistrikan ini dibiarkan terbuka oleh pabrikan Yamaha
Kelebihan:
  • Harga motor jauh lebih murah dibandingkan kompetitor
  • Power yang mumpungi untuk melibas jalur offroad
  • Electric starter
Kesimpulan

Yamaha YZ250FX tahun 2016 motor yang istimewa untuk offroad. Dengan harga sekitar Rp 91 juta (terpaut lebih dari Rp 30 juta dengan kompetitor seperti KTM/Husqvarna), YZ250FX bisa menjadi pilihan bagi offroader yang mau “naik kelas” dari motor trail seperti KLX series untuk mencoba motor build up.

Suspensi memang harus diseting ulang untuk disesuaikan dengan bobot badan rider, sehingga motor akan lebih stabil untuk melibas medan offroad. Tetapi semua motor sebetulnya sektor suspensi memang harus diseting untuk disesuaikan dengan rider-nya. (IDB)

Jumat, 02 September 2016

Mengapa Review IDB Beda dengan Media Lain?

Selain berbagi cerita tentang petualangan offroad dengan motor trail, IDB juga sering melkukan review motor trail baru. Hanya saja kadang review IDB dipandang berbeda dengan media lain, apakah itu blog atau media massa besar. Ketika hampir semua media memuji-muji produk tertentu, justru IDB ‘mencacatnya’. Loh kog bisa?

Ya bisa dong bro, khan setiap media punya sudut pandang yang berbeda dan kepentingan yang berbeda pula. Gak usah bingung dan galau jika membaca review IDB yang bisa jadi berbeda. Tetapi ada beberapa alasan yang patut bro dan sist percaya dengan sifat obyektif dari IDB, alasan itu antara lain:

Menilai dari Sudut Pandang Hobby. 
Ketika media massa menguji sebuah motor trail build up, katakanlah misalnya motor XXX, pasti media di luar kebanyakan akan memuji sebagai motor yang sangat istimewa untuk offroad. Tetapi yang harus diingat yang menguji itu kebanyakan orang profesional, yang mempunyai skill atau kemampuan offroad di atas rata-rata. Nah IDB mengujinya dari sudut hobby, bukan ala pembalap profesional yang punya skill luar biasa mantap. Tapi tanpa bermaksud sombong, skill rider IDB jugalah tidak jelek-jelek amat, bisa dibilang cukuplah untuk memahami sebuah produk dengan baik.

Pertanyaan IDB, sebetulnya berapa banyak sih pemilik motor trail build up di tanah air yang benar-benar punya skill mumpuni yang bisa menguasai motornya 100%? Sepertinya tidak banyak. Jadi review IDB itu seperti mewakili kebanyakan peng-hobby yang belum menguasai 100% kemampuan istimewa motornya.

Jadi kalau misalnya Ryan Dungey (ini pembalap papan atas motocross kelas dunia) bilang KTM 450 SXF itu sangat mantap suspensinya jika untuk jumping tinggi, apakah kita harus percaya? Ya percaya dong, khan yang bilang itu orang profesional yang gak diragukan lagi kemampuannya ntuk mengendalikan KTM 450 SXF yang dahsyat. 

Tetapi kalau kemudian anda beli KTM 450 SXF gara-gara hanya melihat begitu mudahnya Ryan Dungey jumping, ya bisa babak belur bro. Karena kemampuan riding kita beda dengan pembalap top tersebut. Begitu kita pakai motornya, bisa jadi kog tidak seindah seperti  yang kita lihat di video ya?? Bukan motornya yang jelek, tetapi kemampuan kita dalam mengendalikan motor itu yang belum mumpuni.

IDB menilainya dari sudut penghobby, dari sudut konsumen. Bukan dari sudut produsen atau sudut pembalap profesional.

Mengujinya di Alam Indonesia. 
Motor trail buil up yang diproduksi di luar (Eropa, USA atau Jepang) itu belum tentu 100% langsung “cocok” ketika langsung digeber di jalur offroad di Indonesia. Hal ini disebabkan perbedaan suhu/iklim, tipe jalur, ketinggian tempat, kualitas BBM, dan yang terpenting perbedaan tinggi dan berat badan rata-rata orang Indonesia. IDB menguji motor itu ya di alam Indonesia, jadi review-nya dilakukan di Indonesia, oleh orang Indonesia, dengan kondisi fasilitas yang ada di Indonesia dan untuk Indonesia hehehe.

IDB itu Non Komersil. 
IDB adalah media online yang digagas oleh orang-orang  gila motor trail yang punya komunitas (bukan club) kecil yang yang kami namai CHEELA. IDB kami bentuk untuk berbagi pengalaman, karena kami sadar dulu kami juga sering bingung mendapatkan informasi yang akurat soal motor trail di tanah air. Atas dasar itu kemudian kami menggagas IDB, sebagai media sharing soal dunia offroad motor trail.

IDB tidak bersifat komersil, sehingga kami tidak menerima iklan, tidak juga mau mempromosikan produk tertentu, kecuali kalau itu memang menurut IDB patut untuk dipromosikan. Sementara ada banyak media yang mereview suatu produk dan cenderung disampaikan bahwa moyor tersebut bagus atau istimewa....eh ternyata produsen motornya juga pasang iklan di media tersebut.

IDB akan selalu bersifat obyektif. Kami tidak terikat dengan produk atau produsen tertentu. Kalau yang promo itu produsen atau penjual, ya pastilah mereka akan bilang produknya yang the best. Namanya juga jualan bro...masak barang dagangannya dibilang jelek.

Pengalaman Panjang. 
IDB mencoba mereview motor dengan obyektif dan membandingkan dengan pengalaman menggunakan motor sejenis. Ini bisa kami lakukan karena IDB punya pengalaman lumayan panjang bermain offrod motor trail. IDB sudah lebih dari 15 tahun main motor trail dan memakai bebagai merek dan tipe motor trail, mulai trail lokal, buatan Jepang, Cina,  Eropa dan USA. Jadi pengalaman panjang  itu turut mewarnai dan memperkaya review kami.

Nah itu 4 alasan kenapa review IDB patut untuk dipercaya. Kalau tidak percaya, ya monggo alias silahkan, tidak ada masalah kog. Tapi faktanya IDB banyak ditunggu orang. Ketika kami vakum selama 3 bulan, itu ada lebih dari 30 orang yang kontak via email dan inbox yang “rindu” artikel IDB. Dan satu lagi, blog IDB itu sudah dikunjungi 2 juta orang loh. (IDB).